Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Factors Associated with Sick Building Syndrome (SBS) Symptoms in Padang City Hall Office Employees Nabilla Fitriyani Hasanah; Fadillah Ulva; Febry Handiny
Alifah Health Science Symposium Proceeding 2023: The 2nd Alifah Health Science College Symposium
Publisher : STIKes Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2015, it is known that 30% of new buildings in the world cause symptoms of Sick Building Syndrome (SBS) in workers related to indoor air quality. Based on various research studies in 2008 said that the prevalence of Sick Building Syndrome (SBS) from 18 companies in DKI Jakarta reached 50% in employees. The purpose of the study was to determine the factors associated with SBS symptoms in Padang City Hall Office employees in 2023. This type of research is quantitative with a cross sectional study design. The research was conducted in March - August 2023. The population in this study were all employees of the Padang City Hall office totaling 282 people, while the sample was 129 respondents. The sampling technique is Cluster Random Sampling. The instruments used were questionnaires, thermohygrometers, and luxmeters. Data were analyzed univariately and bivariately. This analysis was carried out with the chi-square test. The results showed that 55% of respondents had SBS symptoms, 25.6% of respondents had smoking habits, 32.6% of respondents had a history of allergies, 15.5% of respondents worked at room temperatures that did not meet the NAB, 70.5% of respondents worked at room lighting levels that did not meet the NAB. There is a significant relationship between allergy history (p=0.005) and temperature (p=0.028) with SBS symptoms. There is no significant relationship between smoking habits (p=0.558), the level of lighting (p=0.028) and SBS symptoms. SBS symptoms are influenced by several factors, namely allergic history and temperature. It is recommended for office employees to make sure to drink enough water to avoid dehydration, chapped lips and dry skin. It is recommended to the building manager to make a smoke-free area. Conduct empowerment for employees to be able to improve the cleanliness of the work environment, use floirescent type lamps for offices.
Hubungan Pendapatan dan Riwayat Penyakit Katastropik Dengan Kepatuhan Peserta Mandiri Membayar Iuran JKN Nursya, Febriyanti; Ulva, Fadillah
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 3 No 2 (2024): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol3.Iss2.1200

Abstract

Kepatuhan dalam membayar iuran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional )merupakan salah satu yang mempengaruhi stabilitas dan keberlangusngan program JKN. BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padang mencatat tunggakan iuran peserta mandiri program JKN mencapai 68,94 miliyar per Mei 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendapatan dan riwayat penyakit katastropik dengan kepatuhan peserta mandiri membayar iuran JKN di Kota Padang. Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional yang dilaksanakan pada Maret sampai Juli 2024 di Kota Padang. Populasinya seluruh peserta JKN Peserta Mandiri aktif yaitu 29.298 kepala keluarga dengan sampel 100 kepala keluarga yang di ambil menggunakan proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan metode wawancara dan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan 35% peserta memiliki pendapatan Rp 2.500.000 – 3.999.999, 20% peserta memiliki riwayat penyakit katastropik, dan 20% peserta patuh membayar iuran JKN. Hasil uji chi- square di dapatkan ada hubungan pendapatan p-value=0,0001 dan riwayat penyakit katastropik p-value=0,0001 dengan kepatuhan peserta mandiri membayar iuran JKN di Kota Padang. Secara keseluruhan kepatuhan membayar iuran JKN di Kota Padang masih menjadi tantangan, terutama di kalangan peserta dengan pendapatan rendah dan tanpa riwayat penyakit katastropik. Diharapkan kampanye edukasi yang lebih intensif mengenai pentingnya JKN. Edukasi dapat difokuskan pada manfaat jangka panjang dari keikutsertaan dalam JKN.
ENVIRONMENTAL RISK FACTOR ANALYSIS OF PULMONARY TUBERCULOSIS Ulva, Fadillah; Hikmi, Nailul
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 10 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v10i1.48993

