Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Guru sebagai Fasilitator dalam Pengelolaan Kelas Konstruktivis: Studi Kasus pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Harputra, Yuswin; Tambunan, Elissa Evawani
ETANIC Journal Of English Language Teaching And Applied Linguistics Vol 2 No 2 (2024): August
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/journaletanic.v2i2.416

Abstract

This study aims to evaluate the role of facilitators in managing constructivist classrooms among English Education students and to analyze the practices and challenges encountered in implementing this approach. As the constructivist approach in education becomes more prevalent, it is crucial to understand how prospective English teachers perform their roles as facilitators. This research provides relevant insights for the professional development of students and the enhancement of future teaching quality. The study employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through questionnaires distributed to 15 English Education students and direct classroom observations. The questionnaire covered aspects of beliefs, attitudes, and practices in the facilitative role. Analysis was conducted to evaluate students' assessments of their roles, and to identify patterns and challenges in teaching practices. The results indicate that the average rating for teachers' beliefs about their facilitative role is 4.5, with student interaction receiving the highest rating (4.8). Although there is strong belief in the effectiveness of constructivist learning, some teachers remain neutral regarding its comparison with traditional teaching methods. In practice, many teachers use problem-based projects (average rating 4.0) and support active student participation in discussions (average rating 4.6). Technology use in teaching remains uneven (average rating 4.1), and there is room for improvement in providing in-depth and constructive feedback (average rating 4.5). The study identifies challenges such as time constraints, variability in student abilities, and access to technology, and provides recommendations for further training and support for teachers to enhance the implementation of constructivist approaches in the classroom.
Enhancing Students' Reading Comprehension In Descriptive Text Through Directed Reading Thinking Activity (DRTA): A Classroom Action Research At The Tenth Grade Of SMA Negeri 6 Padangsidimpuan Hutapea, Mutiara Cindy Tesalonika; Harputra , Yuswin; Harahap, Tinur Rahmawati
ETANIC Journal Of English Language Teaching And Applied Linguistics Vol 3 No 1 (2025): February
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/journaletanic.v3i1.513

Abstract

This research investigates the effectiveness of Directed Reading Thinking Activity (DRTA) in enhancing reading comprehension of descriptive texts among tenth-grade students at SMA Negeri 6 Padangsidimpuan. Using classroom action research with 32 students from Class X-1, the study implemented DRTA through a systematic approach of prediction, verification, and reflection. Initial assessment showed only 15.625% of students achieving scores above the Minimum Competency Criteria (KKM) of 75. Findings demonstrate significant improvement, with average scores increasing from 56.56 in pre-cycle to 71.91 in Cycle I and 83.34 in Cycle II. The percentage of students reaching KKM rose to 90.625% after Cycle II. DRTA effectively transformed reading into an interactive process, addressing key challenges of vocabulary deficiencies and low engagement. The findings highlight the importance of student-centered approaches in EFL reading instruction.
Integrative Exploration Of Problem-Based Learning And Artificial Intelligence In Language Education Harputra, Yuswin; Ramadhani, Yulia Rizki
ETANIC Journal Of English Language Teaching And Applied Linguistics Vol 3 No 2 (2025): August
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/journaletanic.v3i2.574

Abstract

This integrative literature review examines the potential synergy between Problem-Based Learning (PBL) and Artificial Intelligence (AI) in improving university students’ reading comprehension within language education. Based on 276 selected articles, the analysis highlights three key themes: PBL's role in fostering critical reading, AI's function in personalizing language learning, and the importance of instructional design in linking both approaches. Findings show that while PBL and AI each contribute meaningfully, their integration in language education is rare and lacks systematic application. Major gaps include the absence of tested instructional models, limited evaluation tools, and a shortage of empirical studies in Southeast Asia. The study recommends developing theory-based integrative instructional models and conducting localized research to support effective implementation.
Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Pengelolaan Kelas Konstruktivis Harputra, Yuswin; Tambunan, Elissa Evawani; Harahap, Nursaima; Harahap, Adek Nilasari; Nurdalilah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 4 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v4i2.419

