Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Trilogi Ki Hajar Dewantara dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Surata, Surata; Aryani, Ine Kusuma; Suyitno, Y; Andriani , Ana
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.4571

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dengan pendekatan trilogi Ki Hajar Dewantara untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Kroya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan: 1) implementasi strategi kepala sekolah dalam menerapkan konsep trilogi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Gugus Jenderal Sudirman, dan 2) faktor pendukung serta penghambat dalam penerapan strategi tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, di mana peneliti berperan sebagai instrumen kunci. Subjek penelitian meliputi kepala dan guru SD Negeri di Gugus Jenderal Sudirman, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi kepala sekolah sangat efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Konsep trilogi diterapkan melalui tiga aspek: a) Ing Ngarso Sung Tulodho—menanamkan disiplin dan tanggung jawab; b) Ing Madya Mangun Karsa—menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan dan evaluasi pembelajaran; c) Tut Wuri Handayani—memberikan sarana dan motivasi bagi guru. Proses perencanaan melibatkan seluruh unsur sekolah dan masyarakat untuk memastikan tanggung jawab bersama. Faktor pendukung meliputi perilaku disiplin dan keteladanan kepala sekolah, sementara penghambat dapat muncul dari kurangnya komitmen. Penelitian merekomendasikan pelaksanaan konsep trilogi secara konsisten oleh kepala sekolah dan guru, serta pengembangan lebih lanjut dari konsep ini sesuai temuan lapangan. Dengan demikian, diharapkan tercipta suasana yang harmonis dan efektif dalam proses pendidikan.
Membangun Foundasi Ikon Golok Gumelem: Upaya Membangkitkan Pariwisata Susukan Banjarnegara Wijarnako , Raden Beny; Aryani, Ine Kusuma; Wakhudin, Wakhudin
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.681

Abstract

Menghidupkan kembagi Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara sebagai pusat industri golok berarti membangkitkan kembali desa ini sebagai destinasi wisata. Sebab, desa ini sudah lama menjadi produsen golok dan perkakas pertanian. Golok merupakan alat penting bagi masyarakat agraris. Di samping menjadi perkakas pertanian, golok memiliki nilai artistik sebagai benda seni tempa. Hal ini menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Keterampilan membuat kerajinan ini diperoleh masyarakat secara turun-temurun. Mereka umumnya memproduksi perkakas pertanian, khusus golok kerja. Produksi perkakas ini tidak pernah berhenti karena selalu dibutuhkan petani dan pekerja. Golok dapat menjadi pilihan menjadi ikon Kabupaten Banjarnegara, sebagai karena bercorak etnis sebagai ciri khas Banjarnegara. Upaya ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan usaha masyarakat, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan penguatan industri kerajinan tradisional, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dengan menjadikan Desa Gumelem sebagai komunitas yang Tangguh berbasis wisata. Kabupaten Banjarnegara perlu menyiapkan lembaga material “Center Perkakas” yang dapat menjadi mitra bagi para pengrajin, dalam menangani berbagai permasalahan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Program Desa Mitra ini meliputi: sosialisai, pelatihan, bimbingan teknis, pendampingan, fasilitasi, mediasi usaha, dan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan program Desa Mitra ini menunjukkan semakin mengecilnya permasalahan usaha pengrajin perkakas pertanian, sehingga usaha masyarakat semakin berkembang serta memberi dampak positif terhadap keberadaan UMKM di Kabupaten Banjarnegara.