Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Pengukuran Kelelahan Kerja Menggunakan Metode Bourdon Wiersma Untuk Mengurangi Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Paviliun Anak Rumah Sakit Xyz Kevin RA Joelian; Mira Rahayu; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Rumah sakit merupakan salah satu instansi di bidang pelayanan jasa kesehatan yang beroperasi selama 24 jam penuh dalam 1 hari sehingga jumlah perawat yang memadai merupakan faktor terpenting dalam pelayanan pasien. Pekerjaan seorang perawat akrab dengan sistem shift kerja. Sistem shift kerja di Rumah Sakit XYZ menggunakan tiga shift setiap hari dengan pembagian jam kerja setiap shift yang terbagi atas shift pagi, sore, dan malam dimana shift pagi berlangsung selama 7 jam mulai jam 7.00-14.00, shift sore selama 7 jam mulai jam 14.00-21.00, dan shift malam selama 10 jam mulai dari jam 21.00-7.00. Penelitian ini menganalisis tingkat kelelahan kerja antara shift pagi, siang, dan malam. Dalam hal ini menggunakan metode Bourdon Wiersma dan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2). Berdasarkan penelitian, diperoleh bahwa perawat yang bekerja shift malam mempunyai indikasi kelelahan dengan nilai p value tingkat kecepatan sebesar 0,048 (<0,05), tingkat konsistensi kerja sebesar 0,004 (<0,05), dan tingkat ketelitian sebesar 0,008 (<0,05), dibandingkan perawat shift pagi dengan nilai p value setiap variabel tingkat kecepatan sebesar 0,252, tingkat konsistensi sebesar 0,287, dan tingkat ketelitian sebesar 0,045, serta perawat shift siang yang mempunyai nilai p value tingkat kecepatan sebesar 0,511, tingkat konsistensi sebesar 0,066, dan tingkat ketelitian sebesar 0,008. Kata kunci : shift kerja, kelelahan kerja, Bourdon Wiersma.
Rancangan Usulan Perbaikan Untuk Minimasi Waste Motion Pada Proses Produksi Gitar Akustik Jenis Bolt-on Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Di Pt Genta Trikarya Yusha Rahman Adiguna; Pratya Poeri Suryadhini; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT Genta Trikarya merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi gitar. Dalam penelitian ini, jenis gitar yang diteliti fokus pada jenis gitar akustik jenis bolt-on naked series tipe FKV. Dalam proses produksinya, terdapat aktivitas-aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah untuk produk. Salah satunya adalah aktivitas akibat adanya pemborosan gerakan yang tidak diperlukan atau waste motion. Dalam meminimasi waste motion tersebut, digunakan pendekatan lean manufacturing. Langkah awal yang dilakukan dalam meminimasi waste motion adalah dengan mengumpulkan data primer untuk diolah dalam penggambaran value stream mapping current state dan detail mapping menggunakan process avtivity mapping sehingga diketahui waktu dari aktivitas value added sebesar 96690.87 detik atau 88.46 % dari lead time, sedangkan waktu dari aktivitas non value added akibat adanya waste motion sebesar 1864.18 detik. Tahap selanjutnya adalah mencari penyebab masalah menggunakan fishbone diagram dan dalam mencari akar masalah menggunakan 5 Why. Metode yang digunakan dalam melakukan perbaikan adalah 5S sehingga dapat meminimasi waste motion dan meningkatkan persentase value added time. Setelah dilakukan rancangan usulan perbaikan, maka aktivitas gerakan operator yang tidak diperlukan seperti memilih, berjalan, mencari dan menjangkau dapat dihilangakan. Sehingga lead time sebesar 1834.18 detik atau sebesar 30.6 menit. Pengurangan waktu tersebut diperoleh dari penghilangan aktivitas waste motion selama proses produksi. Kata kunci : Lean Manufacturing, VALSAT, RCA, 5S, Waste Motion
