Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Deiksis dalam Lagu-Lagu Daerah Bahasa Bugis Hausa Nur Aifa; Asrianti, Asrianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna penggunaan deiksis dalam lirik lagu daerah berbahasa Bugis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata yang menunjukkan deiksis dalam lirik lagu. Sedangkan sumber data berasal dari 10 judul lagu daerah bahasa Bugis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif Mile dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis deiksis dalam lirik lagu daerah Bugis dengan total 128 data. Deiksis persona menjadi jenis yang paling dominan dengan 81 data, diikuti deiksis waktu sebanyak 17 data, deiksis tempat sebanyak 15 data, deiksis sosial sebanyak 7 data, dan deiksis wacana sebanyak 8 data. Penggunaan deiksis ini berfungsi untuk menjelaskan hubungan antara penutur, pendengar, dan referen dalam lirik lagu, serta memperjelas konteks waktu, tempat, dan situasi sosial dalam narasi lagu. Secara khusus, penggunaan deiksis persona menciptakan kedekatan emosional antara penyanyi dan pendengar, sementara deiksis tempat dan waktu memberikan konteks jelas terhadap latar belakang narasi lagu. Deiksis sosial mempertegas interaksi sosial dalam lagu, sedangkan deiksis wacana menjaga kohesi antarbagian lirik.
Struktur Klausa Independen Bahasa Kaili Dialek Rai Ningrum, Ningrum; Efendi, Efendi; Asrianti, Asrianti; Juliah Marfuah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur klausa independen dalam bahasa Kaili dialek Rai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak dan metode cakap melalui wawancara dengan informan serta pengamatan terhadap penggunaan bahasa. Data dianalisis menggunakan metode padan dan metode agih (distribusional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Kaili dialek Rai memiliki tiga jenis klausa independen, yaitu klausa intransitif, transitif, dan ekuatif. Klausa intransitif dicirikan oleh tidak adanya objek, dengan variasi pola struktur S-P, S-P-Aj, P-S, P-Aj-S, P-S-Aj, dan Aj-S-P. Klausa transitif ditandai oleh adanya objek dengan pola dasar S-P-O serta variasi S-P-O-Aj, P-O-S, P-O-Aj-S, dan P-S-O. Sedangkan klausa ekuatif memiliki predikat ekuatif yang menghubungkan subjek dengan komplemen, dengan variasi pola S-P-Komp, S-Komp, Komp-S, S-P-Aj, dan Aj-P-S.
Analisis Kebutuhan Materi Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal bagi TKA di Sulawesi Tengah Asrianti, Asrianti; Julia Marfuah; Nirmayanti, Nirmayanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan materi ajar Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sulawesi Tengah. Perbedaan budaya antara negara asal TKA dan budaya lokal sering menimbulkan kesalahpahaman dan gegar budaya yang dapat mempengaruhi produktivitas dan hubungan kerja sehingga penting pemahaman bahasa dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling dan melibatkan 50 TKA dari tiga perusahaan asing di Sulawesi Tengah. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TKA membutuhkan materi ajar yang tidak hanya mengajarkan bahasa tetapi juga memperkenalkan kearifan lokal. Sebagian besar responden menyatakan bahwa pemahaman terhadap kearifan lokal sangat penting dan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi serta hubungan kerja di lingkungan baru. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan materi ajar yang mencakup komponen budaya lokal secara mendalam untuk meminimalisasi kesalahpahaman dan meningkatkan adaptasi TKA di Sulawesi Tengah.
Pengembangan Instrumen Penilaian dalam Pembelajaran Membaca Bermuatan Etika Budaya di SMP Kota Palu Sukma, Sukma; Asrianti, Asrianti; Pratama Bayu Santosa Efendi; Gazali Lembah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4668

