Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelatihan Penanganan Cedera Leher dan Patah Tulang pada Petugas Puskesmas III Denpasar Selatan Lestarini, Asri; Sumadewi, Komang Trisna; Aryastuti, Sri Agung; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 4 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v2i4.814

Abstract

Angka kejadian patah tulang maupun cedera leher pada kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tinggi. Puskesmas III Denpasar Selatan menjadi salah satu tempat penanganan pasien dengan cedera leher dan patah tulang. Masalah yang dihadapi Petugas Puskesmas di bagian gawat darurat adalah kurangnya pelatihan dan penyegaran kembali mengenai penanganan cedera leher dan patah tulang, serta kurangnya peralatan yang memadai. Solusi masalah tersebut yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan penanganan cedera leher dan patah tulang, serta pemberian peralatan. Kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dilakukan di Puskesmas III Denpasar Selatan, dengan 14 petugas gawat darurat Puskesmas III Denpasar Selatan. Hasil program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil rerata postest (85,86) lebih tinggi dari hasil rerata pretest (70,43). Setelah diobservasi, didapatkan peningkatan kemampuan peserta untuk penanganan cedera leher dan patah tulang. Diharapkan dapat dilakukan kegiatan yang serupa sehingga menyegarkan kembali petugas Puskesmas III Denpasar Selatan dalam penanganan cedera leher dan patah tulang.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Aktivasi Sistem Emergensi Kepada Karyawan Hotel di Denpasar Lestarini, Asri; Subrata, Tanjung; Datya , Aulia Iefan; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Sri Agung
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 4 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v2i4.846

Abstract

Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung telah menurunkan tingkat perekonomian di bidang pariwisata, salah satunya penginapan/hotel. Adanya tanda kebangkitan pariwisata menyebabkan pelaku pariwisata dituntut untuk mempersiapkan diri akan meningakatnya kunjngan wisatawan ke Bali. Hotel Quest San Denpasar merupakan salah satu hotel yang membutuhkan pelatihan bagi karyawan, khususnya dalam pertolongan pertama pada henti jantung atau bantuan hidup dasar (BHD). Kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dilakukan di Hotel Quest San Denpasar, dengan melibatkan peserta sekitar 10 orang peserta yang merupakan karyawan Hotel Quest San Denpasar. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil rerata postest (65,00) lebih tinggi dari hasil rerata pretest (54,50). Setelah diobervasi, didapatkan peningkatan kemampuan peserta untuk melakukan bantuan hidup dasar. Sistem emergensi yang sudah dirancang telah diuji coba dalam suatu simulasi lingkungan. Diharapkan dapat dilakukan kegiatan yang serupa sehingga menyegarkan kembali para karyawan hotel Quest San Denpasar dalam pertolongan pertama pada henti jantung atau BHD.
Peningkatan Imunitas pada Kelompok Prolanis Puskesmas IV Denpasar Selatan Selama Pandemi COVID-19 Lestarini, Asri; Subrata, Tanjung; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Cahyawati, Putu Nita
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.15446

Abstract

Banyak faktor yang dapat menurunkan imunitas tubuh, di antaranya diet yang tidak sesuai, kurangnya olahraga serta stres baik fisik maupun psikologis. Selama masa pandemi ini kegiatan Kelompok Program Lansia (Prolanis) Puskesmas IV Denpasar Selatan menjadi menurun. Hal ini mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik, motivasi, kualitas hidup serta menurunkan imunitas. Selain aktivitas fisik, imunitas juga dapat ditingkatkan dengan tetap menjaga pola makan (diet) yang sesuai dengan penyakit yang diderita serta mengombinasikannya dengan olahraga secara teratur. Mitra terdiri dari pasien lanjut usia yang menderita penyakit diabetes melitus yang memerlukan penerapan diet dan olahraga sehingga dapat meningkatkan imunitas selama pandemi COVID-19. Pemberdayaan mitra ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan menerapkan diet yang sesuai serta melakukan exercise agar dapat membantu pengendalian kadar gula darah khususnya bagi pasien diabetes melitus. Metode yang akan dipakai untuk mencapai tujuan tersebut di antaranya melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang diet, dan exercise berupa Resistance and Aerobic Exercise Combination (RabEC) bagi penderita diabetes melitus sampai dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra. Kegiatan dilakukan di Puskesmas IV Denpasar Selatan, dengan melibatkan peserta sebanyak 17 orang peserta. Hasil program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil rerata postest (81,17) lebih tinggi dari hasil rerata pretest (58,23). Setelah diobservasi, didapatkan peningkatan kemampuan peserta untuk melakukan exercise kombinasi tersebut. Diharapkan dapat dilakukan kegiatan yang serupa sehingga meningkatkan keterampilan anggota Prolanis puskesmas IV Denpasar Selatan dalam exercise kombinasi RabEC.
EDUKASI DAN DEMONSTRASI PENATALAKSANAAN LUKA DI DESA BAYUNG GEDE, KINTAMANI Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gde Suranaya; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi; Cahyawati, Putu Nita; Lestarini, Asri
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1608

Abstract

Bayung Gede Village is a tourist village that located in the Kintamani area and included in the cycling tourism route in Bali. Apart from that, Bayung Gede village is belong to one of vulnerable areas to rabies in Bali. This community service activity was carried out to enhance the understanding and skills of Bayung Gede Village residents in managing wounds, including the bite wounds of rabies infectious animals. The activities were started with socialization, initial discussions with partners, and the preparation of infrastructure. The provision of material was conducted through socialization, counseling methods, and wound demonstration. The monitoring and evaluation of activities is seen from three indicators, including input, process, and output indicators. In terms of input, the activity was successful as planned and attended by 15 participants who were village apparatus and villagers of Bayung Gede. Seeing from the process indicators, the participants looked enthusiastic and following the entire activity from start to finish. This activity also met the output indicators, with the majority of participants (>90%) answered the entire posttest question correctly. Through this community service, all participants are expected to independently apply all the knowledge and skills acquired from all the process and able to disseminate to other residents.
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE MELALUI BUDIDAYA TANAMAN PENGUSIR NYAMUK DI KELURAHAN PEDUNGAN, BALI Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gde Suranaya; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Lestarini, Asri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28354

