Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENYEDIAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROSES PEMBELAJARAN DI RA SITI KHODIJAH 02 JADUGAN Komarullah, Hafif; Fadilah, Riski Nur; Nasrulloh, Muhammad; Hasanah, Jumiatul; Muchlasin, Muchlasin
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Saweu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi RA Siti Khodijah 02 Jadugan adalah keterbatasan media pembelajaran yang berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran anak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui penyediaan alat permainan edukatif (APE) yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif, meliputi identifikasi kebutuhan, penyediaan APE, serta pendampingan guru dalam pemanfaatannya pada kegiatan belajar mengajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan aktif anak, suasana pembelajaran yang lebih interaktif, serta peningkatan kreativitas dan motorik anak. Guru juga mengalami peningkatan pemahaman dalam menggunakan APE sebagai media pembelajaran yang variatif dan bermakna. Dengan demikian, penyediaan APE terbukti efektif sebagai upaya peningkatan proses pembelajaran di RA Siti Khodijah 02 Jadugan, Puger, Jember.
Reformulation of Joint Marital Property Regimes for the Protection of Female Migrant Workers: Empirical Evidence from Malang Regency Syuhadak, Faridatus; Nasrulloh, Muhammad; Sholehuddin, Miftah; Ermawan, Mohamad Zakky Ubaid
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 18, No 2 (2025): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v18i2.35542

Abstract

This article examines the reformulation of joint marital property regimes to enhance legal protection for female migrant workers in Indonesia, particularly in divorce cases in which women are the primary breadwinners. The issue arises from Article 35 of the Indonesian Marriage Law, which grants equal entitlement to husbands over joint property, even when assets are largely generated through women’s overseas employment. Using an empirical juridical method with a descriptive-critical approach, this study analyzes legal norms and their implementation, with a focus on Malang Regency due to its high number of female migrant workers. The findings indicate that equal division of joint property fails to reflect substantive justice and gender equality, often disadvantaging women by requiring them to share earnings with husbands who lack proportional economic contribution. This gap highlights a disconnect between legal norms and social realities. Accordingly, the study recommends an optional application of Article 35, contribution-based property distribution, and enhanced legal awareness by Religious Affairs Offices to ensure substantive justice and effective protection for female migrant workers.