Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMILIHAN PARAMETER PENGECATAN UNTUK MENDAPATKAN KETEBALAN LAPISAN CAT YANG TEPAT UNTUK PERMUKAAN TIDAK MERATA Akhmad Hafizh Ainur Rasyid; Dany Iman Santoso; Firman Yasa Utama
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p82-87

Abstract

Proses pengecatan merupakan proses pelapisan dengan tujuan melindungi dan esetika dari produk yang dilapisi. Agar didapatkan permukaan hasil pengecatan yang bagus diperlukan kondisi permukaan yang bagus pula. Kondisi permukaan yang ada sedikit cacat akan tertutupi bila ketebalan lapisan cat yang menempel pada produk cukup tebal. Ketebalan lapisan cat ditentukan oleh jarak penyemprotan, kecepatan langkah ayun, tekanan spray gun dan tekanan tabung residu. Campuran bahan cat dengan pengencer juga berpengaruh pada ketebalan lapisan namun setiap produsen bahan cat telah memberikan rekomendsi perbandingan campuran yang terbaik. Peneliti menentukan jarak penyemprotan 100;150;200 mm, kecepatan langkah ayun 0,381;0,448 m/s, tekanan spray gun 10;12 Psi dan tekanan tabung residu 25;20 Psi. Menggunakan thickness gauge didapatkan ketebalan cat sebesar 0,1 mm pada jarak penyemprotan 100 mm, kecepatan langkah ayun 0,381 m/s, tekanan spray gun 12 Psi dan tekanan tabung residu 20 Psi.
Pengaruh Penambahan Free dan Fix Drag Reducing Pada Bilah terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Indra Herlamba Siregar; Moch Effendy; Akhmad Hafizh Ainur Rasyid
Otopro Vol 13 No 2 Mei 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n2.p63-66

Abstract

Indonesia dengan karekteristik angin yang sering berubah-ubah arah serta kecepatannya tergolong rendah, memerlukan sebuah desain turbin angin yang sesuai. Turbin angin Savonius adalah jenis turbin yang sesuai dengan karekteristik angin di Indonesia. Pada penelitian sekarang bilah turbin angin Savonius di tambahi peralatan yang berfungsi untuk mengurangi drag terutama pada returning blade, peralatan ini ada yang bergerak bebas disebut free drag reducing  dan ada pula dengan sudut tertentu disebut fix drag reducing. Hasil penelitian memaparkan bahwa penambahan peralatan yang bergerak bebas pada bilah menghasilkan kinerja turbin angin yang lebih baik daripada penambahan peralatan dengan sudut tertentu pada bilah.
ANALISA PENGARUH AXIAL FORCE DAN ROTATIONAL SPEED PADA PROSES REPAIR AXLE SHAFT BEKAS MENGGUNAKAN FRICTION WELDING TERHADAP KETANGGUHAN AXLE SHAFT Irfan Malik Hartanto; Akhmad Hafizh Ainur Rasyid
Otopro Vol 15 No 2 Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v15n2.p32-39

Abstract

Increasing truck growth and a large number of failure phenomena on Axle Shaft components. Implied by an increase in shaft waste that fails, so an effort is needed to reduce it. One of the waste control methods that can be used is the repair principle. Repair is the maintenance and repair of waste that can still be used for the same function or other functions with certain businesses. The repair method carried out in this study is the process of joining the material using the friction welding process. Seeing the above phenomenon the researcher wants to know the effect of rotational speed and axial force on and toughness in the axle shaft shaft welding area. This research method uses an experimental research method with a welding process carried out on a lathe that has been added a hydraulic pressure device as an axial suppression mechanism. The results showed the greatest impact strength was found in variations of rotational speed of 1010 Rpm with the highest yield of 0.065030 J / mm² at forging pressures of 40 Kg / cm2 in weld metal areas while the lowest impact test results were generated from variations of 1800 Rpm rotational speed of 0.040970 J / mm² at forging pressure 20 Kg / cm2 in the weld metal area. So it can be concluded that rotational speed and axial pressure affect the impact strength of friction welding results
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Akhmad Hafizh Ainur Rasyid
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 1 No. 1 (2019): March
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.055 KB) | DOI: 10.26740/jvte.v1n1.p28-37

