Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sosialisasi Tentang Pentingnya Kebersihan Lingkungan Untuk Mencegah Penyakit DBD Di Kelurahan Panjer Prayoga, Rizky Satria; Yoga Pramana, Ida Bagus Gde Agung; Onik Pratidina, Putu Ayu; Yuli Pratiwi, Ni Made Ayu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4275

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di daerah padat penduduk dengan sanitasi yang kurang memadai. Penyebaran virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti seringkali menyebabkan wabah, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Tingginya curah hujan di daerah ini memperbesar risiko munculnya genangan air, yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga berkontribusi pada peningkatan kasus DBD di wilayah tersebut. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui metode 3M+ (Menguras, Menutup, Mengubur, dan langkah tambahan). Kegiatan sosialisasi ini mencakup edukasi berbasis poster dan inspeksi lapangan, serta pembagian bubuk abate sebagai langkah preventif. Hasil dari sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan  tentang bahaya DBD dan langkah-langkah preventif yang dapat diambil. Melalui pendekatan yang bersifat edukatif dan kolaboratif, masyarakat semakin menyadari peran penting masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai strategi pencegahan efektif untuk menekan jumlah kasus DBD di wilayah Kelurahan Panjer.
Sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Panjer Putri, Arista Wahyuni; Yoga Pramana, Ida Bagus Gde Agung; Adhiswari Wedagama, Dewa Ayu Trisna; Pradnyanita Wistarini, Ni Nyoman Imas
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4291

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi utama yang masih mengancam kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi yang memadai, yang berdampak negatif pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia menurun dari 37,6% pada tahun 2013 menjadi 21,6% pada tahun 2022, angka ini masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebesar 14%. Provinsi Bali menunjukkan pencapaian signifikan dengan penurunan prevalensi stunting menjadi 7,2% pada tahun 2023, berkat implementasi berbagai program peningkatan gizi anak, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pengabdian kepada masyarakat ini fokus pada pelaksanaan sosialisasi PMT yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya stunting dan pentingnya pemberian makanan tambahan untuk menaikan status gizi balita. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi melalui media sosial, penyebaran pamflet, dan sosialisasi langsung pada acara Posyandu Serentak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu yang memiliki balita mengenai pentingnya PMT untuk mencegah stunting. Meskipun demikian, masih terdapat kebutuhan untuk memperluas cakupan sosialisasi dan edukasi agar seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat secara optimal.
The Role of Emotional Intelligence and Problem Focused Coping on the Stress Level of Students in Bali Who Are Writing Their Thesis Winayanti, Ratna Devy; Zulfikar, Zabrina Valeria Putri; Putri, Putu Riana Artyanti; Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga; Apsary, Ayu Rahmaditha; Anggreni, Ni Wayan Yuli
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i2.15191

Abstract

Thesis preparation is one of the things that has the potential to cause stress for final year students. The stress of thesis preparation is influenced by the ability of students to control their emotions when facing obstacles in the preparation of the thesis so that individuals can think clearly in looking at problems. Stress is also influenced by the way individuals perceive problems and plan problem-solving strategies in the thesis preparation process. This study aims to find out the role of emotional intelligence and problem focus coping on the stress level of students when writing a thesis. Data was collected from 129 students in Bali who were writing their thesis. The stress level scale, emotional intelligence scale, and problem focus coping scale were used to measure these variables. The results of multiple regression showed that emotional intelligence and problem focus coping could explain 47.2% of the stress variant of students who were working on their thesis. This research can provide information so that students can improve and maintain emotional intelligence and problem-focused coping to reduce stress levels in students who are preparing their thesis.Penyusunan skripsi merupakan salah satu hal yang berpotensi menimbulkan stres pada mahasiswa tingkat akhir. Stres penyusunan skripsi dipengaruhi oleh kemampuan mahasiswa untuk mengendalikan emosi pada saat menghadapi hambatan dalam penyusunan skripsi sehingga individu mampu untuk berpikir jernih dalam memandang permasalahan. Stres juga dipengaruhi oleh cara individu memandang permasalahan dan merancanakan strategi pemecahan masalah dalam proses penyusunan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan problem focus coping terhadap tingkat stres mahasiswa pada saat menulis skripsi. Data dikumpulkan dari 129 mahasiswa di Bali yang sedang menulis skripsi. Skala tingkat stres, skala kecerdasan emosional, dan skala problem focus coping digunakan untuk mengukur variabel-variabel tersebut. Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan problem focus coping dapat menjelaskan 47,2% varian tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini dapat memberikan informasi agar mahasiswa dapat meningkatkan dan mempertahan kecerdasan emosional serta problem focused coping untuk mengurangi tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.
Pelatihan Manajemen Stres Kepada Guru SMPN 4 Banjar, Buleleng -Bali Ida Bagus Gde Agung Yoga Pramana; Nuning Indah Pratiwi
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 7 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v7i3.3340

