Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Kebutuhan Layanan Website Pada Zest Hotel Dengan Menggunakan E-service Quality Dan Metode Kano Muhammad Noor Fazri; Husni Amani; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Zest hotel merupakan perusahaan hotel berbintang tiga yang memiliki fasilitas, seperti kamar, meeting room, restoran, pusat bisnis, parkir mobil, dan meja concierge. Zest hotel memiliki arti yaitu hotel yang menawarkan keamanan dan kebersihan kamar dengan harga terjangkau. Pada peneliltian ini dilakukan wawancara kepada pengguna layanan Zest hotel, terdapat beberapa keluhan serta ketidakpuasan pelanggan terhadap layanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis melakukan analisis mengenai kebutuhan pelanggan yang mengunjungi website untuk dijadikan rekomendasi perbaikan bagi perusahaan. Terdapat 25 atribut kebutuhan pelanggan yang dikelompokan menjadi 6 dimensi berdasarkan Voice of Customer (VoC) yang didukung oleh penelitian terdahulu. Pada penelitian ini digunakan metode E-Service Quality untuk menentukan atribut lemah dan atribut kuat. Kemudian dilakukan pula penelitian Model Kano untuk mengkategorikan atribut must-be (M), one dimensional (O), attractive (A), indifferent (I), dan reserve (R). Integtasi Metode E - Service Quality dan Model Kano menunjukkan tindakan yang perlu dilakukan perusahaan, yakni pengembangan, pertahanan, dan peningkatan. Berdasarkan hasil pengolahan data dari 100 responden, didapatkan 14 atribut kuat, 11 atribut lemah, 3 atribut kategori must-be, 2 atribut kategori one dimensional, 17 atribut kategori attractive, dan 3 atribut kategori indiffirent. Integrasi Metode E-Service Quality dan Model Kano menghasilkan True Customer Needs, yakni 11 atribut yang perlu ditingkatkan dam 9 atribut yang perlu dikembangkan. Kata Kunci: Analisis Kebutuhan, Service Quality Model Kano, Integrasi Metode Service Quality dan Model Kano, Zest Hotel. Abstract Zest hotel is a three star hotel company that has facilities, such as rooms, meeting rooms, restaurants, business centers, car parking, and concierge desk. Zest hotel has the meaning of a hotel that offers security and cleanliness of rooms at affordable prices. In this research interview with users of Zest hotel services, there were several complaints and customer dissatisfaction with the service. Based on these problems, the authors conducted an analysis of the needs of customers who visited the website to be made recommendations for improvement for the company. There are 25 attributes of customer needs grouped into 6 dimensions based on Voice of Customer (VoC) supported by previous research. In this study, the E-Service Quality method was used to determine weak attributes and strong attributes. Then the Kano Model research was conducted to categorize must-be (M), one dimensional (O), attractive (A), indifferent (I), and reserve (R) attributes. Integration of EService Quality and Kano Models shows the actions that companies need to take, namely development, defense, and improvement. Based on the results of data processing from 100 respondents, 14 strong attributes, 11 weak attributes, 3 attributes of must-be categories, 2 attributes of one-dimensional category, 17 attributes of attractive categories, and 3 attributes of the indiffirent category. Integration of the E-Service Quality Method and the Kano Model produces True Customer Needs, which are 11 attributes that need to be improved and 9 attributes that need to be developed. Keywords: Needs Analysis, Service Quality, Kano Model, Integration of Service Quality Methods and Kano Model, Zest Hotel.
