Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

STUDI PERENCANAAN RUTE ANGKUTAN UMUM DI KOTA PONTIANAK Buchika, Muhammad Dexy; Erwan, Komala; Akhmadali, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.713 KB)

Abstract

Pontianak sebagai salah satu ibu kota di pulau Kalimantan Barat, Untuk menunjang kelancaran berbagai aktifitas kegiatan dan mobilitas penduduk di kawasan ini diperlukan fasilitas transportasi angkutan umun yang cukup memadai. Dengan demikian angkutan umum mempunyai peranan yang sangat penting di dalam menampung dinamika pergerakan masyarakat untuk melakukan berbagai aktifitasnya.Analisis Multi Kriteria adalah suatu metode pemilihan alternatif, dimana setiap alternatif akan dinilai menggunakan kriteria – kriteria tertentu sehingga kemudian alternatif yang terpilih adalah alternatif dengan penilaian terbaik berdasarkan kriteria – kriteria tersebut. Analisis Multi Kriteria (AMK) menggunakan persepsi peneliti sendiri terhadap kriteria-kriteria atau variabel-variabel yang dibandingkan dalam pengambilan keputusan. Analisis ini akan digunakan beberapa alternatif, dimana diharapkan bahwa rute terpilih secara optimal merupakan rute yang memberikan kontribusi bagi pengembangan wilayah, mudah diakses, efisien secara pembiayaan dan menimbulkan dampak negatif minimal bagi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.Kriteria yang digunakan dalam AMK diantaranya adalah: kemudahan pencapaian tujuan (aksesibilitas), Kepadatan Penduduk, Tata Guna Lahan, Kondisi Struktur jaringan jalan, Volume Lalu Lintas, Panjang Lintasan, Lebar Jalur Lintasan, Waktu Tempuh, aspek kenyamanan  dan aspek keamanan. Dari hasil penilaian yang telah dilakukan dapat ditentukan bobot dari tiap kriteria. Proses pembobotan untuk mendapatkan bobot kepentingan setiap kriteria secara umum dilakukan dengan metodologi sebagai berikut: Memberikan Penilaian masing-masing rute pada setiap kriteria. Setelah nilai di dapat, maka di jumlahkan nilai dari seluruh kriteria untuk masing-masing rute. Hasil dari pembobotan, kriteria yang memberikan pengaruh terbesar dalam penilaian adalah kriteria kedua yaitu Tata Guna Lahan. Dari hasil skoring dan penilaian menggunakan AMK maka rute terpilih adalah rute keempat yaitu Rumah Radank - Jl.Dr. Sutomo – Jl.Pangeran Natakusuma – Jl.Ali Anyang – Jl.GustiHamzah – Jl.Jeranding – Jl.R. E.Martadinata – Jl.Kom Yos Sudarso – Jl.Karet – Jl.TabraniAhmad – Jl.R.E.Martadinata – Jl.H.Rais A.Rachman – Jl.Gusti Hamzah – Jl.Ali Anyang – Jl.Uray Bawadi – Jl.Sultan Syahri  – Rumah Radank.            Kata kunci : Perencanaan Rute, Analisis Multi Kriteria
PERBANDINGAN BIAYA ANGKUTAN BARANG ANTARA SISTEM TRANSPORTASI SINGLE-MODA DAN MULTIMODA (STUDI KASUS : TRAYEK PONTIANAK-SINTANG) Agrista, Pregi; Akhmadali, -; Widodo, Slamet
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.161 KB)