Abstract

ABSTRAKKemampuan membuat sambungan las merupakan salahsatu keahlian yang dibutuhkan saat ini. Seharusnya, mahasiswa yang telah lulus mata kuliah las akan bisa membuat sambungan las dengan baik, akan tetapi mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah las belum bisa melakukan. Pemahaman materi dan keterampilan praktek yang kurang menyebabkan target lulusan tidak terpenuhi. Dari permasalahan tersebut maka dirasa perlu dilakukan PTK dengan metode Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PBL) dengan harapan kegiatan praktek bisa menjadi lebih terarah dan efektif sehingga tujuan universitas bisa terpenuhi. Penelitian tindakan kelas terdiri dua siklus. Setiap siklus harus mencapai keberhasilan pada tingkat tertentu. Dalam penelitian ini digunakan teknik observasi, kuisioner dan tes kinerja berupa jobsheet. Teknik analisis data bersifat kuantitatif. Saat observasi aktivitas mahasiswa dalam kegiatan praktek, penentuan nilai dilakukan dengan cara menentukan rata-rata nilai yang diberikan oleh observer selama waktu praktek berlangsung. Data kuantitatif didapat dari mengamati hasil praktek dan besar nilai sesuai rubrik penilaian yang meliputi beberapa aspek. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran aktivitas mahasiswa selama perkuliahan praktek las menjadi lebih aktif. Hasil belajar mahasiswa setelah kegiatan praktek las menggunakan model pembelajaran berbasis proyek meningkat. Dari dua siklus yang sudah dilakukan pada PTK terjadi kenaikan nilai rata-rata kelas dari 61,8 ke 89,8. Akan tetapi terjadi penurunan lama pengerjaan karena mahasiswa belum terbiasa dengan job sheet berupa proyek membuat konstruksi. Kata Kunci: Hasil Belajar Mahasiswa, Model Pembelajaran, Sambungan Las, Project Based Learning, Pembelajaran Berbasis Proyek. ABSTRACTThe ability to make welded connections is one of the skills needed today. Supposedly, students who have passed welding courses will be able to make a welding connection well, but the students who have passed the courses are not able to make a weld connection properly. Good understanding of the theory is not followed by practical skills so the target of graduates will not be fulfilled. From these problems, it is deemed necessary to do PTK with Project Based Learning (PBL) methods in the hope that practical activities can be more directed and effective so that the university's objectives can be fulfilled. Classroom action research consists of two cycles. Each cycle must achieve success at a certain level. This study used jobsheet observation, questionnaire and performance tests techniques. Data analysis techniques are quantitative. When observing student activities in practical activities, the determination of values was done by determining the average value given by the observer during the time of the practice. Quantitative data is obtained from observing the practice results and the amount of value is according to the assessment rubric including several aspects. Based on the observations of the researchers, it can be concluded that by applying the learning model of student activities during lectures, the practice of welding becomes more active. Student learning outcomes after welding practice activities using project-based learning models increased. By two cycles carried out in PTK, there has been an increase in the students average score from 61.8 to 89.8. However, there was a decrease of work time because students were not familiar with job sheets in the form of construction projects.                                                                                                 Keywords: Student Learning Outcomes, Learning Models, Welding Connections, Project Based Learning
ANALISIS BEBAN KINERJA DOSEN PERIODE 2012-2016 TERHADAP PELAKSANAAN TRI DHARMA PADA PRODI DIII TEKNIK MESIN Dany Iman Santoso; Priyo Heru Adiwibowo; Akhmad Hafizh Ainur Rasyid
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.563 KB) | DOI: 10.26740/jvte.v1n2.p11-18

