Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDEKATAN STUDENT CENTERED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA DAN RELEVANSINYA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SINGARAJA Kadek Tenova Satriaman; Ni Made Pujani; Putri Sarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 1 No. 1 (2018): JPPSI, April 2018
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v1i1.21912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan student centered learning (SCL) dalam pembelajaran IPA, faktor-faktor yang memengaruhi implementasi pendekatan SCL, dan relevansi pendekatan SCL dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang kepala sekolah, 5 orang guru IPA dan 90 orang siswa kelas VIII. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang dilakukan dengan 4 tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi pendekatan SCL berkategori baik meskipun belum sepenuhnya dapat diterapkan. (2) Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi pendekatan SCL adalah kemampuan guru dan sarana prasarana belajar. (3) Implementasi pendekatan SCL berhubungan erat dengan hasil belajar IPA siswa. Pembelajaran berbasis pendekatan SCL dapat diterapkan dengan menggunakan metode pembelajaran inovatif.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 4 KUBUTAMBAHAN TAHUN AJARAN 2018/2019 Luh Maeri Arjani; I Wayan Subagia; Putri Sarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 3 No. 1 (2020): JPPSI, April 2020
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan implementasi Kurikulum 2013 serta faktor pendukung dan penghambat implementasi Kurikulum 2013 dalam pengelolaan pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini adalah guru IPA kelas VII, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan siswa kelas VII. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, studi dokumen, dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) implementasi Kurikulum 2013 dalam pengelolaan pembelajaran belum optimal, 2) faktor pendukung implementasi Kurikulum 2013 dalam pengelolaan pembelajaran IPA adalah buku pembelajaran yang sudah lengkap dimiliki oleh siswa untuk menunjang pembelajaran, dan pemasangan wifi sekolah yang memudahkan guru untuk mengakses informasi Kurikulum 2013, 3) faktor penghambat implementasi Kurikulum 2013 dalam pengelolaan pembelajaran IPA adalah rendahnya kemampuan siswa dalam membaca dan menghitung dasar, guru IPA kelas VII belum pernah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, serta sarana dan prasarana sekolah belum lengkap untuk menunjang pembelajaran seperti LCD.
IDENTIFIKASI KONSEPSI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BLAHBATUH PADA TOPIK TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Ni Luh Kadek Raka Jayantini; Ketut Suma; Putri Sarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 3 No. 1 (2020): JPPSI, April 2020
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24621

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan (a) profil konsepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Blahbatuh pada topik tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan (b) faktor - faktor penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Blahbatuh pada topik tekanan zat. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 di SMP Negeri 2 Blahbatuh. Rancangan penelitian ini menggunaan mixed method. Strategi yang digunakan adalah eksplanatoris sekuensial dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes diagnostik, wawancara, observasi kelas, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (a) konsepsi siswa yang tergolong tidak paham konsep sebanyak 28,2%, konsepsi siswa yang tergolong miskonsepsi sebanyak 3,90%, dan konsepsi siswa yang tergolong paham konsep adalah 67,90%,(b) ragam konsepsi yang dialami siswa terdapat pada konsep penerapan tekanan zat padat, penerapan hukum Boyle, penerapan tekanan hidrostatis, penerapan benjana berhubungan, penerapan hukum Archimedes, aplikasi hukum Archimedes, dan aplikasi tekanan zat pada jaringan, (c) dari hasil analisis terdapat siswa mengalami miskonsepsi yang bersifat resisten (d) faktor-faktor penyebab miskonsepsi siswa yaitu kurangnya minat belajar siswa dalam mengikuti pelajaran dan kurangnya kesiapan siswa dalam proses pembelajaran.
Problem Based Learning dan Discovery Learning: Komparasinya terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Materi Sistem Pernapasan Ni Komang Ema Karistiawati; Kompyang Selamet; Putri Sarini
PendIPA Journal of Science Education Vol 8 No 1 (2024): February
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.8.1.88-96

Abstract

This research aims to analyze the differences in critical thinking skills between students taught using the Problem Based Learning model and students taught using the Discovery Learning model. This research was type of quasi-experimental research, with a Pretest - Posttest Non Equivalent Control Group Design research design. The research sample was obtained from the entire population of class VIII students at SMP Negeri 1 Rendang, totaling 63 students using saturated sampling techniques. Data collection in this research was carried out using the test method. The data collection instrument used was a multiple choice test. The data obtained were analyzed using descriptive analysis techniques and t-test inferential statistical analysis. The results obtained in this research are as follows. (1) The t-test analysis shows the t value is 4,295 and the significance is less than 0.05 so the null hypothesis is rejected. This means that statistically there is a significant difference in critical thinking skills between students taught using the Problem Based Learning model and students taught using the Discovery Learning model. (2) Descriptively, the average critical thinking skills of experimental group I which used the Problem Based Learning model was 81, superior to experimental group II which used the Discovery Learning model with an average of 72. This shows that the evaluated comparison results of the Problem Based Learning model were superior to Discovery Learning model, especially on the Human Respiratory System material.  
ETHNOSCIENCE STUDIES IN THE PROCESS OF MAKING LAKLAK IN SADING VILLAGE AS SUPPORTING MATERIAL FOR JUNIOR HIGH SCHOOL SCIENCE LEARNING Ni Luh Gede Nindiana Sephia Dewi; Putri Sarini; Luh Mitha Priyanka
Jurnal IPA Terpadu Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v8i2.61977