Abstract

Jalan raya memiliki peran yang sangat strategis karena kenyamanan dan efisiensi waktu yang diberikan. Jalan penghubung wilayah studi adalah jalan nasional dengan kelas IIIA. Jalan tersebut mengalami kerusakan yang mempengaruhi biaya operasional moda angkutan barang dan berdampak pada harga jual barang yang diangkut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efisiensi biaya operasional angkutan barang dengan menggunakan transportasi multimoda dan mengetahui pengaruh multimoda terhadap kerusakan jalan.                Hasil penelitian menunjukan bahwa BOK kapal bandong adalah Rp 6,7,-/km/ton dan BOK truk adalah Rp 173,-/km/ton. Analisa skenario perjalanan menghasilkan 3 skenario multimoda. Skenario 1 adalah kondisi eksisting atau single-moda yang dapat dilakukan sepanjang tahun dan memiliki biaya angkutan barang door to door sebesar Rp 108.835,-/ton. Skenario 2 adalah perjalanan multimoda yang dapat dilakukan pada bulan September-Juni dengan biaya angkutan barang door to door sebesar Rp 63.448,-/ton. Skenario 3 adalah perjalanan multimoda yang dapat dilakukan pada bulan Juli-Agustus dengan biaya angkutan barang door to door skenario ini sebesar Rp 80.409,-/ton. Angkutan multimoda direncanakan akan mengangkut komoditas semen, bahan bangunan, pupuk, barang rongsokan, karet, dan lainnya. Angkutan single-moda tetap direncanakan mengangkut komoditas tertentu seperti sembako, kelontong, dan kernel. Kondisi angkutan barang pada wilayah studi diharapkan menjadi lebih efisien dan proporsional dengan menggunakan sistem multimoda. Saat ini kapal Bandong yang tersedia idealnya sebanyak 9 unit dan truk berjumlah 88 unit. Kebutuhan moda untuk mengangkut seluruh komoditas sesuai alternatif skenario adalah sebanyak 143 truk untuk skenario 1 (single-moda), skenario 2 (multimoda 1) membutuhkan 43 unit kapal Bandong dan 49 unit truk, dan skenario 3 (multimoda 2) membutuhkan 26 unit Kapal Bandong dan 63 unit truk. Kata Kunci :Angkutan barang, efisiensi, kapal bandong, multimoda, truk.
PEMANFAATAN LIMBAH ABU BATUBARA DAN PCC SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN HRS - WC Anwar, Marsianus Topik; Akhmadali, -; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35934

