Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Influence of Online Media on Islamic Education Values among Students of the Islamic Education Study Program in Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Furqan Makassar Hartina, Siti; Susono, Juhasdi; Sudika, Aryandi; Karadona, Rosika Indri
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v5i1.191

Abstract

The main focus of this research is to analyze the extent of the influence of online media on Islamic educational values among Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Furqan Makassar students. The background of this research is the high intensity of online media usage by students of the Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Furqan Makassar, but not all of them exhibit attitudes or behaviors that reflect the values of Islamic education. This research uses a quantitative approach with a survey method and an ex post facto design. The research sample consists of 45 students from the Islamic Education Study Program at the Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Furqan Makassar. The data collection instrument used a questionnaire with indicators on the online media variable: intensity, usefulness, and effectiveness. Indicators of the variable Islamic education values: aqidah, akhlak, and sharia. This study uses ordinal regression analysis to process the obtained data, as the data is not normally distributed. The analysis results show that online media significantly influences Islamic education values, as indicated by a significance value of < 0.001 in the Model Fitting Information and Parameter Estimates. The Nagelkerke R Square value of 0.332 indicates that online media contributes 33.2% to the formation of Islamic education values, while the remaining 66.8% is influenced by other unexamined variables. Therefore, it can be concluded that online media has a quite strong and significant influence on the values of Islamic education among students of the Islamic Education Study Program at the Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Furqan Makassar.
PRINCIPAL LEADERSHIP AS A CATALYST FOR TEACHER PERFORMANCE IMPROVEMENT IN PRIMARY EDUCATION Buaja, Taslim; Abdullah, Nurfia; Abubakar, Djulaiha; Hartina, Siti; Sahjat, Sumarni
EDUCATIONE Volume 3, Issue 2, July 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v3i2.88

Abstract

Educational leadership plays a pivotal role in shaping school quality, especially in contexts with limited resources. In Indonesia, despite ongoing reforms, many public schools still struggle with gaps in teacher performance due to weak coordination, insufficient recognition, and minimal external support. This study aims to explore the relationship between instructional leadership by the principal and teacher performance at State Elementary School 33 in Ternate City. Using a qualitative research design, data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis to capture contextual realities and leadership dynamics. The findings reveal that effective instructional leadership—defined by classroom supervision, recognition of teacher efforts, collaborative decision-making, and strategic resource management—positively influences teacher motivation, administrative compliance, and instructional quality. Teachers responded positively to the principal’s hands-on leadership and participatory approach, while supervision cycles and administrative support enhanced accountability. The study concludes that even in funding-constrained environments, instructional leadership remains a key driver of school improvement. Its strength lies in fostering a collaborative school culture, aligning teacher practices with national standards, and supporting continuous professional growth. The results offer valuable insights for school leaders, policymakers, and educational researchers seeking practical leadership strategies to enhance teaching quality in similar socio-educational contexts. Future studies are encouraged to adopt a longitudinal design and expand the sample to include comparative analyses across diverse regions and school types.
OPTIMALISASI PENDIDIKAN DAN KARAKTER SISWA MELALUI CERDAS CERMAT, PEMBELAJARAN MULTIDISIPLIN, DAN JUMAT IBADAH Ismail, Ismail; Naufal Israq Ar-Rahman, Muh.; Hartina, Siti; Anugrah, Asraf; Ashar, Irwanto; Munawwara, Munawwara; Indri Karadona, Rosika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.%p

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kecerdasan intelektual serta membentuk karakter yang kuat dan berakhlak mulia. Seiring dengan perkembangan zaman, pendekatan pendidikan perlu dioptimalkan agar siswa tidak hanya memiliki pemahaman akademik yang baik, tetapi juga mampu mengembangkan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran multidisiplin meningkatkan pemahaman siswa dengan menghubungkan berbagai bidang ilmu secara interaktif dan aplikatif. Program Jumat Ibadah berhasil membangun kesadaran spiritual dan sikap disiplin siswa dalam menjalankan ibadah serta meningkatkan kepedulian sosial mereka. Sementara itu, Lomba Cerdas Cermat terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing akademik siswa, keterampilan berpikir kritis, serta kepercayaan diri mereka dalam kompetisi berbasis pengetahuan. Dengan demikian, kombinasi ketiga program ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang holistik, yang tidak hanya meningkatkan prestasi akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter yang berintegritas, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Implementasi metode ini diharapkan dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengembangan pendidikan yang seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Review Influencer dan Brand Image Terhadap Minat Pembelian Produk Skincare Nefrida, Nefrida; Fransiska, Angeline Widya; Assalam, Syahrul; Hartina, Siti
Jurnal Pustaka Manajemen (Pusat Akses Kajian Manajemen) Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pustaka Manajemen
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamanajemen.v4i1.732

