Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENYELESAIAN MASALAH Erlina, Nia; Jatmiko, Budi; Raharjo, Raharjo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p1032-1038

Abstract

This study aims to develop physics learning material based on 7E learning cycle model veable to use improving problem solving skills. Implementation of the research has done in class X of SMAN 16 Surabaya academic year 2014/2015. Methods of data collection are validity, tests, observations, and questionnaires. The materials was developed using the modified 4D model of the design testing one group pretest-posttest design. Analysis of the significance of the increase in problem-solving skills using a paired t test while to see the consistency of learning outcomes using analysis of variance. Results from this research showed: 1) the validity of learning material give results of the validation consisted of RPP value of 3.47 is valid categorized, BAS value of 3.50 is valid categorized, LKS is 3.64 categorized very valid, problem solving skills test value of 3 is valid categorized, legibility BAS is 73.90% being categorized, legibility LKS is 77.46 % higher category, the level of difficulty BAS  is 26.52 % low categorized, the difficulty level of LKS is 26.32% low categorized; 2) the practicality of the learning material consist of a feasibility study learning of 93.25% is very well categorized and learning implementation constraints that arise when students understand the steps the experiment; 3) the effectiveness of learning, in terms of problem-solving skills increase significantly between before and after the learning with a high degree of improvement category; Average student activity categorized in three classes, as well as students respond positively to the learning activities, and positive student?s response of learning activity. The results showed that physics learning material based on 7E learning cycle model veable to use improving problem solving skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran fisika model learning cycle 7E yang layak digunakan untuk meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah. Penelitian pada kelas X SMAN 16 Surabaya tahun ajaran 2014/2015. Metode pengumpulan data menggunakan validasi, tes, observasi, dan angket. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan model 4-D dengan rancangan ujicoba one group pretest-posttest design. Analisis signifikansi peningkatan keterampilan penyelesaian masalah menggunakan uji t berpasangan sedangkan untuk melihat konsistensi hasil pembelajaran menggunakan analisis varians. Hasil penelitian: 1) validitas perangkat pembelajaran dengan hasil nilai validasi terdiri dari RPP sebesar 3.47 berkategori valid, BAS sebesar 3.50 berkategori valid, LKS sebesar 3.64 berkategori sangat valid, tes keterampilan penyelesaian masalah sebesar 3 berkategori valid, keterbacaan BAS sebesar 73.90% berkategori sedang, keterbacaan LKS sebesar 77.46% berkategori tinggi, tingkat kesulitan BAS sebesar 26.52% berkategori rendah, tingkat kesulitan LKS sebesar 26.32% berkategori rendah; 2) kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan pembelajaran sebesar 93.25% berkategori sangat baik dan kendala pelaksanaan pembelajaran yang muncul saat siswa memahami langkah-langkah percobaan; 3) keefektifan perangkat pembelajaran, ditinjau dari peningkatan keterampilan penyelesaian masalah secara signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran dengan derajat peningkatan berkategori tinggi; rata-rata aktivitas siswa di tiga kelas berkategori baik, serta respons siswa positif terhadap aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran fisika model learning cycle 7E layak digunakan untuk meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENYELESAIAN MASALAH Erlina, Nia; Jatmiko, Budi; Raharjo, Raharjo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p1032-1038

