Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Hubungan Pemberian Remdesivir dengan Durasi Rawat Inap pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Al-Islam Bandung Achmad Firar Khairi; Heni Muflihah; Meta Maulida Damayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.784

Abstract

Abstract. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) which is a new type of corona virus. One of repurposive therapy recommended for COVID-19 patients is remdesivir. Few studies have examined the use of remdesivir as an anti-viral drug in Indonesia. The benefits of clinical improvement can be indicated by the length of stay (LOS). This study aims to analyze the relationship between remdesivir administration and the LOS in COVID-19 patients at Al-Islam Hospital Bandung. This study is an observational analytic study using a retrospective cohort design and medical record data. The subjects of the study were confirmed COVID-19 patients who were hospitalized at Al-Islam Hospital Bandung for the period June-July 2021. The data taken included clinical characteristics, oxygen saturation (SpO2), remdesivir therapy, and LOS using purposive sampling technique. The total study subjects were 111 patients consisting of 55 people in the remdesivir group and 56 people in the combination remdesivir comparison group. There were 50 patients (89%) in the remdesivir group (89%) and 40 people (71%). The remdesivir group was mostly female as many as 33 people (60%). LOS for men had a median of 9 days, 3 days longer than for women. LOS in the remdesivir group had a median of 5 (interquartile range (IQR) 3-12) days, while the combination remdesivir had a median of 9 (IQR 4-16) days which was statistically significant (P-value <0.0001). It can be concluded that there is a relationship between the administration of remdesivir and LOS of COVID-19 patients. The combination of remdesivir with other antivirals needs to be evaluated for indications considering that it does not increase the benefit of improving LOS. Abstrak. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang merupakan virus korona jenis baru. Diantara terapi repurposive yang direkomendasikan pada pasien COVID-19 salah satunya remdesivir. Belum banyak penelitian yang mengkaji penggunaan remdesivir sebagai obat anti virus di Indonesia. Salah satu indikator manfaat perbaikan klinis dapat dilihat berdasarkan durasi rawat inap. Tujuan penelitian menganalisis hubungan pemberian remdesivir dengan durasi lama rawat inap pada pasien COVID-19 di RS Al-Islam Bandung. Penelitian ini merupakan analitik observasional menggunakan desain kohort retrospektif dan data rekam medik. Subyek penelitian adalah pasien terkonfirmasi COVID-19 yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Al-Islam Bandung periode Juni-Juli 2021. Data yang diambil meliputi karakteristik klinis, saturasi oksigen (SpO2), terapi remdesivir, dan durasi rawat inap menggunakan teknik purposive sampling. Total subyek penelitian berjumlah 111 pasien terdiri dari 55 orang kelompok remdesivir dan 56 orang kelompok pembanding remdesivir kombinasi. Pasien COVID-19 derajat tidak berat (SpO2 90%) pada kelompok remdesivir sebanyak 50 orang (89%) dan remdesivir kombinasi 40 orang (71%). Kelompok remdesivir sebagian besar berjenis kelamin wanita sebanyak 33 orang (60%). Durasi rawat inap pria memiliki median 9 hari, 3 hari lebih lama dari wanita. Durasi rawat inap kelompok remdesivir memiliki median 5 (interquartile range (IQR) 3-12) hari, sedangkan remdesivir kombinasi memiliki median 9 (IQR 4-16) hari yang secara statistik berbeda bermakna (P-Value <0.0001). Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pemberian remdesivir dan durasi rawat inap pasien COVID-19. Kombinasi remdesivir dengan antivirus lain perlu dievaluasi indikasinya mengingat tidak menambah manfaat perbaikan durasi rawat inap.
Hubungan Karies Gigi dengan Status Gizi pada Anak Usia 6—14 Tahun di Pesantren Laura Taniela Salsabil; Meta Maulida D; Agung F Sumantri
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1490

