Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemanfaatan Air Fermentasi Dari Limbah Cucian Beras di Desa Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang rahmi, Hayatul; Bayfurqon, Fawzy Muhammad; Momon, Ade
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v2i1.11072

Abstract

Desa Adiarsa Barat memiliki lahan/ fasilitas umum/ pekarangan rumah yang kurang dimanfaatkan dengan maksimal. Masyarakat dalam 1 tahun terakhir ini sudah mulai membuat taman pada lahan tersebut, tapi belum diberdayakan dengan optimal. PkM di desa ini diharapakan agar masyarakat desa bisa mengaplikasikan ilmu yang diberikan oleh Tim pengabdian. Sehingga diharapkan warga masyarakat bisa memanfaatkan lahan tersebut dengan semaksimal mungkin. Metode pelaksanaan PkM yaitu pertama pengenalan apa itu air cucian beras dan manfaatnya bagi tanaman, kedua pengenalan apa itu air fermentasi cucian beras, ketiga praktek pembuatan pupuk fermentasi air cucain beras secara langsung dan keempat sesi terakhir tanya jawab dengan warga. Hasil PkM yaitu didapatkan bahwa masyarakat Desa Adiarsa memiliki antusias yang tinggi dalam mengikuti pelatihan dan ingin mengaplikasikan pada tanaman yang ada pada halaman pekarangan rumahnya, dan ingin menanam tanaman obat keluarga pada lahan kosong perumahan. PkM ini telah membantu masyarakat dalam meningkatkan ilmu pengetahuan terkait kandungan air cucian beras dan meningkatkan keterampilan dalam pembuatan air fermentasi limbah cucian beras dan meningkatkan minat masyarakat dalam mempraktekkan aplikasi air fermentasi limbah cucian beras terhadap tanaman yang ada di pekarangan rumah warga masing-masing.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Cilamaya Wetan, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang rahmi, Hayatul; Bayfurqon, Fawzy Muhammad; Jaman, Jajam Haerul
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v2i1.11073

Abstract

Desa cilamaya Wetan rata-rata penduduk laki-lakinya bekerja sebagai petani. Ada yang meniliki lahan sendiri, ada pula yang lahannya status disewa. Dan ibu-ibunya rata-rata sebagai ibu rumah tangga. Desa ini masih jarang mendapat pelatihan dan warga masih minim ilmu terhadap pupuk organic cair. Sehingga PkM ini sangat diharapkan dapat memberikan manfaat pada warga desa untuk dapat terampil dalam membuat POC dari limbah organic dan dapat mengaplikasikannya pada lahan persawahan yang mereka miliki. Metoda PkM diantaranya : survei lokasi, mengurus perizinan pada Dinas terkait, pelaksanan meliputi pengenalan kandungan dan manfaat air cucian beras, pengenalan Pupuk Organic cair sebagai pengganti pupuk kimia, praktek bersama pembuatan Pupuk Organic cair dari limbah air cucain beras. Hasil penelitian yaitu : warga masyarakat peserta pelatihan memiliki minat yang tinggi dalam pembuatan Pupuk Organic air dan warga akan pengaplikasikan Pupuk Organic cair pada lahan pertanian yang mereka miliki. Warga bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia karena penggunaan Pupuk Organic air sebagai substitusi.
Respon Eksplan Daun Tanaman Anggrek (Dendrobium imelda marina masagung (L.) Neo Cheng Soon) Terhadap Kombinasi NAA dan BAP Santoso, Bayu Aji; Lestari, Ani; Rahmi, Hayatul
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i1.4773

Abstract

Budidaya tanaman anggrek secara konvensional terbilang sangat lama karena hanya mengandalkan pemisahan rumpun maupun anakan. Lamanya hasil budidaya secara konvensional maka dibutuhkan upaya percepatan budidaya yang lebih efektif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kultur jaringan secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi NAA dan BAP yang memberikan hasil paling optimal terhadap pertumbuhan kalus tanaman anggrek (Dendrobium imelda marina masagung (L.) Neo Cheng Soon). Bahan tanaman yang digunakan adalah daun planlet yang berusia 8 bulan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor Tunggal dengan menggunakan 2 kombinasi hormon auksin dan sitokinin. Eksplan dikulturkan selama 12 minggu pada media MS instan dengan kombinasi konsentrasi NAA dan BAP. Parameter yang diukur adalah waktu muncul kalus, diameter kalus, bobot basah kalus, dan morfologi kalus. Data yang diperoleh kemudia dianalisis menggunakan uji DMRT pada taraf 1%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan K2 (0,5 ppm BAP + 1,0 ppm NAA) merupakan kombinasi paling optimal untuk menghasilkan presentase rerata waktu muncul kalus tercepat yaitu 54,4 HSK, diameter kalus tertinggi yaitu sebesar 1,248 mm, bobot basah eksplan sebesar 0,220 gram, dan morfologi kalus yang terbentuk yaitu kompak. Kata Kunci: Dendrobium imelda marina masagung (L.) Neo Cheng Soon, ZPT NAA, ZPT BAP, Kultur Jaringan
Evaluasi Sistem Tanam Tumpangsari Beberapa Galur Hibrida Jagung (Zea mays L.) dengan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Supriadi, Devie Rienzani; Rianti, Winda; Muharam, Muharam; Azizah, Elia; Bastamansyah, Bastamansyah; Sugiarto, Sugiarto; Sugiono, Darso; Rahmi, Hayatul; Ruswandi, Dedi
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 2 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i2.2676

