Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Planetarium di Kota Makassar Budikusuma, Rifki; Ansarullah, Ansarullah; Alimuddin, Aris
LOSARI : Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman Vol. 10, No.2, Agustus 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since ancient times, humans have lived on earth with the sky above them. In a clear sky, we can see celestial bodies in the form of planets, sun, moon, stars, or at a certain time natural phenomena such as meteors. Astronomy as the earliest science in human civilization has been known about 3000 years before the ancient Babylonian era, on the holy book of Al-Quran also found various information about the universe, 20 verses mention the word sun, 463 verses that mention the earth, and 5 verses that mention the moon. Not to mention the verses that describe the sky, the changes of day and night, and the verses that mention the stars. Planetarium as one of the facilities in science, astronomy basically functions as entertainment and education or we can say edutainment, with procurement of supporting facilities, namely in the form of an observatory. Based on the 2006 curriculum and the 2013 curriculum which explains that astronomy is studied in grades I, II and IV of elementary school, and physics at junior high school up to high school and the effective learning methods is by see and feel it for yourself
Pemberdayaan Komunitas Masjid Indonesia Nagoya (MINA) melalui Pemanfaatan Panel Limbah Bulu Ayam sebagai Insulasi Termal Ramah Lingkungan Musda, Gusti Hardyanti; Amri, Andi Azrarul; Ansarullah, Ansarullah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7695

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra terkait pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai material insulasi termal yang ramah lingkungan dan berbiaya rendah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Kegiatan ini bertempat di Masjid Indonesia Nagoya, Jepang, dengan jumlah partisipan sebanyak 15 orang. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, diperoleh temuan bahwa program edukasi dan pendampingan berjalan secara efektif, yang ditunjukkan oleh peningkatan signifikan tingkat pengetahuan mitra. Hal ini terlihat dari hasil perbandingan nilai pre-test dan post-test yang menunjukkan rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 76,6%, melampaui indikator ketercapaian yang telah ditetapkan sebelumnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membuka peluang nyata bagi mitra untuk menerapkan teknologi insulasi termal berbasis limbah bulu ayam dalam konteks penghematan energi, keterjangkauan biaya, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berpotensi untuk dikembangkan dan direplikasi secara lebih luas sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis aset lokal yang mendukung teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Model Panel Bulu Ayam Sebagai Material Alternatif Ansarullah, Ansarullah; Yusri Lukman, Muhammad; Budi, Andas; Juniar, Pratiwi; Musda, Gusti Hardyanti; Yudistira, Adithya
Forum Cendekia: Jurnal Ilmiah Multidisipliner Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : DPW FORSILADI SULSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Billions of chicken feather waste scattered in our neighborhood have not been utilized properly. This research is related to the processing and utilization of chicken feather waste into alternative materials in the field of architecture and can be utilized by the wider community. (1) Chicken feathers are waste from the results of chicken slaughtering in chicken slaughtering businesses or industries, the waste of which is quite large and can lead to waste pollution if it is not processed immediately.; (2) The purpose of this study is to process and utilize chicken feather waste into alternative materials in the field of architecture; (3) The method is experimental by forming models to create materials that can be used as alternative materials in buildings, and tests are carried out in the laboratory and involve 3 students.; (4) The results achieved are chicken feather waste can be formed into alternative materials as walls with a simple patent output that has been grantedhe
Evaluasi Kinerja Panel Bulu Ayam Sebagai Material Dinding Ruang Interior Ansarullah, Ansarullah; Musda, Gusti Hardyanti; Yudhistira, Adhitya; Lawani, Gito Adhitya
Forum Cendekia: Jurnal Ilmiah Multidisipliner Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : DPW FORSILADI SULSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah bulu ayam merupakan limbah organik industri unggas yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Struktur serat keratin berongga pada bulu ayam memiliki karakteristik ringan, berpori, dan bersifat insulatif sehingga berpotensi digunakan sebagai material bangunan alternatif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja panel berbahan limbah bulu ayam sebagai material dinding ruang interior. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif melalui proses pembersihan, pengeringan, pencacahan, pencampuran dengan perekat, pengepresan, dan aplikasi pada ruang uji berukuran 2 m × 3,5 m × 2 m. Pengujian dilakukan terhadap kinerja termal dan akustik sebelum dan sesudah pemasangan panel. Hasil menunjukkan penurunan temperatur rata-rata sebesar 2,4°C pada periode pengujian siang hari dan reduksi kebisingan rata-rata sebesar 6,8 dB. Temuan ini menunjukkan bahwa panel bulu ayam memiliki potensi sebagai material dinding ramah lingkungan yang mendukung kenyamanan ruang dan prinsip bangunan berkelanjutan.
Analisis Perancangan Kebutuhan Ruang Pusat Pelatihan Sepak Bola Wanita di Kota Makassar Upe, Jumariah; Arsyad, Nashrah; Ansarullah, Ansarullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7015

Abstract

Perkembangan sepak bola wanita di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir, ditandai oleh bertambahnya partisipasi atlet serta meningkatnya perhatian publik terhadap kompetisi nasional dan internasional. Di Kota Makassar, pertumbuhan atlet wanita pada tingkat akar rumput hingga kompetitif menunjukkan potensi pembinaan yang kuat, namun belum diimbangi oleh ketersediaan infrastruktur pelatihan yang dirancang secara spesifik untuk kebutuhan perempuan. Fasilitas olahraga yang ada masih didominasi pendekatan male-centric, sehingga aspek privasi, keamanan, kenyamanan psikologis, dan kebutuhan biologis atlet wanita belum terakomodasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan ruang dan merumuskan konsep perancangan Pusat Pelatihan Sepak Bola Wanita di Kota Makassar melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis architectural programming. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi fasilitas eksisting, wawancara terhadap atlet dan pelatih, serta analisis standar teknis FIFA yang diintegrasikan dengan prinsip Gender-Responsive Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan pusat pelatihan memerlukan konfigurasi tiga zona utama, yaitu zona performa (high-performance training), zona privat dan sanitasi, serta zona hunian-sosial yang terintegrasi dalam sistem zonasi berlapis. Penyediaan ruang ganti tertutup individual, fasilitas kebugaran dan biomekanika, serta sistem kontrol akses terpadu menjadi elemen kunci dalam mendukung performa atlet sekaligus menjamin keamanan dan privasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif dalam perancangan fasilitas olahraga wanita yang kontekstual dan berbasis kebutuhan pengguna.