Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PROBLEMATIKA RUMAH TANGGA YANG MENIKAH USIA MUDA (Studi Di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah) Narni Narni; Jamaluddin Hos; Peribadi Peribadi
SOCIETAL Vol 10, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab problem rumah tangga pada pasangan usia muda di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah serta menemukan solusi alternatif dalam menyelesaikan masalah rumah tangga pasangan usia muda di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah, jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka dan penelitian lapangan, kajian pustaka meliputi keputusan konseptual dan keputusan penelitian lapangan meliputi teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa problematika rumah tangga yang menikah usia muda di Kelurahan Bombonawulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah adalah ketidakmapanan ekonomi keluarga (finansial), yaitu pasangan usia muda mengalami masalah ekonomi/keuangan setelah menikah dan kebutuhan sehari-hari kurang tercukupi dikarenakan penghasilan yang minim sehingga menjadi hambatan utama dalam membina keharmonisan keluarga. Kepribadian dan kematangan emosional, yaitu keadaan emosi pasangan usia muda yang masih labil dalam menghadapi masalah rumah tangga. Ketergantungan pada orang tua, yaitu pasangan usia muda belum mandiri dalam membangun rumah tangga terutama dalam hal kebutuhan dan pengasuhan anak. Kurangnya pemahaman agama, yaitu sangat mudah terjadinya kekerasan didalam rumah tangga (KDRT),perselingkuhan, dan pecandu minuman alkohol dikarenakan pemikiran yang belum dewasa dalam memikul tanggung jawab baik sebagai suami maupun istri. Adapun solusi dalam menyelesaikan masalah rumah tangga pasangan usia muda adalah adanya nasehat orang tua dan dari pasangan itu sendiri, yaitu mereka saling mengintropeksi diri masing-masing kemudian setelah itu saling meminta maaf satu sama lain tentang kesalahan yang dibuat dan ketika permasalahan tersebut tidak dapat diatasi maka orang tua yang menjadi penasehat. Adanya Motivasi dan bantuan keluarga, yaitu dengan adanya bantuan keluarga seperti pekerjaan agar pasangan suami istri tersebut dapat mengatasi permasalahan perekonomian mereka. Aktif mengikuti kajian
Analisis Potensi dan Problematika Desa Tertinggal di Kabupaten Konawe Selatan Peribadi Peribadi
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12, Issue 3, October 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v12i3.2454

Abstract

The presence of rural areas along with their potential and issues appears distinctly different among the statuses of Self-Reliant Villages, Progressive Village, Developing Village, and Underdeveloped Village. This research is aimed at examining and depicting the existence of Underdeveloped Villages, along with all their potential and the societal issues experienced daily. The study employs a quantitative descriptive approach, coupled with an analysis of the Village Development Index (VDI), to comprehensively identify supporting and inhibiting potentials, such as opportunities and challenges. The research results indicate that the potentials and issues of Tambeanga Village in Laonti Subdistrict, South Konawe Regency, as outlined in the context of social resilience with 38 indicators, economic resilience with 12 indicators, and ecological resilience with four indicators, as stated in the instrument of the Ministry of Villages, Disadvantaged Regions, and Transmigration of the Republic of Indonesia Number 2 of 2016, show the level of being an underdeveloped village, approaching even the status of a severely underdeveloped villages. Various factors contribute to its underdevelopment and backwardness, preventing the optimal utilization of natural resources to build the area and improve its socio-economic well-being.
IMPLEMENTASI CSR PT. ANTAM MELALUI PROGRAM BEASISWA ANTAM UHO DALAM MENINGKATKAN HUMAN DEVELOPMENT INDEX DI KECAMATAN POMALAA KABUPATEN KOLAKA Andarini, Anggita; Peribadi, Peribadi; Tunda, Amin
Welvaart : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 3, No 1 (2022):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v3i1.27386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi CSR PT. Antam Melalui Program Beasiswa Antam UHO Dalam Meningkatkan Human Development Index di Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka dan untuk Mengetahui faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa dalam meningkatkan Human Development Index di Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis terhadap data dan informan yang telah diperoleh dilakukan secara kualitatif analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sampai datanya sudah jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa persyaratan yang diberikan oleh pihak Antam bagi calon penerima beasiswa Antam diantaranya yaitu berdomisili di wilayah kerja PT. Antam yaitu Kecamatan Pomalaa, mendapatkan rekomendasi dari pihak sekolah asal, melakukan tes tertulis dan wawancara langsung di kantor PT. Antam dan setelah dinyatakan lulus pihak CSR PT. Antam kemudian melakukan survei tinjau secara langsung kerumah masing-masing calon penerima beasiswa Antam UHO. Penerima beasiswa mendapat beasiswa tanggungan penuh dari PT. Antam untuk menempuh pendidikan tinggi di kampus UHO Kendari. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik yaitu faktor internal yang terdiri dari faktor jasmaniah dan faktor psikologi sedangkan faktor eksternal terdiri dari faktor lingkungan keluarga dan faktor lingkungan Pendidikan Kata Kunci: CSR, Implementasi, HDI
KONTRIBUSI IBU RUMAH TANGGA PENGOLAH BIJI JAMBU METE DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA (Studi di Desa Lianosa Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna) Heniarti, Heniarti; Bahtiar, Bahtiar; Peribadi, Peribadi
Gemeinschaft Vol 3, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i2.17835

