Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pelatihan Manajemen Stres Kepada Guru SMPN 4 Banjar, Buleleng -Bali Ida Bagus Gde Agung Yoga Pramana; Nuning Indah Pratiwi
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 7 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v7i3.3340

Abstract

Guru memiliki peran yang penting di dalam dunia pendidikan. Menjadi guru memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar dalam proses pendidikan pada anak. Guru seringkali menghadapi beban kerja yang tinggi. Hal tersebut membuat guru rentan untuk terkena stres. Gejala stres di kalangan guru ditemukan bahwa ada kalanya stres yang dialami guru menyebabkan timbulnya perasaan negatif yang sebenarnya tidak diinginkan seperti kemarahan. Selain itu stres juga membuat guru merasa cemas yang termanifestasi dalam sikap antisipasif, kurang sabar dan cenderung kritikal terhadap siswa. Pada profesi guru, jika kondisi tersebut dibiarkan berkepanjangan maka akan memengaruhi proses belajar mengajar. Stres yang tidak ditangani akan menimbulkan dampak negatif pada kondisi psikologis guru maka dari itu perlu solusi yang tepat untuk meminimalisir dampak negatif tersebut. Hal ini yang mendasari terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen stres kepada guru di SMP Negeri 4 Banjar Kabupaten Buleleng Bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode pelatihan dan edukasi. Edukasi yang diberikan terkait dengan stres dan strategi koping. Pelatihan yang diberikan berupa latihan relaksasi dengan menggunakan teknik deep breathing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat bagi guru di SMPN 4 Banjar yakni meningkatkan pemahaman dan memberikan kemampuan yang baru dalam mereduksi stres yang dirasakan sehingga diharapkan mampu melakukan kegiatan mengajar dengan lebih baik.
Pengaruh Akulturasi Budaya Terhadap Etos Kerja Pedagang Pasar Tradisional Gianyar Melalui Intercultural willingness to communicate Pratiwi, Kadek Ayu Dewi; Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul; Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga; Yanti, Ni Kadek Winda
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh akulturasi budaya terhadap etos kerja pedagang pasar tradisional di Kabupaten Gianyar dengan Intercultural Willingness to Communicate (IWTC) sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan melalui metode kombinatif daring dan luring dari 101 responden yang merepresentasikan keberagaman sosial-budaya pedagang pasar tradisional, terutama dominasi perempuan usia produktif dengan tingkat pendidikan menengah dan latar etnis heterogen. Analisis menggunakan Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa akulturasi budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap IWTC dan etos kerja. Hasil uji mediasi mengonfirmasi peran IWTC sebagai mediator parsial dalam hubungan antara akulturasi budaya dan etos kerja, dengan nilai koefisien mediasi sebesar 0,336, t-statistik 2,845, dan p=0,004, yang signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Temuan ini menegaskan bahwa akulturasi budaya mendorong pedagang untuk lebih terbuka dan berkomunikasi lintas budaya, yang kemudian memperkuat etos kerja, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika komunikasi antarbudaya dan pengembangan etos kerja di pasar tradisional yang multikultural, serta menawarkan implikasi praktis untuk mendukung keberlanjutan pasar tradisional di era persaingan pasar modern dan digitalisasi.
Green brand Sebagai Mediasi Kualitas Produk dan Strategi Marketing terhadap Loyalitas Konsumen Produk The body shop di Denpasar Ni Putu Angelina Septiari; Ida Bagus Gede Agung Yoga Pramana
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v5i1.6054