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria and often attacks lung tissue. TB is one of the ten highest causes of death worldwide. The death rate of TB in Indonesia reaches 140,000 people per year. In 2020, the highest TB cases in Padang are in the Andalas Public Health Center, which is 106 cases. The spread of TB is closely related to the environmental conditions such as the physical condition of the house. This study aims to determine the environmental risk of pulmonary tuberculosis. Methods: This research was observational research with case-control study design. This research was conducted at Andalas Public Health Center (PHC) on Dec 24, 2022 – Feb 16, 2023. The sampling technique used purposive sampling with ratio 1:1, namely 39 houses with pulmonary tuberculosis and 39 houses without pulmonary tuberculosis. Data collection used observation and interview technique. Independent variable in this research is occupancy density, humidity, ventilation to area ratio, and house lighting and pulmonary tuberculosis as dependent variable. Research instrument in the form of questioner, observation sheet, luxmeter, thermo-hygrometer, and roll-meter. Data analysis used univariate, bivariate, and multivariate. Results: The results showed that occupancy density (OR: 0,267 CI95% 0,051-1,387), humidity (OR:0,661 CI 95% 0,145-3,013), ventilation to area ratio (OR: 0,042 CI 95% 0,007-0,232), and house lighting (OR: 0,183 CI 95% 0,044- 0,759), were related to pulmonary tuberculosis incidence. The multivariate results showed that there was a relationship between house lighting and the incidence of pulmonary tuberculosis after controlling of confounding variables. Conclusions: Occupancy density, humidity, ventilation to area ratio, and house lighting, have been proven to be related to pulmonary tuberculosis incidence. House lighting was the most influential factor of pulmonary tuberculosis in Andalas Public Health Center Working Area. Healthy house needs to encourage to reduce the spreading and the incidence of pulmonary tuberculosis.
Transformasi Limbah Rumah Tangga menjadi Produk Bernilai Ekonomi di Kelurahan Kuranji Handiny, Febry; Ulva, Fadillah
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i1.1115

Abstract

Kelurahan Kuranji, Kota Padang, menghadapi permasalahan pengelolaan sampah akibat tingginya kepadatan penduduk dan aktivitas masyarakat yang dinamis, mengakibatkan peningkatan volume limbah rumah tangga. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan mengurangi kenyamanan warga. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi, sesuai dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode yang digunakan meliputi survei awal untuk mengidentifikasi permasalahan, analisis situasi, perencanaan program, serta implementasi berupa penyuluhan dan demonstrasi pengolahan sampah. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK di RT 01 RW 01 Kelurahan Kuranji. Penyuluhan mencakup materi teori, contoh produk daur ulang, dan praktik langsung, dengan evaluasi melalui posttest. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan dalam pemahaman masyarakat terhadap manfaat pengelolaan sampah. Sebelum kegiatan, banyak warga belum menyadari nilai ekonomi dari sampah, khususnya koran bekas. Setelah pelatihan, masyarakat mulai memahami nilai jual dan tertarik untuk mengembangkan keterampilan pengolahan sampah. Mayoritas peserta, terutama dari kelompok usia produktif, setuju bahwa program ini bermanfaat dan berpotensi menguntungkan jika dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan PkM ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga, membuka peluang usaha, dan mendukung ekonomi lokal. Keberlanjutan program serupa diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah di Kota Padang Tahun 2018-2022 Fadillah Ulva; Nailul Hikmi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2024): JIK-April Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i1.1082

Abstract

In 2020, the number of dengue fever cases in Indonesia that was reported was 95,893 cases with 493 deaths. The incidence rate of dengue fever in Indonesia in 2020 was 49 per 100,000 population with a CFR of 0.51%. The incidence rate of dengue fever cases in Indonesia in 2021 is 27.5 cases per 100,000 population and the CFR is 0.97%. DHF cases in Indonesia continue to experience a significant increase. In 2022, the number of dengue fever cases in Indonesia will be 143,184 cases, with the number of deaths due to dengue fever reaching 1,236 cases. Until now, dengue fever is still a public health problem in Indonesia, including in West Sumatra. This is proven by the discovery of dengue fever cases in almost all districts/cities in West Sumatra. The West Sumatra Provincial Health Service recorded 4,024 cases of dengue fever occurring during 2022. The district/city with the highest dengue fever cases was the city of Padang with 824 cases, followed by Pesisir Selatan with 479 cases, and Tanah Datar with 458 cases. The aim of this research is to determine the spatial description of the incidence of dengue fever based on climate and population density in Padang City in 2018-2022. This research uses an analytical descriptive observational ecological study method. This research was carried out in Padang City in 2023 using data from 2018-2022. The data used is secondary data obtained from the West Sumatra Provincial Health Service and the West Sumatra Central Statistics Agency. Based on spatial analysis, it is known that the highest cases in Padang City are in Kuranji District. Based on the results of statistical analysis, it is known that there is a significant relationship between average rainfall and rainy days and the incidence of dengue fever in Padang City and there is no significant relationship between average air temperature and the incidence of dengue fever in Padang City.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Fadillah Ulva; Febriyanti Nursya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i4.1678

