Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH INFRA RED DAN PROPIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION PADA HEMIPARESE STROKE NON HEMORAGIK Didik Purnomo; Kuswardani Kuswardani; Syifa Maulida Fadhilah
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.995 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v2i1.45

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar 7 per mil dan yang terdiagnosis tenaga kesehatan atau gejala sebesar 12,1 per mil. Prevalensi stroke berdasarkan diagnosis nakes tertinggi di Sulawesi Utara (10,8%), diikuti DI Yogyakarta (10,3%), Bangka Belitung dan DKI Jakarta masing-masing 9,7 per mil, sedangkan untuk prevalensi stroke di Jawa Tengah (12,3%) (Riskesdas, 2013). Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dengan Infra Red dan Propioceptive Neuromuscular Facilitation pada Hemiparase et causa Stroke Non Haemoragik. Hasil : Hasil uji normalitas menunjukkan distribusi data normal, maka uji hipotesis menggunakan metode paired sample t test. Hasil pengujian tersebut menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,08 yang berada pada > 0,05 sehingga Ha ditolak dan Ho diterima yang bermakna perubahan pada pasien sesudah terapi tidak signifikan dibandingkan dengan sebelum terapi. Hal ini dapat disebabkan karena gangguan pada sistem saraf pusat yang membutuhkan waktu, intensitas dan jumlah pertemuan lebih banyak sertamembutuhkan kerjasama antara pasien, keluarga dan terapis yang baik agar terlihat perubahan pada partisipan. Kesimpulan : Pada penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan infra red dan propioceptive neuromuscular facilitation pada hemiparese stroke non hemoragik belummenunjukkan perubahan yang signifikan pada pasien.
PENGARUH TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION, LASER DAN TERAPI LATIHAN PADA PASCA OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMENT Zainal Abidin; Suci Amanati; Kuswardani Kuswardani; Alamsyah Alamsyah
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.094 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v2i1.47

Abstract

LATAR BELAKANG : Total Knee Replacement (TKR) adalah prosedur operasi pengganti sendi lutut yang tidak normal dengan material buatan. Dalam pembedahan penggantian totalsendi lutut, bagian ujung tulang akan diganti dengan bahan logam dan plastic (polyethylene). Laporan tindakan sebanyak 70 pasien berusia 50 - 85 tahun yang menjalani total kneereplacement pada periode Januari 2011 - Januari 2012 yang dilakukan oleh dokter bedah di Rumah Sakit Universitas Aalborg, Denmark (Buletin Orthopedi, 2013). Penelitian ini dilakukan di RSUD Bendan kota Pekalongan dengan menggunakan sampel sebanyak 8 partisipan menggunakan metode quasi eksperimen dengan pretest dan posttest. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017. Terapi yang digunakan antara lain : TENS, LASER dan Terapi Latihan. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation, Laser, dan Terapi Latihan pada penderita Total Knee Replacement sinistra. Hasil : Berdasarkan hasil pengujian didapat nilai sig. (2-tailed) untuk nilai VAS yang tampak pada sebesar 0,001, hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan derajat nyeri yang signifikan. Hasil uji hipotesis untuk lingkup gerak sendi mendapatkan nilai sig (2-tailed). Hal ini berarti terjadi peningkatan lingkup gerak sendi yang signifikan. Sedangkan hasil uji hipotesis untuk skor Jette dengan nilai sig (2tailed) test sebesar 0,000 yang berarti terjadi peningkatan yang signifikan untuk kemampuan aktivitas fungsional pasien. Kesimpulan : Modalitas TENS, LASER dan Terapi latihan pada pasien post total knee replacement dapat mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi dan meningkatkan aktifitas fungsional lutut partisipan secara signifikan.
PENGARUH INFRARED, ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN PADA FACIITIS PLANTARIS Kuswardani Kuswardani; Suci Amanati; Novian Unggul Yudhanto
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.969 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v2i1.50

