Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java Sala, Ridwan; Putranto, Yogi; Tarigan, Daniel J.; Patanda, Mercy
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v8i1.52844

Abstract

Ikan pari salah satu ikan demersal yang banyak ditemukan di Indonesia khususnya Cilacap dan daging ikan pari merupakan salah satu ikah yang dikonsumsi serta dijadikan olahan ikan. Ikan pari di cilacap banyak diolah menjadi ikan asin selain itu ikan pari dijadikan komoditas ekspor tersebut seperti fillet daging, kerajinan kulit, tulang, sirip dan insang ikan Pari. Penelitian tentang pengolahan ikan pari bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pengolahan ikan pari di Cilacap Jawa Tengah dan dilakukan di Cilacap dari bulan Maret sampai April 2022 di Desa Menganti. Data primer diperoleh dari hasil wawancara kepada nelayan dan pengolah ikan pari dengan responden berjumlah 10 orang. Data primer tersebut dianalisis dengan analisis kelayakan usaha dan hasil analisis data menunjukkan bahwa dari BEP (Break Event Point) Usaha Olahan ikan pari ini l sangat layak karena nilai R/C adalah rata-rata 11,6 dimana ratio>1,0 sedangkan periode pengembalian investasi (PBP) adalah selama 4 bula. Begitupula keuntungan rata-rata yaitu Rp.396.892.142,9.
Mapping West Java Northern waters quality using sea water quality standards Patanda, Mercy; Ernaningsih, Dwi; Limbong, Mario
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.3.40641

Abstract

Poor water quality caused by the influence of activities on land and sea can disrupt the ecosystem and the existence of fish resources in coastal areas. Damage to fish habitat impacts fishing areas, resulting in a decrease in fishermens catches. Fish resources will move further away from the coast, resulting in a narrower utilization of sea space for small fishermen and leading to conflicts. Thus, this study aims to analyze the quality of the aquatic environment and map the pollution degradation in the northern waters of West Java Province. The survey method was used in this study. The types of water quality data measured were water clarity, sea surface temperature, salinity, light attenuation coefficient, total suspended solids, and chlorophyll-a. In-situ seawater quality measurements in coastal waters were carried out at 30 points. In-situ water quality data was compared with remote sensing image data. Water quality parameter data was analyzed descriptively by comparing the results obtained with seawater quality standards for marine biota based on the Decree of the Minister of Environment No. 51 of 2004 concerning Seawater Quality Standards. The results showed that the light attenuation coefficient and salinity parameter had an average that did not comply with the seawater quality standards for biota. The parameters of chlorophyll-a, brightness, suspended solids load, and sea surface temperature were still within the threshold of seawater quality standards for biota life (good condition). The environmental conditions of the northern waters of West Java Province are classified as good, were around 3,261.703 km2, while the lightly polluted area was around 3,043.452 km2. The northern waters of West Java Province, classified as lightly polluted, were concentrated in two locations, the northern waters of Bekasi, and Indramayu.Keywords:Quality standardsDegradationWest JawaWater qualityMapping
Mapping West Java Northern waters quality using sea water quality standards Patanda, Mercy; Ernaningsih, Dwi; Limbong, Mario
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.3.40641

Abstract

Poor water quality caused by the influence of activities on land and sea can disrupt the ecosystem and the existence of fish resources in coastal areas. Damage to fish habitat impacts fishing areas, resulting in a decrease in fishermens catches. Fish resources will move further away from the coast, resulting in a narrower utilization of sea space for small fishermen and leading to conflicts. Thus, this study aims to analyze the quality of the aquatic environment and map the pollution degradation in the northern waters of West Java Province. The survey method was used in this study. The types of water quality data measured were water clarity, sea surface temperature, salinity, light attenuation coefficient, total suspended solids, and chlorophyll-a. In-situ seawater quality measurements in coastal waters were carried out at 30 points. In-situ water quality data was compared with remote sensing image data. Water quality parameter data was analyzed descriptively by comparing the results obtained with seawater quality standards for marine biota based on the Decree of the Minister of Environment No. 51 of 2004 concerning Seawater Quality Standards. The results showed that the light attenuation coefficient and salinity parameter had an average that did not comply with the seawater quality standards for biota. The parameters of chlorophyll-a, brightness, suspended solids load, and sea surface temperature were still within the threshold of seawater quality standards for biota life (good condition). The environmental conditions of the northern waters of West Java Province are classified as good, were around 3,261.703 km2, while the lightly polluted area was around 3,043.452 km2. The northern waters of West Java Province, classified as lightly polluted, were concentrated in two locations, the northern waters of Bekasi, and Indramayu.Keywords:Quality standardsDegradationWest JawaWater qualityMapping
Analisis Organoleptik Mutu Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) yang didaratkan di PPS Nizam Zachman Jakarta : Organoleptic Analysis of the quality of longtail Tuna (euthynnus affinis) landed in PPS Nizam Zachman Jakarta Fibria Handari, Dheny; Patanda, Mercy; Susanto, Adi
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 10 No. 1 (2024): JISM VOL. 10 NO. 1 Agustus 2024 - Januari 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v10i1.214

