Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Determinants of Low Back Pain (LBP) Complaints among Garbage Truck Drivers Anggara, Arie; Novrikasari, Novrikasari; Windusari, Yuanita; Bin Yusof, Muhammad Safwan; Haidir, Hala; Syafaruddin, Syafaruddin; Hasyim, Hamzah; Noviadi, Pitri
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i3.4191

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the musculoskeletal disorders with the highest intensity in truck drivers. LBP is a work-related disorder that is one of the leading causes of activity limitations, disability, inability to work, and absence from work. This research analyzes the determinants of LBP complaints among garbage truck drivers. The method used a cross-sectional approach. The respondents in this study were garbage truck drivers at TPA Sukawinatan in Palembang City, with a sample size of 76 drivers taken by purposive sampling. The research results showed that there was a significant correlation between exercise habits (p-value = 0.024), work period (p-value = 0.041), driving duration (p-value = 0.011), and complaints of LBP among garbage truck drivers. There was no significant correlation between age (p-value = 0.762), smoking status (p-value = 0.915), and job satisfaction (p-value = 0.648) with complaints of LBP among garbage truck drivers. The conclusion showed that LBP complaints among garbage truck drivers were reported by 52 respondents (68.4%). Exercise habits, work period, and driving duration were significant determinants of LBP complaints among garbage truck drivers at the TPA Sukawinatan.
Penyusunan Profil Desa dalam Mendukung Kemandirian Desa Lubuk Enau Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim Dara Kospa, Herda Sabriyah; Haidir, Hala
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 8 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v8i3.4708

Abstract

Berdasarkan hasil analisis permasalahan mitra Pemerintah Desa Lubuk Enau belum memiliki profil desa yang terperinci dan akuntabel, sedangkan pembangunan desa yang efektif dan tepat sasaran membutuhkan data desa yang terinventarisasi dengan baik dan mutakhir. Profil desa terdiri dari data dasar keluarga, data potensi desa, perkembangan dan permasalahan desa, penguasaan aset ekonomi dan sosial keluarga, serta partisipasi masyarakat desa.  Profil desa berisi data dasar yang penting dalam proses penyusunan rencana pembangunan desa, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam program peningkatan kapasitas penduduk desa dan pembangunan fisik desa. Oleh sebab itu, PkM penyusunan Profil Desa Lubuk Enau dilakukan guna membantu dan memfasilitasi pemerintah Desa Lubuk Enau dalam melengkapi dan memutakhirkan data profil desanya. Metode yang digunakan dalam penyusunan profil desa ini dimulai dari penyiapan instrumen, pelaksanaan pengumpulan data, pengolahan dan interpretasi data, serta publikasi data. Luaran dari kegiatan PkM ini berupa dokumen Profil Desa Kabupaten Lubuk Enau yang melengkapi dan menyempurnakan data desa sebelumnya. Disertai hasil observasi lapangan, survei dan wawancara dengan masyarakat, dokumen ini dilengkapi dengan foto deskripsi dan hasil pemetaan menggunakan ArgGIS. Melalui progam PkM penyusunan profil desa ini diharapkan dapat membantu perangkat Desa Lubuk Enau dalam menyediakan basis data yang mutakhir dan akuntabel untuk perencanaan pembangunan desa, dan dapat menggali potensi desa.
PELATIHAN DESA WISATA MELALUI INTERNET MASUK DESA KKN TEMATIK MAHASISWA UIGM Kemalasari, Febyanti; Hertati, Lesi; Kurniawan DP, Mohammad; Haidir, Hala
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4758-4764

Abstract

Desa wisata merupakan bentuk pengembangan pariwisata berbasis pemanfaatan potensi lokal dan kearifan budaya yang ada di desa. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep desa wisata telah mendapatkan perhatian luas karena potensinya dalam menggerakkan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pengembangan desa wisata tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan potensi alam, budaya, dan tradisi. Namun, keberhasilan pengembangan desa wisata sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi, khususnya internet, sebagai alat promosi dan pengembangan. Program "Internet Masuk Desa" yang dilaksanakan oleh KKN Tematik Mahasiswa UIGM dirancang untuk mengatasi kendala tersebut dengan memberikan pelatihan teknologi informasi kepada masyarakat desa. Pelatihan ini fokus pada pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, dan branding digital yang bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata desa. Hasil program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam memanfaatkan internet. Meskipun demikian, tantangan terkait keterbatasan infrastruktur internet dan rendahnya literasi digital masih menjadi kendala. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan penyedia layanan internet sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program ini, sehingga desa wisata dapat berkontribusi lebih optimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Distribusi Postur Mengemudi, Penggunaan Lumbar Support dan Keluhan Low Back Pain Pada Pengemudi Truk DLH Kota Palembang Anggara, Arie; Windusari, Yuanita; Haidir, Hala
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1424