Abstract

In an era marked by heightened environmental awareness, consumers increasingly prefer products that offer sustainable value. As a brand recognized for its environmentally conscious practices, The body shop needs to understand the role of green brand perception in shaping customer loyalty. Beyond the importance of product quality and marketing strategy, green brand is presumed to mediate the influence of these factors on consumer loyalty. This study aims to examine the effects of product quality and marketing strategy on customer loyalty toward The body shop in Denpasar, with green brand serving as a mediating variable. Using non-probability sampling with a purposive sampling approach, this quantitative research collected data through questionnaires distributed to 150 customers of The body shop in Denpasar. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) to assess the relationships among variables. The findings reveal that product quality has a significant positive effect on customer loyalty, whereas the direct effect of marketing strategy is not significant. Green brand, however, shows a significant influence on loyalty. Mediation testing further indicates that green brand strengthens the effects of both product quality and marketing strategy on consumer loyalty. These results highlight the central role of green brand as a key mediator in the formation of loyalty toward The body shop in Denpasar. Consequently, the company is encouraged to continue emphasizing environmentally responsible values within its brand image to enhance and sustain customer loyalty.
Peran Regulasi Emosi sebagai Moderator dalam Hubungan antara Stres Akademik dan Cyberslacking: Tantangan Sosial di Era Digital Ida Bagus Gde Agung Yoga Pramana; Putu Riana Artyanti Putri; Ratna Devy Winayanti; Ni Wayan Yuli Anggreni; Ni Nyoman Imas Pradnyanita Wistarini; Putu Ayu Onik Pratidina
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i2.29601

Abstract

Academic stress, stemming from elevated academic expectations, frequently incites maladaptive behaviors such as cyberslacking, defined as engaging in non-academic internet activities during study periods. Emotion regulation, as a skill for a person to manage emotions in an adaptive way, and the presence of social support factors are thought to moderate this link. This study seeks to examine the function of emotion regulation as a moderating factor in the correlation between academic stress and cyberslacking among university students. This research utilizes a quantitative methodology with a correlational framework, encompassing 134 undergraduate students in Denpasar. Data were gathered via online questionnaires and processed with Moderated Regression Analysis (MRA) using SPSS version 25. The findings demonstrate that academic stress exerts a positive and significant influence on cyberslacking (β = 1.300; p < 0.05). Emotion regulation moderates the association between academic stress and cyberslacking (β = 0.019; p < 0.05), indicating that students with high emotion control are more likely to cope with stress without resorting to cyberslacking. The findings indicate that emotion control may act as a protective factor in mitigating the adverse effects of academic stress on cyberslacking.
The Dilemma of Multi-Role Balinese Working Women in Achieving Self-Harmony Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga; Saraswati, Ida Ayu Ambarini; Pradhana, I Putu Dharmawan
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19088

Abstract

Bali is known for its strong traditions and culture where women play an important role in defending these values. In the midst of modernization, Generation Z women in Bali, especially in Denpasar City and Badung Regency, face challenges in balancing their roles as workers, wives, mothers, and members of indigenous peoples. This study aims to understand how Balinese women workers who marry at a young age achieve harmony in themselves in the midst of the complexity of multi-role undertaken. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The research sample consisted of four Balinese women generation Z who were married and worked in the government, private, or entrepreneurial sectors in Badung Regency and Denpasar City. Data were collected through in-depth interviews, passive participation observations, and documentation, which were then analyzed using the Miles and Huberman models with the help of NVivo 14 software. The results of the study show that Balinese female workers experience role conflicts, time conflicts, and behavioral conflicts, which have an impact on work-family conflict and work stress. The main factors that affect this imbalance include triple roles, quarter life crisis, marriage culture shock, and job hopping. To overcome these challenges, the informants apply coping strategies such as work-life balance strategies, role management, time management, outsourcing, and family support. The conclusion of this study confirms that although Balinese women workers strive to achieve harmony within themselves, they still face challenges in fulfilling the aspect of work-life balance. Family support and effective adaptation strategies have an important role in achieving their harmonization of multi-roles. Bali dikenal dengan tradisi dan budaya yang kuat di mana perempuan memainkan peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai tersebut. Di tengah modernisasi, perempuan generasi Z di Bali, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan peran sebagai pekerja, istri, ibu, dan anggota masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pekerja wanita Bali yang menikah pada usia muda mencapai harmonisasi dalam dirinya di tengah kompleksitas multi peran yang dijalani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian terdiri dari empat wanita Bali generasi Z yang telah menikah dan bekerja di sektor pemerintahan, swasta, atau wirausaha di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja wanita Bali mengalami konflik peran, konflik waktu, dan konflik perilaku, yang berdampak pada work-family conflict serta work stress. Faktor utama yang memengaruhi ketidakseimbangan ini meliputi triple roles, quarter life crisis, marriage culture shock, dan job hopping. Untuk mengatasi tantangan tersebut, para informan menerapkan strategi coping seperti work-life balance strategies, manajemen peran, manajemen waktu, outsourcing, serta dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pekerja wanita Bali berupaya mencapai harmonisasi dalam dirinya, mereka masih menghadapi tantangan dalam memenuhi aspek work-life balance. Dukungan keluarga dan strategi adaptasi yang efektif memiliki peran penting dalam mencapai harmonisasi diri mereka menjalani multi peran.
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP BAHAYA STYROFOAM DAN PENGENALAN KOTAK SERAT BAMBU SEBAGAI SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN DI DUSUN PONDOK PURNAWIRA Komang Widhya Sedana Putra P; Putu Amanda Yuniantari Dewi; Ida Bagus Gde Agung Yoga Pramana
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 01 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v9i01.39955