Abstract

Aspal merupakan salah satu material yang digunakan sebagai bahan pembuatan jalan raya,  baik dan nyaman sebagai  perkerasan  fleksibel.  Dengan  memanfaatkan  Limbah  Abu  BatuBara  dan  Semen  PCC  sebagai  fillerdalam campuran Lataston. Untuk kedua masing-masing dibuat benda uji sebanyak 15 buah menggunakan filler Semen Pcc dan 15 buah menggunakan filler Abu Batubara dengan kadar aspal 5,5 %, 6 %, 6,5 %, 7 %, 7,5 % .Hasil  yang  didapat  menunjukan  filler  Semen  Pcc  lebih  baik  dibandingkan  dengan  filler  Abu  Batubara.  Hal tersebut dilihat dari nilai Stabilitas filler Semen Pcc  sebesar 1283 Kg dan Stabilitas filler Abu Batubara sebesar 1085 Kg.  Nilai Flow filler Semen Pcc hasilnya sama dengan filler Abu Batubara sebesar 3,9 mm. Nilai VIM filler  Semen  Pcc  sebesar  6,5%,  nilai  VIM  filler  Abu  Batubara  Sebesar  5,0  %.  Nilai  VMA  filler  Semen  Pcc sebesar 18,3%,  nilai VMA filler Abu Batubara sebesar 17,1%. Nilai VFB filler Abu Batuba ra sebesar 87,6%,nilai  VFB  filler  Semen  Pcc  sebesar  81,4%.  Nilai  MQ  filler  Semen  Pcc  Sebesar  337  kg,  nilai  MQ  filler  Abu Batubara Sebesar 278 Kg. Nilai KAO   filler Semen Pcc adalah 7,4% dan Abu Batubara nilai KAO adalah 7,4% . Penggunaan Abu Batubara dan PCC sebagai filler mampu memberikan karakteristik yang baik pada lataston.Kata kunci: filler Abu BatuBara dan PCC, Lataston (HRS-WC), Bina Marga 2010
EVALUASI STUDI TARIKAN PERGERAKAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN DAN PENATAAN AREA PARKIR DI KAWASAN PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK Faisal, Achmad; Akhmadali, -; Said, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.538 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, maka Pemerintah Kota Pontianak membangun pasar tradisional salah satunya yaitu membangun Pasar Flamboyan terletak di Jalan Gajahmada dan Jalan Pahlawan. Adapun tujuan dari penulisan skripsi adalah menghitung besarnya nilai tarikan pergerakan yang ditimbulkan oleh Pasar Flamboyan, mengetahui kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Gajahmada dan Jalan Pahlawan yang dipengaruhi dengan adanya Pasar Flamboyan serta menghitung area parkir yang dibutuhkan terhadap jumlah kendaraan yang mengalami tarikan pergerakan oleh Pasar Flamboyan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai derajat kejenuhan dengan beraktivitasnya Pasar Flamboyan pada Jalan Gajahmada sebesar 1,06 dan pada Jalan Pahlawan sebesar 0,76. Kemudian  nilai derajat kejenuhan diluar beraktivitas Pasar Flamboyan dengan mengurangi volume lalu lintas dikurangi dengan tarikan pergerakan pasar, hasilnya nilai derajat kejenuhan pada Jalan Gajahmada sebesar 0,46 dan pada Jalan Pahlawan sebesar 0,35. Sehingga pengaruh tarikan pergerakan Pasar Flamboyan menyebabkan perubahan derajat kejenuhan 0,60 pada Jalan Gajahmada dan 0,41 pada Jalan Pahlawan. Dari hasil perhitungan diperoleh kebutuhan ruang parkir kawasan Pasar Flamboyan untuk kendaraan mobil 71 ruang parkir dan kendaraan sepeda motor 898 ruang parkir. Sedangkan ruang parkir tersedia yang diperoleh dari kondisi Existing area parkir pasar 19 ruang parkir mobil dan 750 ruang parkir sepeda motor. Hal ini menyebabkan banyaknya kendaraan mobil maupun sepeda motor yang parkir di badan jalan  Sehingga dilakukan penataan pada area parkir pasar dan hasilnya dapat melayani 58 ruang parkir mobil dan 898 ruang parkir sepeda motor. Kendaraan mobil yang tidak terlayani sebanyak 13 ruang parkir di alihkan parkir pada halaman ruko di kawasan Pasar Flamboyan. Untuk mengurangi kebutuhan ruang parkir kebutuhan mobil dapat dilakukan dengan mengoptimalkan angkutan umum seperti oplet untuk rute jalan pada kawasan perbelanjaan khususnya Pasar Flamboyan. Untuk menambah ketersediaan ruang parkir juga dapat dilakukan dengan mengubah fungsi blok ruko sebagai tempat parkir serta membuat bangunan parkir di area parkir pasar. Setelah dilakukan penataan diperoleh nilai derajat kejenuhan Jalan Gajahmada dari 1,06 menjadi 0,53 dan nilai derajat kejenuhan Jalan Pahlawan dari 0,76 menjadi 0,38. Kata Kunci : Tarikan pergerakan, derajat kejenuhan, tingkat kinerja jalan  dan kebutuhan ruang parkir
ANALISA KEBUTUHAN PARKIR PADA PASAR FLAMBOYAN SEKADAU Hilmawan, Noval; Akhmadali, -; Sumiyattinah, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.192 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.38811