Abstract

Abstract. Dental caries that hit the pulp cavity can cause pain in the teeth and can disrupt the process of mastication that will affect the decrease in the frequency of eating and cause growth and development disorders in children. The purpose of this study was to analyze the relationship of dental caries with nutritional status in children aged 6-14 years at Islamic Boarding School. The study is observational analytics with a cross-sectional approach method, and sampling-based on consecutive sampling techniques, and analyzed with the Chi-square test. The research was conducted at Islamic Boarding School, in April 2021. The study data were obtained from the results of the filling data form for dental caries assessment and physical examination from measuring height and weight for BMI measurements to 35 children who met the inclusion criteria. The final results showed a dental caries incidence rate of 91.4%, and children with normal nutritional status as much as 65.7%. The results of the analysis of dental caries and nutritional status data showed a value of p = 0.341 (p>0.05) which means there is no significant relationship between dental caries and nutritional status. In this study, the incidence of dental caries is still very high but most children have a normal nutritional status. Nutritional status and dental caries are not one of them. Abstrak. Karies gigi yang mengenai rongga pulpa dapat menyebabkan rasa sakit pada gigi dan dapat menimbulkan gangguan proses mastikasi yang akan berpengaruh terhadap penurunan frekuensi makan, dan menyebabkan adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan karies gigi dengan status gizi pada anak usia 6—14 tahun di Pesantren. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectional, dan pengambilan sampel berdasarkan teknik consecutive sampling, serta dianalisis dengan uji Chi-square test. Penelitian dilakukan di Pesantren, pada bulan April 2021. Data penelitian diperoleh dari hasil formulir data isian untuk penilaian karies gigi dan pemeriksaan fisik dari mengukur tinggi badan dan berat badan untuk pengukuran IMT kepada 35 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil akhir penelitian menunjukkan angka kejadian karies gigi sebesar 91,4%, dan anak dengan status gizi yang normal sebanyak 65,7%. Hasil analisis data hubungan karies gigi dan status gizi menunjukan nilai p=0,341 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karies gigi dengan status gizi. Pada penelitian ini angka kejadian karies gigi masih sangat tinggi tetapi sebagian besar anak memiliki status gizi yang normal. Status gizi dan karies gigi bukan salah satunya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Penyakit Gigi dan Mulut pada Santri di Pesantren Manarul Huda Bandung Novianti Putri Hidayat; Meta Maulida; Lia Marlia
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.2250

Abstract

Abstract. Dental and oral diseases can cause focal infections, meaning infections in body organs that are spread through the teeth and mouth. This will have an impact on life expectancy and quality of life. One of the many factors that can cause dental and oral disease is the level of knowledge about dental and oral health. If knowledge about oral and dental health is high, the incidence of oral and dental problems will be low. This study is intended to analyze the relationship between "level of knowledge" with dental and oral diseases in students at the Manarul Huda Islamic Boarding School in Bandung. This study took place in March 2021 at the Manarul Huda Islamic Boarding School in Bandung. This study was conducted using an observational analytic design method with the type of "cross sectional". Data regarding the level of knowledge were collected through a validated questionnaire technique and dental and oral diseases taken from form data. Total sampling was chosen by the researcher as the sampling technique in this study, with a total of 35 subjects. Data analysis using SPSS software 23.0, and statistical test "chi-square". The results of the study showed that the highest level of knowledge about dental and oral diseases was in the low category 22 people, 33 people had dental and oral disease. This study also shows that there is no relationship or relationship between “level of knowledge” and “dental and oral disease” among students at Pesantren Manarul Huda Bandung p < 0.05. There is no relationship between "level of knowledge" and "dental and oral disease", because knowledge is not the main factor that causes dental and oral diseases. Abstrak. Penyakit gigi dan mulut dapat menimbulkan fokal infeksi, artinya infeksi pada organ tubuh yang disebarkan melalui gigi dan mulut. Hal tersebut akan berdampak pada usia harapan hidup dan kualitas hidup. Satu di antara banyak faktor yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit gigi dan mulut ialah tingkat pengetahuan mengenaikesehatan gigi dan mulut. Apabila pengetahuan mengenai kesehatan mulut serta gigi tinggi, maka kejadian persoalan penyakit mulut dan gigi akan rendah. Studi ini dimaksudkan untuk menganalisis keterkaitan antara “tingkat pengetahuan” dengan penyakit gigi dan mulut pada santri di Pesantren Manarul Huda Bandung. Studi ini berlangsungpada Maret 2021 di Pesantren Manarul Huda Bandung. Studi ini dilakukan dengan metode rancangan analitik observasional dengan jenis “cross sectional”. Data mengenai tingkat pengetahuan dikumpulkan melalui teknikkuesioner yang telah tervalidasi dan penyakit gigi dan mulut yang diambil dari form data. Total sampling dipilih peneliti sebagai teknik sampling pada studi ini, dengan jumlah subjek sebanyak 35 orang. Analisis data menggunakan SPSS software 23.0, dan uji statistik “chi-square”. Hasil studi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mengenai penyakit gigi serta mulut paling banyak dengan kategori rendah 22 orang, 33 orang memiliki penyakit gigi dan mulut. Studi ini juga menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan atau hubungan antara “tingkat pengetahuan” dengan “penyakit gigi dan mulut” pada santri di Pesantren Manarul Huda Bandung p < 0.05. Tidak ada hubungan antara “tingkat pengetahuan” dengan “penyakit gigi dan mulut”, karena pengetahuan bukanlah faktor utama yang menimbulkanpenyakit gigi serta mulut.
Tingkat Kecemasan Meningkatkan Risiko Tension Type Headache pada Mahasiswa Kedokteran Riyadh Anugrah Mardiana Riyadh; Meta Maulida; Herri S. Sastramihardja
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6775

