Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Effect of Giving Boiled Red Betel Leaf Water on Leucorrhea in Adolescent Girls of Grade XII at SMA Negeri 1 Sangkulirang Afriani Sysca, Desy; Meihartati, Tuti; Astutik, Widya; Sulistyorini, Chandra
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.51093

Abstract

Adolescent girls frequently experience leucorrhea, which can be either normal or pathological. According to WHO (2024), trichomoniasis is one of the primary causes of pathological leucorrhea, and over 1 million instances of curable STIs affect women between the ages of 15 and 49 every day. This study aimed to analyze the effect of giving red betel leaf decoction on the incidence of vaginal discharge in adolescent girls in grade XII at SMA Negeri 1 Sangkulirang. Method: This study used a quasi-experimental without a control design. The sample consisted of 30 female students who experienced vaginal discharge, selected using consecutive sampling techniques. The intervention was carried out by administering 70 ml of red betel leaf decoction twice a day for seven days. Measurements were taken before and after the intervention using questionnaires and observation sheets. This showed a significant decrease in the severity of vaginal discharge after the intervention. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a p-value <0.001, which showed a significant difference before and after giving red betel leaf decoction. The Mean Ranks and Z-score values also showed a significant decrease. This indicates that red betel leaf decoction is effective in reducing vaginal discharge in female adolescents. Therefore, this method can be an alternative natural treatment that is safe and easy to apply. It is expected that the results of this study can provide benefits for young women in maintaining their reproductive health.
Gambaran Intensitas Nyeri Persalinan dan Kecemasan Pada Ibu Bersalin Kala I di Puskesmas Tepian Buah Nur Aviva, Annisa; Norhapifah, Hestri; Astutik, Widya; Risnawati, Risnawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18722

Abstract

Nyeri persalinan adalah gejala fisiologis utama yang dirasakan selama persalinan, terutama selama fase laten dan aktif. Nyeri persalinan disebabkan oleh kontraksi uterus, yang menyebabkan serviks melebar, terbuka dan menipis. Intensitas nyeri bervariasi antar individu dan respon nyeri dapat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, ketegangan emosional dan kecemasan, dan nyeri serta kecemasan merupakan hal yang kompleks dan saling mempengaruhi proses persalinan. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intensitas nyeri persalinan dan kecemasan pada ibu bersalin kala I di Puskesmas Tepian Bua. METODE: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional untuk menilai derajat nyeri dan kecemasan yang dialami. Sampel penelitian sebanyak 62 responden yang diukur dengan menggunakan skala NRS dan HARS. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, yaitu 27 responden atau (43,5%), sedangkan 21 responden atau (33,9%) mengalami nyeri berat dan kecemasan sedang 25 responden atau (40,3%), sedangkan berat 15 responden atau (24,3%). Kesimpulan dari nyeri persalinan sebagian besar responden mengalami nyeri dan kecemasan sedang pada Ibu bersalin di Puskesmas Tepian Buah.
Pengaruh Media Edukasi Audio Visual Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia di SMA Negeri 1 Berau Taryzafitri, Nadia; Meihartati, Tuti; Astutik, Widya; Risnawati, Risnawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18795

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dialami oleh remaja putri dan berdampak pada prestasi belajar serta kualitas hidup. Pengetahuan yang rendah tentang anemia menjadi salah satu faktor risiko utama. Media edukasi audio visual menjadi alternatif inovatif yang dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja secara menarik dan interaktif. Tujuan: Mengetahui pengaruh media edukasi audio visual terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMA Negeri 1 Berau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 40 siswi dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan uji Paired Sample t-Test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi adalah 9,30 (SD = 2,334), sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 12,43 (SD = 1,631). Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (p = 0,000), yang menandakan bahwa edukasi audio visual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan. Kesimpulan: Media edukasi audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Disarankan agar metode ini diintegrasikan dalam program edukasi kesehatan remaja di sekolah untuk mendukung pencegahan anemia.
Gambaran Nyeri Haid, Usia Menarche, Lama Menstruasi Dan Status Gizi Pada Remaja Usia 13-15 Tahun Di SMP Negeri 8 Penajam Paser Utara Lia Runia Utami; Tripertiwi, Sucita; Astutik, Widya; Risnawati, Risnawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.18816