Abstract

Low Back Pain (LBP) dilaporkan sebagai gangguan yang paling umum dialami oleh pengemudi, dengan prevalensi sebesar 58,0%. Sekitar 37% keluhan LBP dikaitkan dengan faktor pekerjaan, di mana intensitas tertinggi ditemukan pada pengemudi truk. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis Distribusi Postur Mengemudi, Penggunaan Lumbar Support dan Keluhan LBP pada Pengemudi Truk DLH Kota Palembang. Penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif yang menggunakan kuesioner keluhan LBP sebagai instrumen utama, serta ditunjang dengan observasi postur mengemudi pada pengemudi truk DLH Kota Palembang. Sampel penelitian diambil dengan cara purposive sampling sebanyak 107 responden. Hasil penelitian terkait distribusi frekuensi Postur Mengemudi menunjukan mayoritas pengemudi dengan postur mengemudi yang baik sebesar (56,1%), mayoritas pengemudi tidak menggunakan Lumbar Support pada saat mengemudi sebesar (89,7%), dan distribusi frekuensi keluhan LBP menunjukan mayoritas pengemudi truk DLH Kota Palembang mengalami keluhan LBP sebesar (60,7%). Pengemudi disarankan untuk melakukan peregangan dan istirahat selama 30 menit setelah mengemudi selama 4,5 jam sekali, Mengatur postur tubuh tetap lurus dengan sudut kemiringan kursi antara 100o – 110o derajat dan selalu menggunakan Lumbar Support selama mengemudi.
Pengembangan Desa Wisata Sungsang IV Banyuasin II untuk Meningkatkan Daya Tarik dan Daya Saing pedesaan Komaria, Destiana; Haidir, Hala; Mutaqin, Zenal
Journal Of Plano Studies Vol 2 No 1 (2025):
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v2i1.5727

Abstract

Pembangunan desa wisata merupakan salah satu pendekatan pembangunan berbasis lokal yang bertujuan memperkuat identitas budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong daya saing wilayah. Penelitian ini mengkaji Desa Wisata Sungsang IV di Kecamatan Banyuasin II untuk mengidentifikasi potensi unggulan, permasalahan yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungsang IV memiliki potensi wisata bahari, kuliner hasil laut khas, serta ekosistem mangrove yang masih alami dan menarik. Namun, pengembangan desa wisata ini juga menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan infrastruktur pendukung (listrik, jalan, parkir, dan tempat ibadah), aksesibilitas yang cukup sulit, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Strategi pengembangan yang disarankan meliputi peningkatan fasilitas dan sarana pendukung wisata, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan edukasi pariwisata, serta optimalisasi promosi dan pemasaran digital guna meningkatkan visibilitas destinasi. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik dan daya saing Desa Wisata Sungsang IV, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
Ekstraksi Citra Foto Udara untuk Pemetaan Morfologi Bangunan Pada Kawasan Rawan Banjir (Studi Kasus:Keluíahan 9 Ilir, Kota Palembang): Morfologi bangunan, pemetaan udara, drone Shalihat, Annisa Kurnia Shalihat; Haidir, Hala; Natul, Al Shida
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5068