Abstract

Abstract. Anxiety is one of the most common psychiatric disorders. The anxiety experienced by medical students occurs because of differences in curriculum methods, independent learning and achieving learning targets for each block, extracurricular activities and competition between students. This can trigger excessive anxiety which can cause a tension type headache. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety levels and tension type headache (TTH) in students at the academic stage of the Unisba Medical Faculty in 2022/2023. This type of research is analytic observational with a cross sectional design. Sampling was done by random sampling technique. Anxiety was diagnosed using the validated Hamilton Rating Scale for Anxiety questionnaire. The diagnosis of TTH is based on the Headache Screening Questionnaire-Dutch Version (HSQ-DV) according to the International Classification of Headache Disorder. The relationship between these variables was analyzed using the Chi-square test. The results of the study obtained 90 samples with the majority of 77 students having a mild level of anxiety with 71 of them not experiencing TTH. The results of the Chi-square test showed a significant relationship between anxiety and tension type headache with a value of p = 0.000 (p≤0.05). This shows that the level of anxiety can cause tension type headaches. The higher the level of anxiety, the greater the possibility of a tension type headache. Abstrak. Kecemasan merupakan salah satu kelompok gangguan kejiwaan yang sangat umum. Kecemasan yang dialami mahasiswa kedokteran terjadi karena perbedaan metode kurikulum, belajar mandiri dan mencapai target pembelajaran setiap bloknya, aktivitas ekstrakurikular dan persaingan antarmahasiswa. Hal ini dapat memicu timbulnya kecemasan yang berlebih yang dapat menyebabkan tension type headache. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan tension type headache (TTH) pada mahasiswa tahap akademik Fakultas Kedokteran Unisba Tahun 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Kecemasan didiagnosis dengan menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety yang telah divalidasi. Diagnosis TTH berdasarkan Headache Screening Questionnaire-Dutch Version (HSQ-DV) yang sesuai dengan International Classification of Headache Disorder. Hubungan antar variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan 90 sampel dengan mayoritas 77 mahasiswa yang memiliki tingkat kecemasan ringan dengan 71 mahasiswa diantaranya tidak mengalami TTH. Hasil uji Chi-square menunjukkan hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan tension type headache dengan diperoleh nilai p= 0,000 (p≤0.05). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dapat menyebabkan timbulnya tension type headache. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar kemungkinan terjadinya tension type headache.
Hubungan Fisioterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Osteoarthritis Lutut di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Periode Maret-Agustus 2022 Halida Nur Azizah; Meta Maulida Damayanti; Amri Junus
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6302

