Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EVALUASI KEBUTUHAN LAHAN PARKIR PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Mahmugi, Imam; Akhmadali, -; Sulandari, Eti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.667 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.30440

Abstract

Tingginya angka pengguna kendaraan, memberikan masalah dalam mengatur dan menyediakan lahan parkiran di wilayah Fakultas.  Salah satu Fakultas yang mempunyai permasalahan mengenai lahan parkir adalah Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak. Tujuan penelitian menganalisis kapasitas dan kebutuhan ruang parkir serta memproyeksikan parkir lima tahun kedepan di Fakultas Teknik. Metode penelitian dengan melakukan survei langsung di lapangan. Data yang didapat dari hasil survei di lapangan dimasukkan ke dalam tabel kemudian dengan menggunakan program komputer, data tersebut diolah untuk mencari hasil volume kendaraan, akumulasi kendaraan, indeks parkir, satuan ruang parkir serta dapat memproyeksikan area parkir untuk lima tahun kedepan.Untuk area parkir motor pada Pos I sebanyak 427 kendaraan sedangkan yang tersedia sebanyak 793 petak parkir, pada Pos II sebanyak 18 kendaraan sedangkan yang tersedia sebanyak 74 petak parkir, pada Pos III sebanyak 48 kendaraan sedangkan yang tersedia sebanyak 42 petak parkir, pada Pos IV sebanyak 59 kendaraan sedangkan yang tersedia sebanyak 309 petak parkir. Pada area parkir mobil pada Pos I sebanyak 47 kendaraan sedangkan yang tersedia sebanyak 24 petak parkir, pada Pos II sebanyak 29 kendaraan sedangkan yang terseddia sebanyak 68 petak parkir, pada Pos III sebanyak 34 kendaraan sedangkan yang tersedia sebanyak 29 petak parkir, pada Pos IV sebanyak 2 kendaraan namun tidak terdapat area khusus untuk parkir mobil dan disini di rencanakan dibuat 5 petak parkir untuk mobil. dan dibutuhkan luas area sebesar 57,5 m2. Perluasan untuk area parkir mobil pada Pos I mencakup 18 kendaraan. melebihi kebutuhan yang seharusnya hanya 5 kendaraan, Dengan demikian lahan parkir yang dibutuhkan dari hasil perencanaan itu ialah seluas 477 m2. Dan untuk serasan yang ada tersebut harus dibongkar, agar dapat membuat jalan untuk keluar masuknya kendaraan yang ada di area parkir.Kata Kunci : Kebutuhan lahan parkir, pengguna kendaraan    
EVALUASI DAN SIMULASI PENATAAN SIMPANG AHMAD YANI – KPP PRATAMA PONTIANAK Waskito, Wahyu Putra; Akhmadali, -; Suyono, Rudi Sugiono
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.582 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.26621

Abstract

Congestion usually occurs at the intersection, especially when the intersection is adjacent to the center of the crowd, due to conflicts of movement that occur between vehicles coming from each leg intersection. One intersection with a high level of traffic jam is the intersection of Tax Services Office Pratama Pontianak. The evaluation and simulation of the Arrangement of Intersection Ahmad Yani was done with PKJI evaluation and VISSIM simulation. The purpose of the authors in this study is to determine the reliability of VISSIM for to be applied in the analysis of transportation problems in Indonesia as well as comparing the queue length analysis results using the evaluation results of Indonesia Road Capacity Guidance. Parameter Evaluation of intersection, among others, intersection capacity (C), degree of saturation (DJ), queue length, vehicle stop, delay, and Service Level Index (ITP). The output of the VISSIM simulation is queue length (QLen), Delay, Stop Vehicle (QStop), and Service Level Index (LOS). The results of the two methods above will be compared so that the results obtained close to the actual intersection. After obtained the evaluation and simulation on the existing condition of the intersection it will be planned improvements on the existing condition so that the performance of KPP Pratama Pontianak will be better than the existing condition. Keywords: Signalized Intersection, PKJI, VISSIM, Queue Length
KARAKTERISTIK CAMPURAN BERASPAL (LASTON) AKIBAT PENGARUH PENGGUNAAN INSTANT POWDER SEBAGAI PENGGANTI FILLER Safariadi, -; Erwan, H. Komala; Akhmadali, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.158 KB)