Abstract

Program PKM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam pengelolaan kelas konstruktivis melalui program pendampingan yang meliputi workshop dan pelatihan. Fokus dari program ini adalah pada penerapan prinsip-prinsip konstruktivisme dalam pengajaran, penggunaan teknologi, dan pemberian umpan balik konstruktif. Program ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Padangsidimpuan dan melibatkan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar guru merasa materi workshop relevan (92%) dan mengalami peningkatan pemahaman tentang konstruktivisme (88%) serta keterampilan pengajaran (85%). Peningkatan motivasi untuk menerapkan konstruktivisme tercatat sebesar 90%, sementara kesiapan menggunakan teknologi mencapai 87%. Penggunaan teknik konstruktivis di kelas juga meningkat secara signifikan, dengan penggunaan teknik eksplorasi naik dari 30% menjadi 75%, penggunaan proyek berbasis masalah dari 25% menjadi 70%, penggunaan teknologi dari 35% menjadi 80%, dan pemberian umpan balik konstruktif dari 40% menjadi 85%. Umpan balik dari guru menunjukkan manfaat signifikan dari program pendampingan, dengan saran untuk perbaikan mencakup penyediaan lebih banyak sumber daya dan dukungan tambahan. Program ini berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan pengajaran dan motivasi guru dalam menerapkan pendekatan konstruktivis.
Peningkatan Potensi Destinasi Pariwisata Padangsidimpuan melalui Pelatihan dan Sosialisasi Implementasi Konsep Sapta Pesona bagi Masyarakat Lokal Harputra, Yuswin; Tambunan, Elissa Evawani; Hasibuan, Masnilam; Meidipa, Lisa Fitri; Ramadhani, Yulia Rizki; Sibuea, Bismar
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v3i1.371

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan dan sosialisasi mengenai implementasi Sapta Pesona dalam pengembangan destinasi pariwisata di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Melalui program ini, masyarakat lokal diberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola destinasi pariwisata dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, terjadi sosialisasi yang mendalam mengenai pentingnya melestarikan budaya dan lingkungan dalam konteks pariwisata. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat lokal dalam mengelola dan mempromosikan destinasi pariwisata mereka. Terbentuknya kerjasama yang erat antara masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya juga menjadi salah satu hasil yang penting dari program ini. Dengan demikian, program pengabdian kepada masyarakat ini berhasil menciptakan dampak positif dalam pengembangan pariwisata lokal yang berkelanjutan dan berkualitas.
Sosialisasi Kiat Sukses Promosi Pariwisata Digital Bagi Konten Kreator, Duta Pariwisata, dan Pegawai Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Padangsidimpuan Yuswin Harputra; Abdul Rahman Suleman; Azhar Harahap; Kasmawati; Muhammad Noor Hasan Siregar
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i4.677

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi pariwisata Kota Padangsidimpuan yang belum diimbangi dengan kemampuan promosi digital yang optimal di kalangan konten kreator, duta pariwisata, dan pegawai Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) setempat. Tim dosen Universitas Graha Nusantara (UGN) bekerja sama dengan Dispora Kota Padangsidimpuan menyelenggarakan sosialisasi bertajuk “Kiat Sukses Promosi Pariwisata” pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Aula Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Padangsidimpuan. Metode pelaksanaan berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan materi meliputi pemasaran berbasis media sosial dan konten visual, kolaborasi dengan influencer dan komunitas lokal, optimasi kehadiran digital (SEO dan Google My Business), pemanfaatan user-generated content (UGC) dan pengelolaan ulasan, serta penyusunan paket wisata tematik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi promosi pariwisata digital serta munculnya komitmen untuk menerapkan materi yang diperoleh dalam pengelolaan destinasi dan konten pariwisata di Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan melalui promosi digital yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Guru Dalam Mengembangkan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Indonesian Folk Tales Untuk Penguatan Literasi Siswa SMP Yulia Rizki Ramadhani; Yuswin Harputra; Elissa Evawani Tambunan
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i4.678

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Angkola Timur dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan mampu menumbuhkan minat baca serta literasi siswa. Padahal, cerita rakyat Indonesia (Indonesian folk tales) memiliki potensi besar sebagai sumber materi pembelajaran Bahasa Inggris yang dekat dengan budaya siswa sekaligus efektif untuk penguatan literasi. Tim dosen Universitas Graha Nusantara (UGN) menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan bagi 13 guru SMP Negeri 4 Angkola Timur melalui pelatihan dan pendampingan pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Indonesian folk tales. Metode pelaksanaan berupa pelatihan, diskusi, dan pendampingan penyusunan bahan ajar, meliputi pemilihan dan adaptasi cerita rakyat, pengembangan media pembelajaran, teknik storytelling dan reading aloud, integrasi empat keterampilan berbahasa, serta penyusunan asesmen literasi berbasis cerita rakyat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran Bahasa Inggris yang inovatif dan kontekstual, serta komitmen guru untuk menerapkan bahan ajar berbasis folk tales di kelas guna mendukung penguatan literasi siswa SMP Negeri 4 Angkola Timur.
The Relationship Between Reading Interest And Reading Literacy In Indonesian Folk Tales-Based English Learning Yuswin Harputra; Yulia Rizki Ramadhani
ETANIC Journal Of English Language Teaching And Applied Linguistics Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/journaletanic.v4i2.679

