Ma'ruf, Widodo Farid
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MEREDUKSI OKSIDASI IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) JAMBAL ROTI DENGAN IMPLIKASI EDIBLE FILM SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Christie, Tiffany Mega; Ma'ruf, Widodo Farid; Susanto, Eko
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.463 KB)

Abstract

Oksidasi pada ikan jambal roti terjadi karena pengolahan maupun penyimpanan yang kurang tepat dan oksidasi dapat direduksi dengan adanya edible film. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi edible film dan pengaruh lama penyimpanan suhu ruang terhadap laju oksidasi ikan jambal roti. Metode penelitian yang digunakan bersifat penelitian terapan dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan pola petak terbagi waktu (split plot in time). Sebagai faktor pertama (main plot) adalah lama waktu penyimpanan (minggu ke 0, 2, 4, 6, dan 8) dan faktor kedua (sub plot) adalah tanpa edible film (kontrol), edible film dan non edible film, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Tahap penelitian ini adalah pembuatan ikan jambal roti kemudian ikan jambal roti diberi perlakuan dilapisi edible film,non edible film dan tanpa edible film sebagai kontrol yang disimpan selama 8 minggu. Pengujian dilakukan pada minggu ke 0, 2, 4, 6, dan 8. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA) dan Uji Berbeda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05), sedangkan perlakuan maupun interaksi antara perlakuan dan lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap nilai FFA, PV, TBA, kadar air dan kadar Aw. Pada ikan jambal roti yang dilapisi edible film proses oksidasi lebih rendah dibanding ikan jambal roti tanpa edible film dan penggunaan non edible film merupakan perlakuan terbaik untuk mereduksi oksigen pada ikan jambal roti berdasarkan nilai FFA, PV, TBA, kadar air dan kadar Aw. “Jambal roti” oxidation occured because inappropiate storage and processing and oxidation. It can be retarded by edible film. The purpose of this research were to figure out the implication of edible film and to know the effect of duration in storing “jambal roti” at room temperature on the oxidation rate. The research method was applied research with split plot in time design. The first factor as the main plot of this research was room storage time duration (0, 2, 4, 6 and 8 weeks) and the second factor as the sub plot was different coatings with edible film, non edible film, and without edible film (control). This experimental process were making “jambal roti” after that “jambal roti” treated by coating with edible film, non edible film, without edible film as controlling and it stored approximately 8 weeks. The research had done every two weeks (0, 2, 4, 6 dan 8). Data analysis were analysis of variance (ANOVA) and Honestly Significant Different (HSD). The results showed that the storage time was significantly different (p<0,05), however all treatments and the interaction among them and storage time was not significantly different (p>0,05) to FFA, PV, TBA, moisture content, and Aw content. Jambal roti coated with edible film has low oxidation than those without edible film and non edible film. Non edible film is the best treatment to retard oxidation of “jambal roti” based on FFA, PV, TBA, moisture content and Aw content.
EFEKTIVITAS LARUTAN DAUN KEDONDONG (Spondias sp.) SEBAGAI PEREDUKSI KADAR FORMALIN PADA FILLET IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Dwimayasanti, Rany; Ma'ruf, Widodo Farid; Riyadi, Putut Har
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.234 KB)