Abstract

ABSTRAKProgram Studi (prodi) DIII Teknik Mesin adalah salah satu prodi di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang memiliki penjurusan otomotif dan produksi. Jumlah mahasiswa yang masuk di prodi ini setiap tahun berkisar 70 orang dan mereka dibagi dalam dua kelas. Pada akhir semester empat, mereka akan dibagi menjadi dua penjurusan seperti di atas berdasarkan kemampuan akademik dan minat masing-masing mahasiswa. Jumlah dosen tetap yang mengajar dalam prodi ini adalah 10 orang dengan bidang keahlian otomotif, produksi, konversi energi dan sistem manufaktur. Jumlah ini telah memenuhi standar minimal jumlah dosen dalam satu prodi yaitu enam orang. Dari hasil Laporan Kinerja Dosen (LKD) pada periode empat tahun ini didapatkan hasil bahwa Beban Kinerja Dosen (BKD) mengalami kelebihan di atas ketentuan standar BKD yang minimalnya 12 sks (sistem kredit semester) dan maksimalnya 16 sks. Dari ketiga unsur tri dharma yang dinilai yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, ada kenaikan berbeda di setiap unsurnya yang dialami oleh masing-masing dosen sehingga memengaruhi total sks yang diizinkan oleh BKD standar setiap semesternya. Dari hasil yang telah didapatkan, LKD masing-masing dosen mengalami kenaikan di atas rata-rata 12 SKS namun masih terhitung normal. Juga nampak distribusi dosen pada masing-masing prodi kurang merata atau masih banyak dosen mengajar pada prodi yang bukan home base-nya. Sehingga hasil analisis sementara dapat ditarik kesimpulan bahwa masih diperlukan tambahan dosen baru yang berkonsentrasi pada salah satu prodi yang ada di jurusan.                                                                                                                 Kata Kunci: BKD, LKD, otomotif, produksi, sks. ABSTRACTDIII Mechanical Engineering study program is one of study programs in Mechanical Engineering Department, State University of Surabaya (Unesa) that has automotive and production majors. The number of students who enter in this program are around 70 students per year and they have been divided into two groups. In the end of fourth semester, they will be divided into the majors above which is based on their academic abilities and interests. The number of lecturers who lectured in this program are 10 peoples with the areas of expertise are automotive, production, energy conversion and manufacturing systems. These numbers have been fulfilled minimal numbers of lecturer in a study program that are six peoples. Based on Lecturer Performance Report (LKD) in this four years period, it is obtained that Lecturers Performance Burden (BKD) have increase above BKD provision that has 12 sks (credit transfer system) minimum and 16 sks maximum. From the three elements of Tridharma, that are education, research and community services, there had different increasing in each element that had experienced by each lecturer as of influencing total sks which are allowed by BKD provision per semester. From the results which have been obtained, the LKD on each lecturer goes up on the above 12 sks average but it is still normal. Also it seem that lecturer distribution in each study program did not equal or many lecturers gave lecturing at study program that it is not their home base. Finally the whilst result that can be attracted is the department still needs new lecturer that focus in one of the study programs in the department.                                                                                                 Keywords: automotive, BKD, LKD, production, sks.
IMPLEMENTASI PENERAPAN TRACER STUDY PADA JURUSAN TEKNIK MESIN DI MASA PANDEMI COVID-19 Akhmad Hafizh Ainur Rasyid; Ali Hasbi Ramadani; Andita Nataria Fitri Ganda; Ferly Isnomo Abdi; Ika Nurjannah
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 3 No. 1 (2021): March
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.176 KB) | DOI: 10.26740/jvte.v3n1.p18-29