Rancangan Model Keterkaitan Sasaran Strategis Dan Kontrak Manajemen Universitas Telkom Dengan Menggunakan Metode Interpretive Structural Modeling (ISM) Mochamad Azhar Hidayat; Budi Sulistyo; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Universitas Telkom merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang sedang mencapai mimpinya menjadi Research and Entrepreneurial University pada periode 2019-2023. Dalam mencapai mimpinya, Universitas Telkom menggunakan sasaran strategis sebagai ukuran pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis 2019-2023. Ukuran pencapaian tersebut kemudian diturunkan menjadi indikator kinerja utama. Dalam pelaksanaannya, kontrak manajemen mengalami beberapa permasalahan diantaranya belum sesuainya antara target dan bobot yang ditetapkan dengan sumber daya dan kaitan antar indikator dalam kontrak manajemen belum jelas sehingga permasalahan tersebut perlu dibenahi dengan menggunakan metode Interpretive Structural Modeling (ISM). Hubungan antar sasaran strategis diperoleh dari hasil expert judgement yang sudah diidentifikasi dengan menggunakan perhitungan Geo Mean, selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan menggunakan metode ISM sehingga diperoleh usulan perancangan ISM sasaran strategis. Kemudian dalam penelitian ini dijelaskan mengenai langkahlangkah dalam menurunkan sasaran strategis ke dalam kontrak manajemen di setiap tahunnya yaitu dengan mempertimbangkan capaian yang telah dilakukan oleh institusi, penyesuaian target capaian institusi dengan target capaian berstandar internasional, penyesuaian dengan perancangan ISM sasaran strategis dan penyesuaian dengan kapabilitas dan sumber daya sehingga dapat ditentukan bobot pada setiap indikator dengan tepat. Kata kunci: Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama, Kontrak Manajemen, Interpretive Structural Modeling (ISM). Abstract Telkom University is one of the universities in Indonesia that is achieving its dream of becoming a Research and Entrepreneurial University in the period 2019-2023. In achieving its dream, Telkom University uses strategic objective as a measure of achieving the goals set out in the Strategic Plan 2019-2023. The measure of achievement is then revealed to be the main performance indicator. In its implementation, contract management has several problems including the incompatibility between targets and the weight set with resources and the link between indicators in the contract management is unclear so that these problems need to be addressed by using the Interpretive Structural Modeling (ISM) method. The relationship between strategic objectives is obtained from the results of expert judgment that has been identified using the Geo Mean calculation, then the data is processed using the ISM method so that the proposed design of ISM strategic objectives is obtained. In this research also explained the steps in reducing strategic objective into contract management each year, namely by considering the achievements that have been made by the institution, adjusting the target achievement of the institution with international standard achievement targets, adjusting to the design of ISM strategic objectives and adjustments to capabilities and resources so that we can determine the weight of each indicator accurate. Keyword: Strategic Objective, Key Performance Indicator, Contract Management, Interpretive Structural Modeling (ISM).
Usulan Perbaikan Atribut Kebutuhan Layanan Online Pada Open Library Universitas Telkom Dengan Menggunakan Metode E-servqual Dan Model Kano Puspita Marsya Tamara; Husni Amani; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Perpustakaan adalah sebuah ruangan bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca dan bukan untuk dijual. (Syihabuddin, 2007 :287). tugas (kewajiban) yang harus dilakukan perpustakaan perguruan tinggi adalah mengembangkan koleksi, mengolah dan merawat bahan perpustakaan, memberi layanan, serta melaksanakan administrasi perpustakaan (Soeatminah, 2004:3). Open Library Universitas Telkom merupakan perpustakaan yang didirikan untuk menunjang menunjang kegiatan belajar diluar jadwal perkuliahan. Open Library Universitas Telkom menjadi sebuah pusat pengetahuan (the center of knowledge) yang didukung oleh teknologi informasi digital dan fasilitas modern. Dalam pelaksanaan operasionalnya, konsep "Open Library" didukung oleh pengembangan teknologi informasi sistem perpustakaan digital, untuk senantiasa meningkatkan layanan, database, dan koleksi perpustakaan. Untuk meningkatkan kualitas layanan online pada Open library Telkom, maka dilakukan penelitian berdasarkan metode E-SERVQUAL. Untuk mengetahui pengaruh dari tingkat kepuasan pelanggan menggunakan metode Kano. Dalam penelitian ini terdapat 24 atribut pada kebutuhan layanan Open Library, 9 merupakan atribut kuat. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan terdapat 15 atribut yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas layanan online pada Open Library Universitas Telkom. Kata Kunci: Perpustakaan, kualitas layanan, e-Service Quality, Kano.