Abstract

Abstract. Knee Osteoarthritis (OA) is a chronic musculoskeletal disorder, the worldwide’s major cause of pain and disability. This disease does not only have an impact on the physical, but affects other aspects such as mental, emotional, and social, so that it can ultimately reduce the quality of life of the knee OA patients. One of the treatment options that can be done is physiotherapy, with one of the goals is to improve the quality of life. The purpose of this research is to analyze the relationships between physiotherapy and quality of life of the knee OA patients in RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya City. This research was conducted with analytic observational methods by cross-sectional approach. This research was conducted at RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya City on 55 outpatients for the period March–August 2022 who were selected consecutively. The results of the univariate statistical test showed that 22 patients had physiotherapy and 33 patients did not have physiotherapy with the characteristics of 65% were female and 42% were aged ≥ 60 years. Patients filled out the SF-36 quality of life questionnaire, then bivariate analysis was performed with SPSS via the chi-square test. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between physiotherapy and the quality of life of patients with knee OA at RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya City (P=0.001). The conclusion of this research is that physiotherapy is related to the quality of life of patients with knee OA. Keywords: Knee Osteoarthritis, Physiotherapy, Quality of Life. Abstrak. Osteoarthritis (OA) lutut adalah gangguan muskuloskeletal kronis yang menjadi penyebab utama nyeri dan disabilitas di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi memengaruhi aspek lain seperti mental, emosional, dan sosial, sehingga akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup penderita OA lutut. Salah satu pilihan terapi yang dapat dilakukan adalah fisioterapi, dengan salah satu tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan fisioterapi dengan kualitas hidup penderita OA lutut di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada 55 pasien rawat jalan periode Maret–Agustus 2022 yang dipilih secara consecutive. Hasil uji statistik univariat didapatkan 22 pasien melakukan fisioterapi dan 33 pasien tidak melakukan fisioterapi dengan karakteristik 65% perempuan dan 42% berusia ≥ 60 tahun. Pasien mengisi kuesioner kualitas hidup SF-36, kemudian dilakukan analisis bivariat dengan SPSS melalui uji chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara fisioterapi dengan kualitas hidup penderita OA lutut di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya (P=0,001). Simpulan dari penelitian ini adalah fisioterapi berhubungan dengan kualitas hidup penderita OA lutut. Kata Kunci: Fisioterapi, Kualitas Hidup, Osteoarthritis Lutut.
Hubungan Stres Kerja dengan Karakteristik Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Adela Sulistira; Meta Maulida D; Abdul Hadi Hassan
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6641

Abstract

Abstract. Nurse work stress is a human resource management issue in hospitals that is caused by a combination of stress at work, individual characteristics, and stressors outside the organization. Organizational factors and role conflicts have a major effect on work stress for nurses in the Emergency Room (ER). The objective of this study was to investigate at the link between job stress and the characteristics of nurses working in the emergency room (ER). This study employs an observational analytic method with a cross-sectional design. This study was conducted in the Emergency Room between January and July of 2022, using a large sample of 50 participants drawn utilizing non-probability sampling and purposive sampling. The results showed that the nurses in the Emergency Department had the highest stress level, with 23 persons (46%). The majority of nurses were female, with a total of 36 people (72%), the most age was in the 26-30 years group with a total of 15 people (30%), and the most education level was DIII nursing with a total of 26 people (52%), the majority of marriages were married with a total of 35 people (70%), and most had a working period of 4-6 years with a total of 23 respondents (46%). There is no significant relationship between job stress and nurse characteristics (p> 0.05). Work stress on nurses working in the hospital emergency room Health standards are relatively high, but several factors, including age, gender, education level, marital status, and duration of employment, cause significant levels of stress. Abstrak. Stress kerja perawat adalah salah satu masalah manajemen sumber daya manusia di Rumah Sakit yang merupakan kombinasi dari stress saat kerja, karakteristik individu, dan penyebab stres di luar organisasi. Stres kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sangat dipengaruhi oleh kondisi organisasi dan konflik peran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara stres kerja dengan karakteristik perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian ini adalah observational analitik dengan pendekatan Cross-Sectional design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Juli 2022 di bagian IGD besar sampel penelitian menggunakan rumus Slovin yaitu sebanyak 50 orang yang diambil mengunakan non probability sampling dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres perawat di bagian Instalasi Gawat Darurat paling tinggi mengalami stres berat yaitu 23 orang (46%). Karakteristik perawat menunjukkan mayoritas perawat berjenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang (72%), usia terbanyak pada kelompok 26-30 tahun dengan jumlah 15 orang (30%), tingkat pendidikan paling banyak adalah DIII keperawatan dengan jumlah 26 orang (52%), status pernikahan terbanyak adalah menikah dengan jumlah 35 orang (70%), dan sebagian besar mempunyai masa kerja 4-6 tahun dengan jumlah 23 responden (46%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress kerja dengan karakteristik perawat (p > 0.05). Stres kerja pada perawat yang bekerja di IGD RS. Harapan Sehat Slawi cukup tinggi, namun banyak faktor yang menyebabkan tingginya tingkat stress, tidak hanya faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, dan lama bekerja.
Hubungan Derajat Merokok dengan Gambaran Manifestasi Inflamasi Kronik pada Rongga Mulut Perokok Raissa Khais Azmi; Kharisma, Yuktiana; Damayanti, Meta Maulida
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10847