Abstract

Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk) merupakan salah satu bahan pangan yang sering dikonsumsi masyarakat. Formalin termasuk bahan kimia yang banyak digunakan sebagai bahan pengawet ikan. Salah satu cara untuk menanggulangi formalin adalah menggunakan daun kedondong yang mengandung saponin sehingga dapat mereduksi kadar formalin.Penelitian ini terdiri dari penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan daun kedondong dan lama perendaman yang terbaik dalam mereduksi formalin. Penelitian utama untuk mengetahui pengaruh penyimpanan suhu dingin terhadap kadar formalin fillet ikan Bandeng. Penelitian ini bersifat experimental laboratories. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x3. Parameter yang diukur adalah kadar formalin, pH, kadar air, dan nilai organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan dingin (0, 3, dan 6 hari) memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada kedua perlakuan terhadap kadar formalin (Fhitung (68,7917) > Ftabel (5,14)), pH (Fhitung (90,79) > Ftabel (5,14)), kadar air (Fhitung (305,53) > Ftabel (5,14)), dan nilai organoleptik yaitu kenampakan (X2hitung  (101.096)> X2tabel (3,8146)), bau (X2hitung  (124.200) > X2tabel (3,8146)), serta tekstur (X2hitung  (101.746) < X2tabel (3,8146)).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan larutan daun kedondong efektif dan mempunyai pengaruh positif dalam mereduksi kadar formalin mencapai 62,6% pada fillet ikan Bandeng. Milkfish (Chanos chanos Forsk) is one of the food material often consumed in the society. Formalin including chemicals ingredients used as preservatives fish.One way to reduce formalin is to use Ambarella leaf containing saponins that can reduce formalin levels. This study aims consists of the preliminary research and the main research. The preliminary research to determine the best concentration and immersion time of Ambarella Leaf in reducing formalin. The main research to determine the best concentration and immersion time of Ambarella leaf in reducing formalin, and cold temperature storage effects on levels of formalin Milkfish. This research is experimental laboratories. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) 2x3 factorial. Parameters measured were levels of formaldehyde, pH, water content, and organoleptic value. The results showed that cold storage (0, 3 and 6 days) gave significant effect (P <0,05) in both treatment on levels of formalin (Fvalue (68.7917)> Ftable (5.14)), pH (Fvalue (90.79)> Ftable (5.14)), water content (Fvalue (305.53)> Ftable (5.14)), and the organoleptic value are appearance (X2value (101.096)> X2table (3.8146)), odour (X2value (124.200)> X2table (3.8146)), and texture (X2value (101.746)> X2table (3.8146). Based on the results of this study, it can be concluded that the use of ambarella leaf solution is effective and have a positive influence in reducing formalin level reach 62.6% in Milkfish.
KAJIAN AKTIVITAS BIOAKTIF EKSTRAK TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) TERHADAP JAMUR Candida albicans Pranoto, Eunike Noviana; Ma'ruf, Widodo Farid; Pringgenies, Delianis
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Pengolahan dan bioteknologi hasil perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.471 KB)

Abstract

Teripang dapat ditemukan di perairan Indonesia. Teripang diketahui memiliki zat yangsalah satunya berfungsi sebagai antijamur. Penyakit infeksi pada manusia yangdisebabkan oleh jamur Candida albicans di Indonesia masih relatif tinggi dan obatantijamur relatif lebih sedikit dibandingkan dengan antibakteri. Pengobatan terhadap C.albicans secara kimia dapat menimbulkan resistensi dan efek samping. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pelarut dan konsentrasi yang berbedadari ekstrak Holothuria scabra terhadap C. albicans serta mengetahui kandungansenyawa bioaktif dalam H. scabra. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelarut terbaikuntuk mengisolasi senyawa antijamur H. scabra adalah metanol. Konsentrasi ekstrak 5mg/ml, 6 mg/ml,7 mg/ml menghasilkan zona hambat berturut-turut sebesar 5,1 + 0,56mm; 8,42 + 0,71 mm; 10,1 + 0,59 mm. Hasil uji kandungan bioaktif memperlihatkanbahwa ekstrak H. scabra mengandung senyawa alkaloid, saponin, steroid dantriterpenoid. Ada indikasi potensi antijamur pada ekstrak H. scabra.
PENGARUH PERBEDAAN PENAMBAHAN KONSENTRASI ZnCl2 DALAM EKSTRAK KASAR PIGMEN KLOROFIL RUMPUT LAUT Sargassum sp. TERHADAP STABILITASNYA Nurusholah, Titin; Ma'ruf, Widodo Farid; Ibrahim, Ratna
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.53 KB)

