Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

APLIKASI MOBILE “MOGIZ” UNTUK MONITORING STATUS GIZI Endri Yuliati; Yunita Indah Prasetyaningrum; Dwi Miyanto
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.517 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i2.478

Abstract

“MOGIZ” Mobile Application for Monitoring Nutritional StatusBackground: many mobile applications for health have been developed, but only a few have the development process based on user needs. Objective: the purpose of this research is to produce an user friendly, acceptable, and beneficial mobile application for many people. Methods: the MoGiz android application is developed with a user-centered design method using the Java software development kit 8, android studio, visual studio code, and flutter framework. MoGiz consist of six main menus: 1) Measurement method, 2) Check nutritional status, 3) Measurement history, 4) Consultation, 5) Advice, and 6) About MoGiz. In the first menu, user can read articles about how to measure some body parameters correctly and view videos. In the second menu, user can input their weight and height, upper arm circumference, waist and hip circumference and then find out the interpretation. Results: MoGiz has tried to include gamification by giving points to each user activity such as measuring nutritional status, answering quizzes and sharing the results of measuring nutritional status to social media. If the points meet the limit, it can be exchanged for rewards. Conclusion: MoGiz has been developed for various age groups as a guide for the community to assess nutritional status independently. In addition, this application also provides nutrition and health information for user which is expected to encourage people's habits to behave in a healthy and nutritionally balanced manner.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK SEKOLAH DASAR MENGENAI SARAPAN DENGAN PERMAINAN KARTU KUARTET Kartika Amin Nugroho; Septriana Septriana; Endri Yuliati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i2.674

Abstract

Latar belakang: : Sebuah penelitian di salah satu sekolah dasar (SD) di Surakarta menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan pagi pada anak SD masih rendah yaitu 15%. Melewatkan sarapan pada anak-anak dapat menurunkan daya konsentrasi, mengantuk, dan mudah stres. Pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode edukasi yang menarik bagi anak-anak untuk meningkatkan pengetahuan tentang sarapan, salah satunya adalah dengan permainan kartu kuartet. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh permainan kartu kuartet terhadap pengetahuan siswa mengenai sarapan. Metode : Penelitian quasi eksperimental ini menggunakan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design yang dilakukan di SDIT Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah pada bulan Juli 2019. Responden berjumlah 84 siswa kelas V dengan intervensi berupa permainan kartu kuartet. Pengetahuan tentang sarapan sebelum dan setelah intervensi diukur dengan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan (p=0,000), dari nilai median pretest 40 menjadi 50 pada posttest. Kesimpulan: permainan kartu kuartet dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai sarapan di SDIT Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah.
HUBUNGAN KONSUMSI SUPLEMEN PROTEIN DENGAN MASSA OTOT PADA ANGGOTA LEMBAH FITNESS CENTRE TAJEM, YOGYAKARTA Maria Wihelmina; Yuni Afriani; Endri Yuliati
Journal of Nutrition College Vol 12, No 3 (2023): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i3.37720

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Suplemen merupakan produk kesehatan yang mengandung satu atau lebih zat yang bersifat nutrisi atau obat. Pembentukan massa otot yang optimal membutuhkan zat gizi, salah satunya adalah protein.Mempunyai massa otot yang baik menjadi salah satu tujuan seseorang mengikuti latihan pada fitness centre.Tujuan: Penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui hubungan konsumsi suplemen protein dengan massa otot pada anggota  fitness centre di Lembah Fitness Centre Tajem.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional, dengan desain cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 40 orang anggota fitness centre yang aktif dan berusia 20 – 35 tahun. Data konsumsi suplemen diperoleh dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner konsumsi suplemen sedangkan massa otot diperoleh dari pengukuran LOLA (lingkar otot lengan atas) dan LILA (lingkar lengan atas) dengan 3 kali pengulangan. Analisa data menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak mengkonsumsi suplemen yaitu sebanyak 25 orang (62,5%) dan memiliki massa otot dalam kategori normal yaitu 33 orang (82,5%). Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara konsumsi suplemen dan massa otot (p > 0,05).Simpulan: Konsumsi suplemen protein tidak berhubungan dengan massa otot. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan mengendalikan variabel-variabel perancu seperti asupan protein dari makanan dan intensitas latihan. 
Implementasi uji validitas isi: Pengembangan kuesioner perubahan pola konsumsi minyak goreng pada rumah tangga Endri Yuliati; Siska Puspita Sari; Metty Metty
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.412