Abstract

Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang sifatnya sementara karena ditinggal oleh pengemudinya. Fasilitas parkir dirancang bersama - sama dengan kebanyakan gedung, untuk memfasilitasi kebutuhan parkir kendaraan bagi si pemakai gedung. Selain itu pengertian parkir idalah setiap kendaraan yang berhenti pada tempat-tempat tertentu baik yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas ataupun tidak, serta tidak semata-mata untuk kepentingan menaikkan dan/atau menurunkan orang dan/atau barang. Penelitian ini dilakukan di kawasan parkir Pasar Flamboyan Kabupaten Sekadau selama dua hari yaitu pada hari Senin dan Minggu, dengan pertimbangan pengaruh analisa kebutuhan parkir pada hari – hari tersebut dapat mewakili hari yang lainnya terhadap keluar masuk kendaraan. Survey dilakukan mulai pukul 04.00 hingga 12.00 WIB. Setelah dilakukan analisa ruang  parkir yang  dibutuhkan  saat  ini  untuk  dapat menampung  jumlah  kendaraan  yang  ada  yakni  14  SRP (Satuan Ruang  Parkir) untuk  Sepeda Motor, 3 SRP (Satuan Ruang Parkir) untuk Mobil, dengan luasan minimal yang dibutuhkan adalah 58,50 m2.Kata kunci : Kebutuhan Parkir Pada Pasar Flamboyan Sekadau
EVALUASI PERBAIKAN GEOMETRIK U-TURN PADA TINGKAT VOLUME LALU LINTAS YANG TINGGI (STUDI KASUS JALAN JENDRAL AHMAD YANI 1 KOTA PONTIANAK) Marnessi, Fatima; Akhmadali, -; Sumiyattinah, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.063 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.28792

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas di kota Pontianak adalah banyaknya U-Turn, sehingga menghambat kelancaran arus lalu lintas. Salah satu pengaruh dari gerakan U-Turn adalah melambat atau berhentinya kendaraan sehingga terjadilah kemacetan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi U-Turn khususnya U-Turn yang berada di depan Gke Pintu Elok Pontianak di ruas jalan Jend. Ahmad Yani 1 kota Pontianak serta memberikan rekomendasi penanganan perubahan geometrik pada U-Turn yang ditinjau. Untuk mendukung peneilitian ini, pengambilan data diperoleh dengan cara melakukan survey pengamatan langsung di lapangan. Survey meliputi survey volume lalu lintas pada hari senin, jumat dan sabtu. Suvey meliputi survey geometrik, volume, waktu tempuh, tundaan dan panjang antrian. Berdasarkan 2 arah jalan yang diteliti maka volume lalu lintas puncak untuk arah jalan Jend. Ahmad Yani 1 menuju jalan K.H.Ahmad Dahlan adalah sebesar 2469,4 smp/jam pukul 16.00-17.00 hari senin dan untuk arah jalan Jend. Ahmad Yani 1 menuju jalan Arteri Supadio volume puncaknya sebesar 3001,4 smp/jam pukul 07.00-08.00 hari senin. Volume puncak pada U-Turn yaitu terjadi pada pukul 16.00-17.00 hari senin yaitu sebesar 1218,1 smp/jam. Dilihat dari grafik volume lalu lintas di jalan Jend. Ahmad Yani 1 menuju jalan Arteri Supadio maka kemacetan lalu lintas paling tinggi terjadi pada hari senin pukul 16.00-17.00 dimana DS mencapai 0,94 sedangkan volume puncak U-Turn juga terjadi pada hari senin pukul 16.00-17.00. Maka terjadilah kemacetan lalu lintas dan penumpukan lalu lintas akibat U-Turn di jalan Jend Ahmad Yani 1 menuju arah jalan Arteri Supadio pada jam tersebut. Dari analisa kecepatan yaitu didapat rata-rata kecepatan kendaraan ringan yaitu sebesar 5,5 km/jam dan waktu tempuh kendaraan per 50 m yaitu rata-rata sebesar 35,48 detik, panjang antrian U-Turn maksimal 109 m dengan jumlah 9 kendaraan City Transit Bus dan Tundaan rata-rata sebesar 15,01 detik. Berdasarkan hasil analisa maka didapat alternatif dengan melakukan pelebaran median menjadi sebelumnya 5,6 m menjadi 8 m dan lajur sebelumnya 3 m menjadi 3,5 di lajur arah jalan Arteri Supadio. Hasilnya di dapat DS berkurang dari 0,94 menjadi 0,73. Tundaan kendaraan menjadi 4,22 detik. Kata-kata kunci:   Evaluasi, U-Turn,  Median, Tingkat Pelayanan
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT BEROPERASINYA TRANSMART DI JALAN ARTERI SUPADIO KABUPATEN KUBU RAYA Sari, Emyrita Randi; Akhmadali, -; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.769 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.26571