Perancangan Metode Pembobotan Sistem Penilaian Kinerja Institusi Dengan Menggunakan Metode Analytic Network Process (anp) Dan Analytic Hierarchy Process (ahp) Di Universitas Telkom Novia Miftaqul Jannah; Budi Sulistyo; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai institusi pendidikan, Universitas Telkom Bandung mempunyai strategi untuk mengembangkan dan mencapai tujuan peningkatan di bidang pendidikan. Universitas Telkom Bandung menetapkan target-target yang akan dicapai kedepannya berdasarkan penurunan dari visi dan misi yang tertuang dalam Rencana Srategis yang dimana terdapat sasaran strategis yang harus dicapai yang kemudian di breakdown kedalam indikator penilaian kinerja yang disebut Kontrak Manajemen. Telah dilakukan sebuah wawancara dalam perancangan Kontrak Manajemen, pembobotan masih dilakukan secara manual dan hanya mengandalkan musyawarah dan persetujuan dari pihak Yayasan Pendidikan Telkom. Selain itu, dilakukan preliminary studi untuk mengetahui masalah Kontrak Manajemen berdasarkan apa yang dirasakan user, hanya terdapat 78% responden yang setuju dengan kesesuaian bobot Kontrak Manajemen dengan beban pekerjaan. Artinya, ada 22% dari responden yang memilih tidak setuju. Berarti, belum semua responden merasakan kesetaraan bobot dilingkup pekerjaannya. Dalam penelitian ini, dilakukan pembobotan ulang dengan menggunakan metode Analytic Network Process sehingga didapatkan hasil bobot Financial sebesar 22%, Customer 21%, Internal Business Process 30% dan Learning and Growth 27%. Sedangkan untuk penurunan bobot masing-masing indikator menggunakan metode Analytic Hierarchy Process. Metode ini lebih sederhana namun memiliki akurasi lebih tinggi karena berdasarkan penurunan kepentingan sasaran strategis langsung dan dipertimbangkan hubungan secara keseluruhan antar indikator serta perspektifnya. Selain itu, dengan dilakukannya pembobotan ulang dengan kedua metode dapat mengurangi waktu proses penyusunan. Perbedaan bobot usulan dengan eksisting ini bisa mempengaruhi tingkat prioritas kinerja staf, sehingga hal tersebut bisa mempengaruhi proses kinerja staf serta penilaian kinerja Universitas Telkom. Kata kunci: Analytic Network Process, Analytic Hierarchy Process, Balanced Scorecard, Kontrak Manajemen, Sasaran Strategi
Analisis Perancangan Sistem Bisnis Biro Jasa Surat Kendaraan Bermotor Secara Online Dan Offline Berbasis Web Mochammad Gerry Pamungkas; Endang Chumaidiyah; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jumlah kendaraan di Jawa Barat mencapai 16.025.120 yang terdiri dari motor 13.725.590 unit dan mobil 2.359.530 unit. Bandung merupakan salah satu kota dengan jumlah kendaraan bermotor terbanyak di Jawa Barat yaitu mencapai 3.293.600 unit (Sumber : Jumlah Kendaraan 2018 – BPS Jawa Barat). Oleh karena dengan banyaknya kendaraan bermotor maka biro jasa yang bergerak dalam bidang kepengurusan surat kendaraan bermotor semakin banyak dan juga merupakan sebuah peluang bisnis bagi sebagian orang. Biro jasa Windu tidak berbeda dengan para kompetitor yang bergerak dibidang yang sama masih memiliki banyak kelemahan dalam melayani konsumennya yaitu masih menggunakan sistem offline. Hal yang terjadi disebabkan oleh sistem offline diantaranya kelengkapan surat tidak lengkap sehingga dapat membuat proses bisnis yang terjadi efisien. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem online yang dapat mempermudah proses yang berlangsung antara biro jasa Windu dengan konsumennya serta dapat mempersingkat waktu dalam melakukan pengurusan surat kendaraan bermotor. Usulan yang diberikan terhadap biro jasa Windu yaitu proses bisnis usulan serta rancangannya serta hasil pengolahan data berupa context diagram, use case, DFD, ERD yang menjadi acuan dalam sebuah perancangan sistem dalam membuat aplikasi berbasis website bernama WinduOnline. Setelah pembuatan WinduOnline dilakukan sebuah pengujian efisiensi sistem menggunakan metode DEA dengan hasil yang didapat 0,785. Dengan hasil pengujian menggunakan DEA tersebut maka dapat dinyatakan sistem tersebut