Abstract

Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) a surface layer which is a flexible pavement construction comprising a mixture of hard asphalt and aggregates, mixed, spread and compacted at temperature. This study used King Kong Instant Powder as a substitute of filler on Laston AC-WC mixture to increase strength on concrete asphalt.The purpose of this research is to get the comparison of laston (AC-WC) characteristics with filler from, King Kong Instant Powder, Tiga Roda portland sement and ash stone and analyzed the effect of the use of King Kong Instant Powder as a filler against the strength of Laston. In this study using variations of asphalt content of 5%, 5.5%, 6%, 6.5% and 7%.This research was conducted in Laboratorium Unit Pengujian Mutu Pembinaan Jasa Konstruksi (UPMPJK) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat which is at jalan Khatulistiwa km 6,5 Pontianak. The coarse aggregate used is a crushed stone extracted from a stone crusher, which comes from the Peniraman area. For fine aggregates, the river sand is used from the Kapuas River Pontianak.Laboratory test results obtained as Optimum Asphalt Level (KAO) of 6.75% for Asphalt mixture with Instant Powder Kingkong Filler, Portland Cement and Ash Stone. Result of Analysis with Instant Powder Kingkong Filler At 6.75% KAO obtained Stability value of 1721,7 Kg, Flow 3,8 mm, VIM 4,9%, VFB 72,4%, VMA 20,1% and MQ 454,7 Kg. Result of Analysis with Portland Cement Filler At KAO 6.75% obtained result of 1355,5 Kg, Flow 3,7 mm, VIM 5,3%, VFB 74,0%, VMA 20,5% and MQ 366,8 Kg. Result Analysis with Filler Ash stone at KAO 6.75% got result of 1158,7 Kg, Flow 3,8 mm, VIM 5,9%, VFB 72,9%, VMA 20,6% and MQ 305,7 Kg.The end result shows that in terms of quality, the use of Kingkong Intant Powder as Filler is able to provide good characteristic of Laston, this can be seen from the value of stability, Flow, VMA, VMA, and MQ generated, compared with the use of Porland Cement Filler and Filler Abu Batu. Kingkong Intant Powder can be an alternative to its use as a Filler because the resulting laston characteristics are almost identical to the commonly used filler for portland cement, and stone ash where the resulting values fall within the required specifications. 1. Alumni Prodi Teknik Sipil FT. UNTAN2. Dosen Prodi Teknik Sipil FT. UntanKeywords: Laston (AC-WC)Filler, Instant Powder.
PENGARUH PELEBARAN JALAN PADA KAWASAN U-TURN (PUTAR BALIK ARAH) TERHADAP KINERJA ARUS LALU LINTAS STUDI KASUS RUAS JALAN AHMAD YANI II PONTIANAK (JALAN ARTERI SUPADIO) KABUPATEN KUBU RAYA) Fredi, -; Akhmadali, -; Kadarini, Siti Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to minimize the problem of traffic movement, especially on the security and the key on the road can be done by making the median. in the median planning is also provided a median opening which allows the vehicle to change the direction of travel in the form of a reversing direction or termed as u-turn motion. The purpose of this study is to evaluate the traffic characteristics of widening or adding lane in the u-turn region, analyzing the average travel time and delay time due to the u-trun activity on the road. In this thesis reviewed as the object of research is u-turn without widening and u-turn with widening as comparison, to know how big geometric influence u-turn on Ahmad Yani II road (Jalan Ateri Supadio) to traffic flow performance then need analysis of speed and delay due to u-turn activity. The research methodology used in this paper is a descriptive methodology that is a problem solving procedure examined by describing the state of the object of research at the present moment based on facts in place or as it is. Data used for analysis by means of primary collection consisting of road geometric , travel time, and delay. Secondary obtained from a number of reports and documents that have been prepared by relevant agencies and other literary study results. Based on the results of the survey and conducted the analysis then obtained the following conclusions delay average u-turn without widening is equal to 57.7 seconds and the average speed is equal to 24.27 km / h, the average delay u-turn with widening is 10.66 seconds and the average speed is 46.75 km / hour. Judging from the above analysis it is known that u-turn without widening has greater disturbed time compared to u-turn with widening.  Keyword : U Turn