Abstract

Kabupaten Kubu Raya merupakan Kabupaten yang wilayahnya berdampingan dengan kota Pontianak.pesatnya perkembangan kota Pontianak berdampak juga pada Kabupaten kubu Raya. Pada saat ini telah di bangun  Transmart sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan di wilayah Kubu Raya. Dengan berdirinya Transmart maka akan menyebabkan tarikan lalu lintas menuju Transmart baik dari luar maupun dalam daerah Kubu Raya yang akan menambah volume lalu lintas disekitar Transmart. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya gangguan lalu lintas baik untuk saat ini maupun untuk beberapa tahun ke depan adalah dengan menganalisa dampak lalu lintas disekitar Transmart.Penelitian dilakukan  dengan ketentuan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997). Pengambilan data arus lalu lintas dilakukan selama 16 jam, pukul 06:00-22:00 dalam tiga hari yaitu sabtu, minggu, senin.Berdasarkan analisis dari data survey diperoleh bangkitan dan tarikan lalu lintas akibat beroperasinya Transmart sebesar 344 smp/jam. Derajat kejenuhan kondisi eksisting pada tahun 2017 di Jalan Arteri Supadio sebesar 0,65 sedangkan pada Jalan Major Alianyang sebesar 0,25. Setelah Transmart beroperasi pada tahun 2018 derajat kejenuhan Jalan Arteri Supadio menjadi 0,81 dan Jalan Major Alianyang 0,39. Berdasarkan peraturan MKJI 1997 bahwa DS<0,75 maka Jalan Arteri Supadio memerlukan penanganan lalu lintas dengan cara melebarkan jalan disisi kiri dan kanan sebagai tambahan untuk lajur antrian kendaraan masuk ke Transmart sebesar 1,8 disisi kiri dan 0,8 disisi kanan. Dengan dilakukannya pelebaran jalan tersebut diperoleh hasil derajat kejenuhan sebesar 0,60 dan dengan penanganan ini derajat kejenuhan Jalan Arteri Supadio masih lebih kecil dari 0,75 untuk lima tahun yang akan datang. Kata-kata kunci: Andalalin, MKJI 1997, Derajat Kejenuhan, Bangkitan dan tarikan
EVALUASI KEBUTUHAN RUANG TERMINAL TANJUNG NIAGA KECAMATAN NANGA PINOH KABUPATEN MELAWI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Arief, Asril; Akhmadali, -; Kadarini, S Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.639 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.21985

Abstract

Terminal Tanjung Niaga merupakan terminal tipe C dengan luas 2000 m ² yang fungsinya sebagai terminal angkutan dalam kota, angkutan pedesaan dan angkutan antar kecamatan dirasa perlu adanya studi mengenai "Evaluasi Kebutuhan Ruang Terminal Tanjung Niaga Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat" untuk 10 tahun mendatang guna mengantisipasi terjadinya fluktuasi dan kogesti yang akan terjadi pada suatu waktu yang diakibatkan maksimumnya arus penumpang dan kendaraan (oplet dan bis) yang menggunakan jasa terminal tersebut. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data Primer dengan survey dilapangan selama 7 hari dari tanggal 4 s/d 10 April 2016 untuk mengumpulkan data arus kendaraan dan arus penumpang dan data fasilitas yang ada di terminal Tanjung Niaga hal tersebut digunakan untuk menetukan kapasitas parkir, menentukan nilai Load factor, menentukan daya tampung terminal terhadap angkutan umum serta untuk mengetahui fasilitas yanga ada diterminal. sedangkan data Sekunder mengumpulkan data kondisi existing terminal, data rencana tata ruang wilayah, data peraturan yang berlaku dan data pertumbuhan penduduk, data pertumbuhan jumlah penumpang dan angkutan umum untuk menentukan luas terminal prediksi   10 tahun akan datang dengan metode statistic bunga berganda.Hasil evaluasi kebutuhan ruang terminal didapat luas terminal Tanjung Niaga saat ini sudah tidak mampu melayani kebutuhan angkutan umum   dimana luas yang ada sekarang hanya 2.000 m ² sedangkan kebutuhan sekarang 2.333 m ².Kebutuhan luas terminal 10 tahun akan datang dari evaluasi proyeksi pertumbuhan penduduk adalah 2.419,53 m ², proyeksi dari pertumbuhan penumpang 2.315,53 m ² dan dari pertumbuhan angkutan umum 2.843 m ²  Kata Kunci: Kebutuhan Ruang parkir Bus Terminal Tanjung Niaga
ANALISA PERHITUNGAN PEMBANGUNAN JALAN PARALEL SUNGAI RAYA DALAM MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) Ghurran, Sabiq Arbianto; Akhmadali, -; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.159 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.27599

