Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SOSIALISASI BIOTA DILINDUNGI DAN PENDAMPINGAN KOMUNITAS REMAJA PECINTA PENYU DI DESA TILEY PANTAI Koroy, Kismanto; Nurafni, Nurafni; Wahab, Iswandi; M. Nur, Rinto; Sofiati, Titien; Asy’ari, Asy’ari; Alwi, Djainudin; Muhammad, Sandra Hi; Pina, Fijai
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.1028

Abstract

Due to the limited information received by the community, the service team carries out community service activities by conducting outreach on protected animals and mentoring teenagers who love turtles it is hoped that they will provide understanding to the community so that things that can threaten the sustainability of turtles can be avoided. The objectives of this activity are: 1). to increase public awareness about protected marine biota through outreach provided by the Faculty of Fisheries and Marine Sciences service team, Pacific University, Morotai. Socialize the importance of efforts to protect turtles as protected animals. 2). Increase institutional capacity, knowledge, and skills of youth groups who love turtles or what is abbreviated as Reptiles. Service activities will be carried out in June 2023 in Tiley Pantai village, including the preparation, implementation, and closing stages. Based on the results of the service activities, the socialization of providing material about protected biota can increase the knowledge of the community, both adults, teenagers, and children, about sea turtles. Apart from that, assistance in making proposals can be understood and increase knowledge and skills for teenagers who love turtles in Tiley Pantai Village regarding how to make proposals, which they still poorly understand.ABSTRAKTerbatasnya informasi yang diterima masyarakat maka tim pengabdi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi hewan dilindungi dan pendampingan remaja pecinta penyu sehingga diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga hal-hal yang dapat mengancam kelestarian penyu dapat dihindari. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1). untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang biota laut yang dilindungi melalui penyuluhan yang dibuat oleh tim pengabdi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pasifik Morotai. Mensosialisasikan pentingnya upaya perlindungan penyu sebagai hewan yang dilindungi. 2). Meningkatkan kapasitas kelembagaan, pengetahuan dan keterampilan kelompok remaja pecinta penyu atau yang disingkat Reptil. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Juni 2023 di desa Tiley Pantai, meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan dan penutupan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pemberian materi tentang biota dilindungi mampu meningkatkan wawasan kepada masyarakat baik orang dewasa, remaja maupun anak-anak tentang penyu. Selain itu pendampingan pembuatan proposal dapat dipahami dan menambah pengetahuan serta ketrampilan bagi remaja pecinta penyu di Desa Tiley Pantai terkait bagaimana cara pembuatan proposal yang selama ini masih kurang dipahami oleh mereka.
Hilirisasi Iptek Dalam Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Berbasis Potensi Lokal Kepulauan (Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Dama Kabupaten Halmahera Utara) Asy’ari, Asy’ari; Alwi, Djainudin; Wahab, Iswandi; Nur, Rinto M.; Nurafni, Nurafni; Sofiati, Titien; Muhammad, Sandra Hi.; Koroy, Kismanto; Tjiroso, Bambang; Mahamude, Safira Hari Yanti; Tania M.Nur, Tania M.Nur
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 1 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i1.8300

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan ini untuk mengaplikasi ilmu dan menanamkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan pesisir. Penanaman ini merupakan pembelajaran bagi mahasiswa untuk menggerakkan upaya konservasi pada ekosistem pesisir. Kondisi mangrove di Indonesia kini kian mengalami degradasi karena besarnya ancaman yang ada terhadap ekosistem tersebut, sehingga perlu adanya suatu langkah nyata dalam menyikapi persoalan ini termaskud wilayah pulau-pulau kecil. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan pulau-pulau kecil, pengolahan produk serta upaya menggiatkan jiwa sosial dan konservasi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pasifik Morotai (FPIK-UNIPAS). Pelaksanaan kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat pada hari Rabu sampai Minggu pada tanggal 22-26 November 2023 bertempat di Desa Dama Pulau Doi, kecamatan Loloda Kepulauan, Halmahera Utara. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di Desa Dama kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera merupakan bentuk kepedulian FPIK dalam melestarikan dan menjaga lingkungan laut di sekitar Halmahera Utara. Selain itu menanamkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sekitar lingkungan desa dan laut. Kepedulian tentang laut juga di ajarkan kepada generasi muda dalam bentuk sosialisasi pendidikan kemaritiman kepada siswa-siswa di SMA N 8 Halmahera Utara. Selain itu dalam pengembangan hasil perikanan melalui pelatihan produk perikanan kepada ibu rumah tangga dan pelaku usaha. 
DISTRIBUTION OF MOLUSC TYPES (Gastropoda and Bivalves) IN SEAMUS IN THE WATERS OF TANJUNG SALEH VILLAGE, MOROTAI ISLAND DISTRICT Nurafni, Nurafni; Wahab, Iswandi; Padoma, Ummi Kulsum
Jurnal Segara Vol 19, No 1 (2024): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v19i1.14191

