Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Asessment Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berbasis Computer Based Test (CBT) pada Mata Kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif Tibrani, Mgs; Madang, Kodri; Anggraini, Nike
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9639

Abstract

The aim of this research is to produce a Higher Order Thinking Skills (HOTS) assessment product based on a Computer Based Test (CBT) with three types of HOTS questions (true or false, multiple choice, and fill in the blank and matching) based on the factual knowledge dimension, conceptual, procedural, and metacognitive with illustrations in the form of discourse, images, graphics, videos, animations, and interactive stimulation, as well as providing feedback after going through the logical validation, empirical validation, and respondent questionnaire stages. The CBT-based HOTS assessment product was implemented for PPG students, Faculty of Teacher Training and Education, Sriwijaya University in the Principles of Effective Teaching and Assessment course with R&D research steps. The product trial subjects in this research were limited to a small scale, namely 8 PPG Pre-Service Biology Education Study Program students, FKIP, Sriwijaya University. The technique for selecting product trial subjects in this research is the cluster sampling technique, namely a sampling method based on certain clusters. The data collection technique uses expert validation sheets and respondent questionnaires, then the data collected is analyzed quantitatively descriptively. Data obtained from questionnaires and scientific communication skills were analyzed using a rating scale. To analyze each statement or indicator, the frequency of answers for each category (answer choices) is calculated and added up. The development of HOTS questions based on the Computer Based Test in the Principles of Effective Teaching and Assessment course is based on two validation values from the validator, namely 81%, meaning that the material and language that has been designed by the researcher is valid and suitable for use. Apart from that, HOTS test questions are said to be practical if the score on the practicality criteria is at least 75%. Based on the results of the student response questionnaire, a score of 91.81% was obtained.
Pengembangan Modul Ajar Pencemaran Lingkungan dengan Materi Realitas Lokal Indralaya pada Jenjang SMA Kelas X Anggraini, Nike; Rohmawati, Shofi; Meilinda, Meilinda; Tibrani, Masagus Muhammad
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.10580

Abstract

This research is a type of development research which aims to develop the Merdeka Curriculum teaching module with material on environmental pollution accompanied by material on the local reality context of Indralaya which is suitable to be donated or used at the class X high school level. This research includes development research (development research) which uses a model ADDIE development consists of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation, where the evaluation carried out is a formative evaluation. The assessment results from the validators obtained a feasibility score of 85.16% with several suggestions given as well as the conclusion from the two validators that the product being developed could be tested with improvements according to the suggestions. After the development stage, an evaluation stage is carried out, namely by improving it according to suggestions from the validator. The results of trials with students showed that all students who were respondents could understand and read the contents of the teaching module being developed. According to the results obtained, the Merdeka Curriculum teaching module product on environmental pollution along with material on the local reality context of Indralaya has been successfully developed and received a feasibility validation score in the very valid category.
PELATIHAN PEMBUATAN E-LKPD BERBASIS PBL (PROBLEM BASED LEARNING) BAGI GURU IPA DI KOTA PAGARALAM Amizera, Susy; Destiansari, Elvira; Arifin, Zainal; Nazip, Khoiron; Anggraini, Nike; Santoso, Lucia Maria
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2485

