Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI TINGKAT KESERAGAMAN BATUAN HASIL PELEDAKAN DENGAN METODE KUZ-RAM DAN METODE KOEFISIEN TEKSTUR PADA FRONT I TAMBANG QUARRY PT. SEMEN PADANG Marchellevandra Gomis; Dedi Yulhendra; Ansosry Ansosry
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 1, No 1 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.363 KB) | DOI: 10.24036/bt.v2i1.5277

Abstract

PT. Semen Padang is one of the greats cement producer industry in Indonesia. PT. Semen Padang has a mining business license for limestone mining at Bukit Karang Putih – Indarung, Padang City, West Sumatera. For getting limestone, PT. Semen Padang used quarry mine system and blasting technique in separating limestone from rock body.In blasting, one of success variable can be viewed from the size of fragmentation and rock uniform level. Size of fragmentation and rock uniform level can be expected with good blast geometry plan. Will be obtained good rock fragmentation, and good uniform level. From the geometry of the blasting used in PT Semen Padang, obtained rock size fragmentation up from 120 cm percentage is 7,84 % with rock uniform level 1,47 and the volume of rock explosed 126 m3 from one blast hole. The percentage of rock filtered is quite good. However, it’s not followed by rock uniform level and rock explosed volume. So that, need for changes blast geometry with ICI – Explosive Method for getting good fragmentation size, good rock uniform level and large rock explosed volume.After calculated and experimented in the site. The most suitable blast geometry is 5 m for spacing and 4 m for burden. So, we can get 210 m3 limestone from one blast hole, with size of rock fragmentation up from 120 cm is 20,92 %, and rock uniform level 1,26. Therefore, will have the impact on increasing the limestones product and rock uniform level better.
PERENCANAAN ULANG GEOMETRI PELEDAKAN UNTUK MENDAPATKAN FRAGMENTASI YANG OPTIMUM DI LOKASI PENAMBANGAN FRONT IV QUARRY PT. SEMEN PADANG Febrianto Febrianto; Dedi Yulhendra; Rijal Abdullah
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 1, No 1 (2014): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1835.218 KB) | DOI: 10.24036/bt.v1i1.3435

Abstract

ABSTRACT PT. Semen Padang is a national cement company which owned IUP of limestone mining at Bukit Karang Putih, Indarung, Padang-West Sumatera. Limestone is the main composition of cement making.    PT. Semen Padang use quarry system in the limestone mining activity at Bukit Karang Putih. Limestone production accomplished by blast activity. The quality of blasting result really determine  the success of blast activity. The success parameter of blasting is the fragmentation of resulting  stone.Stone fragmentation evaluation can be done by noticed the blasting geometry. According to today actual blasting geometry, the fragmentation of stone with >100 cm size is 19 % (calculated using Software Split Desktop 3.1). It means that the fragmentation of stone resulting  <100 cm is not optimum,  so,  replan the blasting geometry design in order to optimize the distribution of blasting fragmentation by using R. L. Ash (desain I), ICI-Explosive formulation (design II) and the combination of ICI-Explosive formulation by fitting the field condition(design III).According to the calculation of actual fragmentation using Software Split Desktop, then design II  of blasting geometry is choosen. Based on the fragmentation  percentage of stone with >100 cm, geometry design II (0 %) compare with geometry design III (4 %), however, based on the flying rock resulting from blasting, geometry design III is recommended to be set as a new design. According to the change of the geometry, the fragmentation reduction of stone resulting from blasting >100 cm is 15 %.  Keyword: Blasting Geometry Desain, Limestone Fragmentation. ABSTRAK PT. Semen Padang merupakan perusahaan semen nasional yang memiliki IUP Penambangan batu kapur di Bukit Karang Putih, Indarung, Padang - Sumatera Barat. Batu kapur merupakan bahan baku utama untuk pembuatan semen. Kegiatan penambangan batu kapur di Bukit Karang Putih oleh PT. Semen Padang dilakukan dengan sistem quarry. Kegiatan produksi batu kapur dilakukan dengan kegiatan peledakan. Kualitas dari hasil peledakan peledakan sangat menentukan keberhasilan kegiatan peledakan. Parameter keberhasilan dari suatu kegiatan peledakan adalah fragmentasi batuan hasil peledakan.Evaluasi fragmentasi batuan hasil peledakan dapat dilakukan dengan memperhatikan geometri peledakan. Berdasarkan geometri peledakan aktual saat ini, didapatkan fragmentasi batuan yang berukuran >100 cm sebesar 19 % (perhitungan menggunakan Software Split Desktop 3.1). Hal ini menunjukkan fragmentasi batuan hasil peledakan <100 cm belum optimum. Selanjutnya dilakukan perencanaan ulang geometri peledakan untuk mengoptimumkan distribusi fragmentasi peledakan dengan rumusan R. L Ash (desain usulan I), ICI-Explosive (desain usulan II) dan kombinasi rumusan ICI-Explosive dengan penyesuaian kondisi lapangan (desain usulan III).Berdasarkan hasil perhitungan fragmentasi aktual menggunakan Software Split Desktop, maka dipilih geometri peledakan usulan III. Dari segi persentase fragmentasi batuan berukuran >100 cm, geometri usulan II (0 %) dibandingkan dengan geometri usulan III (4 %), akan tetapi dari segi lemparan batuan hasil peledakan (flying rock) geometri usulan III lebih direkomendasikan untuk ditetapkan menjadi desain baru. Dari perubahan geometri tersebut, didapatkan penurunan fragmentasi batuan hasil peledakan >100 cm sebesar 15 % . Kata Kunci: Desain Geometri Peledakan, Fragmentasi Batu Kapur.
PRODUKSI BRIKET ARANG DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG DI DESA KAMPUNG TANGAH KECAMATAN LUBUK BASUNG Mulya Gusman; Adree Octova; Dedi Yulhendra
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 3, No 3 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.698 KB) | DOI: 10.24036/bt.v3i3.101364