efisien. Kata kunci: Proses Bisnis, Perancangan, Sistem, DEA Abstract The number of vehicles in West Java have reached 16,025,120 units, consisting of 13,725,590 units of motorcycles and 2,359,530 units of cars. Bandung is one of the cities with the largest number of motorized vehicles in West Java, reaching 3,293,600 units (Source: Jumlah Kendaraan 2018 – BPS Jawa Barat). Because of the large number of motorized vehicles, the service bureaus engaged in the management of motor vehicle documentation are increasing and also a good business Windu's service bureaus are no different from competitors who are engaged in the same field who still have many weaknesses in serving their customers, namely still using an offline system. The things that happen are caused by an offline system including incomplete letters so that it can make an inefficient business process. So we need an online system that can simplify the process that takes place between the Windu service bureau and its customers and can shorten the time in arranging motorized vehicle mail. The proposal given to Windu's service bureau is the proposed business process and its design and the results of data processing in the form of context diagrams, use cases, DFD, ERD which become a reference in a system design in creating a website-based application called WinduOnline. After making WinduOnline a system efficiency test was conducted using the DEA method with the results obtained 0.785. With the results of testing using the DEA, it can be stated that the system is efficient Keywords: Businnes Process, Desaining, System, DEA
Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Dengan Penambahan Kapasitas Peternakan Ayam Pejantan ( Layer ) Pada Peternakan Xyz Di Jember Jawa Timur Ryan Eko Purnomo; Endang Chumaidiyah; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peternakan XYZ merupakan salah satu usaha peternakan yang memelihara dan menjual produk berupa ayam potong potong ras jenis Ayam Pejantan (Layer) dengan skala menengah. Peternakan XYZ mulai berdiri dipertengahan tahun 2018 dengan jumlah populasi awal yang dimiliki sebanyak 5000 ekor dan terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur. Dalam penelitian ini aspek pasar didapatkan dari penyebaran kuisioner kepada 102 responden yang merupakan pemilik rumah potong ayam dan tersebar di Jawa Timur dan Bali. Hasil dari penyebaran kuisioner adalah data pasar potensial sebesar 98 %, pasar tersedia 87 %, dan Peternakan XYZ membidik pasar sasaran dari pasar tersedia yang ada berdasarkan kemampuan dan kebijakan Peternakan sebesar 0,88 %. Adapun hasil perhitungan aspek finansial Peternakan XYZ meliputi kebutuhan dana investasi, perkiraan pendapatan, biaya operasional, income state, balancing sheet, yang digunakan untuk menghitung investasi sepert, payback period (PBP), net present value (NPV), dan internal rate of return (IRR) dengan lama periode yang ditetapkan adalah 5 tahun. Setelah dilakukan perhitungan dan analisis terhadap Peternakan XYZ maka, dapat dikatakan bahwa investasi yang dilakukan layak untuk dijalankan. Berdasarkan NPV, bisnis dikatakan layak karena nilai NPV yang didapat sebesar Rp227.656.867 lebih dari 0. Untuk nilai PBP yang didapatkan, investasi akan kembali pada periode tahun ke 4. Sedangkan jika dinilai dari IRR yang didapatkan, bisnis ini layak untuk dijalankan karena nilai IRR yang didapat adalah 26 % melebihi MARR yang ditentukan sebesar 6 %. Kesimpulannya adalah bisnis ini layak untuk dijalankan Peternakan XYZ, karena dilihat dari ketiga kriteria investasi tersebut menyatakan hasil yang layak. Kata Kunci : Analisis Kelayakan, NPV, PBP, IRR. Abstract XYZ Farm is one of the livestock businesses which maintains and sells products in the form of medium-sized broiler chicken. XYZ farms began in mid-2018 with an initial population of 5,000 and located in Tamansari Village, Wuluhan District, Jember Regency, East Java Province. In this study, the market aspects were obtained from the distribution of questionnaires to 102 respondents who were owners