Abstract

Guru memiliki peran yang penting di dalam dunia pendidikan. Menjadi guru memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar dalam proses pendidikan pada anak. Guru seringkali menghadapi beban kerja yang tinggi. Hal tersebut membuat guru rentan untuk terkena stres. Gejala stres di kalangan guru ditemukan bahwa ada kalanya stres yang dialami guru menyebabkan timbulnya perasaan negatif yang sebenarnya tidak diinginkan seperti kemarahan. Selain itu stres juga membuat guru merasa cemas yang termanifestasi dalam sikap antisipasif, kurang sabar dan cenderung kritikal terhadap siswa. Pada profesi guru, jika kondisi tersebut dibiarkan berkepanjangan maka akan memengaruhi proses belajar mengajar. Stres yang tidak ditangani akan menimbulkan dampak negatif pada kondisi psikologis guru maka dari itu perlu solusi yang tepat untuk meminimalisir dampak negatif tersebut. Hal ini yang mendasari terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen stres kepada guru di SMP Negeri 4 Banjar Kabupaten Buleleng Bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode pelatihan dan edukasi. Edukasi yang diberikan terkait dengan stres dan strategi koping. Pelatihan yang diberikan berupa latihan relaksasi dengan menggunakan teknik deep breathing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat bagi guru di SMPN 4 Banjar yakni meningkatkan pemahaman dan memberikan kemampuan yang baru dalam mereduksi stres yang dirasakan sehingga diharapkan mampu melakukan kegiatan mengajar dengan lebih baik.
Pengaruh Akulturasi Budaya Terhadap Etos Kerja Pedagang Pasar Tradisional Gianyar Melalui Intercultural willingness to communicate Pratiwi, Kadek Ayu Dewi; Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul; Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga; Yanti, Ni Kadek Winda
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh akulturasi budaya terhadap etos kerja pedagang pasar tradisional di Kabupaten Gianyar dengan Intercultural Willingness to Communicate (IWTC) sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan melalui metode kombinatif daring dan luring dari 101 responden yang merepresentasikan keberagaman sosial-budaya pedagang pasar tradisional, terutama dominasi perempuan usia produktif dengan tingkat pendidikan menengah dan latar etnis heterogen. Analisis menggunakan Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa akulturasi budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap IWTC dan etos kerja. Hasil uji mediasi mengonfirmasi peran IWTC sebagai mediator parsial dalam hubungan antara akulturasi budaya dan etos kerja, dengan nilai koefisien mediasi sebesar 0,336, t-statistik 2,845, dan p=0,004, yang signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Temuan ini menegaskan bahwa akulturasi budaya mendorong pedagang untuk lebih terbuka dan berkomunikasi lintas budaya, yang kemudian memperkuat etos kerja, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika komunikasi antarbudaya dan pengembangan etos kerja di pasar tradisional yang multikultural, serta menawarkan implikasi praktis untuk mendukung keberlanjutan pasar tradisional di era persaingan pasar modern dan digitalisasi.