Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM ASAL KECAMATAN MANDOR PADA FASE GENERATIF DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) KUNTARI, ARIANTI; WASI'AN, WASI'AN; RIANTO, FADJAR
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26477

Abstract

KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM ASAL KECAMATAN MANDOR PADA FASE GENERATIF DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) Arianti Kuntari (1),Wasi"™an(2) dan FadjarRianto (2)(1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Karakter morfologi padi lokal beras hitam jenis Tampi dan Sekilap sangat diperlukan. Selain memberi identitas, mengumpulkan sifat-sifat unggul yang terdapat pada padi lokal beras hitam dapat dimanfaatkan sebagai program perbaikan varietas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ciri atau karakter morfologi fase generatif padi beras hitam asal Kecamatan Mandor pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 50 hari,mulai 29juni 2017 sampai dengan 16Agustus 2017. Penelitian menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), Penelitian menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), Perlakuan meliputi jenis padi hitam A (Desa Tampi) dan jenis padi hitam B (Desa Sekilap). Setiap perlakuan masing-masing diulang 48 kali. Variabel pengamatan ini adalah tinggi tanaman, umur tanaman, anakan maksimum, persentase anakan produktif, jumlah gabah permalai, panjang malai, waktu berbunga, warna ujung gabah, keluarnya malai, tipe malai, bulu ujung gabah, jumlah malai per rumpun, persentase gabah berisi penuh, bobot 100 butir dan pengamatan lingkungan.Hasil analisis karakter pada padi lokal beras hitam jenis Tampi dan Sekilap yang memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda terdapat pada anakan maksimum, warna ujung gabah, keluarnya malai, tipe malai.Karakter morfologi yang sama antara kedua jenis padi beras hitam adalah first heading,Main heading (Hari), tinggi tanaman (cm), umur tanaman (Hari), panjang malai (cm), bulu ujung gabah, persentase gabah berisi penuh, jumlah gabah per malai (bulir), jumlah malai per rumpun, persentase anakan produktif dan bobot 100 butir. Kata kunci:Identifikasi karakter, fase generatif, padi lokal beras hitam jenis Tampi dan Sekilap
PERFORMA DAN HASIL PADI LOKAL BERAS HITAM JENIS SENAKIN ASAL KABUPATEN LANDAK SEBAGAI RESON TERHADAP PEMUPUKAN DI LAHAN SAWAH PASANG SURUT Hidayati, Resmi; wasi'an, wasi'an; astina, astina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41044

Abstract

ABSTRAK Pemupukan merupakan salah satu upaya meningkatkan padi lokal beras hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta membandingkan performa dan hasil padi lokal beras hitam jenis Senakin Kabupaten Landak akibat pemupukan di lahan sawah pasang surut yang telah diberikan pupuk sesuai rekomendasi dengan tanpa diberikan pupuk. Penelitian ini dilaksanakan di Parit Keladi Kec. Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya selama 178 hari mulai dari 25 Maret 2019 sampai 19 September 2019. Penelitian ini menggunakan rekomendasi pemupukan menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat yaitu menggunakan pupuk dasar Urea sebanyak 150 kg/ha, SP-36 sebanyak 135 kg/ha dan KCl sebanyak 100 kg/ha. Benih padi beras hitam jenis senakin yang ditanam pada lahan menggunakan eksperimen lapangan dengan sampel yang diamati sebanyak 50 unit sampel tanaman dan terdapat 2 perlakuan yang berbeda yaitu perlakuan tanpa pemupukan dan perlakuan pemupukan sesuai dengan anjuran. Penanaman menggunakan metode jajar legowo 2:1 dengan ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 30 cm x 15 cm dan legowo 45 cm. setiap lubang tanam berisi seragam yaitu sebanyak 1 bibit. Variabel yang diamati yaitu jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, tinggi tanaman, fertilitas gabah, umur tanaman, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir dan hasil per rumpun. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa performa dan hasil padi beras hitam Senakin meningkat untuk semua parameter pengamatan terkecuali umur tanaman.Kata Kunci : Pemupukan, Padi Lokal Beras Hitam.
PENGARUH Osmoconditioning DENGAN LARUTAN PEG (Polyethylene Glycol) 6000 TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PADI YANG TELAH MENGALAMI KEMUNDURAN Sari, Rizqi Norma; Palupi, Tantri; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42125