Abstract

Masalah nyeri haid menjadi masalah yang sering dihadapi remaja putri dan mengganggu aktivitas sehari-hari, permasalahan yang ditemukan adalah usia menarche yang terlalu dini dengan usia < 12 tahun, lama menstruasi yang tidak normal yaitu lebih dari 7 hari atau kurang dari 3 hari, status gizi yang beresiko karena mengalami obesitas atau terlalu kurus, hal ini menyebabkan remaja putri terus menerus mengalami rasa sakit. Tujuan : Diketahui gambaran nyeri haid, usia menarche, lama menstruasi dan status gizi pada remaja usia 13-15 tahun di SMP Negeri 8 Penajam Paser Utara. Metode: Penelitian merupakan deskriftif. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di SMP N 8 Penajam kelas VII, kelas VIII dan Kelas IX yang berusia 13-15 tahun yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 98 orang dengan jumlah sampel 78 responden yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil : Kejadian nyeri haid sebagian besar tidak mengalami nyeri haid sebesar 61,5%. Usia menarche sebagian besar usia menarche normal sebesar 62,8%. Lama menstruasi sebagian besar lama menstruasi normal sebesar 64,1%. Status gizi sebagian besar memiliki status gizi tidak beresiko sebesar 59%. Kesimpulan : remaja putri di SMPN 8 tidak mengalami nyeri haid dengan usia menarche normal, lama menstruasi normal dan status gizi tidak beresiko.
Pengaruh Edukasi Melalui Program Kelas Ibu Hamil Terhadap Pengetahuan Tentang Risiko Tinggi dan Motivasi dalam Kunjungan ANC Pada Ibu Hamil TM II di UPTD Puskesmas Gunung Tabur Rasmika, Rasmika; Hadiningsih, Eka Frenty; Risnawati, Risnawati; Astutik, Widya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18832

Abstract

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap angka kematian ibu (AKI) salah satunya adalah ketidaktahuan ibu hamil mengenai risiko tinggi saat kehamilan dan rendahnya kunjungan ANC. Dampak dari rendahnya kunjungan ANC salah satunya adalah dapat membahayakan ibu maupun janin. Berbagai informasi penting terkait kehamilan dan persalinan dapat di peroleh pada saat Kelas Ibu Hamil. Edukasi yang diberikan dalam Kelas Ibu Hamil akan meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang pemeriksaan ANC. Penggunaan metode ceramah dengan leaflet sebagai alat bantu visual edukasi dapat menjadikan informasi yang disampaikan lebih mudah diingat dan dimaknai secara mendalam. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui program kelas ibu hamil terhadap pengetahuan tentang risiko tinggi serta motivasi dalam kunjungan ANC pada ibu hamil TM II di Puskesmas Gunung Tabur Metode Penelitian : jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian Kuantitatif dengan desain Pre Experimental. Rancangan penelitian menggunakan one group Pre-test and Post-test Group Design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 54 orang. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian : Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p value = 0,000 (p< 0,05) untuk variabel pengetahuan dan untuk variabel motivasi kunjungan ANC nilai p value = 0,000 (P< 0,05). Kesimpulan : Edukasi melalui program Kelas Ibu Hamil dapat meningkatakan pengetahuan dan kunjungan ANC Ibu hamil TM II One of the factors contributing to the maternal mortality rate (MMR) is the ignorance of pregnant women about high risks during pregnancy and low ANC visits. One of the impacts of low ANC visits is that it can endanger the mother and fetus. Various important information related to pregnancy and childbirth can be obtained during the Pregnant Women's Class. The education provided in the Pregnant Women's Class will increase pregnant women's awareness about ANC check-ups. The use of lecture methods with leaflets as visual educational aids can make the information conveyed easier to remember and deeply interpreted. Research Objectives: to determine the effect of education through the pregnant women's class program on knowledge about high risk and motivation in ANC visits in TM II pregnant women at Gunung Tabur Health Center Research Methods: the type of research used is Quantitative research with Pre Experimental design. The research design uses one group Pre-test and Post-test Group Design. The sampling technique in this study was purposive sampling with a total sample size of 54 people. Data analysis using the Wilcoxon test. Research results: The results of the Wilcoxon test showed that the p value = 0.000 (p < 0.05) for the knowledge variable and for the ANC visit motivation variable the p value = 0.000 (P < 0.05). Conclusion: Education through the Pregnant Women Class program can increase knowledge and ANC visits for pregnant women TM II.
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pekerjaan dan Dukungan Keluarga dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Umur 6-12 Bulan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sebakung Jaya Rifkawati, Rifkawati; Astutik, Widya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18974

Abstract

Di wilayah kerja UPT Puskesmas Sebakung Jaya, cakupan pemberian ASI eksklusif masih tergolong rendah, yakni hanya sebesar 48%. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya cakupan ini antara lain tingkat pengetahuan ibu, status pekerjaan, dan dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, pekerjaan, serta dukungan keluarga terhadap praktik pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6–12 bulan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebanyak 65 orang. Sampel terdiri dari 56 responden yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memberikan ASI eksklusif (67,9%), memiliki tingkat pengetahuan rendah (44,6%), sebagian besar tidak bekerja (60,7%), dan tidak memperoleh dukungan keluarga (55,4%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p = 0,000), status pekerjaan (p = 0,000), serta dukungan keluarga (p = 0,000) dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu, status pekerjaan, dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Sebakung Jaya.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP DURASI MENYUSU ASI PADA BAYI USIA 0-3 BULAN DI KLINIK DR.CARE MOM AND BABY SPA KOTA SAMARINDA agustantias, putrinda; Masyita, Gita; Meihartati, Tuti; Astutik, Widya
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1588