Abstract

Rumput laut Sargassum sp. mengandung pigmen antara lain klorofil a, klorofil b, karoten, fukosantin, dan xantofil. Klorofil bersifat mudah terdegradasi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mempertahankan stabilitas pigmen klorofil. Berkaitan dengan masalah tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh perbedaan penambahan konsentrasi ZnCl2 dalam ekstrak kasar pigmen klorofil rumput laut Sargassum sp. terhadap stabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan (0, 24, 48, 72, 96, 120, 144, dan 168 jam) ekstrak kasar pigmen klorofil rumput laut Sargassum sp. terhadap stabilitasnya dan mengetahui pengaruh perbedaan penambahan konsentrasi ZnCl2 (0, 25, 50, dan 75 ppm) dalam ekstrak kasar pigmen klorofil rumput laut Sargassum sp. terhadap stabilitasnya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut Sargassum sp. Variabel yang diamati adalah kandungan klorofil a, klorofil b, dan nilai pH. Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan laboratoris dengan menggunakan pola percobaan split plot in time dengan rancangan dasarnya acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penambahan konsentrasi ZnCl2 selama penyimpanan 7 hari menghasilkan kandungan klorofil a dan b yang paling stabil yaitu pada konsentrasi 25 ppm dengan kandungan klorofil a sebesar 11,74 mg/l pada jam ke-0 dan 9,87 mg/l pada jam ke-168; sedangkan kandungan klorofil b sebesar 11,57 mg/l pada jam ke-0 dan 10,22 mg/l pada jam ke-168. Nilai pH pada penambahan konsentrasi ZnCl2 sebanyak 25 ppm sebesar 5,15 pada jam ke-0 dan 4,46 pada jam ke-168. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama penyimpanan dan penambahan perbedaan konsentrasi ZnCl2 dalam ekstrak kasar pigmen klorofil rumput laut Sargassum sp. mempengaruhi stabilitasnya.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI GLISEROL PADA KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KOMPOSIT SEMIREFINED KARAGENAN Eucheuma cottoni DAN BEESWAX Harumarani, Shara; Ma'ruf, Widodo Farid; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.845 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi pangan menimbulkan berbagai produk pangan dengan bahan kemasan yang mempunyai kemampuan baik dalam mempertahankan mutu produk, dapat dikonsumsi dan bersifat ramah lingkungan. Edible film merupakan jenis pengemas makanan yang berbentuk lembaran tipis atau film yang dapat dikonsumsi bersama produk yang dikemasnya. Namun, edible film yang berasal dari semi refined karagenan mempunyai karakteristik yang rapuh sehingga diperlukan plasticizer untuk meningkatkan fleksibilitas dari edible film. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi gliserol terhadap karakteristik fisik edible film. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semi refined karagenan (0,8%) dan beeswax (0,3%). Penelitian ini menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan perbedaan konsentrasi gliserol yaitu 0%, 0,3%, 0,5%, 0,7%, dan 0,9% (b/v) dengan 3 kali pengulangan. Parameter pengujian adalah uji persen pemanjangan, kuat tarik, kadar air, dan kelarutan. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA). Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi gliserol berbeda nyata (P<0,05) terhadap uji persen pemanjangan, kuat tarik, kadar air, dan kelarutan. Edible film dengan perbedaan konsentrasi gliserol terbaik pada konsentrasi 0,7% dengan kriteria mutu : uji persen pemanjangan 63,039%, uji kuat tarik 8,360 N/mm2, uji kadar air 15,68% dan uji kelarutan 71,977%. Food technology development raises of food products varieties which are required good packaging material characteristic to preserve product quality, to consume and enviromental friendly. Edible film is a thin layer food packaging that edible. However, edible film made from semi refined carrageenan has a fragile characteristic, so it is required a plasticizer to improve the edible film flexibility. The aimed of this study was to determine the effect of various glycerol concentrations to the physical characteristics of edible film. The materials used in this research was semi refined carrageenan (0.8%) and beeswax (0.3%). This research experimental design was completely randomized with 5 different glycerol concentration such as 0%, 0,3%, 0,5%, 0,7%, and 0,9% (b /v) in triplicates. All samples were analyzed for percent of elongation, tensile strength, moisture content, and solubility. The analyzed data using analysis of variance (ANOVA). To knowing the differences among the treatments data tested with the Honestly Significant Difference (HSD).The results showed that the various of glycerol concentration significantly different (P<0,05) to percent of elongation, tensile strength, the water content, and solubility. The best treatment (0,7%) showed the quality as follows: elongation of percent  63,039%, tensile strength 8,360 N / mm2, moisture content 15,68% and 71,977% solubility.
KARAKTERISTIK AGAR RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa BUDIDAYA TAMBAK DENGAN PERLAKUAN KONSENTRASI ALKALI PADA UMUR PANEN YANG BERBEDA Santika, Laras Guntur; Ma'ruf, Widodo Farid; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.403 KB)