Abstract

Latar Belakang: Pada awal tahun 2022 terjadi kenaikan harga minyak goreng hampir dua kali lipat. Sementara itu, penggunaan minyak goreng tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-sehari masyarakat. Di sisi lain, terlalu banyak konsumsi makanan yang digoreng berdampak buruk bagi kesehatan. Saat ini belum tersedia kuesioner yang dapat digunakan untuk mengukur konsumsi minyak goreng pada rumah tangga yang telah dilakukan uji validitas isi atau konten. Uji validitas isi merupakan tahap awal dalam pengembangan kuesioner. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas isi dari kuesioner perubahan pola konsumsi minyak goreng rumah tangga. Metode: Penelitian termasuk jenis penelitian pengembangan yang dilakukan pada Juli – Oktober 2022. Kuesioner dimodifikasi dari beberapa penelitian sebelumnya terkait dengan pola konsumsi bahan makanan. Validitas isi diuji oleh empat orang expert yang ahli dalam bidang ilmu perilaku, ilmu gizi, dan kesehatan masyarakat. Penilaian item kuesioner menggunakan empat skala, yaitu 1 (tidak relevan), 2 (kurang relevan), 3 (cukup relevan) dan 4 (sangat relevan). Hasil: Dari uji tahap pertama, diperoleh satu item pertanyaan yang tidak relevan sehingga didapatkan mean I-CVI (item-content validity)=0,96. Selanjutnya, dilakukan revisi kuesioner dan dilakukan uji expert tahap kedua. Hasilnya, semua item kuesioner dinilai relevan oleh semua expert (nilai 3 atau 4) atau mean I-CVI=1,00. Kesimpulan: Kuesioner ini sudah dapat digunakan untuk menguji perubahan pola konsumsi minyak goreng pada rumah tangga, tetapi sebaiknya dilakukan uji validitas konstruk terlebih dahulu kepada calon responden. Adanya data perubahan pola konsumsi minyak goreng yang valid diharapkan menjadi pertimbangan dalam menentukan kenaikan harga sebagai alternatif langkah untuk mengurangi konsumsi minyak goreng pada tingkat individu.
Relationship between Maternal Knowledge and Nutritional Status of Children in Teluk Patipi, Fakfak Patiran, Kahlida; Siswati, Tri; Yuliati, Endri
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i1.816

Abstract

Mothers with low knowledge have 3.069 times greater potential to have underweight toddlers than mothers with good knowledge. The prevalence of undernutrition in West Papua in 2021 was 10.8% while Fakfak Regency at 6.8% and Teluk Patipi District at 12.95%. This study was aimed to now the rationship between maternal knowledge and nutritional status of children. This cross-sectional study was conducted in 62 children aged 13-60 months. Nutritional status was determined using weight for height index while maternal knowledge was assessed using a questionnaire. Mothers with poor knowledge were 69.4%. Toddlers who experienced malnutrition were 33 toddlers (53.2%). The results of the bivariate test showed that there was a significant relationship between maternal knowledge about nutrition and nutritionsl status in toddlers (P<0.05). There was a relationship between maternal occupation and the nutritional status of toddlers (p=0.023). In contrast maternal age (p=0.784), maternal education (p=0.239), child age (p=0.078), and child gender (p=0.369) did not significantly relate to the nutritional status of toddlers. There was also the relationship between maternal knowledge and the nutritional status of toddlers in Teluk Patipi Sub-district, Fakfak Regency, West Papua.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN I, YOGYAKARTA Marbun, Rini; Septriana, Septriana; Yuliati, Endri
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 8, No 2 (2024): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v8i2.24901