Abstract

Penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan masih menjadi kebiasaan masyarakat meskipun diketahui memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Styrofoam sulit terurai, mencemari ekosistem, serta mengandung senyawa kimia berbahaya seperti stirena yang dapat berisiko bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Dusun Pondok Purnawira mengenai bahaya styrofoam dan memperkenalkan kotak serat bambu sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, penyuluhan, demonstrasi, dan survei menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat kesadaran masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi. Kegiatan edukasi dilakukan melalui Sosialisasi secara Door to Door mengenai bahayanya Styrofoam dan pengenalan Kotak Serat Bambu sebagai solusi Ramah Lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan sosialisasi, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai dampak negatif styrofoam dan manfaat penggunaan kotak serat bambu. Sebelum sosialisasi, sebagian besar masyarakat belum mengetahui bahaya styrofoam bagi kesehatan dan lingkungan. Setelah diberikan edukasi, lebih dari 80% peserta menyatakan bersedia beralih ke penggunaan kotak serat bambu sebagai wadah makanan sehari-hari. Kesimpulan Penelitian ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk styrofoam serta mendorong penggunaan kotak serat bambu sebagai alternatif ramah lingkungan. Untuk mempercepat adopsi kotak serat bambu, disarankan adanya dukungan dari pemerintah dan pelaku usaha dalam penyediaan produk ini dengan harga yang lebih terjangkau serta sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat.
Kecerdasan Emosional, Komunikasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Mooij Di Kota Denpasar Anak Agung Sagung Dara Triana; Ida Bagus Gde Agung Yoga Pramana
Journal Of Business, Finance, and Economics (JBFE) Vol 6 No 2 (2025): Desember : Journal Of Business, Finance, and Economics (JBFE)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbfe.v6i2.7780

Abstract

This research aims to examine the effect of emotional intelligence, communication, and the work environment on employee performance at Mooij, located in Denpasar City. The study employs a quantitative approach using a survey method, with a saturated sample consisting of 100 employees. Data were obtained through questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis, along with t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The findings reveal that emotional intelligence has a negative and significant influence on employee performance (B = –0.223; Sig. = 0.019), while communication demonstrates a positive and significant effect (B = 0.228; Sig. = 0.042). In contrast, the work environment is found to have a negative and significant effect on employee performance (B = –0.229; Sig. = 0.019). Simultaneously, emotional intelligence, communication, and the work environment collectively have a significant impact on employee performance, as indicated by an F-value of 4.001 and a significance level of 0.019, with these variables accounting for 75.6% of the variance in employee performance. These results emphasize the critical role of effective communication and appropriate work environment management in improving employee performance. Additionally, the development of emotional intelligence should be carefully managed to prevent potential declines in performance. The study offers practical insights for Mooij’s management in formulating human resource strategies aimed at enhancing employee performance.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH DALAM PEMULIHAN MOTIVASI ATLET BASKET REMAJA PASCA CEDERA : Kajian Literature Review Oktavia, Renita Enji; Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga; Putra, I Gusti Agung Ananda; Srikandi, Melati Budi
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/j-sikom.v7i1.9728