Abstract

Ikan sebagai komoditas yang mudah membusuk (high perishablefood), memerlukanpenanganan yang cepat, bersih, cermat dan dingin (quick, clean, careful and cool) sehinggamutu ikan dapat tetap dipertahankan sejak ikan diangkat dari laut hingga ikan didistribusikan atau dipasarkan ke konsumen. Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan komoditas perikanan penting yang memiliki peran besar dalam ekonomi perikanan Indonesia. Ikan tongkol yang didaratkan di PPS Nizam Zachman mayoritas adalah hasil tangkapan gill net. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis orgalopetik mutu ikan tongkol(Euthynnus affinis) beku hasil tangkapan gill net KM. Fortun Melimpah 9 yang didaratkan di PPS Nizam Zachman Jakarta serta membandingkan hasil penilaian organoleptik ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan standar kesegaran dan kualitas yang berlaku.Hasil uji organoleptik ikan tongkol (Euthynnus affinis) yang didaratkan di PPS Nizam Zachman Jakarta secara keseluruhan adalah 5,97 artinya ikan tongkol tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan pangan. Sesuai SNI 01- 4110.1- 2006 nilai minimal persyaratan mutu dan keamanan pangan adalah 7. Ikan yang memiliki nilai kurang dari 7 sudah mengalami kemunduran mutu dan tidak aman untuk dikonsumsi karena adanya peningkatan aktivitas bakteri pembusuk sehingga tidak memenuhi syarat mutu dan kemanan pangan serta tidak dapat dipasarkan atau diekspor. Hal ini dikarenakan penanganan ikan di atas kapal tidak sesuai standar.
Komposisi hasil tangkapan rawai Tuna di WPPNRI 572 yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta: Composition of Tuna Longline Catch in WPPNRI 572 Landed at Nizam Zachman Oceanic Fishing Port Jakarta Fika, Nina; Patanda, Mercy; Syafrie, Hendrawan
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Februari - July 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v10i2.216

Abstract

Rawai tuna atau tuna longline merupakan alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta untuk menangkap tuna mata besar, madidihang, albakora, dan cakalang di Samudera Hindia. Alat ini dianggap ramah lingkungan karena bersifat selektif dan tidak merusak ekosistem perairan. Pada tahun 2023, tercatat 122 kapal rawai tuna berbasis di PPS Nizam Zachman dengan total produksi sebesar 6.706.354 kg. Sebagai pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia dengan luas 110 hektar, pelabuhan ini memainkan peran penting dalam industri perikanan nasional. Tuna sangat diminati di pasar global karena kualitas daging dan kandungan gizinya. Namun, penangkapan dengan by-catch berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposisi hasil tangkapan rawai tuna di WPPNRI 572 serta mengidentifikasi pemanfaatan hasil tangkapan sampingan. Data diperoleh melalui observasi lapang, wawancara, dan kuesioner terhadap nelayan dan nakhoda. Penelitian melibatkan 5 kapal utama dan wawancara dengan nakhoda dari 16 kapal lainnya. Hasil menunjukkan bahwa tuna sirip kuning mendominasi hasil utama (53,30%), sedangkan hasil sampingan didominasi oleh cakalang (45,36%) dan cumi-cumi (14,95%). Hasil sampingan ini tetap dimanfaatkan untuk menambah penghasilan masyarakat.
PELATIHAN PEMBUATAN ECOBRICK SAMPAH PLASTIK SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PEMBERSIHAN PERAIRAN SUNGAI CITARUM Patanda, Mercy; Dhewantara, Yudha Lestira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Satya Widyakarya Vol. 2 No. 1 (2023): JASW Vol. 02 No. 01 (2023) Oktober 2023 - Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecobrick is waste management method in which plastic bottles are filled withinorganic waste until they are solid and compact, aiming to reduce plasticwaste and recycle it into something useful. This activity was carried out in theCitarum River Basin, Karawang Regency, West Java Province, from October2018 January 2019, as part of Citarum Harum program. The programincluded Ecobrick creation training to support river water cleaning efforts.Observations were conducted through field surveys, interviews, and FGD,with evaluations using questionnaires before and after socialization. Theresults showed that while participants not directly dispose of waste into theriver, they still accumulated waste in vacant land around their homes. Thesocialization increased participants' knowledge of the benefits of Ecobricks forenvironmental cleanliness and encouraged them to be more active in creatingEcobricks and maintaining cleanliness. The program also raised awarenessabout the importance of sustainable and eco-friendly waste management.
Komposisi ikan terumbu di area restorasi metode reefball dan terumbu karang alami di Teluk Lawar, Sumbawa Barat Prayogo, Windy; Sudarmo, Agnes Puspitasari; Patanda, Mercy
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v7i1.8611

Abstract

Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Layur (Trichiurus spp) di PPN Palabuhanratu Ditinjau Dari Aspek Teknik Penangkapan Ikan Wani, Risma; Patanda, Mercy; Rahmani, Urip
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 8 No. 1 (2022): JISM VOL. 8 NO. 1 Agustus 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v8i1.103

