Ma'ruf, Widodo Farid
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH LAMA PEREBUSAN KERANG DARAH (Anadara granosa) DENGAN ARANG AKTIF TERHADAP PENGURANGAN KADAR LOGAM KADMIUM DAN KADAR LOGAM TIMBAL Rachmawati, Riana; Ma'ruf, Widodo Farid; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 4 (2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.027 KB)

Abstract

Kerang darah merupakan makanan seafood berprotein tinggi yang diminati masyarakat, juga merupakan organisme indikator pencemaran karena mempunyai sifatnya yang menetap pada substrat dan memiliki sifat mudah menyerap semua bahan yang ada di perairan termasuk logam berat. Penggunaan arang aktif selama perebusan diupayakan dapat menjaga keamanan pangan dari kerang darah yang tercemar logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama waktu perebusan kerang darah (Anadara granosa) dengan Arang Aktif dengan variasi  lama waktu 20 menit, 25 menit dan 30 menit terhadap kadar logam cadmium, timbal, kadar air, pH, kadar abu, kadar protein dan nilai organoleptik. Penelitian ini bersifat experimental laboratories. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu perebusan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kadar cadmium, kadar timbal, kadar air, kadar abu serta kadar protein namun tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kadar pH. Hasil parameter uji organoleptik memberi pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kenampakan, bau, rasa, namun tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap tekstur. Berdasarkan hasil penelitian dilihat dari banyaknya penurunan kadar logam maka dapat disimpulkan bahwa lama perebusan kerang darah (Anadara granosa) dengan arang aktif yang paling efektif adalah selama 30 menit.
KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EDIBLE FILM DARI REFINED CARAGEENAN DENGAN PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata) Sholehah, Meivi Mar’atus; Ma'ruf, Widodo Farid; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Periode Bulan Agustus 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.649 KB)

Abstract

Edible film merupakan jenis pengemas makanan yang berbentuk lembaran tipis atau film yang dapat dicerna oleh tubuh. Edible film yang dibuat dari refined carageenan mempunyai karakteristik yang rapuh. Oleh karena itu, ditambahkan minyak atsiri Lengkuas merah (A. purpurata) untuk memperbaiki karakteristik dari refined carrageenan, minyak atsiri Lengkuas merah (A. purpurata) juga sebagai antibakteri alami. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah refined carageenan dan minyak atsiri Lengkuas merah. Penelitian ini menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan perbedaan konsentrasi minyak atsiri yaitu 0%, 0,1%, 0,5% dan 1% (b/v) dengan 3 kali pengulangan. Parameter pengujian adalah uji kuat tarik, laju transmisi uap air, persen pemanjangan dan uji antibakteri. Bakteri uji yang digunakan adalah Eschericia coli dan Staphylococcus aureus bakteri ini mewakili dari gram positif dan gram negatif. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA). Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi berbeda nyata (p <0,05) terhadap uji kuat tarik, laju transmisi uap air, uji antibakteri tetapi tidak untuk uji persen pemanjangan. Edible film refined carageenan dengan perbedaan konsentrasi minyak atsiri terbaik pada konsentrasi 1% dengan kriteria mutu : Uji kuat tarik 28,39 MPa, uji laju trasmisi uap air 3,71 g/(m2.24Jam), Persen Pemanjangan 13,95%. Penambahan minyak atsiri 0,1% dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus.
PENGARUH PENGGUNAAN BIOAKTIVATOR EM4 DAN PENAMBAHAN DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) TERHADAP SPESIFIKASI PUPUK ORGANIK CAIR RUMPUT LAUT Eucheuma spinosum Ratrinia, Putri Wening; Ma'ruf, Widodo Farid; Dewi, Eko Nurcahya
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.582 KB)