Abstract

Reading interest is an important affective factor influencing students' reading literacy, yet evidence in Indonesian EFL contexts using local culture-based materials remains limited. This study examined students' reading interest, English reading literacy, and the relationship between the two following Indonesian Folk Tales-based English learning. A quantitative correlational design was employed with 30 eighth-grade students of SMP Negeri 4 Angkola Timur selected through total sampling. Data were collected using a 22-item Reading Interest Questionnaire and a 35-item English Reading Literacy Test. Descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and Pearson Product-Moment correlation were used for data analysis. The findings showed that students' reading interest was at a moderate-to-high level (M = 72.79%), while their English reading literacy was at a moderate level (M = 68.74%). Both variables were normally distributed (p > .05). Pearson correlation analysis revealed a significant moderate positive relationship between reading interest and English reading literacy (r = 0.497, p = 0.005), indicating that students with higher reading interest tended to achieve better reading literacy. These findings suggest that Indonesian Folk Tales-based learning can foster reading interest and support English reading literacy development. The study highlights the value of culturally relevant reading materials in promoting EFL literacy in Indonesian junior high schools.
PELATIHAN DIGITAL STORYTELLING BERBASIS CERITA RAKYAT UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Yuswin Harputra; Elissa Evawani Tambunan; Yusra Fadhillah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35669

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru di MTs YPKS Padangsidimpuan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran berbasis budaya lokal. Sebagian besar guru masih menggunakan metode konvensional dan belum mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya daerah ke dalam media ajar digital. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kompetensi digital guru melalui pelatihan Digital Storytelling berbasis cerita rakyat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop, dan pendampingan produksi video yang diikuti oleh 52 guru dan tenaga kependidikan. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test, observasi aktivitas, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi digital guru sebesar 43,3%, partisipasi aktif mencapai 80%, dan tingkat kepuasan 88,5% (kategori sangat baik). Seluruh peserta berhasil menghasilkan minimal satu produk video pembelajaran berbasis cerita rakyat yang layak digunakan. Program ini tidak hanya meningkatkan hard skills guru dalam penggunaan aplikasi digital, tetapi juga memperkuat soft skills berupa kreativitas, kolaborasi, dan literasi budaya.Abstract: This community service program was motivated by the limited digital competence of teachers at MTsS YPKS Padangsidimpuan, where classroom instruction is still dominated by conventional methods and teachers have not yet integrated local cultural values into digital learning media. The program aimed to enhance teachers’ digital skills through Digital Storytelling training using local folk tales. The implementation consisted of socialization, workshops, and guided video production involving 52 teachers and education staff. Evaluation was conducted through prepost tests, activity observations, and participant reflections. The results showed a 43.3% improvement in teachers’ digital competence, 80% active participation, and 88.5% satisfaction rate (very good category). All participants successfully produced at least one feasible digital storytelling video based on local folklore. This program not only strengthened teachers’ hard skills in using digital applications but also improved soft skills such as creativity, collaboration, and cultural literacy.
PELATIHAN GURU MADRASAH DALAM PEMANFAATAN APLIKASI IDENTIFIKU UNTUK ASESMEN DIAGNOSTIK GUNA MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Muhammad Noor Hasan Siregar; Yulia Rizki Ramadhani; Yuswin Harputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34622

Abstract

Abstrak: Perkembangan Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki kompetensi dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi berbasis data asesmen diagnostik. Namun, banyak guru masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui pemanfaatan aplikasi IdentifiKu. Kegiatan dilaksanakan di MTs YPKS Padangsidimpuan dengan peserta 29 guru dan 2 tenaga kependidikan, meliputi sosialisasi, workshop, implementasi kelas pilot, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test, observasi, serta angket respon guru, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan pemahaman guru, efisiensi asesmen, akurasi identifikasi kebutuhan belajar, dan respon peserta. Hasil menunjukkan pemahaman guru meningkat dari 37,8% menjadi 68,9%, efisiensi asesmen naik hingga 80% dengan waktu pelaksanaan berkurang dari 3,5 jam menjadi 45 menit per kelas, dan akurasi identifikasi kebutuhan belajar siswa mencapai 92%. Respon guru juga positif, 72,4% menyatakan aplikasi memudahkan pembelajaran berdiferensiasi dan 86% menilai pelatihan bermanfaat. Program ini membuktikan IdentifiKu efektif mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.Abstract: The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers to master differentiated learning design based on diagnostic assessments. However, many teachers still face challenges in carrying out such assessments effectively. This Community Service Program aimed to improve teachers’ competence through the use of the IdentifiKu application. The program was conducted at MTs YPKS Padangsidimpuan with 29 teachers and 2 education staff, involving socialization, workshops, pilot class implementation, and evaluation. The evaluation system applied pre-test and post-test, observation, and teacher response questionnaires. Success indicators included teachers’ understanding, efficiency of assessment, accuracy in identifying students’ learning needs, and positive responses. Results showed an increase in teachers’ understanding from 37.8% to 68.9%, assessment efficiency improved by 80% with implementation time reduced from 3.5 hours to 45 minutes per class, and accuracy of identifying students’ learning needs reached 92%. Teacher responses were also positive, with 72.4% acknowledging the application’s support for differentiated learning and 86% rating the training as highly beneficial.