Abstract

Prevalensi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Denpasar, termasuk Kelurahan Pedungan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hingga saat ini belum ada terapi definitif untuk mengatasi penyakit ini, sehingga pencegahan dinilai menjadi upaya yang paling baik dalam manajemen DBD. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi dengan topik pencegahan DBD, terutama melalui penggunaan tanaman pengusir nyamuk. Kegiatan ini dihadiri oleh 5 peserta yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Edukasi yang diberikan dinyatakan efektif dan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata pretest sebesar 48 poin dan nilai rata-rata posttest sebesar 100 poin. Seluruh peserta berhasil menjawab seluruh pertanyaan posttest dengan benar. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat diselenggarakan secara berkala dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
PENDAMPINGAN KELUARGA BINAAN DESA BAYUNG GEDE, KINTAMANI DALAM PENCEGAHAN STUNTING Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gde Suranaya; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Lestarini, Asri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29874

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi terhambatnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis. Pendampingan Keluarga merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah stunting. Program ini dilakukan di Desa Bayung Gede, Kintamani yang merupakan salah satu desa lokus Stunting di Bali. Program ini diawali dengan pelatihan pendamping keluarga dan dilanjutkan dengan pendampingan kepada keluarga binaan selama 6 bulan. Satu kelompok mahasiswa mendampingi satu keluarga binaan. Evaluasi peningkatan pemahaman keluarga dilakukan melalui pretest dan posttest. Program dijalankan pada bulan September 2023 hingga Januari 2024 dengan sasaran 5 keluarga binaan di Desa Bayung Gede, Kintamani. Sebagian besar anak dalam keluarga binaan memiliki status gizi pendek berdasarkan tinggi badan per umur. Bentuk pendampingan keluarga yang diberikan meliputi identifikasi dan penyelesaian masalah, pemantauan status gizi, dan edukasi kesehatan terkait stunting. Program dikatakan berhasil karena mampu meningkatkan pemahaman keluarga dengan seluruh peserta berhasil mendapatkan nilai lebih dari 70 pada posttest. Untuk meningkatkan efektivitas program, ke depan diperlukan pelatihan yang berkelanjutan terhadap pendamping serta kolaborasi lintas sektor yaitu pemberi layanan kesehatan dan pendidikan.
Community Empowerment for Vector Control of Dengue Hemorrhagic Fever: Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Cahyawati, Putu Nita; Pandit, I Gede Suranaya; Lestarini, Asri; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1871

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a health problem in Indonesia, including in Bali. Dengue therapy has not been optimal so far, so that prevention efforts are an effective step in dealing with DHF cases. All of these community service activities were aimed to increase the knowledge and awareness of community living in densely populated settlements in the prevention and control of DHF vectors. The activities carried out included counseling through the media posters regarding DHF and its prevention as well as distribution of mosquito repellent plants to be planted in the yards of each activity participant's house. The activity took place from June to July 2023 and was attended by 35 activity participants. From the analysis of the pretest-posttest scores, this activity succeeded in significantly increasing the knowledge of the activity participants. This activity is expected to be a real implementation of dengue prevention in densely populated residential areas. Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Bali. Terapi dengue hingga saat ini belum optimal, sehingga upaya pencegahan menjadi salah satu langkah efektif dalam penanggulangan kasus DBD. Seluruh kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran komunitas Sadar Sehat yang tinggal di pemukiman padat penduduk dalam pencegahan dan pengendalian vektor penyakit DBD. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi penyuluhan melalui media poster mengenai DBD dan pencegahannya serta pembagian tanaman pengusir nyamuk untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing peserta kegiatan. Kegiatan berlangsung dari bulan Juni hingga Juli 2023 dan diikuti oleh 35 peserta kegiatan. Dari analisis nilai pretest-posttest kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan secara signifikan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi implementasi nyata dalam penanggulangan DBD di kawasan pemukiman padat penduduk.
Diversification of Orange Fruit Processing into Zero Waste-Based Wine Products in Pengejaran Village, Kintamani, Bangli Sudiarta, I Wayan; Ni Luh Putu Putri, Setianingsih; Muliarta, I Nengah; Rustini, Ni Made; Lestarini, Asri; Purnomo, Amelia Putri; Prabandewi, Ni Luh Putu Ratih; Tiba, Andika Umbu
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i3.855

Abstract

Citrus fruits often experience overproduction, resulting in low prices, and even unmarketable fruit is frequently wasted. This innovation offers a sustainable solution through a zero-waste concept, where all parts of the citrus fruit, from the flesh and peel to the pulp, are optimally utilized. The program focuses on intensive training in producing high-quality orange wine, introducing proper fermentation techniques to create a high-value product. The orange peel and pulp, which are by-products of the winemaking process, are further processed into products such as jam, orange peel candy, or compost, so nothing is wasted. Community service not only provides farmers with new skills in creating innovative products but also teaches the principles of an environmentally friendly circular economy. The expected positive impacts include increased farmer incomes, new business opportunities, and more effective agricultural waste management, making Pengejaran Village a self-sustaining centre for processed citrus production. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 8: Decent Work and Economic GrowthSDG 9: Industry, Innovation, and InfrastructureSDG 12: Responsible Consumption and Production