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perempuan bekerja sebagai pengolah biji jambu mete serta kontribusi ibu rumah tangga pengolah biji jambu mete dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi keluarga di Desa Lianosa Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif yang dilakukan untuk mencari data langsung di lapangan dan dengan data-data yang bersifat data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perempuan bekerja sebagai pengolah biji jambu mete yaitu dipengaruhi oleh pemanfaatan sumber daya (SDA), serta faktor ekonomi. Kontribusi ibu rumah tangga pengolah biji jambu mete dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi keluarga yang pertama dapur (kebutuhan sehari-hari), biaya kesehatan, dan serta menyisihkan pendapatan mereka untuk keperluan membiayai pendidikan sekolah anak-anak mereka.
Strategi Pemulihan Kecemasan Masyarakat Tani Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Desa Wandoke Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat) Yusrin, Yusrin; Bauto, La Ode Monto; Peribadi, Peribadi
Gemeinschaft Vol 5, No 2 (2023):
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i2.30023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemulihan serta meredam kecemasan masyarakat tani terhadap pandemi Covid-19 di Desa Wandoke Kabupaten Muna Barat. Upaya mencapai tujuan penelitian tersebut, digunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan strategi pemulihan kecemasan masyarakat Desa Wandoke pada masa pendemi secara internal masyarakat Desa Wandoke lebih cepat memahaminya dan menjalankanya, sehingga dengan penerapan strategi ini kecamasan dalam dirinya mudah menurun. Hal itu berupa penguatan kapasitas berpikir positif, pematangan kecerdasan emosional, dan pematangan kecerdasan spiritual. Sedangkan penerapan strategi eksternal diawal penerapannya masyarakat Desa Wandoke sangat sulit untuk menjalankanya, namun dengan memberikan pemahaman yang rutin seperti Seleksi dalam mendapatkan informasi tentang Covid-19, selalu mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, tetap menjalin hubungan dengan keluarga dan teman melalui telepon atau handphone
Dampak Penggunaan Media Sosial TikTok Terhadap Perilaku Remaja Di Kelurahan Wali Kecamatan Watopute Kabupaten Muna Nawayati, Sasri; Juhaepa, Juhaepa; Peribadi, Peribadi
Gemeinschaft Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v6i1.46879

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan media sosial tik tok terhadap perilaku remaja di Kelurahan Wali Kecamatan Watopute Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak penggunaan media sosiaal tik tok terhadap perilaku remaja menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak Positif yaitu antara lain : (1) Skill editing; (2) Belajar hal baru dari akun yang di sukai; (3) Sebagai sarana hiburan; (4) Memperluas jaringan pertemanan; (5) Sarana mencari informasi up to date. Sedangkan dampak negatifnya,m antara lain: (1) Tidak bisa mengatur waktu; (2) Menjadi suka berbelanja produk kecantikan; (3) Lebih eksis mengikuti trend berpakaian; (4) Minimnya komunikasi dengan lingkungan sekitar; dan (6) Malas untuk belajar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN PADA KELUARGA BURUH SAWIT HARIAN DI DESA WAWORAHA KECAMATAN PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN Ikhsan, Muhamad Nur; Peribadi, Peribadi; Tanzil, Tanzil
WELL-BEING: Journal of Social Welfare Vol 4, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/well-being.v4i2.45279

Abstract

This study aims to identify the factors contributing to poverty within the households of daily palm oil laborers in Waworaha village, Palangga subdistrict, South Konawe district. Employing a qualitative descriptive research approach, the focus is on the challenges faced by palm oil workers associated with PT. Merbau Jaya Indah Raya. The research comprises 8 informants, individuals from Waworaha village employed as palm oil workers at PT Merbau Jaya Indah Raya. The findings reveal various factors influencing poverty among the families of palm oil workers in Waworaha Village. Firstly, a significant factor is the low educational attainment, evident in the predominant completion of education up to junior high school in Southeast Sulawesi. This limited educational background poses challenges in securing better employment opportunities. Secondly, the constrained availability of natural resources plays a crucial role in meeting essential human needs when appropriately harnessed. However, the proper utilization of these resources remains a challenge. Thirdly, the restricted employment options further exacerbate the situation. Individuals in Waworaha Village often find themselves limited to working as palm oil laborers at PT Merbau Jaya Indah Raya, with uncertain daily wages. The limited job market, particularly coupled with lower educational qualifications, confines them to this occupation. Lastly, the issue of low wages is significant, particularly for those engaged as daily laborers. In Waworaha Village, some individuals working at PT Merbau Jaya Indah Raya face financial hardships due to meager wages, making it challenging to sustain their daily lives.
STUDI POTENSI DAN PROBLEMATIKA DESA TERTINGGAL DI KABUPATEN KONAWE SELATAN Peribadi, Peribadi; Arsya, Muhammad; Samsul, Samsul; Patuju, La; P., Iwan
Jurnal Ilmiah Penyuluhan dan Pengembangan Masyarakat Vol 3 (2023):
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56189/jippm.v3i0.46307