Abstract

Abstract. Smoking is a major health problem that is considered the leading cause of preventable death in many countries. Tooth loss, periodontal disease, oral soft tissue changes, excessive tooth wear, halitosis, implant failure, oropharyngeal cancer, stomatitis, gingivitis, and dental caries are some of the negative effects on oral health that smoking can cause. Aim of this study was to determine how the degree of smoking correlates with symptoms of chronic inflammation in the oral cavity of people who smoke. This research was designed quantitatively using a cross-sectional approach. Focus of the research is young adults who actively smoke who work at the Bandung Islamic University (UNISBA) in 2023. The total number of respondents for this research is 60 respondents. The instrument used is a questionnaire that shows the degree of smoking and signs of chronic inflammation. Data obtained were analyzed using the Pearson correlation test. Results of this study show that among young adult active smokers working at Bandung Islamic University, there is a significant correlation between the degree of smoking and dental caries (respectively p=0.015 and p=0.002), but there is no correlation between stomatitis (p=0.152). Conclusion of this study is that chronic inflammatory manifestations of dental caries and gingivitis are associated with the degree of smoking. Cigarette smoke remaining in the mouth for a long time reduces the amount of saliva, making the oral cavity and teeth more susceptible to caries. In addition, cigarette ingredients can affect the connective tissue and gingival epithelium, increasing the likelihood of gingivitis. Abstrak. Kebiasaan merokok adalah masalah kesehatan utama yang dianggap sebagai penyebab utama kematian yang dapat dicegah di berbagai negara. Kehilangan gigi, penyakit periodontal, perubahan jaringan lunak oral, keausan gigi yang berlebihan, halitosis, kegagalan implan, kanker orofaringeal, stomatitis, gingivitas, dan karies gigi adalah beberapa efek negatif pada kesehatan mulut yang dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana derajat merokok berkorelasi dengan gejala inflamasi kronis pada rongga mulut orang yang merokok. Penelitian ini dirancang secara kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Fokus penelitian adalah orang dewasa muda yang aktif merokok yang bekerja di Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada tahun 2023. Jumlah total responden penelitian ini 60 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang menunjukkan derajat merokok serta tanda inflamasi kronik. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada individu perokok aktif dewasa muda tenaga kerja di Universitas Islam Bandung, terdapat korelasi signifikan antara derajat merokok dan karies gigi (berturut-turut p=0,015 dan p=0,002), tetapi tidak ada korelasi antara stomatitis (p=0,152). Simpulan dari penelitian ini, manifestasi inflamasi kronik karies gigi dan gingivitis dikaitkan dengan derajat merokok. Asap rokok menetap di mulut selama waktu yang lama mengurangi jumlah saliva, membuat rongga mulut dan gigi lebih rentan terhadap karies. Selain itu, kandungan rokok dapat mempengaruhi jaringan ikat dan epitel gingiva, meningkatkan kemungkinan gingivitis.
Gambaran Kebiasaan Konsumsi Makanan dan Minuman Tinggi Gula dan Prevalensi Karies Gigi di SDN 042 Gambir Bandung Ghaitsa Aulia Maghfira; Yuniarti; Meta Maulida Damayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11062