Abstract

This study aims to develop physics learning material based on 7E learning cycle model veable to use improving problem solving skills. Implementation of the research has done in class X of SMAN 16 Surabaya academic year 2014/2015. Methods of data collection are validity, tests, observations, and questionnaires. The materials was developed using the modified 4D model of the design testing one group pretest-posttest design. Analysis of the significance of the increase in problem-solving skills using a paired t test while to see the consistency of learning outcomes using analysis of variance. Results from this research showed: 1) the validity of learning material give results of the validation consisted of RPP value of 3.47 is valid categorized, BAS value of 3.50 is valid categorized, LKS is 3.64 categorized very valid, problem solving skills test value of 3 is valid categorized, legibility BAS is 73.90% being categorized, legibility LKS is 77.46 % higher category, the level of difficulty BAS  is 26.52 % low categorized, the difficulty level of LKS is 26.32% low categorized; 2) the practicality of the learning material consist of a feasibility study learning of 93.25% is very well categorized and learning implementation constraints that arise when students understand the steps the experiment; 3) the effectiveness of learning, in terms of problem-solving skills increase significantly between before and after the learning with a high degree of improvement category; Average student activity categorized in three classes, as well as students respond positively to the learning activities, and positive student’s response of learning activity. The results showed that physics learning material based on 7E learning cycle model veable to use improving problem solving skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran fisika model learning cycle 7E yang layak digunakan untuk meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah. Penelitian pada kelas X SMAN 16 Surabaya tahun ajaran 2014/2015. Metode pengumpulan data menggunakan validasi, tes, observasi, dan angket. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan model 4-D dengan rancangan ujicoba one group pretest-posttest design. Analisis signifikansi peningkatan keterampilan penyelesaian masalah menggunakan uji t berpasangan sedangkan untuk melihat konsistensi hasil pembelajaran menggunakan analisis varians. Hasil penelitian: 1) validitas perangkat pembelajaran dengan hasil nilai validasi terdiri dari RPP sebesar 3.47 berkategori valid, BAS sebesar 3.50 berkategori valid, LKS sebesar 3.64 berkategori sangat valid, tes keterampilan penyelesaian masalah sebesar 3 berkategori valid, keterbacaan BAS sebesar 73.90% berkategori sedang, keterbacaan LKS sebesar 77.46% berkategori tinggi, tingkat kesulitan BAS sebesar 26.52% berkategori rendah, tingkat kesulitan LKS sebesar 26.32% berkategori rendah; 2) kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan pembelajaran sebesar 93.25% berkategori sangat baik dan kendala pelaksanaan pembelajaran yang muncul saat siswa memahami langkah-langkah percobaan; 3) keefektifan perangkat pembelajaran, ditinjau dari peningkatan keterampilan penyelesaian masalah secara signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran dengan derajat peningkatan berkategori tinggi; rata-rata aktivitas siswa di tiga kelas berkategori baik, serta respons siswa positif terhadap aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran fisika model learning cycle 7E layak digunakan untuk meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah.
Kesiapan Calon Guru IPA dalam Pengembangan Rencana Pembelajaran Berbasis Education for Sustainable Development Erlina, Nia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 4, No 2 (2021): JPPSI, Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i2.39740

Abstract

Pembangunan berkelanjutan adalah sarana untuk mencapai keberlanjutan dengan tujuan jangka panjang di berbagai bidang kehidupan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesiapan calon guru IPA dalam pengembangan rencana pembelajaran berbasis education for sustainable development (ESD). Kesiapan tersebut mencakup pemahaman calon guru terhadap ESD, kemampuan menyiapkan perencanaan pembelajaran kreatif, dan pengalaman mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian ini sebanyak 40 calon guru IPA yang menempuh mata kuliah telaah IPA Sekolah pada tahun pendidikan tinggi ketiga. Intrumen pengumpulan data menggunakan angket. Penelitian ini dilakukan pada awal pertemuan ketika pembelajaran inti belum diterapkan. Analisis data secara deskriptif menggunakan kategorisasi berdasarkan karakteristik masing-masing. Hasil penelitian menujukkan bahwa calon guru IPA siap mengembangkan rencana pembelajaran kreatif berbasis ESD. Kesiapan tersebut tampak pada: (1) pemahaman ESD (78.9%), (2) kesiapan guru dalam perencanaan pembelajaran kreatif (77.3%), dan (3) kesiapan guru dalam implementasi pembelajaran berbasis proyek (78.2%). Implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam perguruan tinggi merupakan salah satu rekomendasi untuk mendukung calon guru merancang perencanaan pembelajaran kreatif berbasis ESD.
Kesiapan Calon Guru IPA dalam Pengembangan Rencana Pembelajaran Berbasis Education for Sustainable Development Erlina, Nia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 4, No 2 (2021): JPPSI, Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i2.39740