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditi unggulan Desa Kampung TangahKecamatan Lubuk Basung, dimana produksi jagung dari tahun ketahun mengalamipeningkatan. Dari setiap panen jagung diperkirakan jagung (rendemen) yang dihasilkansekitar 65%, sementara 35% dalam bentuk limbah berupa batang, daun, kulit, dan tongkoljagung (Anonimous, 2003). Tingginya produksi jagung tiap tahunnya berdampak padatingginya limbah yang dihasilkan terutama limbah tongkol jagung. Limbah yangdihasilkan pasca panen jagung ini yang paling mudah dan bisa dilakukan petani untukmenangani limbah tersebut adalah dengan membakarnya. Dari pengamatan lapanganditemukan bahwa tongkol jagung tidak termanfaatkan dan dibuang atau dibakar.Diketahui bahwa dari tongkol jagung yang dihasilkan sangat kaya akan karbohidrat yangdapat digunakan atau diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomiuntuk kehidupan manusia. Dengan pemanfaatan teknologi, sebenarnya limbah tongkoljagung tersebut bisa dikembangkan menjadi suatu produk yang lebih bernilai ekonomiyaitu diantaranya dijadikan sebagai briket.Kegiatan yang akan dilakukan ini dapat dijadikan sebagai alternatif pemecahanmasalah dalam mencapai tujuan serta harapan masyarakat tentang pemanfaatan limbahkhususnya tongkol jagung dan sejalan dengan tujuan dari program pengabdian denganmerangkul kelompok masyarakat supaya terciptanya lingkungan, kualitas hidup yangsehat dan menjadi desa energi. Pada program ini akan memberdayakan 2 kelompoktani yaitu Kelompok Tani Harapan dan Kelompok Tani Bangkit yang merupakan petanijagung yang hasil jagungnya dijual untuk diolah menjadi makanan ternak. Biasanya sisatongkol jagung yang telah diambil jagungnya mereka buang dan dibakar begitu saja.Padahal tonggol jagung ini bisa diolah untuk menjadikan briket yang mempunyai dayajual. Oleh karena itu tim pengabdian tertarik melakukan pengabdian di bidang ProgramKemitraan Masyarakat dengan judul “Produksi Briket Arang dengan PemanfaatanLimbah Tongkol Jagung di Desa Kampung Tangah Kecamatan Lubuk Basung”..Kegiatan yang akan dilakukan adalah bagaimana memproses tongkoljagung yang biasanya dibuang sampai menjadi briket yang mempunyai daya jual. inidimulai dari bagai mana proses mulai dari bagaimana mengolah tongkol jagung sampaimembuat alat dengan output berupa briket sebagai energi, dan dalam pelaksananya dalamwaktu 8 bulan dengan survey awal ke lapangan, melakukan pertemuan/diskusidilanjutkan pengambilan data serta kesepakatan dengan mitra. Tim pengabdian optimisdengan pelaksanaanya nantinya dapat memberikan apresiasi dan inovasi baru bagimasyarakat dan pemerintah daerah. Pada dasarnya kegiatan yang akan dilakukan ini akanmemberikan multi efek bagi masyarakat sekitar dan untuk pemerintah daerah dalammewujudkan desa energi dalam pemerintahanya.
KAJIAN SISTEM KERJA ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENGUPASAN OVERBURDEN DENGAN PENERAPAN METODE ANTRIAN DI PIT TAMAN TAMBANG AIR LAYA PT.BUKIT ASAM (PERSERO) TBK Dwi Rahmi Elvionita; Dedi Yulhendra; Yoszi Mingsi Anaperta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 3, No 2 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.458 KB) | DOI: 10.24036/bt.v3i2.10107