Abstract

Abstract. Children are a group that has a high risk of dental caries. This is because children have habits and preferences for consuming sweet foods and drinks. These sweet foods and drinks contain sugar which can be a factor in the emergence of dental caries. This study aims to determine the description of consumption habits of foods and drinks high in sugar and the prevalence of dental caries in grade 5 and 6 children at SDN 042 Gambir Bandung. This research used an analytical observational method, with a cross sectional approach, which was conducted at SDN 042 Gambir Bandung, with a total of 78 respondents who met the inclusion criteria. Data was obtained from filling out questionnaires regarding consumption habits of foods and drinks high in sugar and dental examinations were carried out to determine dental caries status. The results of this study showed that the majority of students consumed foods and drinks high in sugar in the high category, namely 50 people (64.1%), with almost all students suffering from dental caries, namely 69 students (88.5%). Abstrak. Anak-anak merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi dalam kejadian karies gigi. Hal ini disebabkan karena anak-anak memiliki kebiasaan dan kegemaran dalam mengonsumsi makanan dan minuman manis. Makanan dan minuman manis tersebut mengandung gula yang dapat menjadi faktor timbulnya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan prevalensi karies gigi pada siswa SDN 042 Gambir Bandung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan di SDN 042 Gambir Bandung, dengan jumlah responden 78 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh dari pengisian kuesioner untuk kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan dilakukan pemeriksaan gigi untuk melihat status karies gigi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dengan kategori tinggi, yaitu sebanyak 50 orang (64,1%), dengan hampir seluruh siswa menderita karies gigi, yaitu sebanyak 69 siswa (88,5%).
Hubungan Motivasi Berprestasi dengan Stres Akademik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba Yesi Novita; Caecielia Makaginsar; Meta Maulida Damayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11193

Abstract

Abstract. Medical students who have just entered the educational level at the university often encounter many changes compared to their time in high school (SMA), making them susceptible to academic stress. Achievement motivation is beneficial in reducing academic stress among students. This study aims to determine the relationship between achievement motivation and academic stress among students in the Faculty of Medicine at the Islamic University of Bandung. The research methods used is descriptive analysis, with a cross sectional observational design and the data analysis used is univariate and bivariate analysis with chi-square. The sampling in this study used random sampling technique, and a total of 118 students were obtained who met the inclusion criteria. The results of research using SPSS software show that the majority of respondents have a moderate level of achievement motivation, accounting for 87.3%, and a very severe level of academic stress, accounting for 36.4%. Statistical analysis resulted in a contingency coefficient (CC) value of 0.529 with a p-value of 0.001 (P<0.05), indicating a significant positive relationship between achievement motivation and academic stress. The conclusion of this study indicates that the higher the achievement motivation, the higher the academic stress among students; conversely, the lower the achievement motivation, the lower the academic stress among first-year students in the Faculty of Medicine at the Islamic University of Bandung. The high achievement motivation in students is caused by their desire to obtain good grades, requiring greater effort to realize these aspirations. This is what contributes to the increase in academic stress among students. Abstrak. Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang baru memasuki tingkat pendidikan di universitas, mendapati banyak perubahan dibandingkan waktu di Sekolah Menengah Atas (SMA) sehingga rawan terkena stres. Motivasi berprestasi bermanfaat untuk mengurangi stres akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar hubungan motivasi berprestasi dan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan desain observasional jenis cross sectional dan analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling dan didapat sampel sebanyak 118 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian dengan analisis menggunakan software SPSS menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi berprestasi sedang sebanyak 87,3% dan tingkat stres akademik sangat berat sebanyak 36,4%. Hasil analisis statistik diperoleh nilai koefisien kontingensi (CC) sebesar 0,529 dengan p-value sebesar 0,001 (P<0,05) yang berarti ada hubungan positif yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan stres akademik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi berprestasi maka semakin tinggi stres akademik mahasiswa, demikian pula sebaliknya semakin rendah motivasi berprestasi maka semakin rendah stres akademik mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Motivasi berprestasi yang tinggi pada mahasiswa disebabkan karena keinginan mahasiswa untuk memperoleh nilai yang baik, sehingga perlu usaha yang lebih keras dalam mewujudkan keinginan dari mahasiswa tersebut. Hal inilah yang menyebabkan stres akademik mahasiswa menjadi ikut meningkat.
Gambaran Frekuensi Menyikat Gigi dan Jenis Bulu Sikat Gigi dengan Karies Gigi pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 042 Gambir Bandung Muhammad Faisal Akhdaan Dzaki; Yuniarti; Meta Maulida Damayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11655