PENENTUAN TRAYEK JARINGAN ANGKUTAN UMUM DI PONTIANAK METROPOLITAN AREA BERBASIS BRT (BUS RAPID TRANSIT) Nugroho, Arya; Akhmadali, -; Sumiyattinah, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP)  merupakan suatu kawasan baru dimana pada masa yang akan datang  pasti memerlukan fasilitas  transportasi angkutan umum   yang   cukup   memadai  agar  kebutuhan pergerakan penumpang maupun barang dapat dilayani secara optimal dan  potensi yang dimiliki setiap wilayah dapat dikembangkan. Adapun maksud dari penelitian ini adalah menciptakan angkutan umum yang efisien di Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP), dan tujuan penelitian ini adalah menentukan trayek Bus yang berbasis BRT (Bus Rapid Transit) untuk Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP).Dalam analisa ini dipilih trayek Nipah Kuning – ALBN sebagai trayek yang akan melayani Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP). Analisa untuk pengambilan keputusan menggunakan metode Analisis Multi Kriteria (AMK) Scoring, yaitu suatu model yang mampu mengkoordinir seluruh permasalahan dalam pengambilan keputusan untuk memilih 1 (satu) rute yang paling optimal dari beberapa alternatif rute. Kriteria-kriteria yang digunakan  antara lain kriteria potensi travel demand (pergerakan penumpang) dengan sub kriterianya kepadatan penduduk, kriteria kondisi  jaringan jalan dan karakteristik lalu lintas dengan sub kriterianya kondisi struktur jaringan jalan, dan kriteria karakteristik rute dengan sub kriterianya panjang lintasan rute, dan tingkat kemudahan (aksesibilitas) ke rute. Untuk rute yang akan dilewati  trayek Nipah Kuning - ALBN diajukan 5 (lima) alternatif rute yang mana akan dipilih 1 (satu) alternatif rute terbaik. Dengan menggunakan metode Analisis Multi Krtieria (AMK) Scoring untuk menentukan rute yang optimal untuk trayek Nipah Kuning - ALBN. Berdasarkan metode Analisis Multi Krtieria (AMK) Scoring, dimana preferensi tertinggi didapatkan oleh alternatif  rute 1 dengan dimana preferensi tertinggi didapatkan oleh alternatif  rute V dengan preferensi rata-rata 48,5 %, nilai preferensi kedua tertinggi dimiliki oleh alternatif  rute II dengan rata-rata presentase preferensi sebesar 45 %, sedangkan nilai preferensi ketiga adalah alternatif  rute III dengan preferensi rata-rata 42,25 %, kemudian nilai preferensi keempat adalah alternatif  rute IV dengan preferensi rata-rata 41,65 %, dan tingkat preferensi terendah dimiliki oleh alternatif  rute I sebesar 40,5 %.. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alternatif rute V merupakan rute yang layak diprioritaskan sebagai rute untuk trayek Nipah Kuning – Terminal ALBN. (Alternatif Rute V : Jl. Lintas Kalimantan (Ternimal ALBN) – Jl. A. Yani II – Jl. A. Yani I – Jl. Sultan Abdurahman – Jl. Uray Bawadi – Jl. P. Natakusuma – Jl. Dr. Wahidin. S. – Jl. Husin Hamzah – Jl. Tabrani - Jl. Karet – Jl. Kom. Yos. Sudarso (terminal Nipah Kuning) -  Jl. Kom. Yos. Sudarso – Jl. Pak Kasih – Jl. Rahadi Usman – Jl. Tanjungpura – Jl. Imam Bonjol – Jl. Adisucipto – Jl. Alianyang KKR (Terminal ALBN). Adapun kelebihan dari alternatif rute V adalah potensi travel demand (pergerakan penumpang) yang tinggi yakni kepadatan penduduk yang memiliki potensi demand yang tinggi, kondisi jaringan jalan yang masih baik, panjang lintasan rute yang tidak terlalu panjang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alternatif rute V merupakan rute dengan nilai persentase tertinggi yang diprioritaskan sebagai rute untuk trayek Nipah Kuning - ALBN. Kata Kunci : Bus Rapid Transit (BRT), Trayek Angkutan Umum, Analisis Multikriteria
UJI NILAI KEKESATAN PERMUKAAN JALAN BERDASARKAN JENIS PADA LAPISAN PERMUKAAN PADA PERKERASAN LENTUR Putri, Karolina Ginting; Akhmadali, -; Sulandari, Eti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the main requirements of paved road layers is the comfortable feeling that the road should be flat. Surface roughness, the slope of the surface and light reflection are the functional requirements of the surface pavement layer. Road surface entanglement is closely related to safety and comfortable feeling of road users. In Pontianak, nearly all roads use flexible pavements. Flexible pavement has some types of surface layers that have different roughness. Therefore, this research wanted to see the relationship between the type of surface layers on flexible pavement with the value of surface roughness.            In this research, the value of surface roughness using BPT (British Pendulum Tester). The location of the research was Jalan Nirbaya, Jalan Padat Karya, Jalan Untung Surapati, Jalan Merdeka, Jalan HOS Cokroaminoto and Jalan Urip. The result of the survey showed that latasir has a greater axial value than HRS/WC, and also the temperature also has influence to the value of surface roughness Keyword: Friction Resistance, British Pendulum Tester, British Pendulum Number
PERENCANAAN SISI UDARA (RUNWAY, TAXIWAY, DAN APRON) BANDARA BARU DI KABUPATEN KETAPANG Priyanto, Heri; Akhmadali, -; Erwan, Komala
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35279