Abstract

Benih yang telah mengalami penurunan viabilitas dan vigornya apabila digunakan dalam usaha budidaya tanaman akan memberikan pertumbuhan dan daya tumbuh (viabilitas) yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman PEG 6000 terhadap viabilitas dan vigor benih padi yang telah mengalami kemunduran. Jenis padi yang digunakan yaitu padi unggul varietas Mekongga. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 2 sampel. Terdapat 9 perlakuan yang diberikan yaitu kontrol, 5% PEG 6000 selama 12 jam, 5% PEG 6000 selama 24 jam, 10% PEG 6000 selama 12 jam, 10% PEG 6000 selama 24 jam, 15% PEG 6000 selama 12 jam, 15% PEG 6000 selama 24 jam, 20% PEG 6000 selama 12 jam, 20% PEG 6000 selama 24 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air, indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang akar, panjang plumula, dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian osmoconditioning PEG 6000 mampu meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi yang telah mengalami kemunduran dengan tolok ukur peningkatan daya berkecambah hingga 22,85% dan vigor 23,33%. Perlakuan Osmoconditioning PEG 6000 dengan konsentrasi 5 - 20% selama 12 - 24 jam efektif dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi yang telah mengalami kemunduran.Kata Kunci: padi, PEG 6000, osmoconditioning , viabilitas, vigor.
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pemberian Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat pada Tanah Aluvial Prastica, Dessy; Wasi'an, Wasi'an; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42411

Abstract

Tanaman tomat merupakan tanaman komoditas hortikultura penting untuk sayur-sayuran dan buah segar. Salah satu permasalahan tanaman tomat adalah tanaman tomat varietas Servo memiliki karakteristik tinggi tanaman yang bisa mencapai 92,00 "“ 145,85 cm serta memiliki batang yang sukulen, sehingga mudah rebah jika sudah memasuki fase generatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Sepakat 2, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Februari sampai dengan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan faktorial pola rancangan acak lengkap (RAL), dimana faktor pertama konsentrasi paclobutrazol yang terdiri dari 3 taraf yaitu 100 ppm, 150 ppm dan 200 ppm. Faktor kedua yaitu waktu pemberian paclobutrazol yang terdiri dari 3 taraf yaitu 3 kali sehari, 4 kali sehari dan 5 hari sekali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah, berat buah per tanaman, volume akar, berat kering tajuk dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial. Pemberian paclobutrazol pada penelitian ini untuk pemendekkan tinggi tanaman berhasil, akan tetapi konsentrasi pemberian paclobutrazol harus diturunkan menjadi dibawah 100 ppm agar pertumbuhannya tidak terlalu kerdil dan mampu menghasilkan buah yang banyak.
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI BIOCHAR SERBUK GERGAJI KAYU DAN PUPUK KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Saragih, Kiki Roseni Boru; Wasi'an, Wasi'an; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kombinasi biochar dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan Juli hingga September 2020 berlokasi di lahan milik KEP"™S Agro Jl. Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu, kombinasi antara pemberian serbuk kayu dan pupuk kalium (A, B, C, D). Setiap perlakuan terdiri dari 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali serta setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel. A = 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha), B = 800 g/polybag biochar (10%) + 0,4 g KCl/polybag (100 kg KCl/ha), C = 400 g/polybag biochar (5%) + 0,6 g KCl/polybag (150kg KCl/ha), D = 0,8 g KCl/polybag (200 kg KCl/ha). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Pemberian biochar serbuk gergaji kayu 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha) adalah kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning . Kata kunci: Biochar Serbuk Gergaji Kayu, Lobak, Podsolid Merah Kuning, Pupuk Kalium.
KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM BELIAH DI LAHAN SAWAH Sodiqin, Sodiqin; Palupi, Tantri; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50733