Pengukuran Kelelahan Kerja Menggunakan Metode Bourdon Wiersma Untuk Mengevaluasi Kelelahan Kerja Pada Pekerja Gudang Finished Good Mengger Bandung Studi Kasus Pt. Papandayan Cocoa Industries (pci) Himawan Santoso; Mira Rahayu; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan adalah proses yang mengakibatkan penurunan kesejahteraan, kapasitas atau kinerja sebagai akibat dari aktivitas kerja. Kelelahan merupakan masalah yang harus mendapat perhatian, karena kelelahan pada pekerja dapat berdampak terhadap penurunan produktivitas kerja dan penurunan konsentrasi kerja. Semua jenis pekerjaan baik formal dan informal dapat menimbulkan kelelahan kerja. Perusahaan Barry Callebaut atau sering dikenal dengan nama PT. Papandayan Cocoa Industries (PCI) sebagai salah satu perusahaan industri multinasional yang bergerak di bidang manufaktur dan penjualan coklat menggunakan sumber daya manusia atau tenaga kerja dalam menjalankan kegiatan operasi perusahaan dengan kegiatan operasi perusahaan produksi yang berlangsung selama 24 jam per hari secara terus-menerus dengan pekerjaan yang monoton dengan menggunakan sistem kerja shift (pola waktu kerja) yang terbagi menjadi shift kerja pagi (Shift I) dimulai dari jam 06.00-14.00, Shift kerja siang (Shift II) dimulai dari jam 14.00-22.00, dan Shift kerja malam (Shift III) dimulai dari jam 22.00-06.00. Penelitian ini menganalisis tingkat kelelahan antara shift pagi, shift siang dan shift malam dengan menggunakan metode Bourdon Wiersma dan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan (KAUPK2). Berdasarkan penelitian, diperoleh bahwa pekerja pada shift malam mempunyai indikasi kelelahan dengan nilai pvalue tingkat ketelitian sebesar 0,000 (<0,05), tingkat kecepatan kerja sebesar 0,007 (<0,05), dan tingkat konsistensi sebesar 0,121 (>0,05), dibandingkan pada pekerja shift pagi dengan nilai p-value untuk variabel tingkat ketelitian sebesar 0,114, tingkat kecepatan sebesar 0,059, dan tingkat konsistensi sebesar 0,045, dan pada pekerja shift siang yang mempunyai nilai p-value tingkat ketelitian sebesar 0,104, tingkat kecepatan sebesar 0,076, dan tingkat konsistensi sebesar 0,060. Kata kunci — Kelelahan, Shift Kerja, Metode Bourdan Wiersma dan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan (KAUPK2)
Perancangan Dan Optimasi Parameter Desain Trash Container Untuk Mendapatkan Nilai Deformasi Terkecil Menggunakan Metode Multi-factor Experimental Design Firjatullah Nastari; Rino Andias Nugraha; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengangkutan sampah di Indonesia masih banyak bergantung terhadap kontainer sampah yang diletakkan dibeberapa titik, dan diangkut oleh truk khusus ke TPS atau TPA yang telah ditentukan. Pada studi ini akan dilakukan perancangan desain tash container yang berfungsi untuk menampung sampah dan limbah dari sungai. Luaran desain yang ingin dicapai pada studi ini adalah desain memiliki daya tampung sebesar 7 m3, desain robust dan dapat menahan beban yang disesuaikan dengan kapasitas volume tanpa terjadi plastic deformation. Untuk melakukan perancangan yang optimal akan dilakukan optimasi parameter desain yaitu bentuk, dimensi, dan juga material. Parameter yang terpilih ini ditentukan dengan menyesuaikan dengan kebutuhan sistem dan dioptimasi menggunakan metode multi-factor experimental design. Metode ini cocok untuk digunakan karena merupakan salah satu metode untuk design of experiment namun faktor yang akan diteliti lebih dari satu. Dalam studi ini yang dimaksud sebagai faktor adalah parameter desain. Pada tahapan pengerjaannya akan dilakukan finite element analysis menggunakan static structural simulation dengan output nilai deformasi. Setelah setiap konsep desain disimulasikan, data akan diuji menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk dilihat parameter mana yang paling berpengaruh signifikan terhadap luaran desain yang diinginkan. Kata kunci : trash container, multi-factor experimental design, finite element analysis, static structural simulation, Kruskal-Wallis.