Abstract

Latar Belakang: Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Suzan, ditemukan bahwa fasciitis plantaris menyumbang 41,5% masalah pada kasus musculoskeletal di setiap pusat perawatan tersier di California, Amerika Serikat. Menurut data yang diperoleh dari laporan bulanan poli rehab medik Rumah Sakit Tentara Bhakti Wira Tamtama Semarang Jawa Tengah pada tahun 2017 angka pasien yang mengalami fasciitis plantaris pada bulan januari sampai bulan Desember terdapat 67 pasien yang mengalami kasus fasciitis plantaris tersebut. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh infrared, ultrasound dan terapi latihan dalam membantu untuk mengurangi nyeri tekan dan gerak, meningkatkan nilai kekuatan otot dan meningkatkan aktivitas fungsional sendi ankle pada pasien fasciitis plantaris. Hasil: hasil pengujian didapatkan bahwa nilai sig (2tailed) untuk nilai VAS sebesar 0,004, nilai MMT plantar fleksi engkel sebesar 0,007, nilai MMT dorsal fleksi engkel sebesar 0,000 dan nilai skor total FADI sebesar 0, 006 berada pada < 0,05 sebagai batas kritis penilaian signifikansi, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut berarti terjadi perubahan yang signifikan meliputi penurunan derajat nyeri, peningkatan kekuatan otot untuk gerakan dorsal fleksi dan plantar fleksi engkel dan peningkatan kemampuan aktivitas fungsional partisipan. Kesimpulan: penggunaan dengan modalitas infrared, ultrasound dan terapi latihan berupa stretching, towel stretch, stretch and scroll serta latihan penguatan pada kasus plantar fascitis dengan jumlah partisipan sebanyak 8 orang terbukti efektif mengurangi derajat nyeri, meningkatkan kekuatan otot engkel untuk gerakan plantar fleksi dan dorsal fleksi serta meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional kaki partisipan.
PENGARUH MICRO WAVE DIATHERMY, TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION, TERAPI LATIHAN DAN TERAPI MANIPULASI PADA CERVICAL SYNDROME Kuswardani .; Zainal Abidin; Akhmad Alfajri Amin
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.028 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v1i2.54

Abstract

Latar Belakang : Penelitian pada 251 responden seorang pekerja, didapatkan keluhan nyeri tengkuk menduduki peringkat ke 4 (37.5%) setelah bahu kanan 53.8%, bahu kiri 47,4% dan pinggang 45%. Dari hasil pemeriksaan didapa-kan prevalensi nyeri tengkuk sebesar 55.4% (Dina/Departemen Kesehatan, Indonesia.htm, 2004). Penelitian ini dilakukan di RSUD Sleman selama bulan Juni 2018 dengan jumlah partisipan sebanyak 8 orang dengan metode quasi eksperiment jenis pretest-posttest. Modalitas fisioterapi yang diberikan berupa Microwave Diathermy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Terapi Latihan dan Terapi Manipulasi. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh micro wave diathermy, TENS, Terapi Latihan dan Terapi Manipulasi pada cervical syndrome Hasil : Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai sig. vas sebelum terapi sebesar 0.857dan setelah terapi sebasar 0.857; MMT sebelum terapi sebesar 0.059 dan setelah terapi sebesar 0.432; NDI sebelum terapi sebesar 0.117 dan NDI setelah terapi sebesar 0.137. Berdasarkan data tersebut, maka data pada penelitian ini distribusinya normal. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai sig. 2 tailed nilai VAS 0,000 berarti terjadi perubahan yang signifikan dalam penurunan derajat nyeri partisipan, nilai secara sigfinikan, sig. 2-tailed nilai MMT 0,002 yang berarti ada perubahan yang signifikan dalam peningkatan kekuatan otot ekstensor neck partisipan, nilai sig. 2-tailed skor NDI 0,000 berarti terjadi perubahan yang signifikan dalam kemampuan aktivias fungsional leher partisipan. Kesimpulan : menggunakan modalitas fisioterapi berupa Microwave Diathermy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Terapi Latihan dan Terapi manipulasi efektif dalam menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot ekstensor leher dan kemampuan aktivitas fungional leher partisipan.
PENGARUH INFRA RED, MASSAGE DAN MIRROR EXERCISE PADA BELL'S PALSY Zainal Abidin; Kuswardani .; Dicky Haryanto
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.768 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v1i2.56

Abstract

Latar belakang : Prevalensi Bell’s Palsy (BP) di beberapa negara cukup tinggi. Di Inggris dan Amerika berturut-turut 22,4 dan 22,8 penderita per 100,000 penduduk per tahun. Di Belanda (1987) 1 penderita per 5000 orang dewasa dan 1 penderita per 20,000 anak per tahun. Data yang dikumpulkan di 4 buah rumah sakit di Indonesia diperoleh frekuensi BP sebesar 19,55% dari seluruh kasus neuropati, dan terbanyak terjadi pada usia 21-30 tahun. Penderita diabetes mempunyai resiko 29% lebih tinggi, dibanding non-diabetes. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen jenis pretest-posttest. Intervensi yang diberikan berupa terapi infra red, massage dan mirror exercise. Tujuan : tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan infra red, massage dan mirror exercise pada bell’s palsy Hasil : hasil uji normalitas menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki distribusi data normal karena nilai sig. untuk Ugo fish score sebelum terapi 0.652 dan untuk setelah terapi 0.95 yang berada pada > 0,05. Sedangkan untuk uji hipotesis didapatkan nilai sig. 2 tailed sebesar 0,000 yang berada pada < 0,05 sebagai batas kritis, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Maka hasil terapi ini menunjukkan terjadi peningkatan nilai kekuatan otot wajah yang signifikan antara sebelum dengan sesudah terapi. Kesimpulan : Pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa penggunaan infra red, massage dan mirror exercise efektif dalam meningkatkan kekuatan otot serta perbaikan nervus facialis partisipan.
PENGARUH TERAPI LATIHAN PADA POST ORIF DENGAN PLATE AND SCREW NEGLECTED CLOSE FRACTURE FEMUR Didik Purnomo; Kuswardani .; Ristya Mutiara Asyita
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.614 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v1i2.60

