Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SURVEILLANCE HIPERTENSI KADER "CERIA" DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECACATAN DAN KEMATIAN Praningsih, Supriliyah; Maryati, Heni; Siswati, Siswati
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1148

Abstract

Masyarakat menganggap hipertensi hal yang biasa sehingga muncul jika sudah parah dan menimbulkan komplikasi. Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Program perawatan kesehatan komunitas untuk menyelesaikan masalah hipertensi adalah melalui pendampingan kader kesehatan. Kader CERIA diharapkan menjadi mitra kerja dalam mengontrol tekanan darah untuk mencegah terjadinya kecacatan dan kematian. Tujuan penelitian adalah menganalisa survillance hipertensi untuk pencegahan kecacatan dan kematian melalui kader CERIA. Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan one group pre post test group. Variable independent adalah kader CERIA dan variabel dependen adalah tekanan darah. Tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah 112 orang denagn sampel sejumlah 32 orang yang bersedia dan hadir saat penelitian dengan tekanan darah sistolik >150mmHg. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan seudah perlakuan selama 1 bulan. Analisa data menggunakan uji willxocon. Hasil penelitian didapatkan 32 orang dari 112 lansia memiliki tekanan darah ≥ 150/90 mmHg. Hasil uji wilcoxon signed ranks test tekanan darah sistolik didapatkan p=0,00 atau p<0,05 yang berarti ada pengaruh surveillance hipertensi kader CERIA terhadap tekanan darah sistolik. Hasil uji wilcoxon signed ranks test untuk tekanan darah diastolik didapatkan nilai p=0,01 atau p<0,05. Hasil tersebut menunjukkan ada pengaruh surveillance hipertensi kader CERIA terhadap tekanan darah diastolik. Peneliti yang akan melakukan Penelitian tentang hipertensi, terutama hubungannya dengan kader CERIA hendaknya dapat menggunakan sampel yang lebih banyak pada semua usia untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Seluruh masyarakat diharapkan dapat menjalankan program CERIA untuk mengontrol tekanan darah dan bukan terbatas pada lansia saja. Kata kunci: Hipertensi, Kader CERIA, Surveillance DOI: 10.5281/zenodo.4774780
Peningkatan Pemahaman Tentang Pengendalian Tekanan Darah Melalui Kualitas Tidur dan Manajemen Stres di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang Praningsih, Supriliyah; Siswati; Maryati, Heni; Khoiri, Ahmad Nur
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i2.121

Abstract

Hipertensi merupakan  penyakit yang bisa terjadi  sejalan dengan penambahan usia.  Semakin bertambah usia tekanan darah semakin meningkat.   tres dan gangguan tidur memicu peningkatan tekanan darah. Stres dapat merangsang saraf simpatis yang mengakibatkan curah jantung dan tekanan darah meningkat.  Kualitas tidur mempengaruhi tekanan darah dengan merubah fungsi sistem saraf otonom dan fungsi fisiologis lainnya. Pengabdian masyarakat bertujuan memberikan pendidikan kesehatan tentang stres dan kualitas tidur yang dapat berpengaruh terhadap tekanan darah. Metode yang digunakan adalah pemberian pendidikan kesehatan mencakup stres dan kualitas tidur yang berhubungan dengan perubahan tekanan darah.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif, dimana peserta  berperan aktif dalam proses dan pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan memahami hubungan stres dan kualitas tidur terhadap perubahan tekanan darah.  memanajemen stres dan meningkatkan kualitas tidur dalam upaya menstabilkan tekanan darah. Pengabdian masyarakat dilaksanakan tanggal 12 Desember 2022 di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang dihadiri oleh 5 kader kesehatan 1 Bidan dan 20 lansia.  Paserta tampak antusias dengan adanya diskusi dan tanya jawab. Pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di Di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang berlangsung dengan baik dan lancar. Pengalaman lansia menderita hiperteni sangat berpengaruh dalam menghidupkan diskusi, berbagi pengalaman terkait stres dan kualitas hidup dalam pengendalian tekanan darah membantu malancarkan jalannya diskusi.
Hubungan Kualitas Tidur Dan Stres Dengan Tekanan Darah Lansia Di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang Praningsih, Supriliyah; Siswati; Maryati, Heni; Priyanti, Ratna Puji
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 4 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i4.25101

