Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN SUMUR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH DI DESA CIBOGO, KECAMATAN CISAUK, KABUPATEN TANGERANG Yuda, Himmes Fitra; Amri, Muhammad Adimas; Pramadika, Havidh; Afdhal, Muhammad
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 7 No 1 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v7i1.21391

Abstract

Cisauk district is located within the administrative area of Tangerang regency, Banten Province. The Cisauk district was originally part of the Serpong district, which experienced regional expansion. Initially, much of the land in the Cisauk district was agricultural land. However, as the population grew, its function changed to residential land, industrial trade, and services. In addition, this area in Tangerang regency is strategic as a buffer for the capital city of Jakarta. Therefore, with the increasing rate of population growth and the growth of residential areas or housing developments in the Cisauk district, the need for clean water is also directly proportional. Based on these problems, it is necessary to have training and mentoring activities in implementing clean water well-making activities, with the aim that clean water well-making activities are carried out by plans and methods that meet implementation standards and technical standards for making clean groundwater wells.  It is planned to construct a borehole well at a location identified as a productive aquifer zone based on the ADMT survey results. The borehole well will be designed to reach the optimum depth to penetrate the aquifer zone, providing a sustainable, clean water supply for the community of Cibogo Village, Cisauk District.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM ANALISIS PENENTUAN KELAS TEKSTUR TANAH PADA ASPEK KEBENCANAAN LONGSOR Ardi, Achmad Adyatma; Nuryana, Suherman Dwi; Yuda, Himmes Fitra
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jek.v3i2.16092

Abstract

Abstrak Berdasarkan laporan BPBD terjadi peristiwa longsor di daerah Rumpin. Salah satu parameter yang dibahas dalam analisis aspek kebencanaan longsor adalah tekstur tanah. Penelitian ini bertujuan menentukan kelas tekstur tanah dengan mempertimbangkan parameter kemiringan lereng dan tipe batuan. Metode yang digunakan adalah melakukan tumpang – tindih (overlay) antara fitur peta kemiringan lereng dan tipe batuan untuk menentukan lokasi pengambilan sampel tekstur tanah. Tekstur tanah kemudian diukur dengan metode ayakan (sieve). Fitur peta digabungkan (dissolve) berdasarkan perhitungan tekstur tanah yang telah dilakukan. Hasil plot dominan diinterpretasikan sebagai kelas tekstur tanah. Kelas tekstur tanah daerah penelitian berdasarkan analisis yang dilakukan terdiri dari 2 kelas yaitu berpasir-berliat dan berliat. Kelas berpasir – berliat memiliki luas 34,13 km2 atau 96,20% dari keseluruhan daerah penelitian sedangkan kelas berliat memiliki luas 1,35 km2 atau 3,80% dari keseluruhan daerah penelitian.   Abstract Based on the BPBD report, there was a landslide in the Rumpin area. One of the parameters discussed in the analysis of the landslide disaster aspect is soil texture. This study aims to determine the soil texture class by considering the parameters of the slope and rock type. The method used is to use the overlap between slope map features and rock types to determine the location of soil texture sampling. The soil texture is then measured by the sieve method. Map features are merged (dissolved) based on soil texture calculations that have been done. The dominant plot results are interpreted as soil texture classes. Based on the analysis conducted, the soil texture classes in the study area consist of two classes, namely sandy-loamy and loamy. The sandy-loamy class has an area of 34.13 km2, or 96.20% of the total study area, while the clayey class has an area of 1.35 km2, or 3.80% of the entire study area.   Kata kunci : ArcGIS; Kemiringan Lereng; Sistem Informasi Geografis; Tekstur Tanah; Tipe Batuan
KONDISI GEOLOGI UNTUK PERENCANAAN PONDASI BENDUNGAN DI DAERAH BENGKAYANG: GEOLOGICAL ANALYSIS FOR THE FEASIBILITY OF DAM FOUNDATIONS IN THE BENGKAYANG AREA Prasetyo, Yosafat Anugrah; Yuda, Himmes Fitra
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 6, NOMOR 2, AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi geologi untuk perencanaan pondasi bendungan di daerah Bengkayang menggunakan metode Unconfined Compressive Strength (UCS) dan Standard Penetration Test (SPT). Metode SPT digunakan untuk menentukan parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah di lapangan, yang penting untuk identifikasi perlapisan tanah dan desain pondasi bangunan yang dikorelasikan dengan uji UCS untuk mengetahui nilai kuat tekan batuan. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pemilihan lokasi survei, pengumpulan data primer dan sekunder, serta pengolahan dan interpretasi data. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi terkait penggunaan batuan, desain struktur, dan langkah-langkah mitigasi berdasarkan hasil survei yang dilakukan. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu geologi teknik, khususnya dalam bidang pertambangan dan teknik pondasi.   This study aims to analyze the geological conditions for dam foundation planning in the Bengkayang area using the Unconfined Compressive Strength (UCS) and Standard Penetration Test (SPT) methods. The SPT method is used to determine the parameters of soil layer penetration resistance in the field, which is important for the identification of soil layer and building foundation design correlated with the UCS test to determine the compressive strength value of rocks. This research was carried out in several stages, namely the selection of survey locations, primary and secondary data collection, and data processing and interpretation. The results of this study are expected to provide recommendations related to the use of rocks, structural design, and mitigation measures based on the results of the survey conducted. This research is also expected to contribute to the development of engineering geology, especially in the field of mining and foundation engineering.
ANALISIS HIDRODINAMIKA MUKA AIRTANAH PADA AKUIFER TAK TERTEKAN STUDI KASUS JAKARTA BARAT – DKI JAKARTA Lestari, Arini Dian; Suryana, Yunita Friscillia; Yuda, Himmes Fitra; Amri, M. Adimas; Wijaya, Lius Fernando
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v11i1.24433

Abstract

Di daerah perkotaan seperti DKI Jakarta, pemenuhan kebutuhan air masyarakat bergantung pada beberapa sumber, antara lain air perpipaan (PALYJA/AETRA), sumur gali atau bor (sumur pantek), serta penampungan air hujan. Untuk keperluan domestik, sumur pantek umumnya dibor hingga kedalaman kurang dari 60 meter, sementara untuk kebutuhan perkantoran, hotel, dan industri, pengeboran sering kali dilakukan hingga kedalaman lebih dari 60 meter untuk menjangkau akuifer dalam. Studi ini menyelidiki sifat hidrodinamika akuifer dan hubungannya dengan persebaran wilayah rawan air bersih di Jakarta. Metode yang digunakan meliputi analisis data sekunder geologi dan hidrogeologi, serta pengukuran muka airtanah langsung di lapangan menggunakan water level meter portabel pada empat titik sumur pantau di wilayah Jakarta Barat. Penggunaan water level meter portabel ini memungkinkan akuisisi data yang cepat, akurat, dan dapat dilakukan secara berkala untuk memantau fluktuasi muka airtanah secara spasial dan temporal. Apabila pemanfaatan air tanah dangkal, khususnya di kawasan padat penduduk, tidak dikendalikan sesuai dengan daya dukung akuifer, maka berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan lingkungan. Dampak kerusakan lingkungan ini sering kali semakin nyata terlihat pada periode musim kemarau maupun penghujan, yang ditandai dengan kesulitan air bersih, penurunan muka airtanah, dan intrusi air laut.Tujuan sebaran area rawan air bersih yang memenuhi kebutuhan air penduduk pada tingkat sumur dangkal (0–60m) dan sumur dalam (60–300m).