Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Persepsi Remaja Terhadap Susu Melalui Edukasi Kandungan Gizi Susu di Kabupaten Majalengka Lili Adam Yuliandri; Ulfa Indah Laela Rahmah; Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya; Oki Imanudin; Aaf Falahudin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.495 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4329

Abstract

Susu merupakan bahan pangan yang mempunyai gizi lengkap. Susu perlu dikonsumsi secara teratur demi peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama remaja. Tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia sebesar 16,23 liter/kapita/tahun masih tergolong rendah di Asia Tenggara. Beberapa tahun belakangan ini, minum kopi, minuman coklat, susu, atau minuman berbahan dasar susu di cafe menjadi tren di hampir sebagian besar kalangan remaja. Permasalahan yang muncul dilapangan adalah intensi atau niat remaja datang ke café dan mengkonsumsi susu atau minuman berbahan dasar susu adalah untuk kesenangan. Remaja belum memahami pentingnya minum susu untuk tumbuh kembang tubuhnya dan alasan kesehatan Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan persepsi dan pemahaman remaja terhadap kandungan gizi yang terdapat dalam susu. Metode dalam kegiatan ini adalah metode edukasi, diskusi interaktif dan tanya jawab. Hasil kajian menunjukan bahwa remaja mengetahui manfaat dan kandungan gizi yang terdapat dalam susu yang baik untuk Kesehatan meski tidak mendalam. Bagi remaja, minum susu belum menjadi kebiasaan dan dikonsumsi secara teratur.
Aplikasi Probiotik Heryaki pada Pembuatan Silase di Peternakan Kambing Perah Salman Farm Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya; Oki Imanudin; Aaf Falahudin; Lili Adam Yuliandri; Yogi Kriskenda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.6132

Abstract

Peternak kambing perah menginginkan produksi susu yang tinggi dan efisiensi pakan yang baik. Pengawetan hijauan pakan dalam bentuk silase bertujuan untuk meningkatkan produksi susu dan efisiensi pakan. Pelatihan pembuatan silase di peternakan kambing perah Salman Farm bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman peternak dalam pengawetan hijauan dengan kata lain beternak kambing perah tanpa ngarit. Sebelum kegiatan ini berlangsung peternak sudah pernah membuat silase, sehingga peternak sudah memiliki pengetahuan dasar pembuatan silase. Sebelumnya, peternak membuat silase selama 21 hari, sedangkan dalam pelatihan ini hanya 7 hari, karena menggunakan probiotik Heryaki. Peternak belum pernah melakukan pembuatan silase menggunakan probiotik Heryaki. Pelatihan dilakukan di peternakan kambing perah Salman Farm yang diikuti oleh 75 peternak dan penyuluh pertanian yang berasal dari kabupaten Majalengka, Kuningan, Sumedang, dan Bandung. Metode pelatihan dilakukan melalui ceramah pemaparan materi mengenai pengawetan hijauan pakan dan pembuatan silase yang diselingi dengan diskusi, kemudian dilengkapi dengan praktek pembuatan silase. Kegiatan pelatihan diakhiri dengan evaluasi berupa sesi diskusi serta pembagian kuesioner. Berdasarkan hasil pre-test didapatkan bahwa 65% peserta pelatihan belum mengetahui bahwa terdapat pengawetan hijauan pakan berbentuk silase, namun 46,67% peserta pelatihan belum mengetahui cara pembuatan silase dan 73,33% peserta pelatihan tidak mempunyai pengalaman dalam pembuatan silase. berdasarkan posttest 100% peserta memahami pembuatan silase dan 100% peserta tertarik menggunakan probiotik Heryaki. Kesimpulannya setelah mengikuti pelatihan ini, 100% peserta pengetahuan dan keterampilannya dalam membuat silase.
Peningkatan performan entog dengan pemberian ransum komplit berbasis batang pisang Dini Widianingrum; Iwan Setiawan; Oki Imanudin; Rachmat Somanjaya
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 11 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v11i1.5738

Abstract

Muscovy duck was in demand by breeders because of easy maintenance, fast growth, and quick yielding. But muscovy ducks have a high level of ration consumption, resulting in high production costs. An alternative solution used cheap, abundant, and good feed nutrient ingredients, including banana stems. The objective of the research was to obtain the best performance of muscovy duck served a complete ration based on banana stems. The method used was an experimental method with a completely randomized design to 100 ducks with 5 treatments and 4 replication P0 (ration without (0%) banana stems), P1 (ration containing 25% banana stems), P2 (ration containing 50% banana stems), P3 (ration containing banana stems 75%), and P4 (85% banana stems). Maintenance of muscovy duck started from 4 to 12 weeks of age. The variables observed were ration consumption, body weight, and ration conversion. The results showed that the muscovy duck which was served a complete ration containing 50% stems showed the best musk performance, including ration consumption of 31,42+0,00 kg, daily ration consumption 52,37+0,00 gram/day, bodyweight of 24,27+0,00 kg, body weight gain 40,46+0,01 gram/day and ration conversion of 1.29+0,00. In conclusion, the best complete muscovy duck ration contains 50% banana stems.
Pelatihan Penerapan Teknologi Pengawetan Hijauan Pakan Pada Peternak Ruminansia di Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka Rachmat Somanjaya; Dini Widianingrum; Oki Imanudin; Aaf Falahudin; Lili Adam Yuliandri; Ulfa Indah Laela Rahmah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6571

