Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kepuasan masyarakat dalam menggunakan teledentistry pada masa Pandemi COVID-19 di Indonesia : Studi Cross SectionalCommunity Satisfaction in Using Teledentistry during the COVID-19 Pandemic in Indonesia: Cross-Sectional Study Wijayanti, Zilzikridini; bahar, armasastra; Adiatman, Melissa
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 6, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v6i3.40330

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Permintaan pasien terhadap penerapan teledentistry  di dunia mengalami peningkatan lima kali pada masa pandemi COVID-19. Pasien di berbagai kelompok umur memiliki kepuasan yang tinggi terhadap teledentistry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat dalam menggunakan teledentistry dan mendapatkan informasi tentang hubungan kepuasan masyarakat dengan usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman, komunikasi, kemudahan, kenyamanan, keandalan, dan manfaat teledentistry bagi pasien. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan kuesioner daring mandiri yang disebarkan menggunakan media sosial. Kuesioner terdiri dari faktor sosiodemografi, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan dalam menggunakan teledentistry. Uji analisis faktor digunakan untuk menentukan komponen yang berkontribusi sampai pada tingkatan kepuasan. Hasil: Kepuasan masyarakat dalam menggunakan teledentistry di masa pandemi COVID-19 memiliki tiga kategori tingkatan kepuasan, yaitu tiga responden berjenis kelamin perempuan yang memiliki tingkatan kepuasan moderat (skor 68-88), 137 responden berjenis kelamin laki-laki puas dalam menggunakan teledentistry (skor 89-109), dan 135 responden berjenis kelamin perempuan sangat puas dalam menggunakan teledentistry (skor 110-130). Penelitian ini menemukan terdapat 12 kombinasi pemodelan yang dapat berasosiasi secara signifikan dengan kepuasan masyarakat dalam menggunakan teledentistry selain jenis kelamin dan pendidikan. Kesimpulan: Kepuasan masyarakat dalam menggunakan teledentistry di Indonesia hampir sama dengan kepuasan pasien di berbagai negara. Rasa puas dalam menggunakan teledentistry dapat meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut.Kata kunci: teledentistry; kepuasan; komunikasi; COVID-19 ABSTRACTIntroduction: Patient demand for the application of teledentistry in the world has increased five times during the COVID-19 pandemic. Patients in various age groups have high satisfaction with Teledentistry. Determine the level of community satisfaction in using teledentistry and obtain information about the relationship of community satisfaction with age, gender, education, experience, communication, convenience, comfort, reliability, and benefits of teledentistry for patients. Methods: This cross-sectional study was conducted in 2022. This study used an independent daring questionnaire distributed using social media. The questionnaire consisted of sociodemographic factors, and factors related to satisfaction in using teledentistry. The factor analysis test is used to determine the components that contribute to the level of satisfaction. Results: Community satisfaction in using teledentistry during COVID-19 pandemic has three categories of satisfaction level, namely three female respondents who have a moderate level of satisfaction (score 68-88), 137 male respondents are satisfied in using teledentistry (score 89-109), and 135 female respondents were very satisfied in using teledentistry (110-130). This study found that there are 12 combinations of modeling that could be significantly associated with community satisfaction in using teledentistry other than gender and education. Conclusions: Community satisfaction in using teledentistry in Indonesia is almost the same as patient satisfaction in various countries. Satisfaction in using teledentistry can increase access to dental and oral health services.Keywords: teledentistry; satisfaction; communication; COVID-19
Adaptasi lintas budaya dan validitas kuesioner untuk dokter gigi dalam melakukan tindakan pencegahan kariesCross-cultural adaptation of questionnaire to know dentists barriers in caries prevention measures Abigayl, Ivana; Adiatman, Melissa; Setiawati, Febriana
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 6, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v6i3.40599

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Penyakit gigi dan mulut diakui sebagai beban berat, baik bagi individu maupun masyarakat. Proporsi masalah kesehatan gigi dan mulut terbesar di Indonesia adalah gigi berlubang, yaitu sebesar 45,3%. Karies preventif adalah salah satu cara lain untuk mencegah karies. Primary Health Care (PHC) memiliki fungsi preventif, meskipun memiliki berbagai kendala. Belum ada alat ukur yang dapat digunakan untuk penelitian yang membahas hambatan dokter gigi dalam melakukan tindakan pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah membuat alat ukur yaitu kuesioner untuk mengetahui hambatan dokter gigi dalam melakukan tindakan pencegahan karies. Metode: Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitik dengan studi observasional menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah dokter gigi di Puskesmas Kota Bandung, yang dipilih dengan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden. Hasil: Peneliti melakukan adaptasi lintas budaya kemudian melakukan uji validitas. Sebagian besar item memiliki korelasi yang tinggi atau kuat dalam uji validitas. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa semua faktor menyajikan nilai lebih tinggi dari 0,9, menunjukkan bahwa item kuesioner memiliki konsistensi internal yang tinggi. Simpulan: Kuesioner memiliki tingkat konsistensi internal yang baik, sehingga dinyatakan valid dan reliabel serta dapat digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui hambatan dokter gigi dalam melakukan tindakan pencegahan karies.Kata kunci: karies; pencegahan kedokteran gigi; hambatan; puskesmasABSTRACTIntroduction: Dental and oral disease is recognized as a heavy burden, both for individuals and communities. The largest proportion of dental and oral health problems in Indonesia is cavities, as much as 45.3%. Preventive caries is one of the other ways to prevent caries. Primary Health Care (PHC) service, has a preventive function, even though it has various obstacles. However, no measuring instrument can be used for research that discusses dentists’ barriers to taking preventive treatment at PHC. The purpose of this study was to make a measuring instrument, to determine the barriers to dentists taking caries prevention measures. Methods: The research design in this study was descriptive-analytic with an observational study using a cross-sectional research design. The sample in this study were dentists at the Bandung Health Center, which were selected by simple random sampling technique, with the number of samples in this study 30 respondents. Results: Researchers conducted cross-cultural adaptations and then conducted a validity test. Most of the items have a high or strong correlation in the validity test. The reliability test shows that all factors present a value higher than 0.9, indicating that the questionnaire items have high internal consistency. Conclusion: The questionnaire has a good level of internal consistency, so it is declared valid and reliable and can be used as a measuring tool to determine the dentist’s obstacles in carrying out caries preventive measures.Keywords: caries; preventive dentistry; barriers; primary health care.