Abstract

Sistem tanam tumpangsari telah lama diterapkan dalam praktik pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi lahan dan hasil panen, terutama pada tanaman pangan. Salah satu kombinasi yang potensial adalah tumpangsari tanaman jagung dan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi galur hibrida jagung (Zea mays L.) dengan tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) terbaik berdasarkan evaluasi sistem tanam tumpangsari. Penelitian dilakukan di lahan Politeknik Kelautan dan Perikanan, Karangpawitan, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang pada Februari-Mei 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 13 perlakuan dengan 3 kali ulangan: V1; V2; V3; V4; V5; V6; V7; V8; V9; V10; V11; V12; V13. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) uji F taraf 5%. Apabila uji F signifikan, dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil evaluasi tumpangsari menunjukkan perlakuan V10 memiliki nilai tertinggi pada LER sebesar 3,37 dan Agresivitas sebesar 0,27. Perlakuan V12 memiliki nilai RCC tertinggi 7,43 dan perlakuan V1 memiliki nilai CR tertinggi 10,68 pada tanaman jagung.
Antioxidant Activity of Kawista Leaves and Fruit Skin Extract (Limonia acidissima L) from Karawang Regency Rahmi, Hayatul; Rahmadewi, Reni
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 1 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i1.149

Abstract

Antioxidants are compounds that can capture free radical activity because they can donate one electron to free radicals. The purpose of this study was to determine how much the antioxidant activity of leaf extract and kawista fruit skin from Karawang Regency. This research is an experimental, the research method used extraction (maceration) with cold aquades, hot aquades, and ethanol 96%. Tested of antioxidant activity can be done by measuring DPPH radical breakfast (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) using a UV-Vis spectrophotometer. The results were obtained by the highest antioxidant activity of kawista leaf extract with hot water solvents : 134.56 ppm and the highest antioxidant activity in kawista fruit skin samples achieved by ethanol solvents with a value of 381.36 ppm.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa L.) Varietas Red Rapid Akibat Pemberian Air Fermentasi Limbah Organik Copertino, Yosef Arby; Sugiono, Darso; Rahmi, Hayatul
JURNAL AGROPLASMA Vol 12, No 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025): (JURNAL AGROPLASMA VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2025)
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v12i2.7723

Abstract

The less optimal management of organic waste results in waste still accumulating without any follow-up actions. Efforts to reduce the spike in organic waste piles can be made by utilizing it as fermentation water. This study aims to determine the effect of providing fermentation water from organic waste on the yield and growth of red lettuce, variety Red Rapid. The research method uses an experimental method with a Single Factor Completely Randomized Block Design (RBD). The factor tested is the addition of fermentation water from organic waste, which consists of 5 treatments and is repeated 5 times. The treatments used include A (Control 0 ml/l), B (Concentration 100 ml/l), C (Concentration 200 ml/l), D (Concentration 300 ml/l), and E (POC NASA 5 ml/l). The effect of the treatments was analyzed using variance analysis, and if tested with F at a 5% significance level, it would proceed with the DMRT (Duncan Multiple Range Test) at a 5% level. The results of the study show that treatment C The concentration of Fermented Water from organic waste at 200 ml/l yielded the highest results for the number of leaves at 28 days after planting (23.6 leaves),  Keywords: fermented water, organic waste, red lettuce (Lactuca sativa L.)
Organogenesis Kalus Tanaman Krisan (Chrysanthemum indicum L.) Dengan Penggunaan Kinetin Dan NAA (Naphthalene Acetic Acid) Restu Dinika, Aliffia; Widyodaru Saputro, Nurcahyo; Sulandjari, Kuswarini; Rahmi, Hayatul
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3845

