Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Fait social dans le roman Un Sac de Billes de Joseph Joffo: une étude sociologique de la littérature par Émile Durkheim Sela Setyaningtyas, Aisya; Novi Kuniawati; Sunahrowi; Marliza Arsiyana
Lingua Litteria Journal Vol. 11 No. 1 (2024): Mai 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lel.v11i1.6080

Abstract

Un Sac de Billes is among Joseph Joffo's renowned novels, recounting the harrowing journey of Jewish individuals, Joseph and Maurice, as they flee to the free zone in Menton. However, their escape is fraught with challenges. This study aims to elucidate the social realities and solidarity prevalent during that era, drawing from Emile Durkheim's theories. The research focuses on the French novel of the same title and employs listening and note-taking techniques to gather data. Through data analysis, 17 instances were identified, encompassing (1) tangible social realities, totaling 10 instances, such as the Yellow Star badge, the presence of German soldiers, and posters; (2) intangible social realities, totaling 5 instances, each reflecting prevailing opinions and viewpoints of the time; and (3) instances of mechanical solidarity, comprising 2 instances highlighting the shared experiences between characters, specifically their Jewish identity.
Pengayaan Nilai-Nilai Konservasi Budaya melalui Dongeng Semarangan Multibahasa di Komunitas Read Aloud Semarang Ari Widihastuti, Rahma; Arsiyana, Marliza; Hanum Luthfia, Karina; Apriliawati Saputri, Katarina; Oktafiani, Alifia; Kirono Wulan, Pandamsuri
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): JIPPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.979

Abstract

Komunitas Read Aloud Semarang merupakan komunitas literasi di Semarang dan memiliki lebih dari 150 anggota serta pengurus aktif. Melalui kegiatan literasi yang telah dilaksanakan, kesadaran masyarakat akan pelestarian cerita-cerita lokal cenderung masih rendah. Penduduk asli banyak yang tidak mengetahui cerita dongeng Semarangan. Program pengabdian ini menawarkan solusi berupa pengkayaan nilai-nilai konservasi budaya melalui dongeng Semarangan multibahasa yang mencakup pengembangan bahan dongeng dalam bahasa Indonesia, Jawa, Inggris, dan Prancis yang disajikan dalam bentuk digital dan cetak. Lokakarya mendongeng interaktif digelar dan melibatkan anggota komunitas, orang tua, dan partisipan untuk meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan ADDIE: analyze, design, develop, implement, evaluate. Hasil dari kegiatan yaitu pemahaman akan pentingnya pelestarian dan pengenalan terhadap cerita lokal, tersusunnya dongeng Semarangan multibahasa hasil kolaborasi tim pengabdi dengan RAS baik dalam versi cetak maupun digital, memperkaya nilai konservasi melalui kegiatan mendongeng, serta seluruh peserta festival dongeng mengenal kosakata baru dari dongeng Semarangan multibahasa. Hasil pengabdian menyatakan adanya dampak signifikan dari strategi pelestarian budaya di era digital, sehingga nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.