Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memerlukan sistem manajemen praktis yang menerjemahkan tujuan pembangunan desa menjadi target operasional yang terukur. Key Performance Indicators (KPI) dapat membantu pengelola memantau kinerja usaha, memperjelas tanggung jawab, mengidentifikasi penyimpangan, dan melaporkan hasil secara transparan. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini menyusun pendekatan penguatan kapasitas pengelola BUMDes berbasis KPI dengan mengambil konteks kegiatan pendampingan BUMDes Marsahi Tahi, BUMDes Huta Bolon Mandiri, dan BUMDes Berkah Sialanguan Jaya di Pangururan, Kabupaten Samosir. Pendekatan yang dirancang menggabungkan pemaparan materi, diskusi partisipatif, perancangan indikator, penetapan target, simulasi dasbor kinerja, dan perencanaan evaluasi. Kerangka KPI meliputi perspektif keuangan, pelanggan dan pasar, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan kapasitas organisasi. Contoh indikator mencakup surplus operasional, realisasi anggaran, kepuasan pelanggan, ketepatan waktu pelayanan, akurasi persediaan, ketepatan pelaporan, dan penyelesaian pelatihan. Karena bahan sumber tidak memuat nilai dasar maupun skor KPI pascapelatihan, artikel ini tidak mengklaim adanya peningkatan kinerja yang terukur secara statistik. Artikel menyajikan kerangka praktis dan hasil pelaksanaan secara deskriptif yang perlu divalidasi melalui pemantauan lanjutan. Penerapan berkelanjutan membutuhkan indikator sesuai unit usaha, pencatatan yang andal, penanggung jawab yang jelas, rapat evaluasi berkala, serta tindak lanjut korektif. Kerangka ini diharapkan memperkuat pengambilan keputusan berbasis bukti, akuntabilitas, dan keberlanjutan usaha desa.