Abstract

Kesulitan untuk mendapatkan hijauan pakan disaat musim kering merupakan masalah klasik bagi para peternak ruminansia konvensional. Sosialisasi dan pelatihan teknologi pengawetan hijauan pakan diharpkan dapat menjadi solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mentransformasi pola penyediaan pakan konvensional melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan teknologi pengawetan hijauan pakan. Kegiatan dilakukan pada Bulan Juli 2023 pada peternak ruminansia yang berdomisili di Desa Cikondang, Kondang Mekar dan Muktisari di Wilayah Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Pelatihan disampaikan melalui metode penyuluhan dan praktek. Hasilnya menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat peternak dalam upaya mengatasi kekurangan hijauan pakan disaat musim kering dan mampu mempraktekan cara pengawetan hijauan pakan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini memilki nilai manfaat dan tingkat keterserapan teknologi yang cukup tinggi.
Digestibility of dry matter and organic matter of complete rations based on banana stems in Ciayumajakuning muscovy duck Dini widianingrum; Iwan Setiawan; Oki Imanudin; Rachmat Somanjaya
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v11i2.7141

Abstract

This study aims to obtain the digestibility of dry matter and organic matter of banana stem-based muscovy duck rations. The study was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications on twenty drakes. The five treatments are P0 (ration + 0% banana stem as control), P1 (ration + 25% banana stem), P2 (ration + 50% banana stem), P3 (ration + 75% banana stem), and P4 (ration + 85% banana stem). %). Observation data were analyzed using one-way ANOVA, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) to determine differences between treatments. The results of the study showed that the Muscovy diet with the addition of 50% banana stems had the best organic matter digestibility and dry matter digestibility, namely 49.28 ± 0.23% and 54.55 ± 0.41%. It could be concluded that the Muscovy ration with the addition of 50% banana stems had the best quality.
PERFORMA PRODUKSI ENTOG (Cairina moschata) JANTAN YANG DIBERI RANSUM BERBASIS HIJAUAN ECENG GONDOK (Eichhornia crasipess) Nida Fitria; Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3569

Abstract

The performance of mutton is influenced by quality feed, easy to obtain, and does not compete with humans. Water hyacinth has a fairly high content of protein, fiber, fat, and energy. The purpose of this study was to analyze the effect of the use of water hyacinth-based forage rations on the performance of sorghum. The study was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD). A total of 80 male mutton were placed in 20 cage plots, so that each cage plot consisted of 4 birds. The types of treatment used were P0 (100% rice bran) as control, P1 (75% rice bran + 25% water hyacinth), P2 (50% rice bran + 50% water hyacinth), P3 (25% rice bran + 75% water hyacinth). The variables observed were ration consumption, body weight gain, ration conversion, feed cost per gain, and mortality. The research data were analyzed using analysis of variance and if they showed significant differences, they were further tested using Duncan's multiple distance test. The results showed that the ration consumption, body weight gain, ration conversion, and feed cost per gain with the addition of water hyacinth in the ration statistically showed a significant difference while the mortality calculated descriptively did not show any difference. Mortality occurred in treatment P3 (25% rice bran + 75% water hyacinth). It can be concluded that in order to improve the performance of male gibbons, the provision of forage water hyacinth in the ration should not be more than 50%.
UKURAN- UKURAN ORGAN PENCERNAAN DAN EDIBLE OFFAL ENTOG JANTAN (Cairina moschata) YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Angga Darma Rizkika; Dini Widianingrum; Oki Imanudin
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3776