Abstract

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang diperuntukkan bagi lalu lintas. Jika perkerasan jalan dalam kondisi baik maka arus lalu lintas akan berjalan dengan lancar, demikian sebaliknya. Dengan perkembangan pertumbuhan lalu lintas di Kota Pontianak yang setiap tahun bertambah, maka perlu diadakan peningkatan fungsi infrastruktur dalam hal ini yakni pembangunan jalan menggunakan Perkerasan Kaku atau dikenal dengan Rigid Pavement.Landasan teori dalam penelitian ini menggunakan metoda Bina Marga 2003. Adapun cara pengumpulan data primer yaitu pengambilan data lalu lintas harian rata-rata langsung di lapangan, sedangkan pengumpulan data sekunder diambil dari Direktorat Samsat Polda Kalbar dalam hal ini data pertumbuhan kendaraan bermotor.Dalam penelitian ini untuk perkerasan kaku umur rencana 20 tahun dengan laju pertumbuhan lalu lintas di kota pontianak sebesar 8,603% terdapat 295.650 truk 2 as/tahun dengan berat 13 ton yang akan melewati Jalan Paralel Sungai Raya Dalam dan didapat ketebalan pelat 16 cm dengan mutu beton K-350. Untuk perencanaan sambungan melintang umur rencana 20 tahun digunakan dowel dengan diameter 29 mm, panjang 450 mm dan jarak 300 mm. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran untuk perencanaan perkerasan kaku untuk dilaksanakan pada daerah Kota Pontianak. Kata kunci : Perkerasan kaku, ketebalan pelat, mutu beton.
ANALISIS PROBABILITAS KENDARAAN RODA DUA MENYEBERANGI SUNGAI KAPUAS MENGGUNAKAN JEMBATAN KAPUAS 2 DAN KAPAL Nasution, Barry Muhammad; Akhmadali, -; AS, Syafaruddin
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.784 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.24482

Abstract

Transportation that can be used by two-wheeler riders to cross Kapuas River in Sungai Raya consists of two options, there are Kapuas Bridge 2 and klotok in Sungai Ambangah - Arang Limbung village. The subjects of this study are two-wheeler riders that came from Kapur, Mekar Baru, Madu Sari and Sungai Ambangah village with destination to Sungai Raya, Teluk Kapuas and Arang Limbung village. The purpose of this study was to examine the factors that can be affected the two-wheeler riders in choosing a mode of transport crossing (mileage, travel time, value of time, and expense) on both routes that were observed and also obtain a mode choice models by using logit models. The relationship between these factors are described by a mathematical model. This model is used to determine the sensitivity model from responses of two-wheeler riders who choose klotok, if there’s a change in one of factor that influence the mode choice.The data collection process lasted for 4 days at two different locations, there are Desa Kapur with the direction toward Kapuas Bridge 2 and in boat dock. The information that have to require are origin-destination survey, speed surveys, and  two-wheeler’s income that came from Kapur, Mekar Baru, Madu Sari and Sungai Ambangah village.The analysis showed that there is significant relationship between distance, travel time, value of time and expense that affect two-wheeler riders from Kapur, Mekar Baru, Madu Sari and Sungai Ambangah village to use klotok.   Keywords: mode choice, sensitivity, logit model, two-wheeler riders