Abstract

Background: The impact of not giving exclusive breast milk to babies can result in problems with growth disorders (Grow Faltering) in children from the age of 1 to 3 months in Indonesia, according to the Ministry of Health's Indonesian Nutritional Status Study (SSGI) survey, explained Annas, prevalence Growth disruption in Samarinda City reached 22.8 percent. There are policy programs that are attempting to reduce the number of cases of growth disorders, such as ensuring the fulfillment of nutritional intake evaluated every year. Hence, this research is essential in lowering growth disorders hindering babies' weight gain. Baby massage is one solution to increase the duration of breastfeeding for babies. Purpose: This study aimed to determine the effect of baby massage on the duration of breastfeeding in babies aged 0-3 months at the Dr.Care Mom and Baby Clinic, Samarinda. Method: This study was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design, namely assessing the effect of baby massage on the duration of breastfeeding at the age of 0-3 months at the Dr.Care Mom And Baby Spa clinic, Samarinda. The researcher determined the sampling method using the Lemeshow method with a non-probability sampling technique. The researcher sampled the respondents according to the researcher's desired criteria and used the Lemeslow formula of 30 respondents to calculate. Results: The results of the Wilcoxon statistical test showed that P-value < α where P-value (0.000) < α (0.05), namely that there was an effect of giving baby massage on the duration of breastfeeding in babies aged 0-3 months at the Dr.Care Clinic Mom And Baby Spa Samarinda. Conclusion: This indicates the influence of giving baby massage on the duration of baby breastfeeding at the Dr.Care Mom and Baby Spa Clinic, Samarinda.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Durasi Tidur Dengan Status Gizi Pada Remaja di SMP negeri 2 Samarinda abbas, zein qorie amanda; Astutik, Widya; Hartati, Dwi; Norhapifah, Hestri
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1599

Abstract

Latar Belakang : Masalah status gizi merupakan masalah kesehatan yang kerap terjadi pada setiap usia salah satunya pada remaja. Di Indonesia sendiri saat ini terdapat sekitar seperempat remaja mengalami stunting atau pendek, 9% remaja memiliki indeks masa tubuh rendah atau kurus, sedangkan 16% remaja lainnya mengalami berat badan berlebih dan obesitas. Masa remaja merupakan masa yang rentan mengalami masalah status gizi, salah satu faktor penyebab tidak langsung terjadinya masalah status gizi remaja yaitu faktor aktivitas fisik dan durasi tidur. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan durasi tidur dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 2 Samarinda Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data aktivitas fisik diambil dengan kuesioner PAL (Physical Activity Level), durasi tidur dengan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Indeks), dan status gizi dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Jumlah responden sebanyak 88 remaja SMP dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment.  Hasil : Sebagian besar aktivitas fisik berkategori ringan (46,6%), dengan durasi tidur sebagian besar diperoleh kategori cukup (56,8%), dan sebagian besar memiliki status gizi kategori normal (69,3%). Dari hasil analisis Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara aktivitas fisik dengan status gizi sebesar 0,038 (ρ<0,05), dan tidak ada korelasi antara durasi tidur dengan status gizi sebesar 0,147 (ρ>0,05), Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja dengan p-value (0,038). Dalam hal ini perlu diadakan sosialisasi tentang pentingnya tidur dengan durasi waktu yang cukup dan melakukan aktivitas fisik sebagaimana anak usia sekolah. Kata Kunci : Status gizi, Aktivitas fisik, Durasi tidur, Remaja      1Mahasiswa Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 2Dosen Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 3Dosen Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 4Dosen Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMK KESEHATAN SAMARINDA Linda Ayu Puspita Sari; Astutik, Widya; Norhapifah, Hestri; Puspitasari, Dwi Ida
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1602

Abstract

Latar Belakang : Remaja adalah individu yang sedang mengalami pubertas, yaitu proses peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Salah satu tanda pubertas pada wanita ialah terjadinya menstruasi. siklus menstruasi yang tidak teratur dapat menyebabkan anemia dan jantung koroner. Salah satu penyebab tidak teraturan menstruasi ialah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang aman dilakukan untuk memicu siklus menstruasi mejadi teratur yaitu olahraga seperti jalan kaki, bersepeda, jogging, dan membersihkan rumah, aktivitas tersebut akan memperlancar aliran darah dan dapat memperlancar haid. Tujuan : untuk mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMK Kesehatan Samarinda tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini ialah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling bisa dilakukan dengan memastikan bahwa setiap individu yang memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam populasi memiliki peluang yang setara untuk dipilih sebagai sampel. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 57 Siswi SMK Kesehatan Samarinda. Hasil : Uji statistik penelitan ini menggunakan Spearman rho dan mendapatkan hasil p-value = 0,630 (p>0,05) degan nilai kekuatan 0,650 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Kesehatan Samarinda. Kesimpulan Berdasarkan hasil uji statistika menggunakan spearman rho mendapatkan hasil bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri SMK Kesehatan Samarinda khususnya kelas. Kata kunci : Remaja, Aktivitas Fisik, Siklus Menstruasi