Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konstruksi pemikiran Khawarij secara objektif dalam kajian Ilmu Dakwah, terutama karena karakter keagamaan yang eksklusif, klaim kebenaran yang absolut, dan praktik takfīr memiliki implikasi terhadap pola relasi sosial dan aktivitas dakwah. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pemikiran Khawarij serta menjelaskan proses terbentuknya fanatisme keagamaan yang berkembang menuju eksklusivisme dalam perspektif Ilmu Dakwah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, hadis, literatur sejarah pemikiran Islam, karya ulama klasik mengenai sekte-sekte teologis, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengidentifikasi konsep-konsep utama dalam pemikiran Khawarij dan menginterpretasikannya melalui prinsip-prinsip dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi pemikiran Khawarij dibentuk oleh pemahaman keagamaan yang literal, absolutisme dalam menentukan kebenaran, dan kecenderungan melakukan takfīr terhadap pihak yang berbeda. Dalam perspektif Ilmu Dakwah, konstruksi tersebut menunjukkan distorsi terhadap prinsip dakwah yang menekankan hikmah, keadilan, dialog, dan kemaslahatan. Penelitian menyimpulkan bahwa pemahaman kritis terhadap Khawarij penting sebagai basis penguatan manhaj dakwah yang inklusif, ilmiah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.