Abstract

Berdasarkan hasil PSG (Pemantauan Status Gizi) tahun 2016, DIY berada pada urutan ke-21 dari 34 provinsi di Indonesia dalam kasus gizi kurang dan buruk. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi status gizi balita adalah pola asuh ibu. Wilayah kerja Puskesmas Danurejan I berada di bantaran Sungai Code dengan kehidupan social ekonomi menengah ke bawah. Kebaruan penelitian ini mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Danurejan I Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Danurejan I Yogyakarta pada bulan Mei–Juni 2018. Besar sampel adalah 139 balita, ditentukan dengan metode simple random sampling. Variabel bebas adalah pola asuh ibu (dukungan dalam pemberian makan, perawatan kesehatan, dan rangsangan psikososial) sedangkan variabel terikat berupa status gizi balita. Data pola asuh ibu diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner dan status gizi balita ditentukan berdasarkan indeks BB/U. Analisis bivariate menggunakan uji Fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 15,1% ibu mempunyai pola asuh yang kurang baik dalam pemberian makan, perawatan kesehatan (1,40%), dan rangsangan psikososial (3,60%). Uji bivariate menunjukan adanya hubungan pola asuh ibu dalam dukungan pemberian makan dan status gizi  (p=0,000), sedangkan perawatan kesehatan (p=0,720) dan rangsangan psikososial (p=0,435) tidak berhubungan dengan status gizi.  Kesimpulan menunjukkan bahwa pola asuh ibu, terutama dalam pemberian makan berkaitan dengan status gizi balita.
PERBEDAAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA SAAT HARI SEKOLAH DAN HARI LIBUR Yuliati, Endri; Prasetyaningrum, Yunita Indah; Sarinande, Adellia Febby; Ningsih, Ni Luh Rahma Ayu
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.809

Abstract

Latar belakang: Perubahan aktivitas keseharian seperti tidak bekerja dan tidak sekolah saat hari libur berdampak pada perubahan pola konsumsi. Banyak literatur menyebutkan kualitas konsumsi saat hari libur lebih rendah dibandingkan hari sekolah, ditandai dengan asupan lemak lebih tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan keragaman konsumsi pangan antara hari sekolah dan hari libur. Metode :  Penelitian ini dilakukan pada 61 siswa di 2 SMP dan SMA di Kota Yogyakarta. Data keragaman diperoleh dari wawancara konsumsi pangan dengan metode food recall 2x24 jam yang dilaksanakan pada 1 hari sekolah dan 1 hari libur. Keragaman dinilai dengan mengelompokkan pangan menjadi 9 kelompok berdasarkan panduan dari FAO (2010) tentang penilaian individual dietary diversity score (IDDS). Hasil: Lebih dari 50% responden tidak mengonsumsi buah dan sayur jenis apapun baik pada hari sekolah maupun hari libur. Kelompok bahan pangan sayuran hijau; buah dan sayur kaya vitamin A; daging, ayam dan ikan; dan olahan susu lebih banyak dikonsumsi pada hari sekolah dan berbeda signifikan jika dibandingkan dengan hari libur (p<0,05). Sementara itu, kelompok bahan pangan yang lain tidak berbeda signifikan (p>0,05). Keragaman konsumsi pangan juga lebih baik saat hari sekolah dibandingkan hari libur (p<0,05). Kesimpulan: Keragaman konsumsi pangan lebih baik saat hari sekolah dibandingkan hari libur. Perlu adanya upaya yang focus pada perubahan perilaku konsumsi pangan saat hari libur.
SIFAT FISIK DAN KADAR PROKSIMAT PADA NUGGET IKAN KUNIRAN (UPENEUS SULPHUREUS) DENGAN PENAMBAHAN BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L) Armadhani, Dessma Avi; Nareswara, Angelina Swaninda; Yuliati, Endri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i2.1024