Abstract

Abstract. As much as 45.3% of Indonesia's population suffers from dental caries, and in Bandung City as much as 47.88% of the population of Bandung City suffers from dental caries. Dental caries is a process of demineralization of hard tooth tissue with multi-factorial etiology. This study aims to determine the description of toothbrush frequency and type of toothbrush bristles with the incidence of dental caries in students at SDN Gambir 042 Bandung. The subject sampling technique used consecutive sampling with 82 research subjects. This research uses an analytical observational method with a cross-sectional approach. Data collection was carried out by examining the teeth of the research subjects. The results of this study showed that the frequency of toothbrushing for students at SDN Gambir 042 two or more times a day was 69 students (84.1%) and once a day 13 students (15.9%). Then for the types of brush bristles used by students, there were 52 students (63.4%) with soft bristle brushes, 27 students (32.9%) with medium bristle brushes, and 3 students (3.7%) with coarse bristle brushes. And the incidence of dental caries among students was 71 students with caries (86.6%) and 11 students without caries (13.4%). Likewise, the relationship between the type of toothbrush bristle and the incidence of caries was not significant. The frequency of brushing your teeth and choosing the correct type of toothbrush bristles are not absolute factors in preventing dental caries because there are other factors in brushing your teeth such as duration, time and technique. Apart from that, there are also other factors outside of brushing teeth, such as the person's age, diet and saliva levels. Abstrak. Sebanyak 45,3% populasi Indonesia menderita karies gigi, dan di Kota Bandung sebanyak 47,88% dari populasi Kota Bandung menderita karies gigi. Karies gigi adalah proses demineralisasi jaringan keras gigi dari etiologi yang multi faktorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran frekuensi sikat gigi dan jenis bulu sikat gigi dengan kejadian karies gigi pada siswa SDN Gambir 042 Bandung. Teknik pengambilan subjek menggunakan consecutive sampling dengan subjek penelitian sebanyak 82 orang. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan data dilakukan dengan memeriksa gigi dari subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan frekuensi sikat gigi siswa SDN Gambir 042 dengan dua atau lebih dari dua kali sehari adalah 69 siswa (84,1%) dan satu kali sehari 13 siswa (15,9%). Lalu untuk jenis bulu sikat yang digunakan oleh siswa dengan bulu sikat halus berjumlah 52 siswa (63,4%), bulu sikat sedang 27 siswa (32,9%), dan bulu sikat kasar 3 siswa (3,7%). Dan kejadian karies gigi pada siswa terdapat 71 siswa karies (86,6%) dan 11 siswa tidak terdapat karies (13,4%). demikian pula hubungan jenis bulu sikat gigi dengan kejadian karies didapatkan hasil yang tidak signifikan. Frekuensi menyikat gigi dan pemilihan jenis bulu sikat gigi yang benar tidak menjadi faktor mutlak untuk mencegah karies gigi karena terdapat faktor lain dari menyikat gigi seperti durasi, waktu, dan teknik. Selain itu, terdapat juga faktor lain di luar menyikat gigi, seperti usia, diet, dan kadar saliva orang tersebut.