Abstract

Pit Taman is a mining location that located inPT.BAarea, on the process of stripping overburden in the Pit Taman uses 6 units of conveyance and 1 unit loading equipment. The production target of overburden stripping in November is not reached. This is due to the lack of composition of mechanical units and the number of waiting times that occur in the conveyance. The purpose of this research is to calculate the productivity of each fleet in the Pit Taman, to calculate the compatibility of tools in Pit Taman, to gain effort and to reduce queue time at overburden production in the Pit Taman and to get match factor equal to 1.In this study combined between the theory with field data, so that in the approach to problem solving. And the results of data processing will be analyzed for subsequent to be generated a recommendation.Based on the research results can be concluded. First, the productivity komatsu PC 1250 on fleet 1 is 473,87 bcm / hour and productivity komatsu HD 785 is 109,34 bcm / hour. In fleet 2 productivity komatsu PC 2000-1 is 703.50 bcm / hour and komatsu HD 785 is 174.23 bcm / hour. In fleet 3 productivity komatsu PC 2000-2 is 730.64 bcm / hour and komatsu HD 785 is 186.15 bcm / hour. Second, the composition of the available equipment of Fleet 1 is 1 loader and 6 conveyance equipment, Fleet 2, 1 loader and 6 conveyance, Fleet 3.1 loader and 6 conveyance. Third, the effort to reduce the queue time improves the composition of the tool to MF = 1. Fourth, the calculation analysis MF = 1 on fleet 1 = 5 units of HD, fleet 2 = 4 units, fleet 3 = 4 units.Key words :production,macth factor,queue teori
Estimasi Sumberdaya Batubara Menggunakan Metode Penampang dan Geostatistik Pada Area DDU Blok Timur Site Sungai Cuka, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Byma Bryanco; Dedi Yulhendra; Adree Octova
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 3, No 4 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.856 KB) | DOI: 10.24036/bt.v3i4.102291