Abstract

Pembangunan berkelanjutan adalah sarana untuk mencapai keberlanjutan dengan tujuan jangka panjang di berbagai bidang kehidupan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesiapan calon guru IPA dalam pengembangan rencana pembelajaran berbasis education for sustainable development (ESD). Kesiapan tersebut mencakup pemahaman calon guru terhadap ESD, kemampuan menyiapkan perencanaan pembelajaran kreatif, dan pengalaman mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian ini sebanyak 40 calon guru IPA yang menempuh mata kuliah telaah IPA Sekolah pada tahun pendidikan tinggi ketiga. Intrumen pengumpulan data menggunakan angket. Penelitian ini dilakukan pada awal pertemuan ketika pembelajaran inti belum diterapkan. Analisis data secara deskriptif menggunakan kategorisasi berdasarkan karakteristik masing-masing. Hasil penelitian menujukkan bahwa calon guru IPA siap mengembangkan rencana pembelajaran kreatif berbasis ESD. Kesiapan tersebut tampak pada: (1) pemahaman ESD (78.9%), (2) kesiapan guru dalam perencanaan pembelajaran kreatif (77.3%), dan (3) kesiapan guru dalam implementasi pembelajaran berbasis proyek (78.2%). Implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam perguruan tinggi merupakan salah satu rekomendasi untuk mendukung calon guru merancang perencanaan pembelajaran kreatif berbasis ESD.
The Potential of Interactive Teaching Materials of Natural Science Practicum Courses in Elementary School by Distance Learning Budiastra, A.A. Ketut; Ichwan, Ichwan; Kadarisman, Kadarisman; Casmat, Memet; Erlina, Nia
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2760