Abstract

The vast seagrass field allows the number of biota that live associated with seagrass. One of the wealth of marine resources that is often found is mollusks such as snails, shellfish, octopus, cuttlefish and squid. Mollusks are found in coastal areas with seagrass beds as their habitat. One of the most commonly found mollusk groups in Bere Bere village waters is gastropod and bivalvia. Research Objectives To determine the distribution of mollusks in the waters of Bere-Bere Village. This study was conducted in October 2021 to January 2022 located in the waters of Bere-Bere Village, North Morotai District, Morotai Island Regency. Data collection uses the quadratic transect method to identify mollusks (gastropods and bivalvia) that are found in each square. The transect rope is pulled perpendicular to the sea along 50 m during the receding sea water starting from the zero point (0), to the point of 50 m, the square distance is 10 m while the transect distance is 25 m, while the distance between the station is 50 m, then the square is placed on Every distance of 10 m along the transect that can represent the locations that have gastropod and bivalvia samples. Organism found along the transect, in the squares observed and then identified using an identification book. Field work practices were found 11 types of gastropods (Conus Gladiator, Conus Littyus, Trochidae sp, Cerithiidae sp, Canarium sp, Muricodrupa fenestrata, Vexillum sp, Strombus Campbelli, Strombus Campbell , Conus Episcopatus, Conus Sulcatus, Conus Pennaceus) and 3 types of Bivalvia (Lambis Lambis, Pinna Muricata, Diloma Radula) which are spread on three stations in the waters of Bere-Bere Village.
ANALYSIS OF THE LENGTH AND WEIGHT RELATIONSHIP OF NANGKA SEED FISH (Upeneus vittatus) CAUGHT IN THE WATERS OF IMAM LASTORI PORT, MOROTAI ISLAND DISTRICT Alwi, Djainudin; Wahab, Iswandi; Safar, Fitriyanti; Rahman, Irfan Hi. Abd
Jurnal Segara Vol 19, No 1 (2024): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v19i1.14187

Abstract

Excessive utilization (over-exploited) will have an impact on reducing the productivity of resources including jackfruit seed fish (Upeneus vittatus). This impact causes changes in abundance, productivity and community structure, such as changes in species dominance, size spectra and catch, which results in depletion of stocks and ends in the extinction of this fish population. So far there is no data and information regarding the biological aspects of the morphology of the use of jackfruit seed fish (Upeneus vittatuss) in Morotai Island Regency. The aim of this research is to analyze the relationship between length and weight of jackfruit fish (Upeneus vittatus) caught in the waters of Imam Lastori Harbor, Morotai Island Regency. Data collection was carried out directly in the field (in situ) by measuring the body length and weight of jackfruit seed fish (Upeneus vittatus). The data obtained were analyzed using simple linear regression analysis. The results of a simple linear regression analysis between the total length and weight of the jackfruit fish (Upeneus vittatus) caught in the waters of Imam Lastori harbor obtained the equation: W (weight) = 1.30 x L (length) = 1.35 indicating that for every 1 increase .30 gram units of the weight of jackfruit seeds will increase 1.35 cm units of the length of kuniran jackfruit seeds (Upeneus vittatus). The b value (exponent) of 1.35 indicates a negative allometric growth pattern. This is in accordance with the criteria for the length-weight relationship if the b value <3, then the growth form is negative allometric). Meanwhile, the determination value (R2) obtained was 0.63, meaning that 63% of the increase in fish length was due to the increase in weight (weight) of jackfruit fish (Upeneus vittatus) while 37% was caused by other factors. 
Pendidikan Kemaritiman dan Sosialisasi Biota Laut Dilindungi Sebagai Upaya Keberlanjutan Sumberdaya Perikanan di Desa Galo-Galo Nurafni, Nurafni; Koroy, Kismanto; Asy’ari, Asy’ari; Alwi, Djainudin; Wahab, Iswandi; Muhammad, Sandra Hi; Kodobo, Jihar; Pina, Fijai; Alican, Ismawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2385