Abstract

Objective: Hypertension is a disease that causes death silently or is called a silent killer. Many people with hypertension are not aware of the symptoms and problems that occur because there are no warning signs or symptoms (WHO, 2021). Risk factors that can affect the incidence of hypertension include sleep quality and stress. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep quality and stress with blood pressure. Methods: This article design used correlational research with a "Cross Sectional" approach. The population of this study was the elderly in Puton Village, Diwek District, Jombang Regency, totaling 35 people. Sleep quality and stress were measured using a questionnaire. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer according to standard guidelines. Data analysis by editing, coding, scoring, tabulation and statistical tests were carried out using the Spearman Rank test. Results: Most respondents have poor sleep quality. Most respondents are normal, not experiencing stress. Most respondents have systolic blood pressure with grade 1 hypertension. almost half of respondents have diastolic blood pressure with grade 1 hypertension and grade 2 hypertension. The results of the analysis between sleep quality and systolic and diastolic blood pressure obtained a p value> 0.05 which indicated that there was no relationship between sleep quality and blood pressure, both systolic and diastolic. This is the same as the relationship between stress with systolic and diastolic blood pressure, where the test results obtained a p value> 0.05 which indicates that there was no relationship between stress and blood pressure, either systolic or diastolic Conclusion: In addition to sleep quality and stress, there are other factors that affect blood pressure that cannot be controlled by researchers that have an impact on changes in blood pressure. Controlling the role factors is very necessary to obtain significant results.
Senam Hipertensi Sebagai Upaya Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Siswati, Siswati; Maryati, Heni; Praningsih, Supriliyah
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 6 No 2 (2021): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v6i2.1504

Abstract

Introduction: The prevalence of hypertension in indinesia at age > 18 years is 34.11%. according to WHO, people with hypertension who make efforts to control blood pressure are only one-fifth of all sufferers in the world. Hypertension control can be done by controlling risk factors, namely by consuming healthy foods, reducing the amount of salt in food, not consuming alcohol, not smoking, controlling stress, and doing physical activity. Methods: The type of study was one group pre test post test design. The population of this study were hypertension sufferers in Brambang Village. The research sample was 30 respondents with the criteria of hypertension grade 1 hypertension grade 2. The sampling technique used total sampling. Blood pressure data is obtained by measuring blood pressure using digital blood pressure. Results: blood pressure before the intervention was 70% hypertension grade 1 and 30% hypertension grade 2. This data decreased after the intervention with data distribution of 26.7 pre hypertension, 53.3% hypertension grade 1, and 20% hypertension grade 2. Wilcoxon signed rank test statistic showed significant value (p) = 0.000. Conclusion: hypertension exercise that is done regularly and seriously can have a positive impact on stable blood pressure. Keyword: hypertension exercise; blood pressure.
EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DIRI TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Maryati, Heni; Praningsih, Supriliyah
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.846

Abstract

Program perawatan kesehatan untuk menyelesaikan masalah hipertensi adalah pendampingan keluarga. Keluarga diharapkan menjadi mitra kerja yang tepat guna perawatan penderita hipertensi, sehingga penderita hipertensi menjadi mandiri merawat dirinya guna mempertahankan kestabilan tekanan darah sserta meningkatkan status kesehatannya.Tujuan penelitian mengetahui efektifitas pendampingan keluarga dalam perawatan diri terhadap kestabilan tekanan darah penderita hipertensi.Desain yang digunakan adalah quasy experiment dengan pre test and post test nonequivalent control group. Populasinya adalah seluruh penderita hipertensi di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang pada Tahun 2018 sejumlah 75 orang dengan  sampel 60 orang penderita hipertensi di Desa Rejoagung dengan 30 orang sebagai kelompok perlakuan dan 30 orang sebagai kelompok kontrol. Tehnik pengambilan data secara purposive sampling. Analisa data menggunakan uji willxocon dan Mann-Whitney.Hasil menunjukkan pada kelompok perlakuan adanya perubahan tekanan darah penderita hipertensi sebelum dan sesudah pendampingan keluarga dalam perawatan diri dengan uji wilcoxon nilai Asymp. Sig. (2 –tailed) 0,001 Hal ini menunjukkan ada pengaruh tekanan darah pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pendampingan. Sedangkan pada kelompok kontrol tanpa pendampingan keluarga dalam perawatan diri penderita hipertensi di dapatkan hasil uji wilcoxon nilai Asymp. Sig. (2 –tailed) 0,854.  Hal ini menunjukkan tidak ada pengaruh tekanan darah pada kelompok kontrol. Uji Mann- whitney sebelum dan sesudah pendampingan antara kelompok perlakuan dan kontrol menunjukkan hasil 0,317 dan 0,087 artinya tidak ada perbedaan perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah pendampingan keluarga dalam perawatan diri penderita hipertensi  antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Keluarga diharapkan menjadi mitra kerja yang tepat guna perawatan penderita hipertensi, sehingga penderita hipertensi menjadi mandiri merawat dirinya guna mempertahankan kestabilan tekanan darah sehingga meningkatkan status kesehatannya dan Petugas kesehatan perlu mengkaji sejauh mana keluarga mampu melaksanakan tugas tersebut dengan baik agar dapat memberikan bantuan atau pembinaan terhadap keluarga untuk memenuhi tugas kesehatan keluarga tersebut, sehingga tercipta kemandirian keluarga dalam program perawatan kesehatan komunitas.Kata Kunci: efektivitas pendampingan keluarga, perawatan diri penderita hipertensiDOI: 10.5281/zenodo.3549149
SURVEILLANCE HIPERTENSI KADER "CERIA" DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECACATAN DAN KEMATIAN Praningsih, Supriliyah; Maryati, Heni; Siswati, Siswati
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1148