Abstract

Abstract. PT. Britmindo is one of mining consultant company, and the centre office in Ragunan, South Jakarta. As aconsultant PT. Britmindo have a client is PT. Indoasia Cemerlang located in Sungai Cuka, Kintap, Region Tanah Laut, Province South Kalimantan. PT. Indoasia Cemerlang do exploration of coal in DDU Area East Block event have 27 bor hole. In this located didn’t do estimation coal of resources. And after do that can be know totality of tonnges and modle. Resources estimation is using two methods; there are ordinary kriging method and cross section method. Ordinary kriging method used if the thickness is unknown, and then to estimate the thickness number from an unknown block vertically or horizontally. The estimation result by using kriging method will configure modl from sediment and the total tonnage of coal.In located of research have 1 seam and that is seam A with split is A, A1, and A2. And total Estimation in cross section method in seam A is 60.979 tons coal tonnage, seam A1 is 21.236 tons coal tonnage, and seam A2 is 37.159 tons coal tonnage. With overburden from topo-top seam A is 77.103 bcm/tonne and interburden seam A2 is 48.414 bcm/tonne. Meanwhile in ordinary kriging method has a total tonnages in seam A is 499.590 tons coal tonnage, seam A1 is 244.530 tons coal tonnage, and seam A2 is 204.750 tons coal tonnage. And from this calculation we have length, volume and tonnages of coal.Keywords: coal, cross section, ordinary kriging, block model, resources
Optimalisasi Pit Limit Penambangan Mineral Nikel Laterit PT ANTAM Tbk. Unit Bisnis Penambangan Nikel Di Site Pomalaa Sulawesi Tenggara Di Front X Fitratul Rahmi; Dedi Yulhendra
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 4, No 3 (2019): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1835.916 KB) | DOI: 10.24036/bt.v4i3.105789

Abstract

Abstract. Take into account mining optimization by taking into account the NPV value as the main reference factor of the Ultimate Pit Limite (UPL) that is used based on the division of levels obtained by comparing the sale value or the Net Present Value (NPV) of the Laterite Nickel Laterit. Inverse Distance Weighting (IDW) Method. This method is an interpretation method with a simple block model approach by considering the surrounding points. The mining method that will be planned on Front X is an open pit method with a multi-tiered system. At PT ANTAM Tbk. UBPN Sultra makes block model based on division of levels which differentiates each zone. At Ni level <1.3 the layer is classified as waste or called top soil, Ni level <1.5 layer is still called waste or limonite while for the value of Ni level> 1.5 is called ore or saprolite The calculation of the Lerchs Grossmann dimension algorithm is basically the sum of costs and cumulative income in the pit limit. The modeling and calculation of the Grossmann Learch Method can be planned for a more optimal pit shape and in accordance with a more economical mining price. This method is far more complicated and the risk of human error is high to determine which pit is effective. This method considers all aspects.Keyword: Pit, Ultimate Pit Limit, Net Present Value (NPV), Nikel Laterit, Blok Model
Optimalisasi Kemajuan Sequence Penambangan Batubara Seam C Di Pit 1 Utara Banko Barat PT. Satria Bahana Sarana Jobsite Tanjung Enim Mining Operation, Sumatera Selatan Gamma Putra; Dedi Yulhendra
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 5, No 3 (2020): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.139 KB) | DOI: 10.24036/bt.v5i3.108481

Abstract

Abstract. The stages of mining planning are divided into 3 time periods, namely long term planning, medium term (quarterly plan), and short term planning (daily plan). The current condition of coal mining activities has been above the boundary pit limit so the company will conduct mining in other blocks and the mining will focus on seamless C Pit 1 North for the progress of the next mine. Geotechnical parameters obtained from the bench height of 9 meters wide bench 10 meters with an angle of 450. Road geometry for a straight road 25 meters and for a bend of 29 meters. The results of the Banko West Mine 1 North pit pit reserve design in 2020 obtained 3.404.805 tons of coal and 14.372.990,6 BCM overburden with a stripping ratio of 1: 4,22. The planned production target is determined based on the ability of the main mining equipment each month, namely 2 PC2000 fleets, 3 PC1250 fleets for overburden and 3 PC400 fleets for coal. 15 DT Hino / Fuso (3 fleet PC400) The total cost for coal sales is Rp 3.130.468.832.960,71, for overburden stripping Rp. 553.360.138.100,00 and for coal production costs Rp. 40.857.657.600,00, so mining is feasible.Keywords: Boundary, Bench, Fleets, Pit Reserve, Seam
ANALISIS PREDIKSI FRAGMENTASI PELEDAKAN TAMBANG TERBUKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ROCK ENGINEERING SYSTEM (RES) DI PT XYZ Aldo Mahyandra; Dedi Yulhendra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.207

