Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analysis of Determinants of Risk Factors for Hepatitis B Incidence in Pregnant Women in Makassar City Kartini; Muharti Syamsul
Science Midwifery Vol 10 No 5 (2022): December: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i5.798

Abstract

Hepatitis B (HBV) infection in pregnant women has become a global concern because the most common transmission occurs worldwide, especially in endemic areas, namely mother-to-child transmission during the prepartum or perinatal period with the risk of contracting hepatitis B (HBV) infection. in children more than 90%. Quantitative research using observational analytic methods and case control study design was used to find risk factors. The sample size was obtained by means of "Total Sampling" for the case group as many as 45 respondents with a 1:1 ratio between the case and control groups. Data were processed and analyzed using chi-square test and logistic regression test. Statistical tests show that education level, parity, and sexual partners are risk factors for the incidence of hepatitis B in pregnant women. Meanwhile, age group and type of work are not risk factors for hepatitis B incidence in pregnant women. Education level, parity, and sexual partners are risk factors for hepatitis B incidence in pregnant women. Among all the risk factors found, sexual partners were the most at risk for the incidence of hepatitis B in pregnant women in Makassar City (p-value = 0.022; OR: 12.920; 95% CI: 1.440-115.894).
Health Literacy Pengolahan Sampah melalui Gerakan Warung Sampah untuk Peningkatan Pendapatan dan Derajat Kesehatan Masyarakat di Kawasan (TPA) Balang Kab Takalar Zainuddin Zainuddin; Muharti Syamsul; Nurachmy Sahnir; Ratnasari Iskandar; Wahyudin Wahyudin; Salmah Arafah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi salah satu perhatian utama bagi pemerintah saat ini, karena PHBS dijadikan sebagai tolak ukur dalam pencapaian untuk meningkatkan kualitas/taraf kesehatan pada program Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2015-2030. Health literacy dalam menjaga hidup bersih dan sehat sangat diperlukan dalam memilih dan memilah sampah untuk membantu masyarakat tetap bekerja dengan tubuh yang kuat dan sehat. Tujuan pengabdian ini meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pemanfaatan sampah menjadi memiliki nilai jual yang tinggi untuk peningkatan pendapatan. Metode Pelaksanaan yaitu Society Parcipatory yaitu perlibatan masyarakat sebagai mitra dalam menyerap keterampilan yang diberikan dengan cara by doing. Mitra yang secara langsung melibatkan mitra secara langsung, mulai saat persiapan, sosialisasi program, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi. Hasil: Partisipasi aktif Peningkatan pengetahuan masyarakat, Peningkatan keahlian mitra dalam memanfaatkan limbah plastic, Peningkatan kemampuan, pengetahuan dan kesadaran mitra dalam penggunaan APD.
EDUKASI MENGENAI PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) TERHADAP SAMPAH DAN OLAHANNYA PADA SISWA Syamsul, Muharti; Hamdani Nur , Nur; Sudarman, Sumardi; Taufik, Akbar; Herianto, Dedy
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): November 2023, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v3i2.476

Abstract

Sampah adalah masalah yang signifikan yang mempengaruhi semua aspek masyarakat dan membutuhkan perhatian karena memiliki dampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Tidak ada manusia yang lepas dari masalah sampah karena manusia adalah orang yang menciptakan sampah itu sendiri. Sampah plastik, baik yang bentuknya masih utuh atau sudah hancur menjadi partikel kecil, bisa mengakibatkan pencemaran air. hal ini dapat terjadi karena plastik membawa zat kimia, seperti bifenil poliklorinasi dan pestisida, yang dapat mengontaminasi air. Pada lokasi pendataan di SD inpres 1 lae-lae, kelurahan lae-lae, kecamatan ujung pandang, kota makassar dilakukan program intervensi non fisik dan fisik. Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) tentang sampah, pembuatan kerajinan daur ulang dari sampah dan pemasangan papan bicara. Hasil pengujian data yang didapat pada kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa dari 34 responden terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 35,3% terkait sampah.
EDUKASI PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN AIR BERSIH PADA MASYARAKAT DI PULAU LAE-LAE Sudarman, Sumardi; Hamdani Nur, Nur; Syamsul, Muharti; Taufik, Akbar
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Mei 2024, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v4i1.500