Abstract

Krisan (Chrysanthemum indicum L.) adalah salah satu jenis tanaman hias yang banyak diminati di Indonesia. Perbanyakan tanaman krisan bisa dilakukan dengan cara kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi kinetin dan NAA (Naphthalene Acetic Acid) yang memberikan pertumbuhan organogenesis pada kalus tanaman krisan (Chrysanthemum indicum L.). Media dasar yang digunakan adalah Murashige dan Skoog. Penelitian ini terdiri dari 16 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pertumbuhan tunas yang berjumlah 3 tunas pada 3 perlakuan, serta pertumbuhan akar pada 1 perlakuan. Konsentrasi Kinetin dan NAA (Naphthalene Acetic Acid) yang berhasil memberikan pertumbuhan tunas adalah konsentrasi Kinetin 0 mg/l + NAA 1 mg/l (perlakuan K1N3), konsentrasi Kinetin 2 mg/l + NAA 0,5 mg/l (perlakuan K2N2), dan konsentrasi Kinetin 3 mg/l + NAA 0,5 mg/l (perlakuan K4N2). Untuk konsentrasi Kinetin dan NAA (Naphthalene Acetic Acid) yang berhasil memberikan pertumbuhan akar adalah konsentrasi Kinetin 3 mg/l + NAA 0,5 mg/l (perlakuan K4N2). Kata kunci : Organogenesis, Kinetin, NAA, Kalus
DISEMINASI VERTIKAL URBAN FARMING BERBASIS TENAGA SURYA DI DESA KUTAAMPEL KAB. KARAWANG Laksono, Rommy Andhika; Rahmi, Hayatul; Yusuf, Abdul; Pertiwi, Anggun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5437

Abstract

ABSTRACTThis community service initiative aims to introduce and implement a solar-powered vertical urban farming system as an innovative solution to land scarcity, dependence on fossil fuels, and the low engagement of youth in the agricultural sector in Kutaampel Village, Karawang Regency. The program was conducted from January to December 2025 in Kutaampel Village, Batujaya District, Karawang Regency. Employing a participatory and educational approach, the initiative involved 30 participants from diverse backgrounds across four main phases: outreach and socialization, technical training, field simulation, and mentoring with evaluation. The outreach phase successfully enhanced participants’ understanding of modern agriculture and renewable energy concepts. Technical training equipped them with skills to assemble the UNSIKA Solar-Powered Hydroponic and Aeroponic System (SHIATUN), install solar panels, and operate Internet of Things (IoT)-based humidity sensors. Field simulations resulted in a functional SHIATUN prototype capable of efficiently supporting horticultural crop growth. A three-month mentoring period revealed that 70% of participants could independently manage the system, with three groups successfully replicating it in their home gardens. The program also sparked increased interest among village youth in technology-based agriculture. The outcomes demonstrate that disseminating solar-powered vertical farming technology can serve as an effective strategy for enhancing local food resilience, fostering farmer regeneration, and strengthening rural community self-reliance in the face of climate change and resource limitations.Keywords: Vertical Urban Farming, Solar Energy, Karawang Regency ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan sistem urban farming vertikal berbasis tenaga surya sebagai solusi inovatif terhadap keterbatasan lahan, ketergantungan energi fosil, dan rendahnya partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian di Desa Kutaampel, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kutaampel Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang pada bulan Januari- Desember 2025. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari berbagai latar belakang dalam empat tahapan utama: penyuluhan dan sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi lapangan, serta pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep pertanian modern dan energi terbarukan. Pelatihan teknis membekali peserta dengan keterampilan merakit sistem Hidroponik dan Aerophonik Tenaga Surya UNSIKA (SHIATUN), menginstal panel surya, dan mengoperasikan sensor kelembaban berbasis Internet of Things (IoT). Simulasi lapangan menghasilkan prototipe urban farming (SHIATUN) yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura secara efisien. Pendampingan selama tiga bulan menunjukkan bahwa 70% peserta mampu mengelola sistem secara mandiri, dan tiga kelompok berhasil mereplikasi sistem di pekarangan rumah masing-masing. Kegiatan ini juga memicu peningkatan minat pemuda desa terhadap pertanian berbasis teknologi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa diseminasi teknologi pertanian vertikal berbasis energi surya dapat menjadi strategi efektif dalam membangun ketahanan pangan lokal, mendorong regenerasi petani, dan memperkuat kemandirian masyarakat desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya.Kata Kunci: Vertikal Urban Farming, Tenaga Surya, Kab. Karawang