of chicken slaughterhouses that spreads in East Java and Bali. The results of the questionnaire distribution are potential market data of 98%, available markets 87%, and XYZ farm targeting markets from available markets based on capabilities and farm policies of 0.88%. The results of calculating the financial aspects of XYZ farm Livestock include investment fund requirements, estimated income, operational costs, income state, balancing sheet, which are used to calculate investments, payback period (PBP), net present value (NPV), and internal rate of return ( IRR) with a set period of 5 years. After calculating and analyzing XYZ Farm, it can be said that the investment made is feasible. Based on NPV, business is said to be feasible because the NPV value obtained is Rp227.656.867 more than 0. For the PBP value obtained, the investment will return in the 4th month of the 4rd year. If it is assessed from the IRR obtained, thisvbusiness is feasible because the obtained IRR value is 26% over the specified MARR by 6%. The conclusion is that this business is feasible to run by XYZ farm, because it can be seen from the three investment criteria that the results are feasible. Keywords: Feasibility Analysis, NPV, PBP, IRR.
Analisis Strategi Pemasaran Dengan Pendekatan TOWS Aldo Theofilus Suherman; Budi Praptono; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Makan Hidangan Nusantara adalah rumah makan khas Sumatera Barat atau Minangkabau yang terletak di dalam Perumahan Permata Buah Batu Ruko 06 di kota Bandung. Rumah makan ini berdiri sejak tahun 2015, dan dikelola sendiri oleh pemilik. Kondisi rumah makan saat ini mengalami penurunan penjualan di karenakan kondisi persaingan di wilayah kota bandung semakin ketat. Perlu dilakukan analisis strategi pemasaran untuk meningkatkan kembali penjualan Rumah Makan Hidangan Nusantara. Pertama-tama dilakukan identifikasi terhadap faktor eksternal dan internal, dan selanjutnya dianalaisis kembali dengan metode EFAS dan IFAS. Penyusunan strategi dilakukan dengan metode Analisis TOWS dengan mengutamakan mempelajari dan menginvestigasi peluang faktor eksternal (treaths/ opportunities) karena dianggap bersifat lebih dinamis dan bersaing, setelah itu baru menganalisis faktor internal (weaknesses/strengths). Metode pengumpulan data eksternal dan internal tersebut dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan pemilik rumah makan dan pesaing guna mendapatkan data primer dan sekunder. Berdasarkan dari hasil analisis TOWS Rumah Makan Hidangan Nusantara berada pada kuadran 4 yaitu Diversivikasi pada bagian ST (Strength-Threat) dimana posisi ini menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman dari luar. Sehingga berdasarkan dari hasil analisis TOWS, Rumah Makan Hidangan Nusantara perlu melakukan 2 strategi yaitu Strategi Diversifikasi Konsentrik dan Strategi Diversifikasi Horisontal. Kata Kunci : Rumah Makan, Strategi Pemasaran, TOWS, EFAS, IFAS Abstract Rumah Makan Hidangan Nusantara is a typical West Sumatra or Minangkabau restaurant located inside Permata Buah Batu Ruko 06, Bandung. This restaurant was established in 2015, and is managed by the owner. The condition of the restaurant is currently experiencing a decline in sales due to conditions of competition in the city of Bandung increasingly tight. An analysis of marketing strategies is needed to increase the sales of Nusantara Food Restaurants again. First, identify external and internal factors. The factors obtained were reanalyzed by the EFAS and IFAS methods. Strategy preparation is done by the TOWS Analysis method by prioritizing studying and investigating opportunities for external factors (treats / opportunities) because they are considered to be more dynamic and competitive, after which they analyze internal factors (weaknesses / strengths). The external and internal data collection methods are carried out by direct interviews with restaurant owners and competitors to obtain primary and secondary data. Based on the results of the TOWS analysis, Nusantara Food Restaurants are in quadrant 4, namely Diversification in the ST (Strength-Threat) section, where this position uses the strength of the company to overcome external threats. So based on the results of the TOWS analysis, Nusantara Food Restaurants need to do 2 strategies, namely Conducting Concentric Diversification Strategies and Performing Horizontal Diversification Strategies. Keyword : Rumah Makan, Marketing Strategy, TOWS, EFAS, IFAS