Perancangan Alat Bantu Untuk Meningkatkan Kinerja Mesin Dust Collector Menggunakan Metode Perancangan Produk Rasional (studi Kasus Cv. Xyz) Shafira Nurlita; Agus Kusnayat; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— CV. XYZ merupakan badan usaha yang beroperasi dibidang produksi bahan baku pakan ternak. Badan usaha yang telah berdiri mulai tahun 1983 ini memproduksi bahan baku pakan ternak jenis konsetrat dengan berbagai macam bahan baku, seperti kulit kopi, dedak padi, onggok, bungkil sawit, dan bungkil kopra. Proses utama dari pembuatan pakan ternak adalah proses penggilingan dengan menggunakan hammer mill, namun pemakaian mesin ini kurang efektif untuk menghasilkan hasil produksi yang optimum, dikarenakan jumlah input dan output yang dihasilkan oleh mesin ini selalu tidak sesuai. Perbaikan sistem produksi telah dilakukan pada CV. XYZ, dengan tujuan mengurangi jumlah produk yang hilang (waste), yaitu dengan menggunakan mesin dust collector. Meskipun jumlah waste yang dihasilkan sudah mengalami penurunan dari rata-rata 4,9% menjadi 1,2%, akan tetapi didapatkan masih terdapat dust yang menempel dan tertinggal didalam dust collector. Akibatnya produktivitas perusahaan CV.XYZ belum dapat maksimal, sehingga dibutuhkan perancangan alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dan meminimalisisir adanya dust yang tertinggal pada dinding dalam dust collector dengan menggunakan perancangan produk rasional. . Kata kunci: Perancangan produk rasional, dust, waste, hammer mill, dust collector Abstract— CV. XYZ is a business entity that runs the production of animal feed raw materials. The business entity, which opened in 1983, produces concentrated animal feed raw materials with a variety of raw materials, such as coffee skin, rice bran, onggok, oil palm cake, and copra cake. The main process of making animal feed is the grinding process using a hammer mill, but the use of this machine is less effective to produce optimal production results, calculating the number of inputs and outputs produced by this machine is always inappropriate. Production system improvements have been made to the CV. XYZ, with the aim of reducing the amount of lost product (waste), by using a dust collection machine. Although the amount of waste produced has decreased from an average of 4.9% to 1.2%, it is still obtained in the form of dust that adheres and remains in the dustcollector. CV. XYZ has not been able to be maximized, design is needed to help improve company productivity and minimize dust loss on walls in dust collectors by using orientation product design.. Keywords: Rational product design, dust,waste, hammer mill, dust collector
Optimasi Desain Trash Rack Dengan Parameter Nilai Head Loss Menggunakan Full Factorial Design Latip Sutiyana; Rino Andias Nugraha; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah sampah plastik merupakan masaah yang umum dan terjadi di berbagai negara di dunia. Semakin meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat yang menghasilkan sampah plastik yang tidak diimbangi pengelolaan sampah yang baik menyebabkan sampah plastik terbawa oleh aliran air melalui saluarn air, sungai hingga berujung di lautan. Salah satu solusi untuk mencegah aliran sampah agar tidak terus mengalir hingga ke lautan yaitu dengan peasangan alat penyaring sampah (trash rack) pada saluran air. Namun pemasangan trash rack ini menimbulkan masalah baru yaitu banjir yang diakibatkan nilai head loss yang tinggi yang ditimbulkan oleh pemasangan trash rack tersebut. Oleh karena itu, diperlukan perubahan desain trash rack untuk meminimalkan nilai head loss yang ditimbulkan. Untuk menghasilkan nilai head loss yang minimm, diperlukan perubahan pada bentuk bar, sudut kemiringan pemasangan, serta ketebalan bar. Dengan ketiga faktor desain tersebut dengan masing-masing memiliki tiga level, maka dilakukan eksperimen sebanyak 27 kali menggunakan simulasi CFX pada ANSYS untuk mengetahui nilai head loss yang ditimbulkan oleh masing-masing desain. Pada tahap pengolahan data digunakan metode two-way ANOVA untuk mengetahui tingkat signifikansinya. Dari pengolahan data yang telah dilakukan, dihasilkan parameter optimal yang dihasilkan yaitu bentuk ke-3 untuk bentuk bar, 45o untuk sudut kemiringan pemasangan, dan 8 mm untuk ketebalan bar. Kata