Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perkembangan Pribadi dan Sosial Masa Remaja Sari, Weli Sartika; Hidayat, Hafiz; Yanre, Mahrifa Abdilla; Gusman, Rossy; Rahmadhani, Suci; Maryulis, Maryulis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah kelompok penduduk yang berusia 10-19 tahun (WHO). Banyak hal yang menarik bila kita membahas tentang kelompok ini antara lain: jumlah populasi yang cukup besar, keunikan dalam pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun sosial di mana mereka memasuki masa yang penuh dengan storm and stress, yaitu masa Pubertas. Beberapa ciri yang khas dari perkembangan remaja dapat dilihat bahwa masa awal remaja adalah tahap dimana remaja mengalami krisis karena adanya perubahan cepat yang memunculkan sesuatu yang dirasakan baru dan berbeda pada aspek fisik maupun psikososial mereka. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui jati diri remaja, persahabatan remaja, kencan, sexualitas dan kehamilan pada remaja, serta perspektif budaya terkait isu remaja.
Problematika Kurikulum dan Problema Guru serta Tantangan dan Solusi Menghadapinya Firdaus, Aditya; Martha, Alfroki; Maryulis, Maryulis; Rahmadhani, Suci
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum yang terdapat di Indonesia sangatlah kompleks jika dibandingan dengan kurikulum yang ada di negara lain dan perubahan kurikulum yang terus berganti dapat mengakibatkan siswa tidak dapat menguasai materi yang sedang dibahas oleh guru sehingga siswa malas belajar. Dimana problema yang dihadapi guru dalam menyiapkan media/materi pembelajaran serta harus memikirkan bahan-bahan yang topiknya sesuai kebutuhan peserta didik dan cara mendidik dan mengajar dikelas yang beragam serta guru kurang pengalaman dan Kesulitan dalam memperlengkapi perbedaan individu di antara murid-murid. Dimana problema umum guru adalah Penghasilan para guru, dipandang masih jauh dari mencukupi serta khususnya adalah Kesalahan yang Sering Dilakukan Guru dalam Proses Belajar Mengajar Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus atas nama pengabdian guna pencapaian tujuan pendidikan nasional yang menyeluruh
Makna Simbolik Dan Fungsi Sosial Tradisi Baragak Pada Prosesi Kelahiran Bayi Kembar Sumbang Di Nagari Limau Lunggo Rahmadhani, Suci; Sawitri, Rini; Rani, Wahyu; Ananta, Putra; Nisak, Nisbatun
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 1 (2025): Etnography Januari - Juni 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i1.5004

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbolik dan fungsi sosial tradisi Baragak pada prosesi kelahiran bayi kembar sumbang di Nagari Limau Lunggo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tradisi Baragak merupakan salah satu bentuk ritual adat Minangkabau yang memadukan praktik simbolik, relasi kekerabatan, dan kepercayaan spiritual sebagai mekanisme perlindungan serta penguatan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui perspektif teori struktural fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan prosesi Baragak—seperti Tabang Biriang, Bapanggia, dan arak-arakan induak bako—mengandung simbol keberkahan, penolak bala, dan afirmasi hubungan sosial antara induak bako, anak pisang, serta masyarakat nagari. Secara fungsional, tradisi ini berperan dalam menjaga keseimbangan sosial, mempererat ikatan kekerabatan, dan meneguhkan nilai kebersamaan dalam masyarakat Minangkabau. Namun demikian, keberlanjutan tradisi Baragak menghadapi tantangan berupa minimnya dokumentasi tertulis dan menurunnya keterlibatan generasi muda akibat pengaruh modernisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pendokumentasian dan revitalisasi tradisi Baragak sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya Minangkabau.