Abstract

Proses peledakan akan menghasilkan batuan yang terberai menjadi fragmentasi. Sehingga, memiliki kemungkinan terjadinya resiko fragmentasi seperti ukuran boulder, maka proses loading dan produktivitas alat dapat terganggu. Perusahaan PT XYZ memiliki target fragmentasi boulder (≥ 100 cm) yaitu 20 %. Data yang diambil di PT XYZ difokuskan pada Pit Y dan dibagi menjadi 2 area, dikarenakan terdapat perbedaan struktur geologi dalam 1 pit. Dari 30 kali data peledakan yang telah dikumpulkan, dilakukan proses image analysis menggunakan software split desktop terhadap foto fragmentasi untuk mendapatkan ukuran aktual. Sehingga, didapatkanlah ukuran fragmentasi boulder lebih dari 20 % dalam tiap kali kegiatan peledakan. Rock Engineering System (RES) merupakan sebuah metode yang dapat meminimalisir resiko yang terjadi dari desain atau model yang telah dibuat di dalam berbagai kasus di dunia pertambangan, salah satunya untuk mengurangi resiko fragmentasi. Penelitian ini menggunakan 10 parameter yang mempengaruhi fragmentasi. Prediksi fragmentasi dalam penelitian ini juga menggunakan metode Kuz Ram dan Cunningham (2005) sebagai data pembanding. Untuk memvalidasi metode yang telah digunakan, maka akan dianalisis koefisien korelasi (R2) dan Root Mean Square Error (RMSE) antara ukuran aktual dengan metode prediksi.Penenlitian ini menggunakan metode evaluasi deviasi geometri peledakan dan analisis statistik. Sehingga, didapatkanlah nilai R2dengan hubungan sangat kuat yaitu 0.97 (area 1) dan 0.88 (area 2), nilai RMSE yang rendah yaitu 24.31 (area 1) dan 10.78 (area 2) dengan menggunakan model RES.
PERENCANAAN PENAMBANGAN JANGKA MENENGAH DALAM MENCAPAI TARGET PRODUKSI 20.000 TON BATU ANDESIT PT. X Dhini Andhini; Dedi Yulhendra; Andree Octova
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.980

Abstract

PT. X memiliki luas izin usaha penambangan seluas 10 hektar dan dikelilingi oleh tanah penduduk lokal. Permasalahan yang timbul dalam melakukan perencanaan penambangan yaitu bagaimana cara memaksimalkan pembukaan tambang dengan luas yang terbatas dan tidak memiliki dampak yang besar untuk wilayah sekitar yang tidak termasuk dalam lokasi yang sudah memiliki izin pertambangan. PT. X aktif dalam melakukan kegiatan produksi pada bulan Agustus dan memiliki target produksi sebesar 20.000 ton/bulan, tetapi sampai bulan November produksi tertinggi hanya mencapai angka ±13.000 ton batu andesit dalam satu bulannya. Ketidakcapaian ini karena faktor sequence yang tidak sesuai, ketidakteraturan dalam exsavasi, dan faktor sosial. Sehingga untuk mencapai target produksi bulan November sampai Oktober perlu ditingkatkan, salah satunya dengan cara merencanakan suatu penjadwalan penambangan yang sesuai dengan kondisi lapangan PT. X. Alat gali muat utama dalam melakukan gali muat memiliki kemampuan 188.44 ton dalam 1 jam, pada sequence pertama yang memiliki jam kerja efektif selama 241.6 jam mampu memuat sebanyak 45527.57 ton batu andesit. Pada sequence kedua yang memiliki jam kerja efektif selama 252.4 jam mampu memuat sebanyak 47562.74 ton batu andesit. Pada sequence ketiga yang memiliki jam kerja efektif selama 291.75 jam mampu memuat sebanyak 54977.93 ton batu andesit. Pada sequence keempat yang memiliki jam kerja efektif selama 292.85 jam mampu memuat sebanyak 55185.21 ton batu andesit. dalam perencanaan pit di design mangacu kepada kemampuan alat yang artinya jumlah batu andesit yang diangkut mendekati dengan kemampuan alat yang akan memuat.
Estimasi Sumber Daya Bijih Besi Menggunakan Metode Inverse Distance Weighted dan Ordinary Kriging di PT.KUATASSI, Kabupaten Solok, Sumatera Barat Muhammad Rizky; Dedi Yulhendra
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 7, No 1 (2022): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v7i1.117752