Abstract

Padi Beras Hitam Beliah Kabupaten Bengkayang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter agronomi dan morfologi pertumbuhan padi beras hitam Beliah pada fase vegetatif sampai fase generatif yang ada di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Desa Naram, Kota Singkawang dimulai pada tanggal 25 Februari sampai 21 Agustus 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Beberapa hasil dari penelitian ini kemapuan menghasilkan akan sebanyak 13 anakan, tinggi tanaman 144 cm, memiliki warna helaian daun hijau muda Yellow-Green Group (144A), bentuk lidah daun 2-cleft, sangat bervariasi baik dari sifat agronomi maupun morfologinya. Menghindari terjadinya kelangkaan padi beras hitam Beliah maka perlu untuk dilakukan karakterisasi agronomi dan morfologi yang bertujuan untuk menginventarisasi sifat-sifat agronomi maupun morfologi padi beras hitam Beliah. Setelah diketahui sifat-sifat agronomi maupun morfologi diharapkan bisa memberikan informasi kepada pemerintah, perguruan tinggi maupun para pemulia agar bisa melestarikan atau melakukan pemuliaan terhadap padi beras hitam ini.
KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM BELIAH DI LAHAN SAWAH sodiqin, sodiqin; Palupi, Tantri; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50832

Abstract

Padi Beras Hitam Beliah Kabupaten Bengkayang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter agronomi dan morfologi pertumbuhan padi beras hitam Beliah pada fase vegetatif sampai fase generatif yang ada di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Desa Naram, Kota Singkawang dimulai pada tanggal 25 Februari sampai 21 Agustus 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Beberapa hasil dari penelitian ini kemapuan menghasilkan akan sebanyak 13 anakan, tinggi tanaman 144 cm, memiliki warna helaian daun hijau muda Yellow-Green Group (144A), bentuk lidah daun 2-cleft, sangat bervariasi baik dari sifat agronomi maupun morfologinya. Menghindari terjadinya kelangkaan padi beras hitam Beliah maka perlu untuk dilakukan karakterisasi agronomi dan morfologi yang bertujuan untuk menginventarisasi sifat-sifat agronomi maupun morfologi padi beras hitam Beliah. Setelah diketahui sifat-sifat agronomi maupun morfologi diharapkan bisa memberikan informasi kepada pemerintah, perguruan tinggi maupun para pemulia agar bisa melestarikan atau melakukan pemuliaan terhadap padi beras hitam ini.
PENGARUH ABU SERBUK KAYU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH GAMBUT Nabella, Antonia; Wasi'an, Wasi'an; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58236

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman komoditas hortikultura penting yang multiguna sebagai sayuran, minuman jus, bahan baku industri, kosmetika bahkan sebagai bahan obat-obatan. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman tomat dihadapkan pada beberapa kendala yaitu kandungan unsur hara dan pH (keasaman tanah) yang rendah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman tomat. Usaha yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain dengan cara menambahkan abu serbuk kayu (yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan serbuk gergaji) dan pemberian pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis interaksi abu serbuk kayu dan pupuk NPK untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sungai Raya Dalam Ujung, Dusun Parit Buluh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 2 Maret 2022 sampai 27 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor perlakuan dan diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga total tanaman adalah 108 tanaman. Faktor pertama terdiri dari abu serbuk kayu yang terdiri dari 3 taraf yaitu : b1 = 55,1 ton/ha, b2 = 76,7 ton/ha dan b3 = 98,2 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk NPK Mutiara (16-16-16) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: k1 = 300 kg/ha, k2 = 450 kg/ha dan k3 = 600 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian abu serbuk kayu dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Pemberian abu serbuk kayu 76,7 ton/ha dan pupuk NPK 450 kg/ha menunjukkan dosis yang efisien untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut.Kata Kunci : Abu Serbuk Kayu, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Tomat
PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK NPK DAN POC KULIT PISANG PADA TANAH ALUVUAL Mutini, Mutini; Susana, Rini; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58422