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, karena pemanfaatannya yang demikian luas, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia industri. Jenis Gracilaria banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan agar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi perlakuan alkali dan umur panen rumput laut Gracilaria verrucosa yang berbeda terhadap karakteristik sifat fisika dan kimiawi agar rumput laut. Mengetahui jumlah konsentrasi perlakuan alkali yang optimal dan waktu panen yang tepat untuk budidaya rumput laut sehingga diperoleh kualitas dan mutu agar yang baik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut G.verrucosa, NaOH, CaOCL2, KCl, CH3COOH dan aquades. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental laboratories menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan. Data dianalisa menggunakan analisa sidik ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perbedaan umur panen berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap seluruh parameter kecuali rendemen. Faktor konsentrasi NaOH berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua parameter. Interaksi kedua faktor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua parameter kecuali viskositas. Tepung agar dengan bahan baku rumput laut Gracilaria verrucosa umur panen 60 hari dan perlakuan alkali penambahan NaOH 5% merupakan produk yang terbaik dengan kriteria mutu: rendemen (13,29%), kekuatan gel (355,35 g/cm2); viskositas (18,47 cP); kadar sulfat (10,03%); kadar air (12,64%); dan kadar abu (1,77%). Seaweed is one of fisheries commodities which has high economic value because its large utilization, both in daily or industry. Gracilaria species is widely used as raw material for making agar. The objective of this study was to determine different alkali concentrations and the effect of seaweed G.verrucosa harvesting times on the physical properties and chemical characteristics of seaweed agar. To know optimum concentration of alkali treatment in order and the exact harvesting times of seaweed cultivation to obtain good quality of agar. The material used in this study was seaweed G.verrucosa, NaOH, CaOCL2, KCl, CH3COOH and aquades. The method used in this study was experimental laboratories using Randomized Block Design (RBD) factorial of two factors. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), continued by Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that different harvesting times  had significant effect to (P<0.05) all parameters except the yield. Different NaOH concentrations had significant effect to (P<0.05) all parameters. Interaction of each factor had significant effect to (P<0.05) all parameters except viscosity. Seaweed Gracilaria verrucosa Agar flour with harvesting times 60 days and NaOH concentration 5% is the best treatment for producing agar which had quality criteria: yield (13.29%), gel strength (355.35 g/cm2); viscosity (18.47 cP); sulfate content (10.03%); water content (12.64%); and ash content (1.77%). 
PENGARUH EKSTRAK KASAR BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADAFILLET IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk) SEGAR Rosari, Maria Indera; Ma'ruf, Widodo Farid; Agustini, Tri Winarni
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.39 KB)

Abstract

Kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup tinggi pada ikan Bandeng sangat mudah mengalami oksidasi dan dapat dicegah dengan penggunaan antioksidan. Buah mahkota dewa mengandung senyawa flavonoid yang tinggi. Fillet Ikan Bandeng direndaman ekstrak kasar buah mahkota dewa dengan konsentrasi 0 ppm (MD0), 100 ppm (MD1), 150 ppm (MD2), dan 200 ppm (MD3) selama 1 jam kemudian disimpan dalam styrofoam selama 12 hari dengan rasio es dan ikan 1:1. Pengujian PV, TBA, pH, kadar air, dan organoleptik dilakukan pada hari 0, 3, 6, 9, dan 12. Hasil nilai PV berkisar antara 3,16 – 7,89meq peroksida/kg yang menunjukkan semua perlakuan masih diterima sampai hari ke 12. Hasil TBA menunjukkan perlakuan MD0 ditolak pada 9 hari penyimpanan dengan nilai 5,69 mg eq/kg sedangkan perlakuan MD1, MD2, dan MD3 ditolak pada 12 hari penyimpanan dengan nilai 5,18; 5,14; dan 5,01 mg eq/kg. Nilai organoleptik menunjukkan perlakuan MD0 ditolak pada hari ke 9 penyimpanan sedangkan perlakuan MD1, MD2, dan MD3 ditolak pada 12hari penyimpanan. Nilai pH berkisar antara 5,63 – 6,18 dan nilai kadar air antara 74,36 – 78,07 %. Konsentrasi terbaik ekstrak buah mahkota dewa sebagai antioksidan dalam menghambat oksidasi lemak fillet ikan Bandeng selama penyimpanan dingin adalah konsentrasi 150 ppm. The high content of unsaturated fatty acids in Milkfish is easily oxidized and it can be prevented by using antioxidants. Crown of god fruit is potential as natural antioxidants because it contains a high flavonoid compounds. Milkfish fillet were soaked with crown of gods fruit crude extract with concentrations 0 ppm (MD0), 100 ppm (MD1), 150 ppm (MD2) and 200 ppm (MD3) for 1 hour then it was stored in a styrofoam during 12 days with ratio between ice and fish 1:1. PV, TBA, pH, moisture, and sensory evaluation were conducted for interval time of  0, 3, 6, 9, and 12 days of storage. Results of PV value range between 3.16 – 7.89 meq peroxide/kg it showed that all treatment can be accepted up to 12 days of storage. Result of TBA showed that MD0 treatment was rejected on 9 days of storage with the value 5.69 mg eq/kg while MD1, MD2, MD3 treatments were rejected on 12 days of storage with the value 5.18; 5.14; dan 5.01 mg eq/kg. Sensory analysis showed that MD0 treatment was rejected on 9 days of storage while MD1, MD2, MD3 treatments were rejected on 12 days of storage. pH value range between 5.63 – 6.18 and moisture value between 74.36 –  78.07 %. The best concentration of crown of gods fruit extract as an antioxidant on lipid oxidation in milkfish fillet is 150 ppm.
UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Bacillus cereus Nimah, Shofiatun; Ma'ruf, Widodo Farid; Trianto, Agus
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan dan bioteknologi hasil perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.936 KB)