Abstract

Distance learning is not new to education, but it requires more dedication and initiative than the implementation of conventional education. Distance learning in lectures is the implementation of learning when students and lecturers cannot attend face to face at the same time in the campus lecture hall. One of the efforts to implement distance learning is to use interactive literacy activities. This study aims to examine that this era has implications for Indonesia as a country that wants to become a developed country, especially in education. This type of research is descriptive research in the literature. The results of the description discuss (1) Efforts to adapt natural science practicum learning according to the times; (2) Provision of teaching materials to support the tutorial interaction process in natural science practicum activities; and (3) Students' readiness in implementing natural science practicum in distance learning. This study highlights several theoretical and empirical contributions. It provides recommendations that the implementation of remote practicum through digital media and the use of materials available in the surrounding environment need interactive instruction support to support student practicum competencies
Kesiapan Calon Guru IPA dalam Pengembangan Alat Peraga 3D berbasis Eco-Friendly melalui Project Based Blended Learning Erlina, Nia; I Wayan Sukra Warpala; Putu Prima Juniartina
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan observasi lapangan yang mengindikasikan bahwa siswa perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai konsep-konsep sains serta keterampilan dalam menerapkannya dalam situasi nyata. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran IPA, termasuk kompleksitas materi dan kesulitan dalam memahaminya. Dalam upaya mengatasi kendala-kendala ini, pemanfaatan alat peraga 3D menjadi alternatif yang efektif. Selain itu, penting untuk mengembangkan alat peraga 3D ini dengan pendekatan biaya rendah, menggunakan bahan-bahan daur ulang yang juga bersahabat dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesiapan calon Guru IPA dalam membuat alat peraga 3D ramah lingkungan dengan menggunakan Project Based Blended Learning. Penelitian ini menggunakan teknik survei dalam hubungannya dengan eksperimen eksplorasi. Penelitian ini melibatkan 28 calon guru IPA yang sedang mengambil mata kuliah produksi media dan alat peraga pendidikan IPA. Data diambil menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Analisis data yang digunakan bersifat deskriptif, dengan pengelompokan berdasarkan karakteristik masing-masing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para calon guru IPA memiliki kesiapan untuk mengembangkan alat peraga 3D berbasis eco-friendly dan menerapkan pembelajaran proyek berbasis Blended Learning dalam pembelajaran IPA. Kesiapan ini tercermin pada: (1) Pemahaman konsep ESD (75,42%), (2) Kesiapan untuk mengembangkan alat peraga 3D berbasis eco-friendly (63,71%), (3) Penerapan pembelajaran berbasis proyek (76,84%), dan (4) Pengalaman dengan Blended Learning (70,71%). Penerapan model pembelajaran berorientasi proyek dan Blended Learning di institusi pendidikan tinggi menjadi saran yang dapat membantu calon guru dalam mengembangkan alat peraga 3D berbasis eco-friendly.
Analisis Penalaran Ilmiah Siswa SMP Negeri 5 Singaraja Berdasarkan Lawson Classroom Test Of Scientific Reasoning pada Pembelajaran IPA Maharani, Vionna Veronika; Erlina, Nia; Pujani, Ni Made
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penalaran ilmiah siswa berdasarkan Lawson Classroom Test Of Scientific Reasoning serta faktor-faktor yang mempengaruhi penalaran ilmiah siswa SMP Negeri 5 Singaraja pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang ditentukan dengan teknik proportionate random sampling yaitu sejumlah 184 siswa serta 2 orang guru IPA kelas VII. Data mengenai penalaran ilmiah siswa diperoleh melalui instrumen tes penalaran ilmiah dari lawson yaitu Lawson Classroom Test of Scientific Reasoning (LCTSR). Data faktor-faktor yang mempengaruhi penalaran ilmiah siswa diperoleh melalui instrumen observasi, angket dan wawancara. Hasil analisis penalaran ilmiah siswa yaitu sebanyak 4,89% berada pada kategori penalaran ilmiah sangat baik, 11,41% dengan kategori baik, 5,97% dengan kategori cukup, 28,26% dengan kategori kurang, dan sebanyak 49,45% dengan kategori sangat kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi penalaran ilmiah siswa SMP Negeri 5 Singaraja dianalisis dan dihubungkan dengan setiap indikator penalaran ilmiah yaitu pada penalaran konservasi faktor yang paling berpengaruh metode pembelajaran, pada penalaran proporsional faktor yang memiliki pengaruh yang tinggi yaitu motivasi, pada pengontrolan variabel faktor yang berpengaruh tinggi yaitu media pembelajaran, pada penalaran probabilistik faktor yang paling berpengaruh yaitu metode pembelajaran, pada penalaran korelasi faktor yang berpengaruh sangat tinggi yaitu motivasi, dan pada penalaran hipotesis deduktif faktor yang berpengaruh tinggi yaitu motivasi. Jadi dapat dinyatakan bahwa siswa SMP Negeri 5 Singaraja khususnya kelas VII sebagian besar masih memiliki penalaran ilmiah yang sangat kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi penalaran ilmiah yaitu motivasi, media pembelajaran dan metode pembelajaran.