Abstract

Tanaman lobak putih adalah salah satu tanaman sayuran yang dikonsumsi bagian daun dan umbinya. Produksi lobak di Kalimantan Barat tahun 2020 sebesar 2,8 ton/ha sedangkan pada tahun yang sama produktifitas hanya 16 ton/ha. Rendahnya produktivitas tanaman lobak salah satunya disebabkan masih kurang tepatnya teknik budidaya yang digunakan. Peningkatan produktifitas dapat dilakukan dengan memperbaiki kesuburan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK dan konsentrasi POC kulit pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu kombinasi dosis pupuk NPK dan POC kulit pisang, terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman yaitu 100 tanaman. Taraf perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P1= 100 kg/ha NPK Setara dengan 0,4 g/polybag + 500 ml/l POC Kulit Pisang, P2 = 250 kg/ha NPK Setara dengan 1 g/polybag + 400 ml/l POC Kulit Pisang, P3= 400 kg/ha NPK Setara dengan 1,6 g/polybag + 300 ml/l POC Kulit Pisang, P4= 550 kg/ha NPK Setara dengan 2,2 g/polybag + 200 ml/l POC Kulit, Pisang P5= 700 kg/ha NPK Setara dengan 2,8 g/polybag + 100 ml/l POC Kulit Pisang. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah : Panjang umbi, Diameter umbi, luas daun, Berat segar tanaman, Berat segar umbi, Berat kering bagian atas, Berat kering umbi. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu berat segar tanaman, berat kering bagian atas, berat kering umbi, berat segar umbi, luas daun, panjang umbi dan diameter umbi. Kombinasi 700 kg/ha pupuk NPK + 100 ml/l POC merupakan perlakuan hasil lobak tertinggi pada tanah alluvial. Kata Kunci : Lobak Putih, Pupuk NPK, POC Kulit Pisang, Tanah Aluvial.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK GANDASIL D DAN B SECARA HIDROPONIK Doni, Doni; Sasli, Iwan; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk Gandasil (D dan B) dan mengetahui konsentrasi yang tepat sehingga memberikan pertumbuhan dan hasil mentimun yang terbaik secara hidroponik. Penelitian ini dimulai pada tanggal 30 Juni sampai dengan 6 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga seluruhnya berjumlah 96 tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu p0 = 5 ml/l AB-Mix 5, p1 = 1 g/l Gandasil (D dan B), p2 = 3 g/l Gandasil (D dan B), p3 = 5 g/l Gandasil (D dan B), p4 = 7 g/l Gandasil (D dan B), p5 = 9 g/l Gandasil (D dan B). Variabel yang diamati yaitu Panjang Tanaman umur 2 MST dan 3 MST (cm), Jumlah Daun umur 2 MST dan 3 MST (helai), Volume Akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Bobot per Buah (g), Diameter Buah (cm), Panjang Buah (cm), Jumlah Buah per Tanaman (buah), Berat Buah per Tanaman (g). Adapun variabel penunjang yaitu Suhu Udara ( °C) dan Kelembaban Udara (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Gandasil (D dan B) pada perlakuan (P2) pupuk Gandasil D pada saat tanaman umur 0-1 minggu dengan konsentrasi 0 g/l, umur 1-2 minggu 1,5 g/l, umur 2 minggu "“ fase vegetatif maksimum 3 g/l, dan fase vegetatif maksimum "“ fase generatif diganti dengan Gandasil B dengan konsentarsi 3 g/l merupakan perlakuan terbaik sebagai nutrisi alternatif dari nutrisi AB-Mix untuk pertumbuhan dan hasil mentimun secara hidroponik.