Abstract

This study is a literature review that aims to describe previous research as a source of academic literature and to identify patterns and trends in research themes. The review was conducted by examining a number of articles published between 2020 and 2025 using the Systematic Literature Review (SLR) method. The article selection process followed the PRISMA guidelines, and the data were subsequently analyzed using thematic analysis techniques. The findings indicate that out of 10 articles that passed the title and abstract screening stages, there is a relationship between communication patterns and interpersonal communication models applied by coaches and athletes in motivating basketball athletes during post-injury recovery. Theoretically, this study contributes to the development of DeVito’s interpersonal communication theory by demonstrating the relevance and application of the components of openness, empathy, support, positivity, and equality within the context of coach–athlete communication. The findings also show that interpersonal communication plays a role in building supportive relationships and serves as one aspect of coaching competence in motivating adolescent athletes to return to training after injury. Furthermore, this review identifies a research gap in interpersonal communication studies that integrate motivational psychology within the sports context, which may provide opportunities for future research. Keywords: Adolescent Basketball Athletes; Coaches; Coach–Athlete Communication; Interpersonal Communication; Post-Injury Motivational Psychology; Sports Communication;  
MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN SEJAK DINI, SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH 3R DAN PENGENALAN BANK SAMPAH BAGI SISWA SD NEGERI 3 RENON UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN relia, agitha; Pradhana, I Putu Dharmawan; Putra P, Komang Widhya Sedana; Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga; Ramadiansyah, Sahri Aflah
ABDIMAS UNWAHAS Vol. 11 No. 1 (2026): Abdimas Unwahas
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v11i1.12514

Abstract

Kegiatan pengabdian ini mengusung tema "Membangun Kesadaran Lingkungan sejak Dini: Sosialisasi Pengelolaan Sampah 3R dan Pengenalan Bank Sampah bagi Siswa SD Negeri 3 Renon untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Lingkungan" Permasalahan utama yang ditemukan dalam kegiatan masyarakat pengabdian ini adalah rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam hal pemilahan dan pengelolaan sampah, padahal program bank sampah tersedia. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SD Sumerta Kauh tentang konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan mendorong partisipasi mereka dalam memilah sampah dan memanfaatkan bank sampah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi yang melibatkan pemaparan materi dan diskusi langsung dengan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pengelolaan sampah. Ke depannya, diharapkan program ini dapat terus memberikan dukungan yang lebih luas sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Kecerdasan Emosional, Komunikasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Mooij di Kota Denpasar Anak Agung Sagung Dara Triana; Ida Bagus Gde Agung Yoga Pramana
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i1.11071

Abstract

This quantitative study aims to evaluate the effect of the work environment, communication, and emotional intelligence on employee performance at Mooij in Denpasar City. The research population consists of all 100 employees of Mooij in Denpasar, and a saturated sampling technique was applied so that the entire population was used as the sample. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS. The results indicate that, partially, emotional intelligence and the work environment have a significant negative effect on employee performance, while communication has a significant positive effect. Simultaneously, emotional intelligence, communication, and the work environment are proven to have a significant effect on employee performance. The coefficient of determination shows that most of the variation in employee performance can be explained by these three variables. These findings emphasize the importance of managing emotional factors, effective communication, and creating a conducive work environment to improve employee performance.Keywords: emotional intelligence, communication, work environment, employee performancePenelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lingkungan kerja, komunikasi, dan kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan di Mooij di Kota Denpasar. Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan Mooij di Kota Denpasar yang berjumlah 100 orang, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampelData dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS setelah dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kecerdasan emosional dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan arah negatif, sedangkan komunikasi berpengaruh signifikan secara positif terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kecerdasan emosional, komunikasi, dan lingkungan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan faktor emosional, komunikasi yang efektif, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dalam meningkatkan kinerja karyawan.Kata kunci: kecerdasan emosional, komunikasi, lingkungan kerja, kinerja karyawan