Abstract

Ecosystem Appraoch to Fisheries Management (EAFM) adalah sebuah konsep bagaimana menyeimbangkan dimensi-dimensi pengelolaan melalui pendekatan yang terintegrasi dan berbasis ekosistem. Domain EAFM yang menjadi fokus dalam penelitian yaitu domain teknik penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perikanan layur di PPN Palabuhanratu dan menilai keberlanjutan pengelolaan perikanan layur di PPN Palabuhanratu berdasarkan kriteria EAFM pada domain teknik penangkapan ikan. Metode penilaian mengacu pada metode yang digunakan oleh National Working Group on EAFM, Direktorat Sumberdaya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Analisis data menggunakan skor likert berbasis ordinal 1, 2, 3 terhadap 6 indikator yaitu, metode penangkapan ikan yang merusak/ilegal, modifikasi alat penangkapan ikan, kapasitas perikanan dan upaya penangkapan, selektifitas penangkapan, kesesuaian fungsi dan ukuran kapal, serta sertifikasi awak kapal perikanan. Pengelolaan perikanan layur di PPN Palabuhanratu mayoritas mendapatkan skor 3 pada domain teknik penangkapan ikan kecuali indikator kapasitas perikanan dan indikator sertifikasi awak kapal perikanan hanya memperoleh skor 1, perolehan nilai komposit sebesar 86,67, artinya pengelolaan perikanan layur di PPN Palabuhanratu berdasarkan kriteria EAFM dikategorikan “Baik Sekali
PENGEMBANGAN SEKTOR PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN NIAS BARAT: DEVELOPMENT OF THE CAPTURE FISHERIES SECTOR IN WEST NIAS DISTRICT Hia, Fidelis; F Telussa, Riena; Patanda, Mercy
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 9 No. 1 (2023): JISM VOL. 9 NO. 1 Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v9i1.190

Abstract

Perikanan tangkap di Kabupaten Nias Barat masih belum berkembang dengan baik. Berbagai faktor yang menjadi kendala, diantaranya yaitu skala usaha perikanan tangkap, alat tangkap tradisional, pengetahuan para nelayan. Pada sektor perikanan terkandung kekayaan laut yang sangat beragam, antara lain dari jenis-jenis ikan pelagis (cakalang, tuna, layar) dan jenis ikan demersal (kakap, kerapu). Potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan melaksanakan program-program pengembangan yang bertujuan untuk bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat serta ikut menyumbang dalam retribusi guna kemajuan daerah ke depannya. Adapun faktor pendorong dan penghambat pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Nias Barat. Hasil faktor kekuatan memiliki nilai yang besar yaitu sebesar 2.128 dibandingkan dengan nilai faktor kelemahan sebesar 0.961. Oleh karena itu berdasarkan pada hasil matriks evaluasi faktor internal tersebut maka pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Nias Barat perlu mengoptimalkan kekuatan dan faktor peluang memiliki nilai sebesar 2.362 dan nilai faktor ancaman sebesar 0.982. Prioritas strategi utama yang bisa dilakukan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu strategi peningkatan sarana dan prasarana.
PENGARUH SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL – A TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) DI TELUK BANTEN: THE INFLUENCE OF SEA SURFACE TEMPERATURE AND CHLOROPHYL – A ON CATCH RESULTS OF ANIMAL FISH (Stolephorus sp.) IN BANTEN BAY Imran, Alferryo; Patanda, Mercy; Ernaningsih, Dwi
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 9 No. 1 (2023): JISM VOL. 9 NO. 1 Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v9i1.191

Abstract

Ikan teri merupakan sumber daya hayati laut yang sebagian besar terdapat di perairan Indonesia dan melimpah di wilayah pesisir. Pelabuhan Perikanan Kepulauan (PPN) Karangantu merupakan salah satu tempat penyerap hasil perikanan tangkap di Teluk Banten dengan total hasil tangkapan mencapai 610,8 ton atau 23,64% dari total tangkapan pada tahun 2020. Suhu permukaan laut merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi perairan. kehidupan, karena suhu berdampak pada metabolisme dan kemampuan organisme untuk bereproduksi. Kajian konsentrasi klorofil-a sangat vital dan signifikan karena sebaran konsentrasi klorofil-a erat kaitannya dengan kondisi oseanografi suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis kisaran nilai temporal suhu permukaan laut (SST) di Teluk Banten. 2) Menganalisis kisaran nilai temporal klorofil-a di Teluk Banten. 3) Menganalisis hubungan suhu permukaan laut (SPL) dengan klorofil-a pada hasil tangkapan ikan teri. Pengambilan sampel di Teluk Banten dilakukan pada bulan Agustus 2022. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengambil langsung suhu permukaan laut dan mengunduh data suhu permukaan laut dan klorofil-a pada tahun 2013 – 2022. Analisis temporal suhu permukaan laut dan klorofil-a data dilakukan dengan menggunakan grafik deret waktu.