Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Perempuan dalam Peningkatan Pengetahuan Mengenai Penyakit Lepra di Papua Pada Era Pandemik COVID 19 Sianturi, Elfride Irawati; Gunawan, Elsye; Soltief, Sitti Nurdjaja
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i3.150

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan informasi terbaru dari Provinsi Papua, penyakit Lepra menjadi penyakit yang mulai mewabah di daerah Jayapura dan sekitarnya. Hal ini diperkuat dengan data nasional dimana ditemukannya kasus baru yang merupakan populasi anak-anak di salah satu distrik di Jayapura, Papua Mengingat hal ini maka masalah Lepra perlu dikendalikan mengingat penularan mungkin  dari orang dewasa ke anak. Hal ini menjadi komplek ketika orang tua sebagai faktor penularan tidak mau berobat ataupun menganggap penyakit kulit yang diidapnya adalah masalah kulit seperti umumnya. Tujuan: meningkatkan kesadaran penduduk terhadap penyakit Lepra terutama yang terjadi pada anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah pemberdayaaan kelompok wanita Distrik Kotabaru yang merupakan salah satu distrik di Jayapura mengenai penyakit Lepra dan pengobatannya. Metode: melakukan penyuluhan serta menyebarkan kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan menggunakan model pemberdayaan masyarakat partisipatif atau Participatory Rural Apraisal (PRA) dengan menggunakan analisa data paired T-test. Hasil: Jumlah partisipan pada pengabdian ini adalah 15 wanita dengan rata rata umur (mean ± SD) 39.86 ± 9.37 tahun dan mayoritas (67%) berasal dari suku Papua. Peserta mayoritas (54%) tidak memiliki riwayat keluarga mengidap penyakit Lepra dan sebagain besar (60%) tidak berkeberatan berinteraksi dengan pasien Lepra. Kesimpulan: Hasil yang didapat terhadap beberapa pertanyaan yang disebarkan sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan hasil yang berbeda secara signifikan sebelum dan sesudah kegiatan. Perlunya kegiatan ini dilakukan secara rutin untuk meningkatkan sosialisasi di kalangan ibu ibu. 
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan serta Pengobatan Tuberculosis Sensitif dan Resisten Obat Pada Perkumpulan Wanita Di Jayapura : (To increase knowledge on prevention and treatment of drug-sensitive and drug-resistant tuberculosis among women in Jayapura) Sianturi, Elfride Irawati; Lingga, Irene Sondang; Appa, Felycitae Ekalaya; Barus, Andre anusta
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i2.52049

Abstract

ABSTRACT The increasing incidence of Tuberculosis (TB) in Papua and the delayed treatment of complex TB need programs to solve the problems by increasing knowledge in community, especially among women. The programs should be conducted routinely and on a scheduled basis. Failure to treat TB remains high and this will lead to resistance. The impact of resistance is likely to lead to  drug-resistant TB (DR-TB), which requires longer treatment and severe side effects. The method used in this acctivities was to conduct routine counseling on the symptoms of TB, its treatment and access to treatment of this disease at the nearest health center. A total of 26 mothers participated in routine counseling where there was a significant change before and after counseling. Increasing knowledge routinely with counseling can provide good results in TB prevention in the community and there is a possibility that mothers can become driving agents in finding new TB patients and helping TB suspects in their treatment by becoming supervised treatment. ABSTRAKI Meningkatnya angka kejadian Tuberkulosis (TB) di Papua serta terlambatnya pengobatan TB yang kompleks menjadi pentingnya kegiatan peningkatan pengetahuan masyarakat terutama para ibu dalam  mengenali gejala TB. Hal ini menjadi sebuah kekhawatiran  mengingat gagalnya pengobatan TB yang akan menyebabkan resistensi. Hal ini akan berdampak pada penemuan TB Resisten Obat (RO) yang membutuhkan pengobatan lebih lama serta efek samping yang berat. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan penyuluhan secara rutin mengenai gejala TB, pengobatannya serta akses pengobatan penyakit ini di puskesmas terdekat. Sebanyak 26 ibu-ibu mengikuti penyuluhan secara rutin dimana bahwa adanya perubahan sebelum dan sesudah penyuluhan terjadi perubahan secara signifikan. Peningkatan pengetahuan secara rutin dengan penyuluhan dapat memberikan hasil yang baik dalam penanggulangan TB di komunitas serta adanya kemungkinan para ibu dapat menjadi agen penggerak dalam penemeuan pasien TB yang baru serta membantu suspek TB dalam pengobatannya dengan menjadi pengawas minum obat. Keywords:  TB; Drug Resistance, Counselling Community, Jayapura  
Upaya Peningkatan Pengetahuan Stunting dan Pencegahannya di Wilayah Abepura, Papua. Sianturi, Elfride Irawati; Lingga, Irene Sondang; Soltief, Sitti Nurdjaja; Irpa, Makdalena; Rumanasen, David W; Rusnaeni, Rusnaeni
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4992