Abstract

Raising public awareness about the threats to protected marine life in Galo-Galo Village is crucial, given the continued decline in the population of these species. Through maritime outreach and education, it is hoped that the community will understand the importance of marine resource sustainability. This activity not only provides information about protected species but also encourages the community to protect and monitor marine life and teaches environmentally friendly fishing techniques. This outreach and education program is scheduled to take place from November 13 to 16, 2025, at various locations, including elementary schools, Islamic junior high schools, village halls, and frequently visited coastal areas. This activity will involve 35 students from elementary schools and Islamic junior high schools, as well as 40 community members from the village. The implementation stages include surveys, observations, preparation, implementation, and closing. This activity is expected to provide students with a better understanding of protected animals and strengthen maritime education materials. With a comprehensive introduction to ecosystems, marine resources, coastal management, and maritime culture, students are expected to be more aware of the importance of sustainability. Community outreach also yielded positive results, with interactive dialogues increasing participation and awareness of marine biota protection issues.ABSTRAKPeningkatan kesadaran masyarakat tentang ancaman terhadap biota laut yang dilindungi di Desa Galo-Galo menjadi sangat penting, mengingat populasi spesies tersebut terus menurun. Melalui sosialisasi dan edukasi kemaritiman, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya keberlanjutan sumber daya laut. Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi mengenai spesies yang dilindungi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjaga dan mengawasi biota laut serta mengajarkan teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Program sosialisasi dan edukasi ini direncanakan berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 November 2025, di lokasi-lokasi seperti Sekolah Dasar, Madrasah Tsanawiyah, balai desa, dan area pantai yang sering dikunjungi. Kegiatan ini melibatkan 35 siswa dari sekolah dasar dan madrasah, serta 40 anggota masyarakat desa. Tahapan pelaksanaan mencakup survei, observasi, persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Dari kegiatan ini, diharapkan siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai hewan yang dilindungi serta memperkuat materi pendidikan kemaritiman. Dengan pengenalan menyeluruh tentang ekosistem, sumber daya laut, pengelolaan pantai, dan budaya maritim, siswa diharapkan lebih menyadari pentingnya kelestarian. Sosialisasi dengan masyarakat juga menunjukkan hasil positif, dengan dialog interaktif yang meningkatkan partisipasi dan kepedulian terhadap isu perlindungan biota laut.
Sebaran Dan Kerapatan Spesies Lamun Halophila spinulosa Di Perairan Laut Morotai Selatan wahab, Iswandi; Alwi, Djainudin; Untung, Murjat H; Rakim, Firman; Asy’ari, Asy’ari
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.11154

Abstract

Halophila spinulosa merupakan jenis lamun yang sebarannya tercatat hanya di beberapa wilayah di Indonesia. Penelitian tentang lamun di perairan Morotai Selatan telah dilakukan oleh beberapa peneliti dan data hasil penelitian tersebut sudah tercatat jenis Halophila spinulosa, namun masih sangat minim karena ditemukan hanya pada lokasi tertentu saja dengan demikian lamun termasuk dalam spesies endemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran dan kerapatan jenis lamun Halophila spinulosa di Perairan Morotai Selatan. Pengambilan data lamun menggunakan metode transek kuadrat dengan teknik purposive sampling. Analisis data kerapatan lamun menggunakan rumus kerapatan jenis sedangkan sebaran lamun Halophila spinulosa digunakan aplikasi ArcGis.1.0 dalam bentuk peta sebaran wilayah. Hasil yang diperoleh jenis lamun Halophila spinulosa memiliki sebaran pada semua titik penelitian (Desa Momojiu, Mandiri, Juanga, dan Pantai Sagolo) dengan karakteristik lokasi berada pada pantai dangkal yang bersubstrat berpasir, patahan karang, dan batuan kapur. Kerapatan jenis lamun Halophila spinulosa tertinggi berada pada Stasiun 2 (Pantai Sagolo) sebesar 75,2 tegakan/m2.Kata Kunci: Halophila spinulosa, sebaran, kerapatan, Morotai Selatan.