Abstract

ABSTRACT  Mapping using drones has been widely used to fulfill various jobs because it is very important effective in terms of time, cost and map quality. The results of drone mapping really meet the needs of the cases certain areas that require up-to-date but quickly obtained high-detail images, which can then be translated into information and are effective enough to replace field surveys. Palembang city is an area that is mostly formed on swamp land which is almost always flooded throughout the year. On Initially, the settlement culture of the Palembang community was influenced by the presence of rivers, soft soil and areas tidal swamp, thus forming a pattern of two residential cores that developed from the interaction of indigenous communities north of the river and settlers to the south. river. Population growth and increasingly intensive activities Humans in Palembang City have a big impact on land use changes on a large-scale magnitude. The aim of this research is to identify building typologies in the city of Palembang. The method used is to extract geometric information from aerial photo image data (orthophoto). Then data These are classified based on building typology criteria, namely: stilt houses/pyramid houses, buildings 1-story residence, 2-story residential building, shophouse/office building, educational facilities building, buildings for religious facilities, cultural heritage buildings.  Keywords : Building morphology, aerial mapping, drone   ABSTRAK Pemetaan dengan menggunakan drone sudah banyak dilakukan untuk memenuhi berbagai pekerjaan karena sangat efektif dari segi waktu, biaya dan kualitas peta. Hasil pemetaan drone sangat memenuhi kebutuhan pada kasus-kasus tertentu yang membutuhkan gambar dengan detail tinggi terkini namun cepat diperoleh, yang kemudian dapat diterjemahkan menjadi informasi dan cukup efektif untuk menggantikan survei lapangan. Kota Palembang merupakan daerah yang sebagian besar terbentuk pada lahan rawa yang hampir selalu tergenang air sepanjang tahun. Pada awalnya budaya permukiman masyarakat Palembang dipengaruhi oleh keberadaan sungai, tanah lunak, dan Kawasan rawa pasang surut, sehingga membentuk pola dua inti permukiman yang berkembang dari interaksi masyarakat adat di utara sungai dan pendatang di selatan. sungai. Pertambahan jumlah penduduk dan semakin intensifnya aktivitas manusia di Kota Palembang memberikan dampak yang besar terhadap perubahan tata guna lahan secara besar-besaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tipologi bangunan di kota Palembang. Metode yang digunakan adalah dengan mengekstrak informasi geometri dari data citra foto udara (ortofoto). Kemudian data tersebut diklasifikasi berdasarkan kriteria tipologi bangunan yaitu: rumah panggung/rumah piramida, bangunan tempat tinggal 1 lantai, bangunan tempat tinggal 2 lantai, ruko/gedung perkantoran bangunan sarana pendidikan, bangunan sarana peribadatan, bangunan cagar budaya.   Kata Kunci : Morfologi bangunan, pemetaan udara, drone
PELATIHAN DESA WISATA MELALUI INTERNET MASUK DESA KKN TEMATIK MAHASISWA UIGM Kemalasari, Febyanti; Hertati, Lesi; Kurniawan DP, Mohammad; Haidir, Hala
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4758-4764

Abstract

Desa wisata merupakan bentuk pengembangan pariwisata berbasis pemanfaatan potensi lokal dan kearifan budaya yang ada di desa. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep desa wisata telah mendapatkan perhatian luas karena potensinya dalam menggerakkan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pengembangan desa wisata tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan potensi alam, budaya, dan tradisi. Namun, keberhasilan pengembangan desa wisata sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi, khususnya internet, sebagai alat promosi dan pengembangan. Program "Internet Masuk Desa" yang dilaksanakan oleh KKN Tematik Mahasiswa UIGM dirancang untuk mengatasi kendala tersebut dengan memberikan pelatihan teknologi informasi kepada masyarakat desa. Pelatihan ini fokus pada pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, dan branding digital yang bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata desa. Hasil program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam memanfaatkan internet. Meskipun demikian, tantangan terkait keterbatasan infrastruktur internet dan rendahnya literasi digital masih menjadi kendala. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan penyedia layanan internet sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program ini, sehingga desa wisata dapat berkontribusi lebih optimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
INOVASI NUGGET SEHAT DENGAN KOMBINASI WORTEL DAN OATMEAL DI DESA TAPUS Wijaya, Hendra; Pratama, Wahyu Riski; Yanti, Rina Dwi; Berliani, Annisa; Nurkholis, Kgs. M .; Lazuarni, Shafiera; Haidir, Hala
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34938

