Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Relationship Between Stunting and Malnutrition with Toddler Development 24-59 Months Permata Sari, Putri; Rita Aninora, Novia; Wikarya, Rionitara
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 9 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i9.369

Abstract

Introduction: Stunting is a health problem that is often found in developing countries, including Indonesia. Many factors can cause high rates of stunting in toddlers. This stunting problem certainly not only affects children's growth but also their development. Objective: The aim of this research is to determine the relationship between stunting and malnutrition Toddler Development Aged 24-59 Months at Alai Health Center, Padang City Method: he research design used is quantitative with a cross-sectional approach which aims to describe the relationship between stunting and malnutrition with the development of toddlers aged 24-59 months in the Alai Health Center area, Padang City in 2024. Result and Discussion: The results of the study showed that out of 46 respondents with malnutrition status and abnormal development, there were 31 children (46.9%) with questionable development, there were 6 children (23%), while those with normal malnutrition with abnormal development were 2 children (3.1%) and those with questionable development were 7 children (27%). Based on the statistical test or Fisher's Excat Test, the p value was obtained 0.001. Conclusions: Researchers' efforts as health workers should increase mothers and families' awareness of the importance of toddler growth and development and the foods that should be consumed, especially those related to providing complementary foods to breast milk for babies.
OPTIMALISASI GYM DAN PIJAT DALAM PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 3-7 BULAN SARI, PUTRI PERMATA; ASTRIA, NIKI
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2049

Abstract

ABSTRAK Berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi yang dapat dijadikan tolok ukur pertumbuhan bayi. Berat badan merupakan ukuran antropometri yang paling penting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Perawatan yang dapat dilakukan untuk menambah berat badan adalah dengan memberikan pijatan pada bayi dan juga stimulasi dengan baby gym atau senam bayi. Pijat dan gym bayi dapat merangsang pencernaan hormon insulin dan gaselin, sehingga penyerapan makanan menjadi lebih baik. Hal ini menyebabkan bayi cepat merasa lapar sehingga lebih sering makan dan berat badannya bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gym dan pijat dalam peningkatan berat badan bayi di Klinik Latumi Healty Care Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain penelitian pre and post-test onel group design. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 bayi usia 3-7 bulan, Data penelitian diuji menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata berat badan sebelum dan sesudah melakukan gym dan pijat bayi. Uji statistik terdapat pengaruh gym dan pijat terhadap kenaikan berat badan bayi dengan p-value 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gym dan pijat pada bayidapat meningkatkan berat badan bayi. Kata Kunci : Gym, Pijat, Berat Badan ABSTRACT Baby's weight is an indicator of infant health that can be used as a benchmark for infant growth. Body weight is the most important anthropometric measurement and is most often used in newborns (neonates). The treatment that can be done to gain weight is to give the baby a massage and also stimulate it with a baby gym or baby gymnastics. Baby massage and gym can stimulate the digestion of insulin and gaselin hormones, so that food absorption becomes better. This causes the baby to feel hungry quickly so that he eats more often and gains weight. The purpose of this study was to determine the effect of gym and massage on increasing baby weight at the Latumi Health Care Clinic in 2023. This study used a quasi-experimental approach with a pre- and post-test one-group design. The sampling technique was purposive sampling with a total sample of 30 infants aged 3-7 months. The research data was tested using the t test. The results showed that there was a significant difference between the average weight before and after doing the gym and baby massage. The statistical test shows the effect of gym and massage on baby's weight gain with a p-value of 0.000. The conclusion in this study is gym and massage for babies can increase baby's weight.Keywords: Gym, Massage, Baby's weight
Peran Usia, Paritas, dan Pendidikan dalam Memprediksi Resiko Abortus pada Ibu Hamil di RSUD M Zein Painan Hayu, Ramah; Fernando, Fenny; Pebrina, Melia; Fransisca, Dewi; Sari, Putri Permata
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19107

Abstract

Abortion is one of the largest contributors to maternal morbidity and mortality in Indonesia. Maternal age, parity, and education are known to be important determinants in the incidence of abortion, especially in rural areas with limited access to health services. This study aims to determine the relationship between age, parity, and education of pregnant women with the incidence of abortion at M Zein Painan Hospital. This study was quantitative analytic with a cross-sectional design. The sample amounted to 151 pregnant women aged 0-20 weeks of pregnancy who were treated at M Zein Painan Hospital during 2024. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the incidence of abortion had a significant relationship with maternal age (p=0.030), parity (p=0.022), education (p=0.003).These results indicate the importance of monitoring risk factors early in antenatal care to prevent abortion.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN BAYI, ANAK (PMBA) DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG PANDAN ASTRIA, NIKI; SARI, PUTRI PERMATA; PUSPITA SARI, IKA DEWI
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2411

