Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : basastra

EKOKRITIK PADA NOVEL KEKAL KARYA KALU KANCANA SERTA PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Fatimah, Yenny; Waluyo, Herman J.; Waluyo, Budi
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v9i2.53185

Abstract

Representasi kehidupan manusia yang tergambar di dalam karya sastra dapat hadir dalam berbagai macam bentuk, salah satunya berkenaan dengan lingkungan. Ekokritik merupakan teori kritis dalam pendekatan mutakhir untuk mengkritik sebuah wacana yang bertema lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) ekokritik yang terkandung dalam novel Kekal karya Jalu Kancana; (2) nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Kekal karya Jalu Kancana; dan (3) relevansi novel Kekal karya Jalu Kancana sebagai bahan ajar sastra di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan ekokritik. Sumber data berupa dokumen dalam bentuk novel dan informan yang terdiri dari peserta didik dan guru. Subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dan wawancara. Uji validitas yang digunakan yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model mengalir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tema yang diangkat dalam novel adalah lingkungan serta banyak menyoroti ekokritik antropogenik meliputi: penjamahan cagar alam, perusakan dan pembukaan hutan, perusakan lingkungan, perdagangan karbon, dan ketidakpedulian terhadap hewan liar dan habitatnya; (2) nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel meliputi religius, kerja keras, mandiri, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab; dan (3) novel Kekal relevan dijadikan materi pembelajaran jika dilihat dari keterkaitannya dengan tujuan instruksional yang harus dicapai, juga dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberi kontribusi terhadap perkembangan ekokritik di Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya memberikan pendidikan karakter terhadap peserta didik, utamanya mengenai peduli lingkungan.
KUMPULAN PUISI PERJAMUAN KHONG GUAN KARYA JOKO PINURBO SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA (KAJIAN STILISTIKA) Argiandini, Septian Refvinda; Suyitno, Suyitno; Waluyo, Herman J.
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v9i2.51702

Abstract

Kompleksnya unsur kebahasaan teks puisi seperti penggunaan diksi, gaya bahasa, dan citraan membuat guru dan siswa kesulitan memahami puisi. Minimnya bahan ajar sastra juga membuat pembelajaran sastra di sekolah kurang bervariatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) diksi Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan, (2) gaya bahasa Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Gua, (3) citraan Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan (4) pemanfaatan diksi, gaya bahasa, citraan dalam pembelajaran bahasa Indonesia tingkat Sekolah Menengah Atas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan stilistika sastra. Sumber data dalam penelitian adalah dokumen kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara analisis dokumen dan wawancara. Peneliti menggunakan triangulasi teori dan triangulasi sumber data sebagai uji validitas data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa (1) diksi paling dominan dari kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo adalah diksi konotatif. (2) Gaya bahasa yang paling dominan dari kumpulan puisi tersebut adalah gaya bahasa metafora. (3) Citraan yang paling dominan dari kumpulan puisi tersebut adalah citraan gerak. (4) Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran teks puisi kelas X Sekolah Menengah Atas.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hasil analisis diksi, gaya bahasa dan citraan dalam penelitian juga dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk menulis puisi dengan nilai estetis yang tinggi. 
NOVEL LAYLA KARYA CANDRA MALIK: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA DAN NILAI RELIGIUS Sanditama, Edwin; Waluyo, Herman J.; Suwandi, Sarwiji
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 1 (2020): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.245 KB) | DOI: 10.20961/basastra.v8i1.41934

Abstract

The research aims to describe. (1) the behavior of the main characters in terms of B.F Skinner's psychoanalytic theory, and (2) the religious values contained in the novel Layla by Candra Malik. This study was analyzed using a psychology literature approach. The data sources in this study are documents, namely the Layla novel by Candra Malik and informants, namely the results of interviews with Candra Malik. The sampling technique uses purposive sampling. The technique of collecting data uses the technique of reading and recording. Validity test uses theory and source triangulation. The technical analysis of the data used is flow analysis of analysis which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are as follows: (1) the behavior of the main character in this novel responds to the stimulus given by the supporting character, which is a positive response in the form of pleasure, admiration, respect and love, while the negative response is anger, disappointment, sadness, and despair. (2) Religious values contained in the novel include five aspects, namely dimensions of belief, worship, appreciation, knowledge, and practice.
KONFLIK BATIN DAN NILAI PENDIDIKAN NOVEL DI TANAH LADA KARYA ZIGGY ZEZSYAZEOVIENNAZABRIZKIE SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Imani, Wafda Nurul; Wardani, Nugraheni Eko; Waluyo, Herman J.
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 2 (2020): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v8i2.45196

Abstract

This study aims to describe: (1) characterization of the characters; (2) id from the inner conflicts of the characters; (3) ego from the inner conflicts of the characters; (4) super ego from the inner conflicts of the characters; (5) educational value; and (6)  the relevance of novels Di Tanah Lada as the study for literacy in high school.  The method used is descriptive qualitative.  The sources come from documents and informants.  The sampling technique uses purposive sampling.  Writer used document analysis and interview techniques to collect data.  Validation of the data is done by theory of triangulation and source triangulation. Analysis of the data used an interactive analysis technique.  The results of the study can be described as follows.  (1) The character of the characters in the novel Di Tanah Lada is varied, both in terms of character types and physiological, psychological and sociological dimensions;  (2) Id in the inner conflict experienced by the character includes the pleasure of labeling others, conforming wild thoughts in the head, ignoring parental advice, and indulging indulgence in pleasure;  (3) The ego in the inner conflicts experienced by the characters includes fulfilling curiosity and feeling guilty for the decision that's been taken;  (4) Superego in the inner conflicts experienced by the characters include, recognizing the risk of his decision, succumbing to the common good, helping people in trouble, accepting the risk of their actions;  (5) Educational values in drama scripts consist of religious, moral, social and cultural education values.  The value of education is being dominated by the value of social education;  (4) Novels Di Tanah Lada has been meet the standards for content, language, presentation, and graphic worthiness and can be pertained in literacy learning in class XI.