Abstract

Air yang tidak bersih dapat menjadi media penyebaran berbagai penyakit seperti diare, kolera, tifus, dan penyakit kulit. Edukasi mengenai cara pengolahan air yang benar dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit ini. Kegiatan pengabdian mayarakat ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Pulau Lae-Lae dalam mengolah dan memanfaatkan air bersih. Kegiatan dilakukan dengan mengedukasi mayarakat melalui kegiatan penyuluhan terkait air bersih. Berdasarkan hasil pendataan menggunakan kuesioner sebelum penyuluhan (pre-test), terdapat 9 (28%) responden yang pengetahuannya baik, dan 23 (72%) responden yang pengetahuannya kurang. Setelah dilakukan penyuluhan (post-test), terjadi peningkatan pengetahuan Masyarakat yaitu 27 (84%) responden yang pengetahuannya baik, dan 5 (16%) responden yang pengetahuannya kurang. Terjadi peningkatan pengetahuan pada Masyarakat pulau Lae-Lae mengenai penggunaan dan pengolahan air bersih. Masyarakat lebih memahami mengenai kriteria air layak konsumsi
Bacteriology Quality of Refill Drinking Water in Some Part of Makassar City Syamsul, Muharti; Nur, Nur Hamdani; Mat, Mario Aleksius
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 1, Issue 1, August 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v1i1.18722

Abstract

Refillable drinking water is one of the most frequently consumed beverages. The quality of drinking water is one of the main requirements for health. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2020, as many as 6,221 samples were examined, only 4,401 drinking water facilities met the requirements for proper water in 2019. The impact of the quality of refilled drinking water that does not meet biological requirements is diarrhea caused by Coliform bacteria. A coliform is a group of bacteria that are contained in large quantities in human and animal feces, so these bacteria are often used as indicators of food and water quality. Contamination of refill drinking water can be caused by raw water sources, production equipment depot sanitation, canteen sanitation, and depot staff personal hygiene. This study aims to determine the bacteriological quality of refill drinking water in the working area of Puskesmas Maccini Sombala Makassar City. This research is a type of quantitative research with descriptive methods. Data collection in research was carried out through observation and interviews. Determination of the research sample using purposive sampling, namely Refill Drinking Water Depot with the most amount of water behavior per day and MPN Coliform examination which was carried out at the Makassar City Health Laboratory Center. Depot with sample code A1 found Coliform bacteria with MPN 4.5 / 10ml in raw water and processed water with MPN 2.0 / 100ml. Whereas samples with A2 and A3 codes were not found Coliform bacteria or MPN 0 / 100ml, both raw water and processed water.
Sanitation Environment and Helminth infection in Gowa District, Indonesia Syamsul, Muharti; Kartini, Kartini; Aswadi, Aswadi; Syamsul, Muhammad Azrul
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 1, Issue 2, February 2021
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v1i2.19746

Abstract

Healminth infection is one of the environmentally-based diseases which is a problem for public health. This research was conducted to know the description of latrines, trash bins, and clean water victims for people with healminth infection in the working area of the Kanjilo Health Center. This research uses quantitative research methods with a descriptive survey approach. The research sample was 32 samples. The data used are preliminary data from the medical records of the Kanjilo Health Center, Gowa Regency, while the data source used is secondary data. Data analysis using data processing research with SPSS. With a frequency distribution approach. The results showed that the worms that occurred were in a bad category, including 8 respondents who vomited worms and 24 who suffered from healminth infection. The results of this study found that both the availability of latrines, the availability of clean water and landfills, were all in the bad category, causing worms and vomiting in the community in the working area of the Kanjilo Health Center.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Terhadap Kepatuhan Penggunaan APD Pada Petugas Pemadam Kebakaran di Kabupaten Jeneponto Asril, Asril; Widodo, Muh. Caesar Sapto; Sudarman, Sumardi; Syamsul, Muharti; Kurniawan K, Rama Nur
Journal of Health Quality Development Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v4i2.652

Abstract

Berdasarkan data Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jeneponto diketahui jumlah kecelakaan pada petugas pemadam kebakaran sebanyak 8 kasus. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya kepatuhan penggunaan APD pada etuhas pemadam kebakaran. Petugas yang tidak patuh menggunakan APD sebanyak 45 (52,9%) dan petugas yang patuh sebanyak 40 (47,1%). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan terhadap kepatuhan penggunaan APD pada petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional Study dengan jumlah responden sebanyak 96 orang dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan hasil penelitian diperoleh dari hasil survey dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kepatuhan penggunaan APD dengan pengetahuan (p=0,002), Ketersediaan APD (p=0,001), pelatihan (p=0,673) dan masa kerja (p=0,953). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD, dan tidak ada hubungan antara pelatihan dan masa kerja terhadap kepatuhan penggunaan APD pada petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Jeneponto.
Edukasi Tentang Makanan Cepat Saji dan Dampak Kesehatan Pada Masyarakat Urban Kota Makassar Nur, Nur Hamdani; Syamsul, Muharti; Wijaya, Ivan; Anirwan, Anirwan; Taufik, Akbar; Shahnyb, Nurafni
SENTRA DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.723 KB) | DOI: 10.59823/dedikasi.v1i2.30

Abstract

Makanan cepat saji merupakan makanan yang mengandung tinggi kalori, tinggi lemak dan rendah serat. Konsumsi tinggi makanan cepat saji dapat menyebabkan obesitas karena kandungan dari makanan cepat saji tersebut. Tingginya perilaku masyarakat mengkonsumsi makanan siap saji tentunya sangat mengancam bagi kondisi kesehatatan masyarakat yang ada di kota maupun desa. Hal ini dikarenakan pengetahuan dan sikap pola makan masyarakat mengenai akibat mengkonsumsi makanan siap saji sangat minim. Kegiatan pengabdian ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang makanan siap saji dan dampak kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan serta pembagian brosur. Keberhasilan kegiatan pengabdian dilihat dari tingkat pengetahuan masyarakat sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) penyuluhan dan pembagian brosur. Hasil pendataan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan dan pembagian brosur. Terdapat 16 dari 25 responden telah terkategori baik sebelum penyluhan (pre-test) meningkat menjadi 21 (86%) setelah penyuluhan (post-test). Demikian juga pada responden yang diberikan brosur, meningkat dari 34 (58%) responden dengan kategori baik menjadi 42 (70%) responden. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pemberian informasi melalui brosur dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang makanan siap saji dan dampaknya terhadap Kesehatan masyarakat.
Identification of Lead and Cadmium Contaminants in Borehole Water in Tamangapa Village Idris, Hazizah; Syamsul, Muharti; Aswadi, Aswadi; Wijaya, Ivan
Unihealth Community Research Vol 1 No 2 (2025): March-August
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ucr.v1i2.59063

Abstract

The process of gradually stockpiling waste in landfill areas can produce problems in the form of leachate that can seep into the soil and rivers, which can cause a decrease in groundwater quality. The type of research used in quantitative research with observational descriptive method. The three borehole water samples taken from the research site contained cadmium and lead. The results of cadmium levels obtained (0.00001 mg/L) meet the requirements for clean water quality according to PERMENKES No. 416 of 1990 (0.005 mg/L), while lead levels in the first and second samples meet the requirements for clean water quality (<0.05 mg/L), while in the third sample, the lead level obtained was 0.0527 mg/L, which exceeds the amount required for clean water quality (0.05 mg/L). Keywords: Pollution, Lead, Cadmium, Borehole Water, Tamangapa
Factors influencing work fatigue among gas station operators in Panaikang District Asril, Asril; Syamsul, Muharti; Sudarman, Sumardi; Irwan, Irwan; Aswadi, Aswa
Unihealth Community Research Vol 1 No 2 (2025): March-August
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ucr.v1i2.59446

Abstract

Fatigue is one of the risks leading to decreased worker health, characterized by reduced energy levels when performing tasks or activities. Based on the health data from the 2023 attendance records of gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City, which included a workforce of 35 individuals, 12 employees reported frequent illness every month. For the 2024 attendance records from January to April, 9 workers experienced deteriorating health conditions, with symptoms including body pain, headaches, and stiffness in the shoulders. Of the staff, 22 (62.9%) experienced fatigue, while 13 (37.1%) did not. Research Objective: To identify the factors influencing work fatigue among gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City. Method: This study employs a quantitative research method, specifically an analytical survey design with a cross-sectional study design, to investigate the impact of length of employment, tenure, and energy intake on work fatigue among gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City. Research Results: The study indicates that there is no significant relationship between work fatigue and length of employment (p = 0.686), tenure (p = 0.458), or energy intake (p = 0.508). The findings of the study indicate that there is no substantial correlation between work fatigue and factors such as length of employment, tenure, or energy intake among gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City. Based on our findings, it can be inferred that the duration of employment, tenure, energy intake, and work fatigue do not have a significant relationship among gas station operators in Panaikang Subdistrict.