Abstract

Masyarakat menganggap hipertensi hal yang biasa sehingga muncul jika sudah parah dan menimbulkan komplikasi. Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Program perawatan kesehatan komunitas untuk menyelesaikan masalah hipertensi adalah melalui pendampingan kader kesehatan. Kader CERIA diharapkan menjadi mitra kerja dalam mengontrol tekanan darah untuk mencegah terjadinya kecacatan dan kematian. Tujuan penelitian adalah menganalisa survillance hipertensi untuk pencegahan kecacatan dan kematian melalui kader CERIA. Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan one group pre post test group. Variable independent adalah kader CERIA dan variabel dependen adalah tekanan darah. Tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah 112 orang denagn sampel sejumlah 32 orang yang bersedia dan hadir saat penelitian dengan tekanan darah sistolik >150mmHg. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan seudah perlakuan selama 1 bulan. Analisa data menggunakan uji willxocon. Hasil penelitian didapatkan 32 orang dari 112 lansia memiliki tekanan darah ≥ 150/90 mmHg. Hasil uji wilcoxon signed ranks test tekanan darah sistolik didapatkan p=0,00 atau p<0,05 yang berarti ada pengaruh surveillance hipertensi kader CERIA terhadap tekanan darah sistolik. Hasil uji wilcoxon signed ranks test untuk tekanan darah diastolik didapatkan nilai p=0,01 atau p<0,05. Hasil tersebut menunjukkan ada pengaruh surveillance hipertensi kader CERIA terhadap tekanan darah diastolik. Peneliti yang akan melakukan Penelitian tentang hipertensi, terutama hubungannya dengan kader CERIA hendaknya dapat menggunakan sampel yang lebih banyak pada semua usia untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Seluruh masyarakat diharapkan dapat menjalankan program CERIA untuk mengontrol tekanan darah dan bukan terbatas pada lansia saja. Kata kunci: Hipertensi, Kader CERIA, Surveillance DOI: 10.5281/zenodo.4774780
Hubungan Dukungan Keluarga Tentang Makanan Rendah Garam Dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia di Desa Tunggorono Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Suryana, Muhammad Alif Rusdi; R, Prasetyo; Maryati, Heni
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 12 No 1 (2017): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v12i1.39