Abstract

ABSTRAK Edible offal adalah sisa karkas yang masih layak dikonsumsi, seperti jantung, hati, ampela dan usus. Sebagian masyarakat mengkonsumsi bagian edible offal ini salah satu solusi cara untuk menikmati bagian dari tubuh entog yang relatif murah dibandingkan dengan dagingnya, sehingga edible offal banyak diminati dan dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa berat edible offal yang baik dan layak konsumsi dan tingkatan pemberian pakan eceng gondok yang terbaik untuk entog jantan. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebanyak 80 ekor entog jantan ditempatkan pada 20 petak kandang, sehingga setiap petak kandangnya terdiri atas 4 ekor. Jenis perlakuan yang digunakan yaitu P0 (100% dedak padi) sebagai kontrol, P1 (75% dedak padi + 25% eceng gondok), P2 (50% dedak padi + 50% eceng gondok), P3 (25% dedak padi + 75% eceng gondok). Variabel yang diamati yaitu berat jantung, hati, ampela, usus untuk panjang organ pencernaan yaitu tembolok, proventrikulus, duodenum, jejulum, ilium, usus besar dan kloaka. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (analysis of variance) dan jika menunjukan perbedaan nyata maka dilanjutkan menggunakan uji berjarak ganda Duncan. Hasil penelitian penambahan eceng gondok data yang dihasilkan menunjukkan perbedaan nyata pada panjang Organ Pencernaan, sedangkan pada berat Edible offal tidak menunjukan perbedaan. Panjang Organ Pencernaan yaitu menunjukan perbedaan nyata pada perlakuan yaitu P3 (25% dedak padi 75% eceng gondok). Penelitian ini dapat disimpulkan penggunaan eceng gondok 75% baik untuk panjang Organ Pencernaan.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI IMBANGAN RANSUM BERBASIS HIJAUAN ECENG GONDOK (Eichornia Crassipes) TERHADAP BERAT KARKAS DAN NON KARKAS ENTOG (Cairina Moschata) JANTAN Arinal Khairul Fajri Ruhimat; Dini Widianingrum; Aaf Falahudin
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3781

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan imbangan ransum berbasis hijauan eceng gondok terhadap berat karkas dan non karkas entog. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebanyak empat perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang digunakan P0 (100% dedak padi) sebagai kontrol, P1 (75% dedak padi + 25% eceng gondok), P2 (50% dedak padi + 50% eceng gondok), P3 (25% dedak padi + 75% eceng gondok). Variabel yang diamati antara lain bobot hidup, berat sembelih, berat darah, berat bulu, berat jeroan, berat kepala, berat ceker, berat leher, berat brutu, berat karkas, berat sayap, berat dada, berat paha. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam ( analisis of variance ) dan jika menunjukan perbedaan nyata maka diuji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan 50% dedak padi + 50% eceng gondok menghasilkan berat karkas dan non karkas yang baik pada entog jantan.
SIFAT KUANTITATIF ENTOG (Cairina moschata) JANTAN YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG HIJAUAN ECENG GONDOK (Eicohornia crassipes) Olis Lindayani; Dini Widianingrum; Aaf Falahudin
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3782

Abstract

Karakteristik entog sangat penting dalam usaha pengembangan entog, meliputi sifat kuantitatif. Tujuan penelitian ini Menganalisis pengaruh penggunaan ransum mengandung hijauan eceng gondok terhadap sifat kuantitatif entog. Penelitian ini dilakuakan secara eksperimen dengan menggunakan disain Rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebanyak 80 ekor entog jantan ditempatkan pada 20 petak kandang., sehingga setiap petak kandangnya terdiri dari 4 ekor. Jenis perlakuan yang digunakan yaitu P0 (100% dedak padi) P1 (dedak padi 75% + 25% eceng gondok) P2 (dedak padi 50% + 50% eceng gondok) P3 (dedak padi 25% + 75% eceng gondok). Peubah yang diamati pada lebar paruh, panjang paruh, tinggi kepala, panjang kepala, panjang leher, panjang punggung, panjang sayap, panjang femur, panjang tibia, lebar dada, panjang badan, panjang jari ketiga. Data hasil penelitian sifat kualitatif dianalisis secara deskriptif sementara sifat kuantitatif dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam atau Anova (Analisys Of Variance) dan diuji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian yang paling ideal pada panjang sayap 11,86, panjang tibia 10,96, panjang badan 7,70, lebar dada 7,36, panjang punggung. Kesimpulan menunjukan bahwa penggunaan ransum P2 50% dedak padi + 50% eceng gondok dapat memperoleh sifat kuantitaif entog yang baik.
Analisis Potensi Limbah Peternakan Sapi Potong Sebagai Penyedia Pupuk Organik Di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Rastono; Oki Imanudin; Dini Widianingrum
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i2.4784

Abstract

This research was conducted at the Banteng Tani Livestock Group, Losarang District, Indramayu Regency from February 20 to March 30, 2022. This study aims to analyze the potential of beef cattle farm waste in providing organic fertilizer needs for the community in Losarang District, Indramayu Regency. This study uses a descriptive method that is analyzing the cost efficiency of organic fertilizer production using R/C ratio analysis. The results of the feasibility analysis of farming using the balance of revenues and costs (R/C ratio) with a value of 1.84. This means that each expenditure of Rp. 1 will generate revenue of Rp. 1.84. The coefficient value of the R/C ratio shows a number more than 1, so it can be concluded that the use of costs in the organic fertilizer production process in the Banteng Tani group is efficient.