kunci : trash rack, head loss, ANSYS, ANOVA Abstract The problem of plastic waste is the problem that occurs in various countries in the world. The higher level of public consumption that produces plastic waste which is not balanced by good waste management causes plastic waste to be carried by the water flow through the river to the end in the ocean. One solution to prevent the flow of plastic waste so that it does not continue to flow into the ocean is by pairing a trash rack device on the water duct. But the installation of this trash rack raises a new problem, namely flooding caused by the value of the head loss caused by the installation of the trash rack. Therefore, it is necessary to change the design of the trash rack to ask for the resulting head loss value. To produce a minimum head loss value, changes in the shape of the bar, the angle and thickness of the bar are needed. With three design factors each of which has three levels, 27 experiments were carried out using CFX simulations on ANSYS to determine the value of head losses caused by each design. In the process of making data used the two-way ANOVA method to determine the level of significance. From the data processing that has been done, the optimal parameters produced are the third form for the bar shape, 45o for the angle, and 8 mm for the bar thickness. Keywords: trash rack, head loss, ANSYS, ANOVA
Optimasi Parameter Desain Lambung Kapal Pengangkut Mesin Automated River (AURI) Cleaner Sungai Citarum Untuk Meminimasi Seakeeping Menggunakan Metode Taguchi Muhammad Rayes Fitra Gifari; Rino Andias Anugraha; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Usaha pengurangan kuantitas sampah yang terbawa aliran sungai semakin ditingkatkan setiap tahunnya. Kuantitas sampah berjumlah banyak dapat mengakibatkan banjir di lingkungan sekitar sungai. Studi ini merupakan salah satu solusi akan permasalahan tersebut dengan merancang kapal pada mesin Automated River (AURI) Cleaner. Kapal pada AURI Cleaner ini dioptimasi agar mesin dapat bekerja dengan stabil dan gerakan kapal tidak terlalu besar. Parameter kontrol yang akan dioptimasi untuk menghasilkan hasil yang stabil adalah jenis kapal dan panjang kapal. Jenis kapal yang digunakan pada studi ini adalah Catamaran, SWATH (Small Waterplane Area Twin Hull) dan Monohull. Sedangkan panjang kapal dipilih berdasarkan metode Enlarge Ship Concept dengan menaikan ukuran kapal sebesar 25% per level nya dan dilakukan pembulatan sehingga dipilih ukuran 5 meter, 6 meter dan 7 meter. Variabel responnya merupakan aspek seakeeping criteria, yaitu pitching, rolling dan heaving lalu dioptimasi menggunakan metode Taguchi. Metode Taguchi tidak dapat mengoptimasi beberapa respon sekaligus, sehingga digunakan pendekatan Grey-Relational Analysis untuk mengatasi permasalahan multirespon. Merujuk pengolahan data yang telah dilakukan, parameter optimal untuk seakeeping criteria pada aspek pitching, rolling dan heaving adalah jenis kapal Catamaran pada panjang 7 meter. Parameter jenis kapal dan panjang kapal memiliki pengaruh yang saling berhubungan terhadap nilai respon dengan nilai P-value secara berturut-turut 0,002 dan 0,006 dengan metode uji ANOVA. Setelah menggunakan uji Post-hoc Fisher Least Significant Difference (LSD), maka diketahui bahwa perubahan level Jenis Kapal dari Monohull ke Catamaran dan perubahan Panjang Kapal dari 7 meter ke 5 meter berdampak signifikan terhadap hasil simulasi. Kata kunci: ESC, seakeeping criteria, metode taguchi, GRA Abstract Efforts to reduce the quantity of waste carried by the river flow are increasing every year. The quantity of large amounts of waste can cause flooding in the environment around the river. This study is one solution to this problem by designing ship on the Automated River (AURI) Cleaner machine. The vessel on the AURI Cleaner is optimized so that the engine can work stable and the motion of the ship is not too active. The control parameters that will be optimized to produce stable results are the type of vessels and the length of the vessels. The types of vessels used in this study are Catamaran, SWATH and Monohull. While the length of the ship was chosen based on the Enlarge Ship Concept method by increasing the size of the ship by 25% per level and rounding down so that the size of 5 meters, 