Abstract

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi peserta didik maka diperlukan suatu perencanaan agar pelaksanaan pembelajaran berjalan optimal. Salah satu wujud dari kompetensi guru dalam perencanaan, yaitu guru mampu membuat bahan ajar yang dapat memotivasi peserta didik dalam pemecahan suatu masalah. Perencanaan tersebut dapat tertuang pada lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis masalah (PBL). Berdasarkan hasil data pendahuluan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru–guru IPA Kota Pagaralam, didapatkan hasil bahwa 78% guru–guru biologi IPA menggunakan metode ceramah melalui media conference seperti zoom meeting. Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah jarang dilakukan mengingat saat ini masih berada di kondisi pandemi covid-19. Selain itu sebagian besar guru–guru IPA kota Pagaralam menggunakan LKPD yang terdapat di buku saja. Hal ini kurang sesuai dengan kondisi nyata yang ada lingkungan peserta didik sehingga peserta didik kurang memiliki kemampuan dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu, upaya yang harus dilakukan, yaitu melakukan perencanaan dengan mendesain LKPD berbasis PBL yang dirancang secara digital menjadi E-LKPD Berbasis PBL. Tujuan pelatihan ini: (1) guru dapat mengurutkan langkah–langkah pembelajaran PBL (Problem Based Learning); (2) guru dapat merancang E-LKPD berbasis pembelajaran PBL; (3) guru dapat menghasilkan E-LKPD berbasis pembelajaran PBL. Model kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu model pendampingan yang ditujukan kepada guru IPA MGMP kota Pagaralam, berjumlah 20 orang yang berasal dari beberapa SMP Negeri dan Swasta di kota Pagaralam.  Berdasarkan hasil Evaluasi PreTest dan Posttest menunjukkan peningkatan pemahaman guru dalam pembuatan E-LKPD berbasis PBL setelah mengikuti pelatihan. Peningkatan pemahaman terlihat melalui peningkatan nilai rata–rata hasil tes awal dan tes akhir sebesar 47,44%. Berkaitan dengan hal tersebut, setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan adanya kegiatan lanjutan berupa integrasi E-LKPD dalam rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP)
Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Bagi Guru-guru IPA di OKU Selatan Destiansari, Elvira; Anwar, Yenny; Susanti, Rahmi; Madang, Kodri; Meilinda, Meilinda; Slamet, Adeng; Anggraini, Nike; Amizera, Suzy; Somakim, Somakim
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pada implementasi Kurikulum Merdeka, guru-guru masih mengalami keterbatasan informasi baik dalam hal pembelajaran maupun dalam penyusunan perangkat pembelajarannya. Hal ini karena lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota dan belum adanya pelatihan sejenis di daerah tersebut, sehingga akses informasi masih belum memadai. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk mengatasi hal tersebut. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara tatap muka (offline) dan dilanjutkan pendampingan penyusunan modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi secara online. Hasil: Berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest diperoleh peningkatan pengetahuan peserta terkait modul ajar berdiferensiasi. Hasil pre-test dan post-test antara lain pada kategori kurang dari 70% ke 0%, kategori cukup dari 30% ke 10%, kategori baik dari 0% ke 15 % dan kategori sangat baik dari 0% ke 75%. Peserta dapat menghasilkan produk berupa modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPA SMP. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pemahaman guru terkait pembelajaran berdiferensiasi, kemampuan menyusun modul ajar, dan diperoleh respon yang baik dari peserta pelatihan terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.
Pendampingan Penyusunan E-LKPD berbasis PBL Berbantuan Liveworksheet untuk Menunjang Pembelajaran Melalui Nearpod Di SMP Negeri 13 Palembang Tibrani, Mgs Mhd; Amizera, Susy; Nazip, Khoiron; Ermayanti, Ermayanti; Anggraini, Nike; Antony, Muhammad Khoirul; Cahyaningrum, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3610

Abstract

Salah satu pendekatan yang relevan dalam pembelajaran abad ke-21 adalah Problem-Based Learning (PBL), yang menekankan pemecahan masalah nyata untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kolaboratif. Untuk mengimplementasikan PBL secara optimal, diperlukan media digital interaktif seperti E-LKPD yang terintegrasi dengan platform Liveworksheet dan dipadukan dengan penyajian materi melalui Nearpod. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Palembang yang memiliki potensi besar dalam mengadopsi pembelajaran inovatif. Hasil identifikasi kebutuhan menunjukkan bahwa guru masih terbatas dalam menyusun LKPD berbasis PBL dan belum terbiasa menggunakan media digital interaktif. Selain itu, guru memerlukan pendampingan teknis untuk memanfaatkan platform Liveworksheet dan Nearpod secara efektif dalam pembelajaran. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan dan workshop intensif penyusunan E-LKPD berbasis PBL berbantuan Liveworksheet, serta pelatihan integrasi E-LKPD ke dalam Nearpod. Tahapan kegiatan mencakup pelatihan konsep dasar PBL dan digitalisasi LKPD, praktik langsung penyusunan E-LKPD, serta presentasi produk. Evaluasi dilakukan melalui tes awal dan akhir, observasi praktik, serta kuesioner respon peserta. Liveworksheet digunakan untuk mengubah LKPD konvensional menjadi format digital interaktif, sedangkan Nearpod berfungsi sebagai media penyajian materi yang dinamis dan partisipatif. Luaran kegiatan meliputi modul pelatihan, template LKPD berbasis PBL, minimal sepuluh produk E-LKPD interaktif, akun aktif guru pada kedua platform, serta produk presentasi pembelajaran interaktif. Selain itu, diharapkan terbentuk komunitas guru pengembang E-LKPD dan tersusun video praktik baik. Program ini mendukung SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan IKU pendidikan tinggi, serta berkontribusi pada peningkatan kapasitas profesional guru dan literasi digital siswa.