Abstract

Latar belakang: Balita merupakan usia yang rentan terhadap masalah kesehatan seperti Kekurangan Energi Protein (KEP). Nugget merupakan olahan yang favorit di kalangan anak-anak. Produk nugget diharapkan dapat menjadi alternatif makanan untuk balita gizi kurang dan meningkatkan minat balita untuk menyukai sayuran. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dan kadar proksimat nugget ikan kuniran dengan penambahan bayam duri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap. Terdapat tiga perlakuan dengan proporsi ikan kuniran yang sama yaitu 100 g dan 3 variasi penambahan bayam duri yaitu 20 g (A), 30 g (B) dan 40 g (C). Uji sifat fisik dilakukan oleh peneliti, sedangkan uji proksimat dengan metode thermogravimetri untuk air, pengabuan kering untuk abu, kjeldahl untuk protein, Soxhlet untuk lemak, dan by difference untuk karbohidrat. Data hasil uji proksimat dianalisis dengan Kruskal-Wallis test. Hasil: Terdapat perubahan warna dan aroma nugget dari kuning keemasan menjadi kuning kehijauan dan aroma tidak amis pada nugget C. Hasil uji proksimat pada nugget A, B dan C berturut-turut adalah kadar air 51,61%, 50,38% dan 52,38%; kadar abu 2,81%, 2,68%, dan 2,65%, kadar protein 11,26%, 10,73%, dan 10,39%, kadar lemak 0,35%, 0,24%, 0,19%, kadar serat 5,90%, 5,55%, 4,56% dan kadar karbohidrat 28,04%, 30,39%, 29,35% serta energi 159 kkal, 165 kkal dan 159 kkal. Kesimpulan: tidak ada perbedaan dari ketiga variasi nugget (p>0,05).
Gambaran Kecukupan Asupan Sarapan Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Yogyakarta Andri Wijaya; Endri Yuliati; Yunita Indah Prasetyaningrum
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarapan pagi berperan penting dalam memenuhi kebutuhan zat gizi anak sekolah. Sementara itu,melewatkan sarapan dapat mengurangi produktivitas di sekolah karena mengganggu proses pembelajaran sehingga anak tidak dapat berkonsentrasi. Untuk mengetahui gambaran kecukupanasupan sarapan siswa-siswi kelas XI di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan rancangan deskriptif analitik yang dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2024. Jumlah sampel 69 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner formulir food recall 1x24 jam sebanyak 3 kali, yaitu 2 kali saat weekday dan 1 kali saat weekend.Dari hasil penelitian diketahui mayoritas subjek penelitian memiliki kecukupan asupan sarapan dalam kategori kurang, yaitu 78,3%. Hasil analisis menunjukkan bahwa hampir seperempat subjek penelitian melewatkan sarapan setiap harinya. Berdasarkan hasil perbandingan konsumsi sarapan antara weekday dan weekend didapatkan bahwa pada saat hari kerja hanya 8,7% yang tidak sarapan sedangkan pada saat hari libur terdapat sebanyak 24,6% yang tidak sarapan.
Interaksi Metabolisme Karbohidrat secara Virtual berteknologi Augmented Reality Dwi Miyanto; Endri Yuliati
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berlangsung dengan cepat, salah satunya teknologi augmented reality (AR). AR didefinisikan sebagai sebuah teknologi yang mampu menggabungkan benda maya dalam dua dimensi (2D) atau tiga dimensi (3D) ke dalam sebuah lingkungan yang nyata kemudian memroyeksikannya secara real time, sehingga seolah-olah menjadi interaktif dan nyata. AR potensial untuk diterapkan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah metabolisme zat gizi, yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi gizi namun dianggap sulit untuk dipahami karena prosesnya yang terlihat abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang media pembelajaran dengan teknologi AR untuk 1 bahan kajian dalam mata kuliah metabolisme zat gizi, yaitu interaksi metabolisme zat gizi, khususnya metabolism karbohidrat. Penelitian ini diawali dengan mendesain 3D modelling dan pembuatan media pembelajaran berteknologi AR dengan menggunakan beberapa marker. Aplikasi ini diberi nama “belajAR”. Pada awal metabolisme karbohidrat, digambarkan molekul karbohidrat berikatan dengan enzim amilase di dalam mulut kemudian jika terdeteksi marker berikutnya sesuai organ jalur makanan (yaitu lambung dan usus halus) maka akan ditampilkan proses perjalanan molekul tersebut sampai menjadi molekul terkecil nya. Aplikasi “belajAR|”ini mampu menampilkan metabolisme karbohidrat di mulut, lambung dan usus halus. Namun demikian, aplikasi ini masih memerlukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut agar dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang mempermudah mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan.