Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Kepadatan Penduduk dengan Sebaran Kasus Covid-19 di Sumatera Barat Ulva, Fadillah; Yuliza, Wilda Tri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2021): JIK-Oktober Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i2.438

Abstract

Covid-19 telah menyebar di seluruh provinsi di Indonesia sejak Maret 2020, termasuk di Sumatera barat. Seluruh wilayah di Sumatera Barat telah terkonfirmasi kasus positif Covid-19 dengan kateogri risiko rendah, sedang, dan risiko tinggi. Kepadatan penduduk dinilai sebagai salah satu faktor penyebab penyebaran kasus covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepadatan penduduk dengan sebaran kasus covid-19 di Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan yaitu data sekunder yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Badan Pusat Statistik Sumatera Barat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kabupaten/kota dengan kasus covid-19 terbanyak di Sumatera Barat yaitu Kota Padang (50%). Sedangkan kabupaten/kota dengan kepadatan penduduk paling tinggi yaitu Kota Bukittinggi (4759.09 jiwa/km2). Berdasarkan analisis statistic diketahui bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kepadatan penduduk dengan sebaran kasus Covid-19 di Sumatera Barat (p-value : 0.720). Pembatasan kegiatan masyarakat serta penerapan protokol kesehatan harus selalu diperhatikan guna mencegah terjadinya penyebaran kasus Covid-19 di Sumatera Barat.  
Dampak Psikologis Pandemi Covid-19 bagi Masyarakat Kota Padang Ulva, Fadillah; Yanti, Meyi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2021): JIK-April Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i1.360

Abstract

Corona Virus Disease (COVID-19) adalah jenis virus baru yang menyerang imunitas tubuh serta dapat menyebabkan kematian. Penyebarannya yang begitu cepat membuat setiap individu mengalami rasa cemas dan tegang, rasa cemas tersebut yang dapat membuat individu mengalami psikosomatis seperti merasa sesak napas, dan pusing. Covid-19 adalah jenis virus baru yang menyerang imunitas tubuh serta dapat menyebabkan kematian. Penyebarannya yang begitu cepat membuat setiap individu mengalami rasa cemas dan tegang, rasa cemas tersebut yang dapat membuat individu mengalami psikosomatis seperti merasa sesak napas, dan pusing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak psikologis Covid-19 bagi masyarakat Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Teknik sampling yang digunakan adalah probalility Sampling dengan  metode sampling acak sederhana (simple random sampling) dan didapatkan 319 responden. Data dianalisis secara univariat secara komputerisasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 52% responden berada pada golongan umur 20-35 tahun, 69% responden memiliki tingkat pendidikan kategori sedang dan 16% responden mengalami stress sangat berat. Reaksi terkait stres yang dihadapi responden meliputi perubahan konsentrasi, lekas marah, cemas, susah tidur, berkurangnya produktivitas, dan konflik antar pribadi.  Kata kunci : dampak psikologis, pandemi, COVID-19
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Dalam Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS Gusrianti, Gusrianti; Ulva, Fadillah; Azkha, Nizwardi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2023): JIK-Oktober Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i2.959

Abstract

Peningkatan kasus HIV/AIDS di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Sejak sebelas tahun terakhir, jumlah kasus HIV di Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 2019 sebanyak 50.282 kasus dan AIDS sebanyak 7.036 kasus. Provinsi Sumatera Barat berada pada urutan ke 20 dari 33 provinsi di Indonesia yang memiliki kasus HIV sebanyak 474 kasus dan AIDS berada pada urutan ke 7 sebanyak 258 kasus. Kota Padang juga menjadi peringkat tertinggi dengan angka 145 kasus. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dengan metode video dan leaflet terhadap tingkat pengetahuan komprehensif HIVD/AIDS pada Remaja di Kota Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas X di Kota Padang. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Agustus tahun 2023. Sampel pada penelitian ini berjumlah 58 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Data di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan video sebesar 52,59 dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan yaitu 95,69. Rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan penyuluhan kesehatan dengan media leaflet sebesar 47,93 dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan yaitu 84,14. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media video dan leaflet dengan nilai p value 0,0001.
Prosedur Pelayanan dan Ketersediaan Fasilitas dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Gusrianti, Gusrianti; Ulva, Fadillah; Azka, Nizwardi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.1093