Abstract

Pada tahun 2020 jumlah kasus DBD di Indonesia yang telah dilaporkan sebanyak 95.893 kasus dengan kasus meninggal sebanyak 493 orang. Insidens Rate DBD di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 49 per100.000 penduduk dengan CFR sebesar 0,51%. Insiden Rate kasus DBD di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 27.5 kasus per 100.000 penduduk dan CFR sebesar 0,97% dimana Kota Bekasi menduduki peringkat pertama dengan 796 kasus DBD. Kasus DBD di Indonesia terus mengalami peningkatan yang singnifikan. Pada tahun 2022 jumlah kasus DBD di Indonesia yaitu 143.184 kasus, dengan jumlah kematian akibat DBD mencapai 1.236 kasus. Jumlah temuan Insidence rate DBD (jumlah kasus DBD per 100.000) tertinggi terjadi pada provinsi Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Utara (WHO, 2022). Sampai saat ini DBD masih menjadi masalah Kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya kasus DBD hampir diseluruh wilayah kabupaten/kota di Sumatera Barat. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mencatat sebanyak 4.024 kasus demam berdarah terjadi selama 2022. Sebanyak 13 orang di antaranya meninggal dunia. Kabupaten/kota dengan kasus DBD tertinggi yaitu kota Padang 824 kasus, diikuti Pesisir Selatan 479 kasus, dan Tanah Datar 458 kasus (Dinkes Provinsi Sumatera Barat, 2022). Angka DBD berfluktuasi pada beberapa tahun kebelakang di Kota Padang, yakni pada angka 911 kasus di 2016, 608 kasus pada 2017, 699 kasus pada tahun 2018 serta 430 kasus ditahun 2019. Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat setidaknya ada 430 kasus DBD yang terjadi selama tahun 2019, 292 kasus pada tahun 2020, 366 kasus pada tahun 2021 dan 824 kasus pada tahun 2022 yang ditemukan diseluruh wilayah kerja Puskesmas di Kota Padang (Dinkes Kota Padang, 2021). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mencegah terjadinya demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui ceramah dan diskusi
Peningkatan Kepatuhan Pembayaran Iuran JKN Pada Peserta Mandiri Melalui Edukasi Keuangan dan Kesehatan Fadillah Ulva; Nursya, Febriyanti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 4 No. 1 (2025): JPIK - Juni 2025 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v4i1.98

Abstract

The higher number of independent BPJS Health participants is not in line with the level of compliance of these independent participants in paying JKN contributions. Compliance in paying JKN contributions is the obedience and willingness of a health insurance participant. Many factors cause individual national health insurance participants to be non-compliant in paying contributions every month. One of them is income and history of catastrophic illness. Compliance in paying JKN contributions is one of the things that affects the stability and sustainability of the JKN program. The purpose of the community service activities carried out is to improve the compliance of independent JKN participants in making contribution payments. Community service activities are carried out in the Puskesmas X Working Area in Padang City. Community service activities are carried out through financial and health education with lecture and discussion methods. The target of this activity is JKN contribution participants in the working area of Puskesmas X. After community service activities, there was an increase in knowledge and awareness in the community regarding compliance with JKN contribution payments.
Analisis Kebutuhan Tenaga Kesehatan Perawat Berdasarkan Beban Kerja di Puskesmas Lapai Kota Padang Gusrianti, Gusrianti; Nursya, Febriyanti; Ulva, Fadillah
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.514