Abstract

This research aims to describe and explain ethnoscience studies in the process of making laklak in Sading Village as support for junior high school science learning materials. This research uses qualitative research with an ethnography approach. The research was carried out in Sading Village, Badung. Determining the respondents in this study used purposive sampling and snowball sampling techniques obtained from 3 laklak producers and using techniques purposive sampling obtained 3 science teachers at SMP Negeri 5 Mengwi. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation and questionnaires. Data analysis techniques use the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the process of making laklak in Sading Village consists of several stages, including making suji leaf water, making laklak dough, baking laklak and serving laklak. The results of scientific studies from making laklak in Sading Village can be supporting material in junior high school science learning, that is classification of living things, pressure of substances, classification of matter and its changes, heat and its displacement, simple businesses and planes, movement systems in humans, food and the human digestive system, additives, and air pollution.
Kajian Etnosains Proses Pembuatan Gula Merah Dawan sebagai Pendukung Materi Pembelajaran IPA SMP Sapitri, Kadek Raditya Yuli; Sarini, Putri; Selamet, Kompyang
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.86990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan kajian etnosains proses pembuatan gula merah Dawan sebagai pendukung pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnosains dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tekning sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan sowball sampling yang diperoleh sebanyak 6 subjek penelitian diantaranya 3 orang produsen gula merah Dawan, dan 3 orang guru IPA SMP Negeri 1 Dawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi daya, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan gula merah Dawan berupa alat jalikan, beruk, wajan, panged, pengeledokan, pencetakan kau-kau, saringan, dan keraras, serta bahan yang digunakan meliputi air nira kelapa, larutan lau, serta kayu jati dan pelepah tumbuhan kelapa sebagai kayu bakar. Proses pembuatan gula merah Dawan dibagi menjadi beberapa tahapan, diantaranya ngirisin, nyaringin, mumpunin, ngeledok, pencetakan, dan pencetakan. Hasil kajian sains ilmiah dari proses pembuatan gula merah Dawan relevan dan dapat didukung oleh beberapa materi dalam pembelajaran IPA SMP, diantaranya klasifikasi makhluk hidup, membedakan perubahan fisika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana, kalor dan perpindahan, sekaligus membedakan isolator dan konduktor kalor, pencemaran udara, mengenal larutan asam basa berdasarkan karakteristiknya, sistem gerak pada manusia, pesawat sederhana, dan sistem perkembangbiakan pada tumbuhan.
Kajian Etnosains Tradisi Siat Api di Desa Adat Duda Sebagai Pendukung Materi IPA Made Nia Oktaviana Sasnita; Putri Sarini; Luh Mitha Priyanka
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3070

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji pengetahuan asli masyarakat mengenai Tradisi Siat Api di Desa Adat Duda sebagai pendukung materi dalam pembelajaran IPA SMP. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan etnosains. Penelitian ini berlangsung di Desa Adat Duda, Kabupaten Karangasem. Melalui teknik purposive sampling diperoleh 9 subjek penelitian terdiri dari 2 orang Pemangku, 2 orang Serati Banten, 1 orang Bendesa Adat, dan 1 orang peserta siat api, 3 orang guru SMP N 3 selat SMP dan snowball sampling diperoleh sebanyak 2 orang subjek penelitian, yaitu 2 orang peserta siat api yang merupakan rekomendasi dari subjek awal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang dimanfaatkan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi inipun menunjukkan bahwa kajian etnosains tradisi siat api seperti bahan baku yang digunakan, pembakaran prakprak, dampak pembakaran, sumber bahan baku, saat siat api, alat-alat untuk persiapan, penggunaan api, petabuhan, obor, kulkul dan baleganjur dapat diintegrasikan ke dalam materi IPA pada pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup, perubahan kimia, campuran, pencemaran lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati, bioteknologi konvensional, gerak, gaya dan pesawat sederhana, kalor dan perpindahan kalor, getaran dan gelombang.
Pengembangan LKPD IPA berbasis Learning Cycle 5E pada Materi Ekologi dan Pelestarian Lingkungan Kelas VII Sayu Putu Noviana; Putri Sarini; Putu Hari Sudewa
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3371