Abstract

Standar kepuasan pasien di pelayanan kesehatan ditetapkan secara nasional oleh Departemen Kesehatan. Menurut Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal untuk kepuasan pasien yaitu diatas 95%. Bila ditemukan pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasaan pasien berada dibawah 95%, maka dianggap 6 pelayanan kesehatan yang diberikan tidak memenuhi standar minimal atau tidak berkualitas.  Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan prosedur pelayanan dan ketersedian fasilitas dengan kepuasan pasien yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kota Padang dengan studi kasus di Puskesmas X. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – Desember 2023. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas X sebanyak 129.199 kunjungan. Sampel didapatkan dengan metode accidental sampling berjumlah 44 responden. Data yang dikumpulkan berupa data primer dengan menggunakan kuesioer. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 54,5% responden tidak puas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, 59,1% responden mengatakan prosedur pelayanan kurang baik, dan 59,1% responden mengatakan ketersediaan fasilitas kurang baik. Berdasarkan uji statistik, terdapat hubungan yang bermakna antara prosedur pelayanan (p-value : 0,0001) dan ketersediaan fasilitas (p-value : 0,008) dengan kepuasan pasien di Puskesmas.
OPTIMALISASI KELOMPOK PEDULI NEYALAN DALAM MENDEKATKAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN PADA NELAYAN Sri Muharni; Utari Christya Wardhani; Fadillah Ulva; Bayu Hanggara; Susanti Elza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29100

Abstract

Abstrak: Indonesia Sebagai Negara maritim Indonesia sangat kaya dengan sumber daya laut. Masyarakat pesisir sangat tergantung dengan aktivitas dilaut, seperti mencari ikan. Kegiatan ini dilakukan untuk mencari nafkah. Salah satu pulau di kota batam yang sebagian besar masyarakat nya bekerja sebagian nelayan, yaitu pulau Galang. Kelompok Nelayan Rumah Laut Sijantung merupakan perkumpulan nelayan yang menjadi mitra dalam pengabdian masyarakat ini yang berjumlah 20 orang. Permasalahan yang dihadapi kelompok mitra yaitu kelurahan sijantung merupakan daerah yang cukup jauh dari fasilitas layanan kesehatan, Sehingga masyarakat kurang terpapar dengan pengetahuan formal maupun informal. Mitra sangat rentan terhadap masalah kesehatan. Pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini adalah dengan merangkul para istri dari kelompok nelayan rumah laut sijantung menjadi kelompok peduli nelayan (KPN). Sehingga dengan aktif nya kelompok peduli nelayan ini dapat meningkat kan pengetahuan dan keterampilan mereka yang akan berdampak pada kesehatan para nelayan. Kegiatan pengabdian masyarakai ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra Metode yang digunakan berupa memberikan penyuluhan sosialisasi, pelatihan, bimbingan ,pendampingan dan pemeriksaan kesehatan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu terbentuknya kelompok peduli nelayan (KPN), Peningkatan pengetahuan (84%) mitra terkait hipertensi dan diabetes millitus dan peningkatan keterampilan KPN terkait pemeriksaan kesehatan.Abstract: As a maritime country, Indonesia is very rich in marine resources. Coastal communities are very dependent on activities at sea, such as fishing. This activity is carried out to make a living. One of the islands in the city of Batam where most of the people work as fishermen is Galang Island. The Sijantung Sea House Fishermen Group is a fishermen's association that is a partner in this community service which totals 20 people. The problem faced by the partner group is that the Sijantung village is an area quite far from health service facilities, so the community is less exposed to formal and informal knowledge. Partners are very vulnerable to health problems. Implementing this service activity is to embrace the wives of the Sijantung Sea House fishermen group into a fishermen care group (KPN). So that the active fishermen's care group can increase their knowledge and skills which will have an impact on the health of the fishermen. This community service activity aims to overcome the problems faced by partners. The method is to provide counseling, training, guidance, mentoring, and health checks. The results of this community service are the formation of a fishermen care group (KPN), increased knowledge (84.5%) of partners related to hypertension and diabetes mellitus, and improved KPN skills related to health checks.
Nutritional Status Among Workers: Impact, Interventions, and Global Implications: A Systematic Review Fadillah Ulva; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45682