Abstract

Bandar Udara Rahadi Oesman yang terletak di Kota Ketapang. Lokasi Bandar ini memiliki letak lokasi yang kurang menguntungkan, terutama untuk pengembangan layanan jasa transportasi udara di masa akan datang. Adanya rencana relokasi Bandar udara Rahadi Osman, diperlukannya Perencanaan sisi udara (Runway, taxiway, dan apron) bandara baru di Kabupaten Ketapang. Penelitian ini dilakukan untuk Menentukan jumlah Pertumbuhan penumpang 10 tahun yang akan datang, Menentukan jenis pesawat dan klasifikasi pesawat berdasarkan Peramalan jumlah pertumbuhan penumpang, dan Menentukan ukuran Runway, Taxiway dan Apron untuk rencana bandara baru di Kabupaten Ketapang. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data penumpang dan pergerakan Pesawat di bandara rahadi oesman Ketapang, data penduduk. Model metode peramalan meliputi model trend analysis, model Ekonometrik, dan model Market Share. Analisis menggunakan regresi linier dengan program excel. Hasil penelitian ketiga model, didapat model peramalan yang terbaik yaitu model Trend Analysis. Dari hasil peramalan didapat jumlah penumpang pada tahun 2028 adalah 684.256 Penumpang/tahun dengan jumlah pergerakan pesawat sebanyak 6.505 pesawat/Tahun dengan menggunakan jenis pesawat Boeing 737-200. Bandar udara baru di Kabupaten Ketapang secara teknis tergolong bandar udara kelas 4C sesuai standar ICAO dan Peraturan Direktorat Jendral perhubungan udara nomor : kp 39 tahun 2015.Kata kunci : Bandar Udara, Peramalan, Runway, Taxiway, Apron
PERENCANAAN ANGKUTAN PARIWISATA KOTA PONTIANAK Tanamal, Rien; Akhmadali, -; Kadarini, S. Nurlaily
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.25311

Abstract

Perkembangan industri pariwisata di kota Pontianak mulai menjadi perhatian serius pemerintah kota Pontianak saat ini. Untuk mengembangkan pariwisata di kota Pontianak memerlukan kreativitas serta  inovasi baru selain infrastruktur yang menunjang. Banyak komponen yang terlibat dalam industri pariwisata, seperti hotel, restoran, obyek wisata dan tempat-tempat hiburan. Sarana transportasi pariwisata berfungsi untuk menghubungkan tempat-tempat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rute, sistem operasional angkutan wisata seperti jumlah armada, jumlah rit, headway, waktu siklus serta BOK dan tarif dari pengoperasian angkutan pariwisata. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer yaitu melakukan wawancara dengan pemilik usaha servis kendaraan bus untuk mengetahui biaya suku cadang dan servis. data sekunder berupa daftar ODTW dan hotel di kota Pontianak, jumlah pengunjung hotel, pajak dan penyusutan kendaraan. Analiasis perhitungan sistem operasional angkutan wisata, perhitungan BOK dan tarif mengacu pada SK Dirjen Perhubungan Darat No. 687 tahun 2002. Rute angkutan pariwisata ini direncanakan menjadi empat rute. Untuk Rute A, jumlah armada yang dibutuhkan 3 unit bus dan 15 rit per hari, BOK sebesar Rp. 6.121,00,- per bus-km dan tarif per penumpang sebesar Rp. Rp. 75.200,- Untuk Rute B, jumlah armada yang dibutuhkan 5 unit bus dan 14 rit per hari, BOK sebesar  Rp. 5.818,05,-per bus-km dan tarif per penumpang sebesar Rp. 76.650,-. Untuk Rute C, jumlah armada yang dibutuhkan sebanyak 3 unit dan jumlah rit per hari adalah 15 rit. BOK per bus-km sebesar Rp. 6.649,02,- dan besar tarif per penumpang sebesar Rp. 73.150,-. Sedangkan untuk Rute D, jumlah armada yang dibutuhkan 5 unit dan jumlah rit per hari adalah 14 rit. BOK sebesar Rp. 5.883,19,- per bus-km dan besar tarif per penumpang sebesar Rp. 76.400,-. Kata kunci : Angkutan Pariwisata, BOK, Perencanaan Trayek