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat alat penilaian untuk pembelajaran membaca yang bermuatan etika budaya. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam hal kognitif, psikomotorik, dan afektif, evaluasi pembelajaran sangat penting. Kurikulum tidak memiliki komponen yang didedikasikan untuk mengukur proses membaca, tetapi penilaian proses, performa, dan produk semuanya dapat dilakukan dalam pembelajaran membaca. Selain itu, menggunakan etika budaya sebagai sarana pembelajaran dapat membantu mempertahankan budaya lokal di era globalisasi. Nilai-nilai budaya lokal dapat digunakan untuk membangun karakter siswa. Studi ini menggunakan model pengembangan 4 D, yang terdiri dari tahap definisi, desain, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dapat mempertahankan nilai-nilai budaya lokal sambil meningkatkan kemampuan membaca mereka.
Analisis Wacana Kritis dalam Film Pattongko Siri sebagai Representasi Budaya Suku Bugis Makassar Tiara Artamefia; Yunidar, Yunidar; Asrianti, Asrianti; Moh. Tahir; Arum Pujiningtyas
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai budaya Bugis Makassar dalam film Pattongko Siri’ dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa wacana dalam film yang mencakup aspek linguistik dan aspek yang merepresentasikan nilai budaya Bugis-Makassar. Sumber data penelitian berupa adegan dan dialog dalam film Pattongko Siri’ yang diproduksi oleh Viu Shorts dan tayang pada tahun 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik simak dan teknik catat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model AWK Teun A. van Dijk yang mencakup tiga struktur utama,  yakni (1) struktur makro, (2) superstruktur, dan 3) struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Pattongko Siri’ merepresentasikan nilai siri’ sebagai instrumen kontrol sosial dan mekanisme pemulihan kehormatan keluarga dalam budaya Bugis. Wacana yang dibangun menegaskan distribusi peran gender yang timpang, di mana perempuan lebih banyak menanggung beban psikologis, sementara laki-laki diposisikan sebagai penyelamat kehormatan melalui tanggung jawab moral dan sosial. Dengan demikian, film ini tidak hanya merefleksikan budaya Bugis-Makassar, tetapi juga memperkuat ideologi patriarki serta menegaskan peran adat sebagai solusi legitimasi sosial dan budaya.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Interaksi Remaja di Desa Sibado Cindy Afitasari; Ulinsa, Ulinsa; Arum Pujining Tyas; Yunidar, Yunidar; Asrianti, Asrianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif  dalam interaksi remaja di Desa Sibado. Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan berupa teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat terhadap data lisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tindak tutur ekspresif remaja di Desa Sibado meliputi lima bentuk dan fungsi utama: (1) mengucapkan terima kasih, (2) memberi selamat, (3) meminta maaf, (4) menyalahkan, dan (5) memuji. Bentuk terima kasih dicirikan dengan adanya ucapan terima kasih karena suatu bantuan, bentuk dengan adanya ucapan selamat karena suatu hal yang spesial atau membahagiakan, bentuk meminta maaf karena adanya rasa penyesalan atas kesalahan, bentuk menyalahkan karena adanya sebuah kejadian yang tidak dapat diterima atau membuat kesal, dan bentuk memuji karena adanya sesuatu yang menggagumkan atau penghargaan yang diterima.
POLA BAHASA GENERASI Z DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TADULAKO Wulandari, Wulandari; Asrianti, Asrianti
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v9i2.26623

Abstract

This study aims to describe the linguistic patterns of Generation Z within the academic environment of Tadulako University. The term "linguistic patterns" refers to habitual language usage employed in daily interactions, encompassing both academic and non-academic domains. The study adopts a descriptive qualitative method with a sociolinguistic approach. The data source consists of students categorized as Generation Z—those born between 1997 and 2012—who are currently active members of the academic community at Tadulako University. Data were collected through audio recordings, participatory observation, and non-participatory listening techniques. The data analysis was conducted using Miles and Huberman’s (2014) interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal three dominant linguistic patterns among Generation Z in the university setting: code-mixing (46.67%), interference (40%), and code-switching (13.33%). Code-mixing frequently occurs through the insertion of regional and foreign language elements (particularly English) into Indonesian, both in face-to-face interactions and on social media platforms. Interference is observed at the morphological level, such as the inappropriate use of affixation not conforming to standard Indonesian grammar, and at the syntactic level, where sentence structures are influenced by the speakers’ first language. Meanwhile, code-switching manifests in interlingual transitions within informal contexts, functioning as a communicative strategy to align with the interlocutor or to express group identity and solidarity. These findings indicate that the linguistic behavior of Generation Z at Tadulako University is shaped by a complex interplay of cultural background, social environment, and the influence of evolving communication technologies.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK FERMENTASI DI KELURAHAN POEA KABUPATEN BOMBANA Asrianti, Asrianti; Hatma, Shabriyani; Nakkir, Muh.; Musrina, Musrina; Sharah, Muh. Agus; Maida, Fadliyah Al; Alamsyah, Muhammad; Astika, Andi Juni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25501

Abstract

Poea Village in Bombana Regency is one of the areas that has abundant potential in agriculture and animal husbandry. Agricultural waste in the form of rice straw tends to be discarded and burned even though it can be used as animal feed. Potential in the field of animal husbandry with many people raising cattle. The problems that occur in this region are the difficulty of cattle feed, especially in the dry season and the way of raising livestock that is not managed properly. Ranchers tend to allow livestock to search for forage on their own which can disturb public order. This stage of community service activities includes village surveys, making animal feed with certain formulas consisting of rice straw, molasses, EM-4, water, salt and bran fermented anaerobically for 21 days and testing livestock. The results obtained by the F1 formula are not liked by livestock while the F2 formula of fermented feed is favored and consumed by cattle. From the feed formula test that shows optimal results, it is then disseminated to the community through training in making animal feed. The output of this activity was obtained that the general community does not know how to process agricultural waste materials into fermented animal feed which can be additional feed or alternative feed in the dry season. The purpose of this community service is to educate the farming community and ranchers to implement a better livestock system by providing feed or cages so that problems in Poea Village can be resolved.