Pengembangan Modul IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing disertai Mind Mapping untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA pada Materi Cahaya dan Alat Optik Amrina, Siti Arofatul; Suma, Ketut; Erlina, Nia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.77737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan karakteristik, kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing disertai mind mapping pada materi cahaya dan alat optik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahapan define, design, develop, dan disseminate . Subjek dalam penelitian ini melibatkan 2 orang ahli Pendidikan IPA untuk uji validitas, 3 orang guru IPA dan 10 orang siswa untuk uji kepraktisan, 30 orang siswa kelas VIII-G untuk uji efektivitas. Pada uji efektivitas dilaksanakan secara terbatas dengan menggunakan desain One-Shot Case Study. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) modul IPA memiliki karakteristik berupa modul menggunakan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai mind mapping, berisikan petunjuk penggunaan modul, setiap sub materi terdiri atas fitur ayo lakukan, ayo pahami, dan info penting. 2) modul IPA dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil penilaian dari ahli Pendidikan IPA dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 0,94. 3) modul IPA dinyatakan sangat praktis dengan perolehan nilai rata-rata oleh praktisi guru sebesar 4,3 dan praktisi peserta didik sebesar 4,6. 4) modul IPA dinyatakan efektif dengan hasil rata-rata nilai posttest peserta didik sebesar 80,1 dan telah melebihi nilai KKM yaitu 75. Modul dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan dalam membantu proses pembelajaran.
Kesiapan Calon Guru IPA dalam Pengembangan Alat Peraga 3D berbasis Eco-Friendly melalui Project Based Blended Learning Erlina, Nia; I Wayan Sukra Warpala; Putu Prima Juniartina
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan observasi lapangan yang mengindikasikan bahwa siswa perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai konsep-konsep sains serta keterampilan dalam menerapkannya dalam situasi nyata. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran IPA, termasuk kompleksitas materi dan kesulitan dalam memahaminya. Dalam upaya mengatasi kendala-kendala ini, pemanfaatan alat peraga 3D menjadi alternatif yang efektif. Selain itu, penting untuk mengembangkan alat peraga 3D ini dengan pendekatan biaya rendah, menggunakan bahan-bahan daur ulang yang juga bersahabat dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesiapan calon Guru IPA dalam membuat alat peraga 3D ramah lingkungan dengan menggunakan Project Based Blended Learning. Penelitian ini menggunakan teknik survei dalam hubungannya dengan eksperimen eksplorasi. Penelitian ini melibatkan 28 calon guru IPA yang sedang mengambil mata kuliah produksi media dan alat peraga pendidikan IPA. Data diambil menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Analisis data yang digunakan bersifat deskriptif, dengan pengelompokan berdasarkan karakteristik masing-masing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para calon guru IPA memiliki kesiapan untuk mengembangkan alat peraga 3D berbasis eco-friendly dan menerapkan pembelajaran proyek berbasis Blended Learning dalam pembelajaran IPA. Kesiapan ini tercermin pada: (1) Pemahaman konsep ESD (75,42%), (2) Kesiapan untuk mengembangkan alat peraga 3D berbasis eco-friendly (63,71%), (3) Penerapan pembelajaran berbasis proyek (76,84%), dan (4) Pengalaman dengan Blended Learning (70,71%). Penerapan model pembelajaran berorientasi proyek dan Blended Learning di institusi pendidikan tinggi menjadi saran yang dapat membantu calon guru dalam mengembangkan alat peraga 3D berbasis eco-friendly.
Analisis Penalaran Ilmiah Siswa SMP Negeri 5 Singaraja Berdasarkan Lawson Classroom Test Of Scientific Reasoning pada Pembelajaran IPA Maharani, Vionna Veronika; Erlina, Nia; Pujani, Ni Made
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penalaran ilmiah siswa berdasarkan Lawson Classroom Test Of Scientific Reasoning serta faktor-faktor yang mempengaruhi penalaran ilmiah siswa SMP Negeri 5 Singaraja pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang ditentukan dengan teknik proportionate random sampling yaitu sejumlah 184 siswa serta 2 orang guru IPA kelas VII. Data mengenai penalaran ilmiah siswa diperoleh melalui instrumen tes penalaran ilmiah dari lawson yaitu Lawson Classroom Test of Scientific Reasoning (LCTSR). Data faktor-faktor yang mempengaruhi penalaran ilmiah siswa diperoleh melalui instrumen observasi, angket dan wawancara. Hasil analisis penalaran ilmiah siswa yaitu sebanyak 4,89% berada pada kategori penalaran ilmiah sangat baik, 11,41% dengan kategori baik, 5,97% dengan kategori cukup, 28,26% dengan kategori kurang, dan sebanyak 49,45% dengan kategori sangat kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi penalaran ilmiah siswa SMP Negeri 5 Singaraja dianalisis dan dihubungkan dengan setiap indikator penalaran ilmiah yaitu pada penalaran konservasi faktor yang paling berpengaruh metode pembelajaran, pada penalaran proporsional faktor yang memiliki pengaruh yang tinggi yaitu motivasi, pada pengontrolan variabel faktor yang berpengaruh tinggi yaitu media pembelajaran, pada penalaran probabilistik faktor yang paling berpengaruh yaitu metode pembelajaran, pada penalaran korelasi faktor yang berpengaruh sangat tinggi yaitu motivasi, dan pada penalaran hipotesis deduktif faktor yang berpengaruh tinggi yaitu motivasi. Jadi dapat dinyatakan bahwa siswa SMP Negeri 5 Singaraja khususnya kelas VII sebagian besar masih memiliki penalaran ilmiah yang sangat kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi penalaran ilmiah yaitu motivasi, media pembelajaran dan metode pembelajaran.