6 meters and 7 meters was chosen. The response variable is the aspect of seakeeping criteria, namely pitching, rolling and heaving and then optimized using the Taguchi method. The Taguchi method cannot optimize multiple responses at once, so the Gray-Relational Analysis approach is used to overcome multi-response problems. Referring to data processing that has been done, the optimal parameter for seakeeping criteria in the pitching, rolling and heaving are Catamaran Vessel Type with 7 meters Length of the Vessel. The parameters of the type of vessel and the length of the vessel have a significant influence on the response with P-value respectively 0.002 and 0.006 calculated by ANOVA test. After using the Post-hoc Fisher Least Significant Difference (LSD) test, it is known that changes in the level of Ship Types from Monohull to Catamaran and changes in Ship Length from 7 meters to 5 meters have a significant impact on simulation results. Keywords: ESC, seakeeping criteria, taguchi method, GRA
Perancangan Ulang Hopper Dan Simulasi Aliran Bahan Baku Pada Hammer Mill Di Pt. Xyz Dengan Metode Reverse Engineering Afi Ihsanul Arief; Agus Kusnayat; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan kopi memiliki banyak kegunaan, dimulai dari untuk diolah menjadi minuman, kecantikan, penghilang bau sampai bisa dijadikan pakan ternak. Cara membuat pakan ternak melalui kulit kopi mentah biasanya dilakukan dengan cara tradisional dan menggunakan alat bantu mesin pengolah seperti hammer mill. Pengolahan menggunakan alat bantu mesin hammer mill menjadi populer di zaman sekarang karena dapat menghemat tenaga kerja dan waktu. Setiap proses membutuhkan waktu siklus yang mempengaruhi biaya akhir produksi. Salah satu proses pengolahan ini adalah proses pemindahan kulit kopi dari suatu proses ke proses lainnya yang melewati wadah atau hopper. Objek penelitian ini adalah mensimulasikan perpindahan kulit kopi dari penampungan ke mesin penumbuk melewati hopper, menggunakan desain hopper yang optimal agar bahan baku mengalir lancar untuk mengurangi waktu siklus. Perangkat lunak yang digunakan adalah Autodesk Inventor dan Altair Edem. Melakukan redesign hopper dengan menggunakan Autodesk Inventor sedangkan untuk analisis simulasi menggunakan Altair Edem. Hasil simulasi dari Altair Edem menunjukkan terjadinya blocking didalam hopper eksisting dan dilakukan perbandingan dengan rancangan hopper terbaru untuk mengeliminasi area stagnan ataupun blocking. Analisis dari Altair Edem juga menunjukkan peningkatan 26% lebih banyak partikel yang masuk dan residence time partikel yang meningkat sebanyak 150% dibanding dengan hopper eksisting. Hasil yang didapat menunjukan bahwa kemiringan sudut hopper sangat mempengaruhi laju aliran bahan baku, dan pada penelitian ini didapatkan sudut yang paling optimal dalam proses distribusi bahan baku melalui hopper adalah 500 . Setelah itu, desain hopper yang terpilih akan dibuktikan dengan simulasi visual pergerakan aliran bahan baku dan membuat protipe serta pengujian langsung. Dengan desain ini, waktu siklus (residence time) menurun dan laju kulit kopi dengan lancar turun ke mesin hammer mill. Kata kunci: hopper, reverse engineering, hammer mill, partikel, residence time
Perancangan Alat Bantu Pemindah Potongan Plastik Untuk Membantu Proses Pemindahan Potongan Plastik Pada Bank Sampah Hijau Lestari Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment Ryan Gamas Agromega; Sri Widaningrum; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bank Sampah Hijau Lestari adalah tempat pengolahan limbah plastik pusat yang ada di kota Bandung. Ada beberapa tahap dalam pengolahan limbah di bank sampah ini, mulai dari pemilahan, pencacahan, pencucian dan pemindahan ke dalam karung, pengeringan. Namun, pada proses pencucian dan pemindahan potongan plastik masih dilakukan secara manual. Setelah dilakukan analisis RULA, REBA, dan RWL didapatkan skor yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) sehingga perlu adanya perbaikan postur melaui alat bantu usulan. Perancangan alat bantu usulan ini menggunakan metode Ergonomic Function Deployment (EFD) yang menerapkan aspek ergonomi yaitu EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien) sehingga dapat memperbaiki postur operator untuk mengurangi resiko cidera