Abstract

Angka prevalensi stunting secara nasional sangat tinggi dan angka nasional prevalensi stunting di Indonesia berada di sekitar 37 persen. Dalam menanggulangi ini beberapa program telah ditawarkan pemerintah untuk menanggulangi segera masalah ini. Ternyata capaian Indeks Khusus Penanganan Stunting (IKPS) di provinsi Papua sangat rendah di antara provinsi yang ada di Indonesia. Angka stunting di Jayapura terhitung sangat tinggi dimana kejadian stunting sangat berhubunan dengan kemiskinan serta kurangnya pemahaman ibu mengenai komposisi gizi. Abepura sebagai salah satu distrik dimana tingkat perekonomian yang rendah serta jumlah anak balita yang relatif tinggi menjadi salah satu perhatian untuk dilakukan kegiatan pengabdian dalam rangka pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mengenai faktor yang berkaitan dengan kejadian stunting serta pencegahan stunting di kalangan ibu di daerah Jayapura. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan, serta sesi tanya jawab untuk mengukur penerimaan para partisipan terhadap materi. Dari 21 wanita sebagai partisipan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diperoleh antusias yang sangat positif. Hal yang menarik dari kegiatan ini beberapa pertanyaan diajukan oleh partisipan di mana hal ini berfokus pada hal pengetahuan para ibu dalam melakukan modifikasi makanan agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi. Hal lain yang tidak kalah pentingnya bahwa ada keingintahuan para partisipan mengenai langkah langkah yang harus dilakukan para ibu serta kader posyandu bila ada anak yang tidak dapat melakukan vaksinasi dengan tepat dikarenakan masalah kesehatan anak yang terganggu. Hasil yang diperoleh bahwa antusias dan animo partisipan cukup tinggi dimana selain mengenai gizi ada pula beberapa pertanyaan partisipan yang erat hubungannya dengan kesehatan balita, gizi dan vaksinasi. Dari hal tersebut maka pada kegiatan berikutnya dicanangkan untuk bekerjasama dengan tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat dalam menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan vaksinasi dan malaria serta diare
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENTINGNYA SUPLEMEN BESI (FE) DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA PELAJAR PUTRI SMA DI JAYAPURA Sianturi, Elfride Irawati; Longe, Viona S; Nawipa, Yuliance; Susilowati, Rizka Agustine; Bakri, Nur Fadilah
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2325

