Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JPLED

Non-formal Education Practitioners Facing Changes in the Organizational Structure of the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia in 2020 Pamungkas, Alim Harun; Ningrum, Tia Ayu
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 1 No. 2 (2021): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.763 KB) | DOI: 10.58737/jpled.v1i2.12

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui respon dibalik implementasi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Desain yang digunakan adalah studi kasus. Beberapa data tentang pendapat pengelola pendidikan nonformal di Padang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Beberapa data lain diperoleh melalui wawancara dengan informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktisi pendidikan di Padang belum siap dan tidak mendukung implementasi kebijakan. Alasan di balik tanggapan tersebut adalah ketidakpercayaan praktisi terhadap perubahan yang direncanakan oleh pemerintah. Manajer pesimis tentang keberhasilan implementasi kebijakan ini. Hal ini terjadi karena setiap perubahan kebijakan yang ada selama ini tidak memberikan dampak yang signifikan.
Peningkatan Kompetensi Literasi Digital Guru Melalui Bimtek Pembuatan Media dan Evaluasi Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar Ningrum, Tia Ayu; Dea Stivani Suherman
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 2 No. 3 (2022): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.052 KB) | DOI: 10.58737/jpled.v2i3.55

Abstract

Pembelajaran daring merupakan tuntutan di era 4.0 saat ini. Hal ini karena perkembangan teknologi dan informasi sehingga pembelajaran harus dilaksanakan menggunakan teknologi. Selain itu, adanya wabah Covid-19 melahirkan kebijakan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanaka dirumah dengan metode daring. Untuk itulah guru dituntut untuk memiliki kompetensi digital literasi masa kini agar dapat melakukan pembelajaran daring. Namun, permasalahan yang ada saat ini adalah masih banyak guru belum paham dengan teknologi digital yaitu 97,5% guru. Hal ini seperti yang diketahui dari hasil wawancara dan observasi di Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera barat bahwa masih banyak guru yang belum mampu melaksanakan pembelajaran menggunakan teknologi digital. Dan juga masih banyak guru yang belum mampu melaksanakan pembelajaran daring. Masih banyak guru yang belum bisa melakukan evaluasi pembelajaran secara daring.Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan transfer ilmu melalui bimtek pembelajaran daring untuk guru. Tahap pertama yang dilakukan adalah melakukan pengujian kompetensi digital literasi guru melalui angket. Setelah itu memberikan pemahaman kepada guru tentang pembelajaran daring. Kemudian tahap selanjutnya melakukan bimtek tentang pembuatan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif untuk pembelajaran. Selanjutnya dilakukan bimtek tentang pelaksanaan evaluasi pembelajaran daring untuk guru. Tahap terakhir, melakukan evaluasi tentang kompetensi digital literasi guru tentang pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran daring mengunakan angket.
Kompetensi Digital Guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kecamatan Padang Selatan Fira April Liani, Fira April Liani; Ningrum, Tia Ayu
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 3 No. 3 (2023): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v3i3.205

Abstract

Artikel ini membahas tentang kompetensi digital guru di Sekolah Menengah Atas (SMA). Latar belakang penelitian ini dilakukan karena adanya perkembangan teknologi yang mengarah kepada alat-alat yang semakin terdigitalisasi, dan dorongan peningkatan kualitas guru supaya mampu mengimbangi perubahan yang ada pada saat ini maka diperlukannya kompetensi digital guru untuk menjawab kebutuhan peserta didik. Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran ditujukan agar memudahkan dan mengefektifkan kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik diharapkan mendapatkan materi pembelajaran melalui media digital yang telah disediakan, tujuannya adalah agar mendapatkan  gambaran informasi kompetensi digital dan upaya peningkatan kompetensi digital guru. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif Kuantitatif, populasi penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar di SMA Kecamatan Padang Selatan dengan jumlah 110 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan Teknik Proportional Simple Random Sampling dengan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 53 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dengan model Skala Likert dengan lima pilihan jawaban. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan SPSS versi 21. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen kompetensi digital guru tersebut valid dan reliabel. Data penelitian diolah dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 21. Melakukan analisis deskriptif dihitung terlebih dahulu. Kemudian dilakukan uji normalitas dan uji hipotesis dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) konten pembelajaran digital dengan skor rata-rata 4.19 dan nilai capaian 83.77% kategori tinggi. 2) informasi digital dengan skor rata-rata 4.26 dan nilai capaian 85.04% kategori tinggi. 3) komunikasi online dengan skor rata-rata 4.28 dan nilai capaian 85.54% kategori tinggi. 4) pemecahan masalahan dengan skor rata-rata 4.1 dan nilai capaian 81.85% kategori tinggi. 5) keamanan digital dengan skor rata-rata 4.3 dan nilai capaian 86% kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kompetensi digital guru di SMA Kecamatan Padang Selatan pada kategori tinggi. Kepada guru agar lebih meningkatkan kompetensi digital guru dalam konten pembelajaran digital, informasi digital, komunikasi online, pemecahan masalah, dan keamanan teknologi digital dengan mau belajar lagi agar lebih baik dalam pemanfaatan media digital yang fleksibel dan memudahkan antara guru dan para murid dengan pembelajaran yang efisien dan efektif
Iklim Organisasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman Barat Susanti, Lusi; Lara maisiska; Sabandi, Ahmad; Ningrum, Tia Ayu
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 3 No. 4 (2023): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v3i4.243