Abstract

Latar belakang : kasus fraktur di indonesia, fraktur pada ekstremitas bawah akibat kecelakaan memiliki prevalensi yang paling tinggi diantara fraktur lainnya yaitu sekitar 46,2%. Dari 45.987 orang dengan kasus fraktur ekstremitas bawah akibat kecelakaan, 19.629 orang mengalami fraktur pada tulang femur, 14.027 orang mengalami fraktur cruris, 3.775 orang mengalami fraktur tibia, 9702 orang mengalami fraktur pada tulang-tulang kecil di kaki dan 336 orang mengalami fraktur fibula. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ortopedi Prof.dr.R.Soeharso dengan menggunakan sampel sebanyak 8 orang partisipan dengan menggunakan metode quasi eksperimen jenis pretest-posttest. Intervensi yang diberikan adalah terapi latihan. Tujuan : mengetahui pengaruh terapi latihan pada post ORIF dengan Plate and screw neglected close fracture femur Hasil : hasil uji normalitas dengan saphiro wilk test sig nilai VAS sebelum terapi 0.338, sig nilai VAS sesudah terapi 0.775, sig indeks Barthel sebelum terapi 0.728 dan sig indeks Barthel sesudah terapi 0.970. dengan batas kritis 0,05 sedangkan nilai sig data berada pada>0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti distribusi data normal. hasil uji hipotesis nilai VAS pada tabel 5 didapatkan nilai sig 2-tailed sebesar 0.002 sedangkan untuk indeks barthel pada tabel 6 didapatkan nilai sig 2 tailed sebesar 0.000 dengan nilai kritis 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga pada penelitian ini terjadi perubahan yang signifikan untuk penurunan derajat nyeri dan peningkatan aktivitas fungsional partisipan. Kesimpulan : intervensi berupa terapi latihan pada kondisi post ORIF fracture femur efektif dalam menurunkan derajat nyeri dan meningkatkan aktivitas fungsional partisipan.
Pengaruh Senam Yoga Terhadap Penurunan Nyeri Haid (Dismenorea) Pada Mahasiswi Prodi D-III Fisioterapi Widya Husada Semarang Kuswardani -; Fitratun Najizah; Boki Jaleha
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v5i2.138

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Menstruasi merupakan suatu kondisi awal yang menandai mulai matangnya organ reproduksi pada remaja wanita. Proses ovulasi dan menstruasi dimulai pada usia antara 6-14 bulan setelah menarche (haid pertama). Menstruasi biasanya identik dengan nyeri haid (dismenorea), gangguan fisik serta emosi menjelang masa menstruasi atau biasa disebut PMS. Dismenorea terkadang dapat menimbulkan nyeri yang tak tertahankan hingga jatuh pingsan. Wanita melakukan segala hal untuk mengurangi nyeri atau bahkan mencegahnya. Yoga dapat menciptakan suasana relaksasi yang mampu melepaskan ketegangan otot. Maka perlu dilakukan pembuktian pengaruh yoga dapat membantu mengurangi nyeri haid (dismenorea) Presentasi Kasus : Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 27 orang yang mengalami nyeri haid (Disminorea). Dari 150 Responden yang dikumpulkan, kemudian dilakukan proses assessment dengan metode study kasus (wawancara, observasi dan documenter) setelah dilakukan seleksi didapatkan 27 sampel yang sesuai dengan kriteria. Metode : Laporan kasus ini menilai tingkat nyeri haid (Disminorea) perbedaan pada hasil pre-test dan post test. Hasil : Perlakuan senam yoga dapat menurunkan nyeri pada mahasiswa dengan penurunan tingkat nyeri yang berbeda. Kesimpulan : Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Fisioterapi Widya Husada Semarang sebanyak 27 orang, dari hasil penelitian didapatkan nyeri haid (dismenorea) yang berkurang cukup signifikan dari 24 nyeri berat menjadi 2 orang nyeri ringan, dan 3 orang nyeri ringan menjadi nyeri hilang. Kata Kunci : Nyeri Haid (Dismenorea), Senam Yoga ABSTRACT Background : Menstrual is an initial condition that marks the beginning of reproductive organs in the female teenager. The process ofovulation and menstrual began at the age between 6-14 months after menarche (first menstrual). Periods are usually identical with menstrual pain (dismenorea), physical disorders and emotion in the future period or commonly called PMS. Dislodges can sometimes cause unbearable pain to fall fainting. Women do everything to reduce pain or even prevent it. Yoga can create relaxation atmosphere capable of releasing muscle tensions. So it needs to be done proving yoga influence can help reduce menstrual pain (dismenorea). Case Presentation : Samples taken in this study were totaling 27 people who experienced menstrual pain (Disminorea). Of the 150 Respondents were collected, then the assessment process was conducted by study-study method (interviews, observation and documenter) After the selection, there were 27 samples that fit the criteria. Method : This case's report assesses the menstrual pain level (Disminorea) differences on pre-tests and post tests. Result: Yoga exercise for yoga treatment can reduce pain in students with different levels lowering pain. Conclusion: The population in this study is a student Physiotherapist Husada Semarang as much as 27 people, From the results of the study, it was found that menstrual pain (dysmenorrhoea) was significantly reduced from 24 severe pain to 2 mild pain, and 3 mild pain to lost pain. Keywords: Menstrual Pain (dismenorea), Gymnastics Yoga
Perlindungan hukum Perlindungan Hukum Terhadap Pasien Sebagai Pengguna Fitur Layanan Kesehatan di Aplikasi Fisdok Kuswardani, Kuswardani; Abidin, Zainal
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v5i1.1803