Abstract

ABSTRAKTerbitnya Surat Edaran KEMENDIKBUD dan Rektor UNESA tentang Tindakan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19), maka UNESA menetapkan Work From Home (WFH) untuk para pegawainya dan mengubah konsep belajar di kelas menjadi belajar dalam jaringan (daring). Namun, sayangnya tidak semua mata kuliah bisa dilakukan dengan daring seperti praktek di laboratorium, dan mata kuliah Praktek Industri (PI)/Praktek Kerja Lapangan (PKL) padahal mata kuliah PKL dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan teori yang diperoleh untuk praktik di lapangan (dunia kerja). Adanya kebijakan WFH akan memunculkan penyesuaian pemberian materi pada mata kuliah praktik. Akankah sistem pembelajaran secara daring masih bisa relevan dengan kondisi di dunia kerja saat pandemi ini?. Untuk memperoleh informasi tentang kekurangan dalam proses pendidikan, maka diperlukam tracer study sehingga proses pendidikan dan proses pembelajaran saat pandemi dapat dievaluasi dan menjadi masukkan program studi di Jurusan Teknik Mesin. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif-analitik. Perolehan data dengan menyebarkan angket berupa google form secara daring kepada alumni. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisisnya berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti dalam bentuk naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1)tidak semua metode pembelajaran berperan besar pada ketiga prodi Jurusan Teknik Mesin. 2)Jenis perusahaan tempat bekerja yang memiliki hubungan erat terhadap bidangnya adalah instansi pemerintah (termasuk BUMN), perusahaan swasta dan wiraswasta. 3)Daya saing alumni UNESA tinggi ketika memperoleh pekerjaan pertama. 4)Kompetensi saat lulus yang dibutuhkan seperti bahasa inggris, keterampilan internet, pengetahuan bidang disiplin ilmu, ketrampilan riset, dan bekerja dengan budaya yang berbeda.      Kata Kunci: Tracer Study, Pandemi Covid-19, Pembelajaran Daring ABSTRACTThe issuance of a Circular Letter from the Ministry of Education and Culture and the Chancellor of UNESA concerning Prevention Measures for the Spread of the Corona Virus Disease-19 (Covid-19), UNESA established Work From Home (WFH) for its employees and changed the concept of learning in class to learning online (brave). However, unfortunately not all courses can be done online such as practice in laboratories, and Industrial Practice (PI)., even though Industrial Practice (PI) can improve students' skills and abilities in applying the theories obtained to practice in the field (world of work). The existence of the WFH Policy will exempt buyers from materials in practical courses. Will the online learning system still be relevant to the conditions in the world of work today? To obtain information about deficiencies in the educational process, a tracer study is needed so that the education process and learning process during a pandemic can be evaluated and become a member of the study program in the Department of Mechanical Engineering. This research approach is qualitative and descriptive-analytic. Obtaining data by distributing questionnaires in the form of google form online to alumni. Data analysis techniques are data reduction, data analysis and drawing conclusions. The results of the analysis are in the form of a description of the situation under study in a narrative form. The results of this study indicate that: 1) not all learning methods play a major role in the three Department of Mechanical Engineering. 2) The types of companies where they work that have a close relationship with their respective fields are government agencies (including BUMN), private companies and entrepreneurs. 3) The competitiveness of mechanical engineering graduate is high when they get their first job. 4) Required competencies at graduation such as English, internet skills, knowledge of disciplines, research skills, and working with different cultures                                                                                                  Keywords: Tracer Study, Covid-19 Pandemic, Online Learning
RANCANG BANGUN MESIN PEMOTONG SERBA GUNA HEMAT ENERGI PENUNJANG PRODUKTIFITAS UKM KERUPUK Akhmad Hafizh Ainur Rasyid; I Wayan Susila; Dewanto Dewanto; Dany Iman Santoso
Otopro Vol 18 No 1 Nov 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v18n1.p7-12

Abstract

Puli crackers are an SME business in Indonesia which has a fairly good protein composition and is usually used as souvenirs of Madura. The problems of most Indonesia’s SMEs are still using manual labour with makeshift equipment. and the assistant machines available in the market have a large capacity so they are not easy to use on a household scale with small electrical capacity. The development method used in the design of an energy-efficient general-purpose cutting machine is engineering design until test and evaluate prototype stage. The engine capacity is 1,065 gr/s at the 2nd or 3rd 24 V dimmer speed setting. The result of this design process is the selection of an electric motor driven machine that is adjusted to the required power with reduced direct transmission in order to be able to cut the cracker dough.
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS OBE Akhmad Hafizh Ainur Rasyid; Bellina Yunitasari; I Wayan Susila; Dewanto Dewanto; Yunus Yunus; Dany Iman Santoso
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v7n1.p8-17