Abstract

PT. Karya Usaha Aneka Tambang Solok Selatan Indonesia is a company engaged in iron ore mining in Danau Kembar District, Solok Regency, West Sumatra with a mining business permit area of 31 hectares. PT. Karya Usaha Aneka Tambang Solok Selatan Indonesia has carried out further exploration and drilled 11 drill holes. This study has purpose to modeling, analyzing, and validating estimation method used for the assessment of iron ore resources at PT. Karya Usaha Aneka Tambang Solok Selatan Indonesia. The method used in this research is Inverse Distance Weighted (IDW) and Ordinary Kriging (OK) using Surpac 6.5.1 software. The block model made with the size of the model block units is 5x5x1 meter. The accuracy of the two methods in the assessment will be compared using downhole composite validation. In this study, the data used is data from detailed exploration drill activities of 11 drill holes with 254 composite data. From the results of the study, the estimation of the IDW method was obtained from all resources, namely 524,115 tons with a volume of 137,925 m3 and an average Fe content of 37.50%. And for the OK method estimation, the amount of all resources is 288,990 tons with a volume of 76,050 m3 and an average Fe content of 37.50%. Based on the validation using the composite downhole of each method, the IDW method gets results that are closest to the composite value and get a value that is greater than the OK method. So the volume that will be used in various decision making for the purposes of further exploration, mine planning and other technical matters is the volume of the IDW method.
Co-Authors Abdullah, MT, Dr. Rijal Adinda Adinda Adree Octova Agus Susanto Aldo Mahyandra Aldo Mahyandra Andhini, Dhini Andree Octova Andres Melbaral Androly Andreas Annisa Intan Y.R Ansosry Ansosry Aulia Defriansyah Baron, Adhitya Benti Jul Sosantri Bianda F Aprilla Bimo Elang Putra Byma Bryanco Devit Aswandi Dhini Andhini Diah Wulandari Diki Saputra Elsa Rahma Afrila Fadel Rahman Febrianto Febrianto Febryanti Febryanti Fellya Septia Fauzi Feraldo Sandrio Fikriansyah Ersyad Firdaus Firdaus Fitratul Rahmi Fitri Desri Yeni Fitri Nadia Fitrya Monica Gamma Putra Harifan Prima Hastia Ulfa Heri Prabowo Icksan Lingga Pradana Indra Lesmana Putra Jeffry - Albadri Kiki Gusmaningsih Laju Boy Ardi Harahap M. Fadly M. Ravil Akbar Elfiantra Marchellevandra Gomis Marta Weri Mhd Zanil Mia Fazira Miftahul Jannah Arida Milia Putri Moudy Intan Fandini Muhammad Aditya Faisal Muhammad Al Fajri Tamsin Muhammad Fajar Rahman Muhammad Hazwafi Ardeva Muhammad Rafif Gusvi Rahardi Muhammad Rakha Aqiliyan Muhammad Rizky Mulya Gusman Murad Murad Nabilla Kansha Naldo, Exwil Nefa Rizki Dian NILA RAHMAD DEFITA Octova, Andree Pranata, Hendri Purwoko, Agus Putri Pasaribu Rachim, Velya RAHUL GONZALES Raimon Kopa Randa Ramadhan Reynaldi Ezra Reza Taufiqurrahman Rian Saputra Riandy Kurniawan Rico Fernandes Rihan Efendi Rijabul Mulia Rika Yastavia Riki Adha Riko Maiyudi Ronaldo Davinci Saldy, Tri Gamela Sugiono Sugiono Sumarya Sumarya Syamsul Arifin Syarifa Amalia Tri Yeli Marsa Velya Rachim Wiza Esti Ningrum Yoszi Mingsi Anaperta Yulia Minara