Abstract

Angka kejadian stunting di Indonesia meningkat setiap tahunnya dan Provinsi Papua menunjukkan peningkatan yang relatif tinggi dibanding provinsi lainnya. Perlunya penanganan yang komprehensif dari berbagai sektor menjadi hal yang perlu diprioritaskan. Salah satu target utama pencegahan stunting selain ibu hamil dan anak di bawah umur 5 tahun adalah perlunya pencegahan sedini mungkin pada perempuan muda yang telah memulai siklus menstruasi. Sehingga siswi-siswi terutama di sekolah menengah menjadi salah satu prioritas dalam program pencegahan stunting yang komprehensif. Hal ini didasarkan bahwa mereka rentan mengalami anemia selama mendapatkan siklus tersebut ditambah lagi dengn kurangnya asupan makanan yang sehat. Hal ini bila tidak ditangani segera maka perempuan akan mengalami masalah kurang energi kronis (KEK). Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan informasi apa stunting itu, bahaya stunting serta apa yang perlu dilakukan agar kejadian stunting tidak terjadi terutama pentingnya suplemen Fe pada siswi-siswi SMA di Jayapura. Program ini diikuti oleh 19 siswi, sebelum dan sesudah kegiatan disebarkan kuesioner untuk menilai keefektifan program ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswi. Hasil yang diperoleh bahwa ada peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya suplemen Fe di antara siswi-siswi yang mengikuti program ini. Diharapkan pelatihan ini akan berdampak bahwa siswi-siswi mengerti bahwa mereka sangat riskan mengalami anemia. Hal ini akan menyebabkan kemungkinan mereka akan melahirkan anak dengan risiko mengalami stunting. Selain itu mereka diharapkan menjadi agen informasi kepada siswi-siswi lain mengenai angka kejadian KEK dapat dicegah dengan mengkomsumsi tablet suplemen Fe setidaknya selama mereka mendapatkan periode menstruasi.
The Stigma Reduction in Tuberculosis (TB) to Increasing TB Case Detection Among Women's Communy in Abepura, Papua: Stigma Reduction in Women's Community in Abepura- Papua to Increase Tuberculosis (TB) Case Detection Sianturi, Elfride Irawati; Gunawan, Elsye; Appa, Felycitae Ekalaya; Soltief, Sitti Nurdjaja; Suthelie, Chinry Charolina; Febriyanti, Christine; Rusnaeni, Rusnaeni
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.63904

Abstract

Papua Province is one of the regions with the highest number of tuberculosis cases, and this is a serious problem for the province and the surrounding area. The most significant impact of this disease on the community is a decline in quality of life and health status. Although patient care, evaluation of new treatments, and tuberculosis prevention strategies are constantly being updated, tuberculosis remains the leading cause of morbidity. The shame people feel around tuberculosis makes it hard to control the disease. TB patients are more likely to conceal their condition, which leads to delayed detection and increased transmission. The objective of this initiative is to enhance the involvement of women's groups in the region in recognizing TB symptoms and mitigating the stigma surrounding TB. The methods used were counseling and testimonials from TB patients who had recovered. The activity was participated in by a total of 19 women, and their stigma was observed before and after the activity. The results showed a tendency for significant change if this activity was carried out regularly, with the reduction in stigma leading to the community actively supporting early detection of TB when they saw symptoms of the disease without fear of being stigmatized by TB. ABSTRAK Provinsi Papua merupakan salah satu wilayah dengan kasus TBC tertinggi. Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat mengenai penyakit ini yakni terjadinya penurunan kualitas hidup dan status kesehatan. Meskipun perawatan pasien, evaluasi terhadap perawatan baru atau strategi pencegahan TBC selalu diperbaharui tetapi TBC masih menjadi penyebab utama morbiditas. Stigma yang memiliki keterkaitan pada TBC menghambat keseluruhan dari aspek yang terkait dengan pengendaliannya TBC. Para pasien yang terkena TBC jauh lebih cenderung untuk menyembunyikannya kondisi yang sedang mereka alami dan hal ini mengakibatkan  keterhambatan pendeteksian kasus hingga membuat terjadinya penularan yang lebih meluas. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi kelompok wanita di daerah tersebut mampu mengenali gejala TBC serta pengurangan stigma terhadap TBC dapat dikurangi. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan testimoni pasien TBC yang sudah sembuh. Sebanyak 19 perempuan mengikuti kegiatan ini dengan melihat stigma mereka sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil yang didapat bahwa adanya kecenderungan akan adanya perubahan secara signifikan bila kegiatan ini rutin dilakukan sehingga pengurangan stigma ini akan menyebabkan Masyarakat secara aktif mendukung pendeteksian dini TBC Ketika melihat simptom dari penyakit ini tanpa takut akan distigmatisasi.