Abstract

Pemakaian pupuk organik sangat dianjurkan karena dapat memperbaiki produktivitas tanah, baik secara fisik, kimia, maupun biologi tanah. Rumput laut E. spinosum mengandung unsur mikro dan makro nutrien, serta zat pengatur tumbuh tanaman seperti auksin, gibberellin, cytokinin, dan etilen sehingga sangat potensi yang besar sebagai pupuk organik penyubur tanaman. Penambahan daun lamtoro (L. leucocephala) basah berfungsi sebagai sumber nitrogen, fosfor dan kalium pada ekstrak pupuk rumput laut cair. Unsur tersebut merupakan unsur yang dibutuhkan tanaman, sehingga diharapkan akan meningkatkan mutu pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bioaktivator EM4 dan daun lamtoro (L.leucocephala) terhadap kandungan C-organik, nitrogen, phosphor, kalium, pH,dan bakteri patogen. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan dengan 3 taraf perlakuan kontrol (E1), penambahan EM4 (E2), dan penambahan EM4+daun lamtoro (E3) masing-masing tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 dan daun lamtoro memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kadar C-organik (E1=6,53% ; E2=4,93% ; E3=4,19%), kadar nitrogen (E1=1,03% ; E2=2,43% ; E3=4,35%), kadar fosfor (E1=0,30% ; E2=0,31% ; E3=0,36%), kadar kalium (E1=0,96% ; E2=1,04% ; E3=1,23%),pH(E1=6,53; E2=5,54 ; E3=7,05) dan kandungan bakteri patogen Escherichia coli dan Salmonella sp pada semua perlakuan adalah negatif. The use of organic fertilizer is highly recommended because it can improve the productivity of the land, whether physical, chemical, and biological soil. E. spinosum seaweed contains elements of micro and macro nutrients, and plant growth regulators such as auxin, gibberellin, cytokinin, and ethylene so it is has great potential as an organic fertilizer for fertilising crops. Addition lamtoro (L. leucocephala) serves as a source of nitrogen, phosphorus and potassium in the liquid organic fertilizer. The element is needed by plants, which is expected to improve the quality of liquid organic fertilizer. This study aims to determine the effect of bio-activator EM4 and lamtoro (L. leucocephala) on the content of C-organic, nitrogen, phosphorus, potassium, pH, and bacterial pathogens. This research used exsperimental laboratories. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications, namely the control treatment (E1), the addition of EM4 (E2), and the addition of EM4 + leaf lamtoro (E3). Parameters measured were C-organic, nitrogen, phosphorus, potassium, pH, bacterial pathogens. Parametric data were analyzed by ANOVA.The results showed that the addition of EM4 and lamtoro significant effect (P <0.05) the levels of c-organic (E1 = 6.53%; E2 = 4.93%, E3 = 4.19%), nitrogen (E1 = 1.03%; E2 = 2.43%, E3 = 4.35%), phosphorus levels (E1 = 0.30%; E2 = 0.31%, E3 = 0.36%), potassium levels (E1=0,96% ; E2=1,04% ; E3=1,23%), pH (E1 = 6.53; E2 = 5.54; E3 = 7.05) and the content of pathogenic bacteria Escherichia coli and Salmonella sp was negative in all treatments.
PENGARUH TRANSGLUTAMINASE TERHADAP MUTU EDIBLE FILM GELATIN KULIT IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcalifer) Salimah, Tutuk; Ma'ruf, Widodo Farid; Romadhon, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.64 KB)

Abstract

Plastik merupakan pengemas makanan yang berpotensi menyebabkan keracunan bila digunakan pada makanan, sehingga diperlukan bahan kemasan yang aman apabila dikonsumsi oleh manusia yaitu edible film. Edible film yang terbuat dari protein mempunyai sifat hidrofilik sehingga dapat menyerap sejumlah air pada RH tinggi. Penggunaan transglutaminase membantu memperbaiki kualitas edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan transglutaminase terhadap nilai permeabilitas uap air, kadar air, ketebalan, persen pemanjangan, kekuatan tarik, dan kelarutan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelatin, transglutaminase, dan gliserol. Metode penelitian bersifat experimental laboratories dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan perbedaan konsentrasi transglutaminase (0,2%; 0,4%; 0,6%) serta kontrol dengan pengulangan 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA, jika hasil Fhitung ≥ Ftabel maka dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan transglutaminase dapat menurunkan permeabilitas uap air dan kadar air, serta meningkatkan ketebalan, kekuatan tarik, dan persen pemanjangan. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan transglutaminase dibandingkan tanpa penambahan transglutaminase dapat merubah nilai permeabilitas uap air 0,775 -1,13  (g.m-1.s-1.pa-1), kadar air 13,45 - 15,26 (%), ketebalan 0,081 – 0,107 (mm), persen pemanjangan 14,13 – 79,67 (%), kekuatan tarik 5,18 – 39,71 (MPa). Plastic are food packaging that potentially causes toxicity when it is used in food, so we need packaging materials which is safe when consumed by humans being, one of them is edible film. Edible film is made from proteins which have hydrophilic properties so it can be absorbed a certain amount of water at high RH. The used of transglutaminase help to improve the quality of edible film. The aimed of this study was to determine the effect of transglutaminase on water vapor permeability value, moisture content, thickness, percent elongation, tensile strength, and solubility. The materials used in this study were gelatin, transglutaminase, and glycerol. The researched method was experimental laboratories used completely randomized design (CRD), which consists of 3 different treatments of transglutaminase concentration (0.2%; 0.4%; 0.6%) and control in triplicates. Data were analyzed using ANOVA, if the result Fcount ≥ Ftable then the treatment performed by Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that the addition of transglutaminase decrease the water vapor permeability and water content, as well as increasing the thickness, tensile strength, and percent elongation. The research showed that the addition of transglutaminase compared to without transglutaminase indicates changes on water vapor permeability values 0,775 to 1,13 (g.m-1.s-1.pa-1), the water content of 13,45 to 15,26 (% ), thickness 0,081 to 0,107 (mm), percent elongation 14,13 to 79,67 (%), tensile strength 5,18 to 39,71 (MPa).
KAJIAN AKTIVITAS BIOAKTIF EKSTRAK TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) TERHADAP JAMUR Candida albicans Pranoto, Eunike Noviana; Ma'ruf, Widodo Farid; Pringgenies, Delianis
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan dan bioteknologi hasil perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.502 KB)

Abstract

Sea cucumbers are found in Indonesian oceans. Sea cucumbers have been known containing substances as antifungal. Infection diseases in human caused by fungi, such as Candida albicans, are still high and antifungal drugs are less than antibacterial drugs in amount. Medical curing of Candidiasis chemically can use chemical agents. But they can caused resistance and side effects. The purpose of this research is to know the influence of different solvent and concentration usage of Holothuria scabra extract towards C. albicans and to know the bioactive substances contained in H. scabra. The results obtained from this research were: the best solvent to extract antifungal agents from H. scabra is methanol. Extract concentration of 5 mg/ml, 6 mg/ml,7 mg/ml showed inhibition zone continuously as high as 5,1 + 0,56 mm; 8,42 + 0,71 mm; 10,1 + 0,59 mm. The results are significantly different (P < 0,01), different (0,01 < P < 0,05), and not different (P > 0,05) for antifungal activity test. Bioactive substance test showed that alkaloid, saponin, steroid, and triterpene were found in H. scabra. H. scabra extract indicates potential activity as antifungal agent.    
PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN HISTAMIN PADA DAGING IKAN TONGKOL (Euthynnus affi nis) OLEH QUERCETIN SELAMA PENYIMPANAN Prasetiawan, Nanda Radithia; Agustini, Tri Winarni; Ma'ruf, Widodo Farid
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.301 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i2.8049

Abstract

Pengaruh penambahan quercetin terhadap kadar histamin daging ikan tongkol (Euthynnus affi nis)selama penyimpanan pada suhu ruang dibahas melalui penelitian ini. Penambahan 0,5; 1,0; dan1,5% quercetin menyebabkan penurunan kadar histamin dan TPC daging ikan tongkol lumat padapenyimpanan jam ke-12, 24, dan 36. Kadar histamin mengalami penurunan yang signifi kan pada jamke-12 dari (74,613±0,513) mg/100 g menjadi (15,805±1,061) mg/100 g, (9,510±0,658) mg/100 g, dan(3,635±0,580) mg/100 g pada perlakuan penambahan 0,5; 1,0; dan 1,5% secara berurutan. Asam aminohistidin daging ikan tongkol dengan perlakuan penambahan quercetin mengalami penurunan yang lebihlambat selama penyimpanan dibandingkan perlakuan tanpa penambahan quercetin (kontrol).Kata kunci: histamin, histidin, ikan tongkol, quercetin, total plate countPENDAHULUANHistamin adalah senyawa amin biologisheterosiklik primer