Perancangan Schedule Baseline Beserta Pengukuran Kinerja Menggunakan Evm (Earned Value Managementt) Pada Proyek E-Learning Universitas X Panji Agda; Devi Pratami; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proyek e-Learning merupakan proyek dari Universiras X yang bertujuan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. E-learning sendiri merupakan proyek yang terbilang baru di Universitas X. Belum adanya pengalaman terkait proyek serupa membuat kemungkinan gagal semakin besar. Proyek e-Learning harusnya mulai berjalan pada bulan April 2018, namun pada kenyataannya proyek e-Learning baru berjalan di bulan Oktober 2018. Padahal untuk fase 1 sampai fase 4 yang ditargetkan selesai pada Januari 2020. Berdasarkan pengumpulan data, Proyek e-Learning ini tidak memiliki panduan proyek sebagai acuan pengerjaan proyek. Untuk meminimalisir keterlambatan proyek, maka dilakukan perancangan schedule baseline dengan menggunakan CPM (Critical Path Method) untuk menghitung total durasi proyek beserta aktivitas apa saja yang termasuk kegiatan kritis. Ketika proyek berjalan dilakukanlah proses monitoring and controlling untuk memantau performansi dari proyek tersebut. Monitoring and controlling dilakukan dengan membandingkan kegiatan proyek aktual terhadap schedule baseline dengan menggunakan pendekatan EVM (Earned Value Management). Berdasarkan hasil penelitian pada minggu ke 26 didapatkan SV sebesar -2.857.927.835 dan SPI sebesar 0,52 mengindikasikan proyek terlambat senilai Rp 2.857.927.835 dan performansi proyek sebesar 52% dari yang direncanakan. Berdasarkan hasil perhitungan juga didapatkan penambahan waktu pelaksanaan selama 62 minggu sehingga waktu penyelesaian menjadi 129 minggu. Kata Kunci: Schedule Baseline, e-Learning, Critical Path Methode, Earned Value Management Abstract E-Learning Project is a project from X University which is intended to support teaching and learning activities. E-learning is a new project in X University. There is no experience regarding similar project which can cause the failure possibility greater. The e-Learning project should start in April 2018, but in the implementation it starts in October 2018. Even though for phase 1 until phase 4, will be completed in January 2020. Based on the data, e-Learning Project does not have any project guide as the guide to do this project. In order to minimize project delays, the baseline schedule is carried out by using a CPM (Critical Path Method) to calculate the total duration of the project related to any activities that include critical activities. When running the project. a monitoring and controllimg process is carried out to see the performance of the project. Monitoring and controlling is done by comparing actual project activities to the baseline schedule using approaching Earned Value Management (EVM). Based on the results of the research in the 26th week, SV was obtained at -2,857,927,835 and SPI of 0.52 project proposals received Rp.2,857,927,835 and project performance was 52% of those which supported. the calculation, it also obtained an implementation time of 62 weeks so that the completion time was 129 weeks. Keywords: Schedule Baseline, e-Learning, Critical Path Methode, Earned Value Management
Analisis Strategi Pemasaran Pada CV. Madera Art Dengan Menggunakan Metode QSPM Muchammad Nurul Fu’ad; Budi Praptono; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. Madera Art merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang mebel. Hasil pendapatan CV. Madera Art pada bulan September 2017 sampai bulan Agustus 2018 dapat dilihat bahwa ada beberapa bulan pendapatan yang tidak memenuhi target pendapatan yang sudah ditentukan. Karena itu CV. Madera Art harus merencanakan strategi baru supaya meningkatkan pendapatan agar bisa mencapai target yang sudah ditentukan. Strategi pemasaran yang dirancang CV. Madera Art berdasarkan beberapa faktor yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan. Analisis SWOT digunakan untuk mendapatkan alternatif strategi, dimana alternatif strategi didapat dari faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Data dan informasi penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder, alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah matriks IFE (Internal Factor Evaluation), matriks EFE (External Factor Evaluation), matriks IE (Internal-External), matriks SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats), dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Matriks SWOT menghasilkan 5 alternatif strategi yang dapat diimplementasikan perusahaan. Berdasarkan hasil QSPM dari 5 alternatif terdapat salah satu alternatif strategi yang diprioritaskan yaitu memperkuat kualitas pelayanan untuk pembeli dengan nilai skor TAS sebesar 7,333. Kata kunci: Strategi Pemasaran, IFE, EFE, IE, SWOT, QSPM Abstract CV. Madera Art is a company engaged in furniture. Company income in September 2017 until August 2018 can be seen that there are several months of income that do not reach the specified income target. Because of that, CV. Madera Art must plan a new strategy to increase company income for reach company intended target. Marketing strategy designed by CV. Madera Art is based on several factors namely strengths, weaknesses, opportunities, and threats of the company. SWOT analysis is used to get alternative strategies, where alternative strategies are derived from internal factors and the company's external factors. Research data and information consists of primary data and secondary data, the analysis tool used in this study is the IFE (Internal Factor Evaluation) matrix, EFE matrix (External Factor Evaluation), IE matrix (Internal-External), SWOT matrix (Strengths, Weakness), Opportunities, and Threats), and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The SWOT matrix produces 5 alternative strategies that can be implemented by the company. Based on the results of the QSPM of 5 alternatives, there is one priority strategy that is prioritized, namely strenghten service quality for buyers with a TAS score of 7.333. Keywords: Marketing Strategy, IFE, EFE, IE, SWOT, QSPM
Perancangan Scope Baseline Dan Proses Integrated Change Control Di Proyek E-Learning Dengan Acuan Pmbok Edisi Ke-6 Fauziyyah Eka Sya'bani; Devi Pratami; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proyek e-Learning merupakan proyek yang dikelola Yayasan X dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di Universitas X dan terbagi menjadi dua tipe konten e-Learning; konten video dan konten non video. Proyek ini direncanakan akan rampung pada tahun 2020, namun dalam pengerjaannya sendiri masih terdapat kekurangan diantaranya tidak ada dokumen perencanaan proyek. Pada pengerjaan awal fase, terdapat banyak permintaan perubahan terutama pada bagian penandatangan kontrak surat (PKS). Untuk menghindari keterlambatan, dibuat dokumen perencanaan pada bagian scope baseline yang dimana mengatur perencanaan penentuan ruang lingkup proyek dan proses integrated change control yang berfokus pada alur proses perubahan secara. Komponen dari scope baseline antara lain project scope statement, work breakdown structure, dan work breakdown structure dictionary. Project scope statement berisi ringkasan dari kebutuhan dari proyek yang dijelaskan secara rinci. WBS dibuat dengan menggunakan metode dekomposisi dan dijabarkan tiap workpackagenya dalam bentuk Work Breakdown Structures Dictionary. Pada proses integrated change control, data perubahan ditampung kemudian dibuat menjadi proses perubahan secara umum. Hasil dari perancangan scope baseline dapat menunjukan rangkaian aktivitas yang membantu project