Abstract

Hasil observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa jumlah kunjungan cukup banyak dengan total kunjungan selama setahun sebanyak 51.680 orang, jumlah penduduk 27.197  jiwa, visit rate 1,9 %, ditambah tugas tambahan administrasi pelaporan, keuangan, program Jaminan Kesehatan Nasional, dan program kesehatan lainnya, tidak sebanding dengan keberadaan perawat saat ini. ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan tenaga kesehatan perawat berdasarkan beban kerja di Puskesmas Lapai Tahun 2021. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan cara observasional dan wawancara mendalam dengan metode Workload Indicator of Staffing Need (WISN). Informan dalam penelitian ini yaitu kepala puskesmas, Kepala Tata Usaha, Rekan Kerja dari profesi, responden yang akan diobservasi sebanyak 12 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tenaga perawat di Puskesmas Lapai seluruhnya produktif. Penggunaan waktu masing-masing kurang dari separuh dari seluruh kegiatan tenaga perawat. Waktu kerja yang tersedia sebesar 99.000 menit/orang/tahun atau 1.650 jam/orang/tahun atau 264 hari kerja tersedia. Standar kelonggaran adalah 0,37. Jumlah tenaga perawat berjumlah 7 orang, seharusnya berjumlah 9 orang. Maka saat ini Puskesmas Lapai masih membutuhkan 2 orang tenaga perawat. Untuk mencapai tingkat kualitas kinerja yang maksimal, maka perlu dipertimbangkan untuk pengadaan tambahan tenaga agar semua prosedur tersebut dapat berjalan di Puskesmas ini. Jika penambahan tenaga tidak dimungkinkan, maka prosedur kerja dan pelaksanaan yang ada saat ini harus diperbaiki.
Determinan Kepatuhan Peserta Mandiri dalam Membayar Iuran JKN Nursya, Febriyanti; Ulva, Fadillah
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1309

Abstract

BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padang mencatat tunggakan iuran peserta program JKN mencapai 68,94 miliar per Mei 2024. Kecamatan X menjadi Kecamatan dengan jumlah tunggakan terbanyak yaitu sebesar 15,5 miliar per Mei 2024 dengan jumlah peserta menunggak  itu sebanyak 20.691 peserta. Rendahnya kepatuhan peserta dalam membayar iuran akan mengakibatkan defisit program JKN. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan kepatuhan  peserta mandiri dalam membayar iuran JKN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  dengan desain studi cross sectional dan populasi adalah semua peserta mandiri di Wilayah Kerja Puskesmas X Kota Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square dengan program komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 59% peserta tidak patuh membayar iuran JKN, 51,4% peserta memiliki pengetahuan yang tinggi tentang JKN, 84,8% peserta tidak memiliki riwayat penyakit katastropik, 50,5% peserta memiliki jumlah anggota keluarga yang kecil, 55,2% peserta memiliki pendapatan yang tinggi dan 52,4% peserta memiliki motivasi yang rendah terhadap kepatuhan pembayaran JKN. Terdapat hubungan yang antara tingkat pengetahuan (p = 0,001), riwayat penyakit katastropik (p = 0,001), jumlah anggota keluarga (p = 0,001), jumlah pendapatan (p = 0,001), motivasi (p = 0,001) dengan kepatuhan peserta mandiri membayar iuran JKN. Saran diharapkan kepada BPJS Kesehatan untuk pengoptimalan fungsi kader dalam upaya sosialisai, dan kepada Perangkat Pemerintah Lubuk Buaya disarankan melakukan pendataan kembali dengan mengutamakan masyarakat yang tidak mampu agar masuk ke dalam jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah.
Risiko Terjadinya Neck Pain Pada Pengemudi Bis Trans Padang ulva, fadillah; Gusrianti, Gusrianti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 4, No 2 (2020): JIK-Oktober Volume 4 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v4i2.290

Abstract

Dalam upaya menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani maka diperlukan penerapa keselamatan dan kesehatan kerja. Nyeri muskuloskeletal di leher merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat modern. Penelitian menunjukkan prevalensi nyeri pada leher di masyarakat sebesar 40%. Berbagai jenis pekerjaan dapat mengakibatkan neck pain terutama pada pekerjaan dengan dengan posisi tubuh yang salah sehingga membuat leher berada dalam posisi tertentu dalam jangka waktu lama. Durasi kerja yang cukup lama pada pengemudi bis menyebabkan sopir duduk statis dalam waktu tersebut. Sikap duduk statis dan postur tubuh yang tidak ergonomis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sopir bus secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama duduk dan posisi duduk dengan risiko terjadinya neck pain pada pengemudi bis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pengemudi bis Trans Padang berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui proporsi risiko terjadinya neck pain lebih banyak terjadi pada pengemudi yang lama duduknya beresiko (65,9%) dan pada posisi duduk pengemudi yang tidak baik (73,9%)  Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama duduk dan posisi duduk dengan risiko terjadinya neck pain pada pengemudi Bis Trans Padang.