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan serangkaian keterampilan yang bisa membantu peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu penyebab rendahnya keterampilan proses sains peserta didik ialah karena minimnya bahan ajar LKPD dan model pembelajaran yang belum memfasilitasi keterlaksanaan keterampilan proses sains pada setiap pembelajarannya. Tujuan penelitian yaitu berupaya mendeskripsikan dan menjelaskan karakteristik, tingkat validitas, kepraktisan, dan keterbacaan LKPD IPA berbasis Learning Cycle 5E. Jenis kajian studi inipun termasuk pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate) yang hanya dilaksanakan hingga tahap develop. Subjek penelitian ini yaitu 2 validator, 3 guru IPA SMP, dan 20 peserta didik kelas VII SMP. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan angket dengan instrumen berupa pedoman wawancara, angket uji validitas, uji kepraktisan, serta uji keterbacaan. Penelitian ini menghasilkan 2 data, yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Karakteristik produk yang dikembangkan ialah LKPD IPA berbentuk cetak dan setiap kegiatan dalam LKPD menggunakan sintak model Learning Cycle 5E. Output uji validitas mendapatkan skor 1,00 (validitas sangat tinggi), hasil uji kepraktisan mendapatkan skor 94% (sangat praktis), dan uji keterbacaan mendapatkan skor 84% (sangat terbaca). Berdasarkan hasil 3 uji tersebut, maka LKPD IPA berbasiskan Learning Cycle 5E pada materi Ekologi dan Pelestarian Lingkungan kelas VII dinyatakan valid, praktis, dan terbaca sehingga layak diuji ketahap uji efektivitas.
The Hypothetic OMIRE Learning Model to Improve The Scientific Literacy of Prospective Science Teachers Sarini, Putri; Widodo, Wahono; Sutoyo, Suyatno; Suardana, I Nyoman
International Journal of Current Educational Research Vol. 3 No. 1 (2024): June
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/ijocer.v3i1.328

Abstract

Objective: Prospective science teachers must have good scientific literacy skills as critical agents in developing future generations' scientific literacy. However, the scientific literacy skills of prospective science teachers in Indonesia still need to improve. This research tries to formulate the OMIRE learning model to increase the scientific literacy of prospective science teachers. Method: The method used is a literature study with a qualitative research type. Results: The hypothetical OMIRE learning model synthesizes inquiry-based learning models and culture-based learning models to develop the scientific literacy of prospective science teachers. This model is based on several learning theories, including constructivism, Piaget's cognitive development theory, Vygotsky's social constructivist theory, Ausuble's meaningful learning, Bruner's discovery learning, Novak's concept map (mind map), information processing theory, collateral learning theory, boundary crossing metaphor culture, and scientific reconstruction. The hypothetical OMIRE learning model consists of five phases: Observation (O), Mind Mapping (M), Investigation (I), Reconstruction (R), and Evaluation (E). Novelty: The hypothetical OMIRE learning model can develop the scientific literacy of prospective science teachers. Further research needs to be conducted to test the validity, practicality, and effectiveness of the OMIRE learning model in improving the scientific literacy of prospective science teachers.
Analisis Etnosains Pembuatan Genteng Tradisional di Desa Pejaten dan Relevansinya sebagai Konteks Materi IPA SMP Bela Purnami, Ni Kadek; Selamet, Kompyang; Sarini, Putri
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/psej.v10i2.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kajian etnosains proses pembuatan genteng tradisional di Desa Pejaten serta mendeskripsikan relevansinya terhadap konteks materi IPA SMP. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnosains. Penelitian ini dilakukan di Banjar Pejaten, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling diperoleh sebanyak tiga orang pengrajin genteng tradisional serta melalui teknik purposive sampling diperoleh tiga orang guru IPA SMP Negeri 2 Kediri. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian sains ilmiah berdasarkan sains asli masyarakat dalam proses pembuatan genteng tradisional di Desa Pejaten dapat dijadikan sebagai konteks materi dalam pembelajaran IPA SMP. Proses pembuatan genteng tradisional di Desa Pejaten meliputi pengolahan tanah liat, pencetakan, penganginan, penjemuran dan pembakaran. Kajian etnosains pada proses pembuatan genteng tradisional yang banyak mengandung sains ilmiah ditemukan pada tahap pencetakan dan pembakaran genteng. Temuan proses pembuatan tersebut relevan sebagai konteks pada materi perubahan sifat bahan, klasifikasi materi dan perubahannya, tekanan zat, kalor dan perpindahannya, serta pesawat sederhana. Tahapan ini mencerminkan sains masyarakat yang relevan untuk dijadikan konteks pembelajaran IPA berbasis budaya.