team dalam mengeksekusi tahapan di proyek. Hasil dari proses integrated change control dapat membantu project team dalam mengelola permintaan perubahan yang masuk sehingga tidak menghambat pekerjaan yang sedang dilakukan. Kata kunci: Proyek e-Learning, Scope Baseline, Proses Integrated Change Control Abstract The e-Learning project is a project managed by Foundation X in supporting teaching and learning activities at X University and is divided into two types of e-Learning content; video content and non video content. This project is planned to be completed in 2020, but in the process itself there are still shortcomings including no project planning documents. At the beginning of the work phase, there are many requests for changes, especially in the letter signing contract (PKS). To avoid delays, a planning document is made in the scope baseline section which regulates planning the determination of the scope of the project and the integrated change control process that focuses on the flow process of the change in a manner. Components of the baseline scope include the project scope statement, work breakdown structure, and work breakdown structure dictionary. The project scope statement contains a summary of the needs of the project which are explained in detail. WBS is created using the decomposition method and is described in each workpackage in the form of Work Breakdown Structures Dictionary. In the integrated change control process, data changes are collected and then made into the process of change in general. The results of the design of the baseline scope can show a series of activities that assist the project team in executing stages of the project. The results of the integrated change control process can assist the project team in managing incoming change requests so as not to hamper the work being done. Keywords: e-Learning Project, Scope Baseline, Integrated Change Control Process
Co-Authors Achmad Fanani Adam Achmad Fuad Bay Adhi Tio Rachman Agung Pramasatya Agus Achmad Suhendra Agustian Mauludin Agustian Mauludin Ahmad, Aditias Fauzi Alan ramadhan Alan Tri Wijaya Aldhi Juliyatna Aldo Theofilus Suherman Alfathsyah, Arrasyid Alvaro Rayhan Risyad Andi Zehan Saskia Salsabila Anindhita Putri Aulia Ariani, Fathiya Safira Arrazzaq Bardo Batavio Avon Budiono Ayu Amanda Hapsari Aziz Irsyad Aziz Irsyad Bay, Achmad Fuad Bobby Hera Sagita Boby Hera Sagita Budi Praptono Budi Santosa Budiarto, Sulistyo Christine Natalia Citra Triana Budiastuti Denzakky Sumardi Devi Pratami Dian Kusuma Damayanti Endang Chumaidiyah Fadhilah, Syailsa Fathurrohman, Muhammad Salman Fauziyyah Eka Sya'bani Firdaus, Muhammad Ilham Fran Andres Fredikson, Marcelinus G. N. Sandhy Widyasthana Gamma Habie Azzaky Ghifari Naufal Rahman Grandhia Agil Patria Gunawan, Sebastian Hafiz Azis Hagie Pradivio Handoko, Kevin Revialdy Haris Mahfud Harry Nurmi Suari Husni Amani I Gusti Komang Gede Raditya Paramarta Ika Arum Puspita Imam Haryono Iman Nur Hidayat Iphov Kumala Sriwana Isnaeni Yuli Arini Kandida Kenya Utami Larasati Martaningtyas Utami Liang, Yun Chia Linati Khairina Syarofah M Teguh Kurniawan Maruf, Irma Rachmawati Miftah Dwi Rachma Miranda, Suci Mochamad Azhar Hidayat Mochammad Gerry Pamungkas Muchammad Nurul Fu’ad Muhammad Almaududi Pulungan Muhammad Fahmi Siregar Muhammad Noor Fazri Muhammad Rayes Muhammad Zamzam Nida F Maulanisa Novia Miftaqul Jannah Nunung Nurhasanah Pamungkas, Okta Bayu Panji Agda Puspita Marsya Tamara Putu Yasa Qisthi Mahran Harahap R. Yunendah Nur Fu’adah Radhita Ananda Putri Rahmiati Aulia Rajesri Govindaraju Rajesri Govindaraju Rd. Rohmat Saedudin Reanatami Irawan Ricky Darmawan Rio Aurachman Rizki Wicaksono Parasto Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma’ali E Rosad Ma’ali El Hadi Ryan Eko Purnomo Sari Wulandari Shafira, Dhea Nur Sinta Aryani Siti Hajar Komariah Sri Martini Sugioko, Andre Tanuwijaya, Amelia Tasya Trigo Septia Widyaningrum, Firda Amalia Widyasthana, G.N Sandhy Yati Rohayati YENNY YENNY Yoga Pratama Darmawan Yoga Yuniadi Zakaria, Siti Wardah