Abstract

Kurikulum yang diterapkan program studi S1 Teknik Mesin Unesa adalah kurikulum merdeka belajar dengan berfokus pada luaran atau Outcome Based Education (OBE). Karena berdasar luaran, maka luaran berupa pengetahuan (knowledge) dan keahlian (skill) harus dapat diukur (concretely measurable). Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang baik diperlukan model evaluasi yang sesuai. Tujuan pada penelitian ini yaitu menemukan model evaluasi pembelajaran dengan basis OBE yang sesuai untuk diterapkan pada program studi S1 Teknik Mesin Unesa. Jenis dari penelitian yaitu kualitatif yang menggunakan metode FGD atau Focus Group Discussion sebagai metode pengumpulan datanya. Luaran dari hasil penelitian ini adalah metode evaluasi pembelajaran berbasis OBE. Capaian pembelajaran lulusan atau program learning otcome (PLO) Program Studi S1 Teknik Mesin Unesa dibuat mengikuti standar yang telah ditentukan oleh Badan Kerjasama Teknik Mesin (BKSTM), lembaga akreditasi, dan dapat memenuhi tujuan program studi (PEO). PLO program studi S1 Teknik Mesin Unesa berjumlah 10 poin yang mencakup kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Model evaluasi pembelajaran mengukur ketercapaian PLO oleh matakuliah dengan pembagian kriteria excellent, very good, good, very satisfy, satisfy, fair, poor, very poor, fail. Kata kunci: Outcome Based Education, evaluasi, pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS OBE Akhmad Hafizh Ainur Rasyid; Bellina Yunitasari; I Wayan Susila; Dewanto Dewanto; Yunus Yunus; Dany Iman Santoso
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v7n1.p8-17

Abstract

Kurikulum yang diterapkan program studi S1 Teknik Mesin Unesa adalah kurikulum merdeka belajar dengan berfokus pada luaran atau Outcome Based Education (OBE). Karena berdasar luaran, maka luaran berupa pengetahuan (knowledge) dan keahlian (skill) harus dapat diukur (concretely measurable). Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang baik diperlukan model evaluasi yang sesuai. Tujuan pada penelitian ini yaitu menemukan model evaluasi pembelajaran dengan basis OBE yang sesuai untuk diterapkan pada program studi S1 Teknik Mesin Unesa. Jenis dari penelitian yaitu kualitatif yang menggunakan metode FGD atau Focus Group Discussion sebagai metode pengumpulan datanya. Luaran dari hasil penelitian ini adalah metode evaluasi pembelajaran berbasis OBE. Capaian pembelajaran lulusan atau program learning otcome (PLO) Program Studi S1 Teknik Mesin Unesa dibuat mengikuti standar yang telah ditentukan oleh Badan Kerjasama Teknik Mesin (BKSTM), lembaga akreditasi, dan dapat memenuhi tujuan program studi (PEO). PLO program studi S1 Teknik Mesin Unesa berjumlah 10 poin yang mencakup kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Model evaluasi pembelajaran mengukur ketercapaian PLO oleh matakuliah dengan pembagian kriteria excellent, very good, good, very satisfy, satisfy, fair, poor, very poor, fail. Kata kunci: Outcome Based Education, evaluasi, pembelajaran.
REDESAIN MESIN GRINDDING DAN POLISH SEMI OTOMATIS INDRA SUKMANA, GALIH; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26551

Abstract

Ilmu logam adalah ilmu mengenai bahan-bahan logam dimana ilmu ini berkembang bukan berdasarkan teori saja melainkan atas dasar pengamatan, pengukuran dan pengujian. Salah satu pengujian material yaitu pengujian metalografi. Salah satu tahapan yang ada dalam pengujian metalografi yaitu Grinding dan Polish. Mesin grinding dan polish yang sudah ada butuh pengembangan dalam proses meratakan dan mengkilatkan permukaan spesimen, sehingga dengan ini judul mengenai redesain mesin grinding dan polish semi otomatis. Dari pengembangan mesin Redesain Mesin Grinding dan Polish Semi Otomatis dimulai dengan memperhitungkan rencana daya motor, memperhitungkan pulley dan sabuk V, memperhitungkan poros, memperhituungkan bantalan, pemilihan pompa dan pemilihan dimmer. Berdasarkan pengembangan yang didapatkan spesifikasi mesin menggunakan motor AC 0,5 PK 1400 rpm dengan daya 345 watt, diameter poros 25 mm dan menggunakan sistem transmisi pulley dan V-belt tipe A, kecepatan putar disk 2800 rpm, pompa yang digunakan Takari AT1600 26 watt output 1400 liter/ jam dan tinggi max 1,2 meter, untuk dimmer yang sesuai menggunakan dimmer 1500 watt. Kata Kunci: Mesin Grinding, Mesin Polish