Abstract

This study aims to obtain information about the organisational climate in the education office and West Pasaman district seen from indicators of warmth, innovation, cooperation, openness, support and responsibility in the West Pasaman District Education and Culture Office. This type of research is descriptive research. The research population was all employees at the West Pasaman Regency Education and Culture Office, totaling 72 people. Determination of the magnitude is determined by the Slovin formula, withdrawal using saturated sampling technique. The instrument used was a questionnaire with a Likert scale and tested its validity and reliability. Furthermore, the data collected is analysed by finding the average and categorising the level of achievement. The results showed that organisational climate was seen 1) warmth 4.3, 2) innovation 4.3, 3) collaboration 4.4, 4) openness 4.4 5) support 4.3 and 6) responsibility 4.3. So the organisational climate in the Pasaman Barat district education office is included in the conducive category with an average score of 4.4.
Pengelolaan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 1 Kota Solok: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Kurikulum Merdeka Wulandari, Cut Reza; Ningrum, Tia Ayu; Syahril
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v4i1.250

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman sekolah terutama guru terkait pengelolaan kurikulum merdeka yang terlihat dari beberapa fenomena yang muncul diantaranya: sekolah kurang memahami pengelolaan kurikulum merdeka sesuai dengan peraturan yang diedarkan oleh kemendikbudristek. Selain itu, beberapa guru menyatakan belum memahami tentang pengelolaan pembelajaran dengan kurikulum merdeka. Adapun fenomena lainnya, Guru sulit menyesuaikan perubahan kurikulum dengan kurikulum yang ada saat ini (merdeka) dan belum menguasai materi sesuai alur tujuan pembelajaran. Selain itu, terdapat sebagian guru yang mengeluh dalam membuat perencanaan pembelajara serta melakukan evaluasi pembelajaran dengan kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembelajaran dengan kurikulum merdeka, pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum merdeka, dan evaluasi pembelajaran dengan kurikulum merdeka dalam pengelolaan kurikulum merdeka di SMK Negeri 1 Kota Solok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik snowball sampling dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan Teknik triangulasi untuk mendapatkan jawaban yang lebih efektif serta akurat. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Waka Kurikulum dan guru. Hasil yang diperoleh dalam penelitian terkait pengelolaan kurikulum merdeka di SMK Negeri 1 Kota Solok diantaranya: 1) perencanaan kurikulum merdeka dilakukan oleh semua unsur di sekolah yang dengan mengikuti pedoman KOSP, 2) pelaksanaan kurikulum merdeka dilakukan melalui penyusunan RPP dan P5, 3) Evaluasi kurikulum merdeka mencakup penilaian formatif dan sumatif serta pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan guru dapat meningkatkan pemahaman kurikulum merdeka melalui pelatihan workshop atau pelatihan berbasis mandiri yang dapat diakses melalui aplikasi PMM (Platform Merdeka Mengajar) dan mampu mengaplikasikan berbagai perangkat pembelajaran pada minat dan kebutuhan dari peserta didik. Selain itu, diharapkan usaha kepala sekolah dalam rangka meningkatkan pemahaman kurikulum merdeka kepada guru dan peserta didik dan juga Diharapkan usaha dinas Pendidikan untuk mendukung dan mensukseskan sekolah-sekolah yang mulai menyelenggarakan program kurikulum merdeka.
Persepsi Guru Terhadap Implementasi Program Kampus Mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri sekecamatan Koto XI Tarusan Utari, Shielvy Permata; Jasrial; Rifma; Ningrum, Tia Ayu
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v4i3.306

Abstract

Pendidikan dihadapkan pada perkembangan yang begitu pesat, sehingganya membutuhkan perubahan. Program kampus mengajar hadir sebagai upaya perubahan dalam dunia pendidikan. Program kampus mengajar membantu mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan sehingganya bisa direalisasikan kepada instansi pendidikan, baik itu kepada siswa maupun guru. Namun masih banyak hal yang ditemui dilapangan bahwa implementasi program kampus mengajar belum baik. Oleh sebab itu, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah seberapa baik implementasi program kampus mengajar dilihat dari peningkatan literasi, numerasi dan adaptasi teknologi? Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi penelitian adalah guru di SDN sekecamatan Koto XI Tarusan yang berjumlah 39 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu 39 orang karena menggunakan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket model skala likert dengan pilihan jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Angekt penelitian ini telah diuji validasi dan realibilitasnya, selanjutnya data diolah dengan rumus rata-rata (mean). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persepsi guru terhadap implementasi program kampus mengajar di SDN sekecamatan Koto XI Tarusan pada aspek 1) peningkatan literasi dengan skor rata-rata 4,35 berada pada kategori baik, 2) peningkatan numerasi dengan skor rata-rata 4,28 berada pada kategori baik, 3) adaptasi teknologi dengan skor rata-rata 4,32 berada pada kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa implementasi program kampus mengajar di SDN sekecamatan Koto XI Tarusan berada pada kategori Baik dengan skor rata-rata 4,32.berada kategori baik.