Abstract

Holothuria scabra merupakan salah satu organisme yang berpotensi sebagai sumber bahan antibakteri alami. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensi ekstrak H. scabra sebagai antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus cereus serta pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak terhadap kedua bakteri tersebut. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan berbagai konsentrasi (150 g/ml, 300 g/ml, dan 450 g/ml) dan uji fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif pada H. scabra. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak H. scabra terbaik adalah ekstrak etil asetat. Ekstrak etil asetat mempunyai daya hambat tertinggi terhadap bakteri P. Aeruginosa sebesar 6±0 mm, sedangkan terhadap B.cereus sebesar 2,3±0,58 mm pada konsentrasi 450 g/ml. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya kandungan senyawa saponin, alkaloid, steroid dan triterpenoid dalam ekstrak.
EFEKTIVITAS KUNYIT (Curcuma longa Linn.) SEBAGAI PEREDUKSI FORMALIN PADA UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis) PENYIMPANAN SUHU DINGIN Damayanti, Evina; Ma'ruf, Widodo Farid; Wijayanti, Ima
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.358 KB)

Abstract

Penggunaan formalin semakin beredar luas dikalangan  nelayan,  banyak  dijumpai hasil perikanan terutama Udang diberi perlakuan formalin untuk  proses pengawetan. Tanaman Kunyit memiliki senyawa aktif yang dapat digunakan untuk meminimalisir keberadaan formalin pada Udang  yaitu saponin. Penelitian ini menggunakan Udang putih yang sudah  direndam larutan  formalin 5% kemudian ditambahkan larutan kunyit. Rancangan percobaan yang digunakan adalah model Faktorial dengan 2 faktor, yaitu perlakuan pemberian larutan Kunyit (0% dan 10%) dan faktor penyimpanan (0,3,6,9 hari). Parameter yang digunakan adalah uji formalin, jumlah TPC, kadar air, nilai pH, dan nilai organoleptik. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik 10% dengan lama perendaman 60 menit dilihat dari penurunan kadar formalin dan nilai organoleptik. Hasil penelitian utama menunjukkan perbedaan perlakuan larutan Kunyit dan lama penyimpanan memberikan pengaruh nyata (Fhit>Ftab) terhadap kadar residu formalin serta dari hasil tersebut menunjukkan adanya interaksi antara ke-2 faktor tersebut. Apabila dilihat dari sisi organoleptik hasil penelitian utama menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Namun dilihat dari parameter lain yaitu TPC, pH,  dan kadar air hasil penelitian utama tidak menunjukkan adanya interaksi antara 2 faktor tersebut (P>0,05).
AKTIVITAS ANTIJAMUR SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK Eucheuma sp. TERHADAP Aspergillus flavus Afitri, Patrea Nurcholis; Ma'ruf, Widodo Farid; Setyati, Wilis Ari
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 1(2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eucheuma sp. is a kind of the most seaweed in Indonesia. Eucheuma sp. has acomponent of bioactive compounds which is estimated that is has potential as an antifungal.The aim of this study are to determine the content of bioactive compounds and the potentialof Eucheuma sp. extract as antifungal toward Aspergillus flavus and to determine the effect ofdifferent concentration of the solvent toward the antifungal activity of Eucheuma sp. extract.The result showed that the extract of etil asetat produced the inhibitory zone towardAspergillus flavus, while the extract of n-hexane did not produce the extract and methanoldidn’t produce inhibitory zone. The highest inhibitory zone was found at concentration of 10mg/ml if is equal with 4 mm. The result of phytochemical screening test indicated that therewere the compounds of alkaloid, and cardiac glycoside in etil acetate extract.