Abstract

Upaya untuk menyediakan pilihan pangan yang lebih sehat yang memadukan produk lokal yang menyehatkan dengan teknologi pengolahan mutakhir disebut Inovasi Nugget Sehat Desa Tapus dengan Kombinasi Wortel dan Oatmeal. Wortel dan oatmeal adalah elemen utama dalam proyek penelitian ini, yang bertujuan untuk menciptakan nugget lezat dan padat nutrisi. Oatmeal memberikan manfaat kesehatan yang sebanding dengan wortel, ditambah tambahan protein dan serat. Wortel terkenal dengan kandungan vitamin A-nya yang tinggi. Sedangkan untuk nugget biasa, yang biasanya memiliki lebih sedikit komponen menyehatkan, kedua elemen ini dipilih untuk meningkatkan kandungan nutrisi pada nugget dan menawarkan alternatif yang lebih sehat. Dengan melibatkan masyarakat dalam tahap produksi dan pemasaran, program ini dilaksanakan di Desa Tapus. Pertama, masyarakat desa mendapat pengarahan cara menyiapkan nugget bergizi, meliputi penanganan bahan baku, pengolahan, dan penyajian yang menarik secara visual. Penerapan prinsip dan standar higienis untuk kualitas produk mendapat penekanan khusus selama prosedur ini. Berdasarkan temuan inovasi ini, masyarakat memberikan respons yang baik terhadap nugget bergizi yang terbuat dari gandum dan wortel. Produk ini tidak hanya membantu masyarakat setempat menjadi juru masak yang lebih berpengetahuan dan terampil, namun juga membuka prospek usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Selain menciptakan prospek pasar baru bagi produk pangan sehat di Desa Tapus, inovasi ini juga diharapkan dapat mendorong pola makan sehat di masyarakat
INOVASI PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BINAHONG PELUANG USAHA UMKM DI DESA TAPUS Karina, Arihta; Alfarez, M.Fathurrahman; Fransiska, Septia Bella; Selviani , Dwi; Nurkholis, Kgs. M .; Lazuarni, Shafiera; Haidir, Hala
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34940

Abstract

Program sosialisasi inovasi pembuatan sabun cuci piring berbasis daun binahong di Desa Tapus bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan tanaman lokal yang melimpah dan memperkenalkan alternatif ramah lingkungan untuk produk pembersih rumah tangga. Binahong (Anredera cordifolia) dikenal memiliki berbagai khasiat kesehatan dan kini dieksplorasi sebagai bahan baku sabun cuci piring. Inisiatif ini dilakukan dalam beberapa tahap: perencanaan, pelaksanaan, sosialisasi, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, dilakukan analisis potensi binahong dan pengembangan konsep produk, termasuk branding dan desain kemasan. Pelaksanaan melibatkan uji coba pembuatan sabun dan persiapan materi sosialisasi. Sosialisasi dilaksanakan pada 31 Juli 2024 dengan menghadirkan 18 peserta dari masyarakat Desa Tapus. Hasil sosialisasi menunjukkan respons positif, dengan peserta menunjukkan minat tinggi untuk mencoba dan mengembangkan produk ini. Evaluasi menunjukkan bahwa 56% responden memahami materi dengan baik, 78% tertarik untuk membuat sabun sendiri, dan 72% berencana mengembangkan produk sebagai UMKM. Program ini berpotensi meningkatkan nilai tambah tanaman binahong, menyediakan alternatif produk ramah lingkungan, dan memajukan perekonomian lokal. Namun, tantangan dalam manajemen usaha dan pemasaran perlu diperhatikan untuk keberhasilan jangka panjang.
INOVASI KOJO NANAS DAN BRANDING: PENGEMBANGAN PRODUK KULINER LOKAL DI DESA TAPUS Diana, Putri Uki; Sarman, Ardiansyah; Agustina, Siska; Lutfiah, Anisa; Saputra, Rinto; Nurkholis, Kgs. M .; Lazuarni, Shafiera; Haidir, Hala
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34941

Abstract

Desa Tapus berada di Kecamatan Lembak Muara Enim, Sumatera Selatan, Indonesia. Desa ini terletak di dataran rendah yang dikelilingi oleh sungai dan hutan, sehingga sebagian besar masyarakat Desa Tapus bekerja di sektor pertanian, khususnya perkebunan karet, dan budidaya nanas lokal. Kondisi yang dihadapi oleh masyarakat diantaranya adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan nilai tambah dari nanas yang mereka hasilkan sehingga belum ada inovasi produk baru yang dikembangkan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat adalah untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam memanfaatkan potensi nanas di Desa Tapus melalui inovasi produk kuliner Kue Kojo Nanas. Inovasi Kue Kojo Nanas ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk nanas dan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dan pengembangan UMKM di Desa Tapus. Pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan melakukan observasi mengenai potensi yang ada di Desa Tapus dan dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Tapus. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respons positif dari peserta, yang ditandai dengan terjadinya peningkatan keterampilan dan pemahaman mengenai inovasi Kue Kojo Nanas, yang semulanya tidak ada masyarakat yang memahami tentang inovasi Kue Kojo Nanas menjadi 14 orang yang memahami inovasi Kue Kojo Nanas. Diharapkan hasil inovasi Kue Kojo Nanas dapat keberlanjutan dan menjadi peluang bisnis masyarakat di Desa Tapus guna mengembangkan perekonomian desa dan makanan lokal atau UMKM setempat.