Abstract

The nutritional status of workers significantly influences occupational health, with both undernutrition and overnutrition posing substantial global challenges. Among the employed population, poor dietary practices, food scarcity, and strenuous work circumstances contribute to anemia, obesity, and various other health complications. This systematic review aim is to aggregate data on employee nutritional status, identify effective workplace interventions, and examine the global implications of worker nutrition on public health and productivity. A comprehensive literature search was conducted by PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar with PRISMA guidelines. Papers examining dietary trends, nutritional status, and health impacts among workers published from 2015 to 2024 were included. After screening and comprehensive evaluation, ten studies met the inclusion criteria. The findings reveal a dual burden of malnutrition among employees: a significant prevalence of anemia among women and manual laborers, alongside rising rates of overweight and obesity among sedentary and night shift workers. Food insecurity and substandard nutrition quality were widespread among low-income and migrant workers. Despite long-term design and sustainability challenges, worksite nutrition interventions and educational programs demonstrated potential in altering workers' health outcomes. Employee nutrition is essential for sustaining health, enhancing productivity, and reducing health inequities. Multisectoral measures, such as modifications to the work environment, nutritional education, and the provision of healthy office lunches, are recommended. The cultivation of a productive and healthy global workforce hinges on the prioritization of public health issues, particularly the imperative to address workers' nutrition
The Role of Self-Esteem, Family Relationships, and Social Support With Mental Health Among High School Adolescents: A Cross-Sectional Study Arianti, Diana; Sari, Yuli Permata; Sanusi, Ihsan; Ulva, Fadillah; Ifayanti, Titin
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i2.663

Abstract

Background: Adolescent mental health has become a major public health concern worldwide. Although self-esteem, family relationships, and social support are recognized as important psychosocial protective factors, evidence regarding their combined contribution to adolescent mental health in the Indonesian context remains limited. This study aimed to examine the associations of self-esteem, family relationships, and social support with mental health among high school adolescents. Methods: This cross-sectional study was conducted among 146 high school students aged 15–18 years in Padang, West Sumatra, Indonesia, and reported in accordance with the STROBE guidelines. Participants were selected using simple random sampling. Self-esteem, family relationships, social support, and mental health were assessed using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), Family Adaptability and Cohesion Evaluation Scale IV (FACES-IV), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and General Health Questionnaire-12 (GHQ-12). Data were analyzed using descriptive statistics, chi-square tests, and multivariable ordinal logistic regression, with adjusted odds ratios (AORs) and 95% confidence intervals (95% CIs) reported to identify factors associated with adolescent mental health. Results: Bivariate analysis indicated that gender, self-esteem, family dynamics, and social support were significantly correlated with adolescent mental health (all p < 0.05). In the multivariable ordinal logistic regression model, adolescents with low self-esteem had significantly lower odds of being in a higher mental health category compared to those with high self-esteem (AOR = 0.00004; 95% CI: 0.000001–0.002; p < 0.001). Similarly, adolescents with weak family ties had reduced chances of improved mental health compared to those with strong family ties (AOR = 0.0002; 95% CI: 0.000005–0.007; p < 0.001). Gender continued to show a significant association with adolescent mental health (AOR = 82.43; 95% CI: 3.63–1877.76; p = 0.006), while social support lost its significance after adjustment. Conclusion: Self-esteem, family relationships, and social support were significantly associated with adolescent mental health. Although they were not independent predictors in the multivariate model, these factors remain important psychosocial resources. Mental health promotion programs should target multiple psychosocial domains simultaneously, particularly within school and family environments.