Abstract

Analysis of all types of resources from the perspective of the Village Development Index (IDM), will clearly show all potential resources as strengths and as opportunities for future development. On the other hand, various life problems are also revealed as weaknesses and challenges that can be anticipated and must even be turned into opportunities for developing disadvantaged village communities. The research aims to describe the various potentials and at the same time the various problems contained in rural areas categorized as Disadvantaged Villages in South Konawe Regency. In this context, the resource potential within the scope of the Social Resilience Index, Economic Resilience and Environmental Resilience is studied from the perspective of the Regulation of the Minister of Villages, Development of Disadvantaged Regions and Transmigration of the Republic of Indonesia Number 2 of 2016 concerning the Developing Village Index. The research uses a qualitative approach which focuses on descriptive studies and phenomenological studies. All components of South Konawe society that are deemed worthy of providing information can be used as primary data sources. Primary data was carried out using participant observation, surveys, deep interviews and Focus Group Discussions. Analysis of the Village Development Index (IDM) through a process of weighting and ranking rural resource potential. The results of the research show that there is a rural area that is classified as a Very Disadvantaged Village (Pritama Village), because it is in the value range of less than 0.4907 and the existence of an area that is in the Disadvantaged Village category because it has a value of less than 0.599. Such conditions indicate vulnerability to natural disasters, economic shocks and social conflicts, so that villages experience difficulties in managing and utilizing the potential of their social, economic and ecological resources. The portrait of rural areas referred to as underdeveloped and very underdeveloped villages depicts the worst condition of resources according to the provisions of the 2016 Minister of Village Regulation, so that it appears very problematic in developing its existence towards developing villages, developed villages and up to independent villages. The existence of underdeveloped and very underdeveloped villages appears on the one hand to have sufficient resource potential to support the development of a rural area and develop the socio-economic welfare of its people. Although on the other hand, it was not able to achieve a score according to the provisions of the 2016 Minister of Village Regulation. In this context, for example, in the education dimension, high points were achieved, but the achievement in the social capital dimension appeared to be very low.
Analisis Potensi dan Problematika Desa Tertinggal di Kabupaten Konawe Selatan Peribadi Peribadi
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 12 No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, October 2023
Publisher : Laboratory of Anthropology Department of Cultural Science Faculty of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v12i3.2454

Abstract

The presence of rural areas along with their potential and issues appears distinctly different among the statuses of Self-Reliant Villages, Progressive Village, Developing Village, and Underdeveloped Village. This research is aimed at examining and depicting the existence of Underdeveloped Villages, along with all their potential and the societal issues experienced daily. The study employs a quantitative descriptive approach, coupled with an analysis of the Village Development Index (VDI), to comprehensively identify supporting and inhibiting potentials, such as opportunities and challenges. The research results indicate that the potentials and issues of Tambeanga Village in Laonti Subdistrict, South Konawe Regency, as outlined in the context of social resilience with 38 indicators, economic resilience with 12 indicators, and ecological resilience with four indicators, as stated in the instrument of the Ministry of Villages, Disadvantaged Regions, and Transmigration of the Republic of Indonesia Number 2 of 2016, show the level of being an underdeveloped village, approaching even the status of a severely underdeveloped villages. Various factors contribute to its underdevelopment and backwardness, preventing the optimal utilization of natural resources to build the area and improve its socio-economic well-being.
The Strategy of Empowerment Based on ESQ Power: A Social Innovation in The Poverty Overcoming Peribadi, Peribadi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 19, No 2 (2017): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v19i2.4208

Abstract

This research aimed to develop an innovation of empowerment strategy on ESQ Power – Based. It was designed through a phenomenology deductive, a case study and the methodof research and development or the procedure of member check. The three of them were used eclectically in order to design an ideal formulation. The research findings indicated that the actors and actresses of poverty overcoming in Kendari City have not had the emotional intelligence and spiritual intelligence yet as ESQ Power. As a result, they were not optimal in performing their duties, roles and responsibilities. Therefore, the urgency of empowerment paradigm on ESQ Power – Based that has been formulated and validated by the skillful validator must be used in the future to increase the sense of responsibility of the actor network in overcoming the pauperization and poverty. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah inovasi strategi pemberdayaan berbasis ESQ Power. Hal itu dirancang melalui deduksi fenomenologis, studi kasus serta metode penelitian dan pengembangan atau prosedur member check. Ketiganya digunakan secara eklektik untuk merancang formulasi ideal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktor dan aktris penanggulangan kemiskinan di Kota Kendari belum memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sebagai ESQ Power. Akibatnya, mereka tidak optimal dalam menjalankan tugas, peran dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, urgensi paradigma pemberdayaan berbasis ESQ Power yang telah dirumuskan dan divalidasi oleh validator ahli tersebut harus mulai digunakan ke depan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab jaringan aktor dalam mengatasi pemiskinan dan kemiskinan.