Abstract

Pemberian makanan bayi dan anak merupakan salah satu program yang diberikan untuk dapat memberikan kesempatan kepada balita dalam memperbaiki dan mempertahankan status gizi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi status gizi balita. Balita gizi kurang memiliki banyak faktor yang harus diperhatikan baik dari segi pemberian makanan bayi dan anak, edukasi yang dimiliki ibu bahkan faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi status gizi balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dalam pemberian makanan bayi, anak dan edukasi gizi seimbang terhadap peningkatan berat badan pada balita gizi kurang di wilayah kerja puskesmas Simpang Pandan tahun 2024. Penelitian ini adalah semi eksperimen, yang dilakukan pada balita gizi kurang di wilayah kerja puskesmas Simpang Pandan. Sampel yang digunakan sebesar 43 balita. Variabel dependen dari penelitian ini adalah peningkatan berat badan balita gizi kurang. Variabel independen dari penelitian ini adalah pemberian makanan bayi, anak dan edukasi gizi seimbang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berupa ceklist dan analisis data menggunakan Paired T Test dengan Spss. Hasil penelitian menunjukkan bajwa ada pengaruh pemberian makanan bayi, anak dan edukasi gizi seimbang terhadap peningkatan berat badan pada balita gizi kurang yang ditunjukkan dengan nilai p value 0.000 < 0.05, dengan nilai mean pre- test (10.53) < mean post-test (10.81). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian makanan bayi, anak dan edukasi gizi seimbang efektif meningkatkan berat badan pada balita gizi kurang.Kata Kunci : Balita Gizi Kurang, Pemberian Makanan Bayi dan Anak, Edukasi Gizi.
PENINGKATAN KETERTIBAN LINGKUNGAN MELALUI PEMETAAN DAN PENOMORAN RUMAH PADUKUHAN MADIGONDO Alinna, Rizca Nur; Rahayu, Eka Mukti; Saputra, Anang Arif; Sari, Putri Permata; Arrahman, Wildan Salis; Sapitri, Nuzulia; Istiawan, Muhammad Raka Maulana; Jannah, Amanah Nurul; Abidin, Atika Triana Okta; Murtadha, Muhammad Fauzan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i4.10723

Abstract

Ketersediaan data regional yang akurat dan administrasi lingkungan yang teratur sangat penting untuk mendukung pelayanan publik di tingkat kecamatan. Di Padukuhan Madigondo, peta regional yang ada sudah usang dan penomoran rumah belum terorganisir secara seragam, sehingga menimbulkan kesulitan dalam pengumpulan data penduduk dan penyampaian layanan. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketertiban lingkungan melalui pemetaan kecamatan dan penomoran rumah secara sistematis disertai dengan pengumpulan data penduduk. Program ini dilaksanakan melalui observasi lapangan, koordinasi dengan pejabat kecamatan dan pemimpin lingkungan, pengolahan peta digital menggunakan AutoCAD dan CorelDraw yang didukung oleh citra Google Earth, dan pemasangan langsung nomor rumah. Hasilnya menunjukkan bahwa peta cetak yang diperbarui berhasil dipasang di tujuh pos keamanan, nomor rumah dipasang di 209 rumah, dan data kartu keluarga beserta jumlah anggota keluarga didokumentasikan secara sistematis. Hasil ini menunjukkan bahwa program tersebut secara efektif meningkatkan identifikasi alamat dan memperkuat ketertiban administrasi lokal di Padukuhan Madigondo. Secara keseluruhan, integrasi pemetaan regional dan penomoran rumah memberikan manfaat praktis untuk pengelolaan data lingkungan dan mendukung pelayanan masyarakat yang lebih efisien.
COMPARING HYPNOBREASTFEEDING AND OXYTOCIN MASSAGE EFFECTIVENESS ON BREAST MILK PRODUCTION Sari, Putri Permata; Aninora, Novia Rita; Wikarya, Rionitara
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 16 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 16 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v16i2.389

Abstract

Background: Low exclusive breastfeeding rates are driven by maternal stress, fatigue, and low confidence, which hinder milk production. Non-pharmacological interventions are essential to enhance production. Objective: This study aims to determine the effectiveness of hypnobreastfeeding and oxytocin massage on breast milk production in nursing mothers. Method: The study design used a quasi-experimental two-group pretest–posttest design. The sample consisted of 32 breastfeeding mothers with infants aged 0–6 months, selected using consecutive sampling, with 16 respondents in each intervention group. The hypnobreastfeeding and oxytocin massage interventions were given for 15–20 minutes per day for 10 days. Breast milk production was measured through the frequency of urination and the increase in infant weight. Data were analyzed using an independent t-test. Results: The results showed the average weight of infants in the hypnobreastfeeding group was 5826.255 grams, while that in the oxytocin massage group was 6080.00 grams (p=0.001). The frequency of urination in the hypnobreastfeeding group was 8.71 times and in the oxytocin massage group was 8.81 times (p=0.000). Conclusion: Hypnobreastfeeding and oxytocin massage are effective in increasing breast milk production, but oxytocin massage results in a higher increase in infant weight gain, making it more recommended to support successful breastfeeding.