Abstract

Selain berdasarkan review langsung dari beauty influencer, minat beli juga dipengaruhi oleh citra merek suatu produk. Semakin baik citra yang ditampilkan produk, maka minat beli konsumen semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hasil analisis mengenai pengaruh dari review influencer dan brand image suatu produk terhadap jumlah minat beli. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode dengan menyebarkan survei menggunakan Google Form secara online. Teknik yang digunakan dalam pengambil sampel yaitu non probability sampling. Hasil tersebut dinyatakan berdasarkan skor rata-rata perhitungan yaitu 4,16. Berdasarkan hasil tersebut, dengan menggunakan influencer sebagai endoser, produk skincare telah membuat pilihan yang sangat cocok dan sesuai sehingga banyak konsumen yang menyukainya. Citra merek memberikan dampak yang positif terhadap minat pembelian suatu produk skincare. Hasil tersebut dinyatakan berdasarkan hasil perhitungan skor rata-rata yaitu 4,19. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, brand image sebuah produk sangat menguntungkan dan memberikan hasil yang positif bagi banyak konsumen.
Hellenisme Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Suryani, Lili; Hartina, Siti; Gultom, Ummi A; Syahputra, Heru
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2171

Abstract

Hellenisme merupakan periode sejarah yang berpengaruh besar terhadap perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan, berlangsung dari wafatnya Alexander Agung (323 SM) hingga awal Kekaisaran Romawi. Periode ini tidak hanya mencerminkan penyebaran budaya Yunani ke berbagai wilayah, tetapi juga menghasilkan asimilasi budaya yang kompleks dengan tradisi lokal, menciptakan identitas baru dalam pemikiran dan ilmu pengetahuan. Dalam ranah filsafat, muncul berbagai aliran seperti Stoisisme, Epikureanisme, dan Skeptisisme yang berusaha menjawab tantangan eksistensial manusia serta menawarkan panduan etis dalam menjalani kehidupan. Para filsuf Hellenistik menekankan hubungan antara teori dan praktik, menghadirkan pemikiran yang aplikatif bagi masyarakat. Selain itu, Hellenisme juga memainkan peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dengan kemunculan berbagai inovasi dalam matematika, astronomi, dan kedokteran. Tokoh-tokoh seperti Euclid, Archimedes, dan Hippocrates berkontribusi dalam membentuk dasar keilmuan modern melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis observasi serta eksperimen. Pergeseran dari pemikiran filosofis spekulatif ke metode ilmiah yang lebih empiris menandai awal perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berlanjut hingga saat ini. Dengan demikian, Hellenisme bukan sekadar fase sejarah, tetapi juga fondasi penting bagi evolusi pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan di dunia Barat dan sekitarnya.
INOVASI PEMBELAJARAN BERUPA MATERI DAN GAME EDUKATIF MELALUI PEMANFAATAN AI DI SD NEGERI 6 METRO BARAT Hartina, Siti; Faradita, Meirza Nanda; Afiani, Kunti Dian Ayu
Widyagogik Vol 13, No 4: Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyse the scientific literacy skills of elementary school students in learning Natural and Social Sciences (IPAS) with a focus on four indicators, which are understanding basic scientific concepts (content knowledge), critical thinking and inquiry skills (scientific inquiry), the ability to apply scientific concepts in a social context (contextual application), and scientific attitudes. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Observations were conducted to observe learning activities, while interviews were conducted with teachers and principals to find out their responses regarding students' scientific literacy. The results of the study indicate that students' understanding of basic scientific concepts is quite good, especially when learning uses a practical approach and is based on the context of everyday life. Students' critical thinking and inquiry skills still need to be improved, especially in terms of asking questions and formulating hypotheses. Students' ability to apply scientific concepts to a social context shows positive results, especially through project activities that are relevant to the surrounding environment. Students' scientific attitudes, such as curiosity, are starting to develop, but attitudes of accuracy and precision still require further development. The conclusion of this study is that elementary school students' scientific literacy can be improved through inquiry-based learning methods, projects, and experiments involving real-life contexts and active guidance from teachers. This study recommends strengthening learning programs that encourage critical thinking, scientific attitudes, and the application of science in everyday life.