Flora Agustina Girsang
Universitas Methodist Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Manajemen BUMDes Melalui Penerapan Key Performance Indicators (KPI) Untuk Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Usaha Kristanty M N Nadapdap; Siti Normi; Junika Napitupulu; Robinhot Gultom; Rintan Saragih; Saur Melianna Sipayung; Mangasa Panjaitan; Elperida Sinurat; Maludin Panjaitan; Remus Silalahi; Jon Purba; Tiur Rajagukguk; Jansen Hutabarat; Hotlan Butarbutar; Ezekiel Berliantoro Sitorus; Jeudi A T P Sianturi; Mislan Sihite; Selamat Siregar; Flora Agustina Girsang; Ravael Christiano LumbanGaol; Kevyn Ketaren; Markus Doddy Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/vkpc0m72

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memerlukan sistem manajemen praktis yang menerjemahkan tujuan pembangunan desa menjadi target operasional yang terukur. Key Performance Indicators (KPI) dapat membantu pengelola memantau kinerja usaha, memperjelas tanggung jawab, mengidentifikasi penyimpangan, dan melaporkan hasil secara transparan. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini menyusun pendekatan penguatan kapasitas pengelola BUMDes berbasis KPI dengan mengambil konteks kegiatan pendampingan BUMDes Marsahi Tahi, BUMDes Huta Bolon Mandiri, dan BUMDes Berkah Sialanguan Jaya di Pangururan, Kabupaten Samosir. Pendekatan yang dirancang menggabungkan pemaparan materi, diskusi partisipatif, perancangan indikator, penetapan target, simulasi dasbor kinerja, dan perencanaan evaluasi. Kerangka KPI meliputi perspektif keuangan, pelanggan dan pasar, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan kapasitas organisasi. Contoh indikator mencakup surplus operasional, realisasi anggaran, kepuasan pelanggan, ketepatan waktu pelayanan, akurasi persediaan, ketepatan pelaporan, dan penyelesaian pelatihan. Karena bahan sumber tidak memuat nilai dasar maupun skor KPI pascapelatihan, artikel ini tidak mengklaim adanya peningkatan kinerja yang terukur secara statistik. Artikel menyajikan kerangka praktis dan hasil pelaksanaan secara deskriptif yang perlu divalidasi melalui pemantauan lanjutan. Penerapan berkelanjutan membutuhkan indikator sesuai unit usaha, pencatatan yang andal, penanggung jawab yang jelas, rapat evaluasi berkala, serta tindak lanjut korektif. Kerangka ini diharapkan memperkuat pengambilan keputusan berbasis bukti, akuntabilitas, dan keberlanjutan usaha desa.