Abstract

Hypertension referred to one of degenerative diseases with high morbidity and mortality especially for elderly (Samtosa, 2014). The lack of family support dealing with low-salt diet caused the blood pressure higher. This study aimed to investigate the correlation family support regarding to low-salt diet and hypertension level toward elderlies in Tunggorono, Jombang. This study applied correlational design with cross-sectional approach. The population used was 138 elderlies. Furthermore, this study used 35 elderlies through cluster random sampling technique. The data collection was obtained through questionnaire, in order to measure the family support, and observation utilizing blood pressure gauge, in order to measure their blood pressure. The data analysis was conducted through Spearman Rank statistical test. The result of this study found that almost a half of the respondents (42.9%) had mild-level family support regarding to low-salt diet, while most of the respondents (52.4%) were stage-1 hypertensive. the Spearman Rank statistical test resulted 0.000, in which less than 0.05, stating that H0 was rejected and H1 was accepted. Thus, it indicated that there was correlation between family support regarding to low-salt diet and hypertension level toward elderlies in Tunggorono, Jombang. The Spearman Rank correlational value was 0.594, in accordance to the interpretation table, it was in the range of 0.400–0.599, referring to mild interpretation. An appropriate family support in order to meet the low-salt diet could be an influential factor dealing with hypertension level. Providing education of health to the community would bring a positive impact in expanding their insight to meet their dietary needs in accordance to the principle of proper low-salt dietary habit, to lessen the high blood pressure, and to improve the health of the elderlies..Keywords : Family Support, Low-Salt Diet, Hypertension, Elderlies.
Hubungan Self Care Management Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Siswati; Maryati, Heni; Praningsih, Supriliyah; Desy Siswi Anjar Sari; Fitri Firranda Nurmalisyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.412

Abstract

Pendahuluan: Penatalaksanaan hipertensi pada lansia merupakan tantangan bagi dunia kesehatan mengingat jumlah lansia dengan hipertensi semakin meningkat. Keterlibatan secara langsung dan kemampuan pasien dalam mengelola perawatan diri diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan darah tetap stabil. Tujuan: mengetahui hubungan self care management dengan tekanan darah pada lansia hipertensi, Metode: penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan crossectional, populasi lansia dengan hipertensi sejumlah 98 dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 44, pengumpulan data variabel independent self care management menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, variabel dependen tekanan darah diambil dari hasil pengukuran saat posyandu. Analisa data menggunakan spearman rank. Hasil: pengolahan data didapatkan self care management 56,8% responden tergolong kategori baik dan tekanan darah 68,2% tergolong dalam kategori hipertensi ringan, uji spearman rank p=0,067 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan self care management dengan tekanand arah pada lansia hipertensi. Kesimpulan: self care management yang telah dilakukan lansia membutuhkan validasi terkait kondisi kesehatan lansia, yang artinya banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada lansia, dalam kondisi ketaatan yang ketat dapat membuat lansia stres yang tidak disadari.  Saran: Perlu mempertimbangkan variabel moderator yang dapat mempengaruhi hubungan antara self care management dengan tekanan darah.
Hubungan Gula Darah, Asam Urat dan Hemoglobin dengan Tekanan Darah Lansia: The Relationship between Blood Sugar, Uric Acid, and Hemoglobin with Blood Pressure in the Elderly Praningsih, Supriliyah; Firranda F, Fitri; Maryati, Heni; Dianita, Eka Mei; Nahariani, Pepin
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.29324

Abstract

Objective: Hypertension is a leading cause of death worldwide, with over one billion people suffering from it. Several factors influence blood pressure, including blood sugar, uric acid, and hemoglobin. This study aimed to analyze the relationship between blood sugar, uric acid, and hemoglobin with blood pressure. Methods: The study design was correlational with a cross-sectional approach. The study population was 46 elderly people in Puton Village, Diwek District, Jombang Regency. Data on uric acid, blood sugar, and hemoglobin levels were collected using a multifunction blood test device through peripheral blood sampling. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer according to standard guidelines. Data were analyzed using coding, editing, tabulation, and scoring, and statistical tests were performed using the Spearman Rank test. Results: Most respondents (73.9%) had high blood sugar. Most respondents (71.7%) had high uric acid (33%). Half of respondents (50%) had normal hemoglobin (23%). Nearly half of respondents (34%) had prehypertensive systolic blood pressure and stage 1 hypertension (34.8%) each. Half of the respondents had diastolic blood pressure (50%, 23 people) with grade 1 hypertension. The Spearman rank test for blood sugar and uric acid levels on systolic and diastolic blood pressure using SPSS yielded a p value > 0.05, indicating no correlation. The correlation between hemoglobin and diastolic blood pressure yielded a p value > 0.05, indicating no correlation. The hemoglobin-systolic blood pressure test yielded a p value of 0.017, less than 0.05, with a correlation coefficient of 0.349, indicating a moderate correlation between hemoglobin and systolic blood pressure. Conclusion: Proper control of the intervening variables is essential to ensure a truly homogeneous sample of respondents to achieve optimal results. The number of respondents should be increased.