Abstract

FisDok is a telemedicine healthcare application created by UWHS Physiotherapy students. In health services, this can create an engagement relationship between the provider and recipient of health services, while the provider of the FisDok application platform only functions as a provider of teleconsultation facilities. Patients who get telemedicine services must get legal protection, because there are opportunities for malpractice. This study aims to examine with a sociological juridical approach, descriptive analytic research specifications, the data used are in the form of primary and secondary data to examine whether the FisDok application is safe for consumers of telemedicine services. The method of data collection is literature study and field study, the population is all patients, doctors and physiotherapists who are involved and registered in the FisDok application, samples are taken by non-random sampling with purposive sampling type, namely all 10 patients, 1 doctor, and 4 physiotherapists people and analyzed qualitatively. The results of the study show that the implementation of legal protection for patients as users of the FisDok application has been carried out well, it is proven that health workers already have an STR an accordance, particularly law no. 36 of 2014 and PerMenKes No. 20 of 2019.
Implementation of Medical Records in Physiotherapy Services Home Care in Semarang City dani, Kuswar
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v6i1.4342

Abstract

Many physiotherapists in the city of Semarang provide online health services and home care, By Minister of Health Regulation No. 269 and Law No. 36 of 2014 Article 56 (d), health workers are required to keep medical records. Medical records contain records of patient treatment, both written and recorded, which contain the patient's identity, history, laboratory, and diagnosis. This research aims to determine the implementation of medical records in physiotherapy services and home care in the city of Semarang, with analytical descriptive sociological juridical methods. In terms of how data collection is carried out by observation, interviews, questionnaires, documentation, and a combination of the four. The data results are analyzed systematically according to the factual and actual situation of the incident based on facts, characteristics, and phenomena by looking for cause and effect. The research results show the implementation of medical records in physiotherapy services and home care in the city of Semarang is not going well, because it is still found that 37.1% of physiotherapists have not carried out medical records. The physiotherapist can be given sanctions for violating UUPK number 29 of 2004 with a maximum penalty of 1 year and a fine of up to 50 million.
PKM PENERAPAN MANAJEMEN REKAM MEDIS SESUAI DENGAN LEGALITAS PADA FISIOTERAPI MANDIRI DI KOTA SEMARANG kuswardani -; Sigit Sugiharto; Dwi Nur Astuti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.53

Abstract

ABSTRACTThe activity of this society is an effort to increase in knowledge, keterampilah as well as the managing understanding of the Indonesian profession's Physiotherapist at improving the ability to manually recording medical records or electronically appropriate Permenkes numbers 269-year-old 2008 concerning the Medical Records. The special target of PKM's activity is teaching the assistance system on independent physiotherapy that is the IFI branch member of the Semarang to increase skills in creating manual medical records or electronics that suit the legality legality in Indonesia. he method of devotion is carried out by providing assistance from giving extension and discussion, manual medical record-making training, electronic medical record-making training, trials, revisions, and submission medical records from participants. The method of devotion is carried out by providing assistance from giving extension and discussion, manual medical record-making training, electronic medical record-making training, trials, revisions, and submission medical records from participants. The PKM program activities were implemented with the extension and training method over online in the manner) Pre-squad survey, b) Preparation of tools and training materials, c) Preparation pelatiahan's method, d) Training Board and Independent PHYSIOTHERAPIST,) F physiotherapist, G-making and Report. Based on the results of training obtained their significant results so they can create a medical record that they originally ignored the documentation.Said Iinch: Assistance, IFI, the independent physiotherapy, medical record