MSDs. Berdasarkan penelitian didapatkan spesifikasi alat bantu usulan terpilih yang dapat memindahkan potongan plastik menggunakan screw conveyor, alat bantu dapat disesuaikan tingginya, memiliki pengunci roda, sehingga didapatkan nilai skor RULA sebesar 3, nilai skor REBA sebesar 4, nilai RWL sebesar 23 kg, dan LI sebesar 0.28 sehingga nilai tersebut dapat mengurangi resiko cidera MSDs pada operator saat melakukan proses pemindahan potongan plastik. Kata kunci : RULA, REBA, RWL, Musculoskeletal Disorders, EASNE, Ergonomic Function Deployment Abstract Bank Sampah Hijau Lestari is a central plastic waste processing facility in the city of Bandung. There are several stages in waste management in this garbage bank, ranging from sorting, crushing, washing and transferring into sacks, drying. However, in the process of washing and transferring pieces of plastic is still done manually. After RULA, REBA, and RWL analysis, very high scores are obtained which can lead to the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) so that there is a need to improve posture through the proposal aids. The design of this proposed aid uses the Ergonomic Function Deployment (EFD) method that applies the ergonomic aspects of EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien) so as to improve the operator's posture to reduce the risk of MSDs injuries. Based on the research, it was found that the specifications of the selected auxiliary tool that can move pieces of plastic using a screw conveyor, the tool can be adjusted in height, has wheel lock, so that the RULA score is 3, the REBA score is 4, the RWL value is 23 kg, and the LI is 0.28 so that this value can reduce the risk of MSDs injury to the operator when carrying out the process of transferring pieces of plastic. Keywords: RULA, REBA, RWL, Musculoskeletal Disorders, EASNE, Ergonomic Function Deployment
Perancangan Material Handling Equipment Untuk Mengangkat Mold Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment Laras Nurul Fazria; Sri Martini; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PT. XYZ Indonesia merupakan perusahaan manufaktur sepatu. Terdapat divisi pendukung yaitu divisi Tooling, dimana tugasnya adalah membuat mold (cetakan) yang digunakan oleh divisi Press untuk membuat outsole. Selama proses penanganan mold divisi Tooling diberikan MHE berupa meja hidrolik untuk membantu operator memindahkan mold antar sub-divisi. Namun, penggunaan MHE tersebut memunculkan skenario-skenario dimana postur operator berisiko cedera muskuloskeletal atau MSDs. Selain itu faktor risiko MSDs lainnya yaitu frekuensi/periode dan beban material pada kondisi di lantai kerja memiliki nilai yang tinggi sehingga mempengaruhi tingkat risiko MSDs. Hasil observasi menyimpulkan bahwa faktor risiko MSDs yang sangat tinggi muncul dikarenakan kurang-sesuainya MHE eksisting dengan kebutuhan di kondisi aktual. Maka dari itu, perubahan rancangan MHE dilakukan untuk membantu mengurangi risiko MSDs operator. Perubahan rancangan MHE eksisting dilakukan menggunakan metode EFD (Ergonomic Function Deployment) untuk perancangan yang memperhatikan kesehatan dan kenyamanan operator. Hasilnya, rancangan akhir MHE usulan menunjukkan bahwa penggunaan MHE usulan membantu menurunkan tingkat risiko MSDs dari skor 11 (risiko sangat tinggi) menjadi skor 6-4 (risiko sedang). Hasil validasi dari Lead User menyatakan bahwa berdasarkan konsep, MHE usulan lebih baik daripada MHE eksisting dalam kesesuaiannya dengan kebutuhan di kondisi aktual. Kata kunci – material handling equipment (MHE), musculoskeletal disorders (MSDs), ergonomic function deployment (EFD).
Co-Authors Adyatama, Achmad Reza Afi Ihsanul Arief Agus Achmad Suhendra Agus Kusnayat Agustin, Rista Reza Virzinia Ajie Ahmad Safar Ajie Ahmad Safari Aldhama, Shofa Aulia Amelia Zunaidi, Rizka Anastasia Febiyani Aniq Atiqi Rohmawati Anwar Azhar Ardani, Farell Arzeta, Audhiya Fachda Augustina Asih Rumanti Bandiyah Sri Aprillia Budimansyah , Arief Budimansyah, Arief Chandrawati Putri Wulandari Chiuhsiang Joe Lin Dewanty, Aldarhena Putri Dharmawan, Muhammad Alfian Dimas Ramadhan, Aditya Dino Caesaron Endang Chumaidiyah Firjatullah Nastari Garini, Queenadartha Vania Kusuma Hassani, Gilang Fadly Herfaida Nadia Ningrum Himawan Santoso Husaini, Luthfi Romiz Husni Amani Iphov Kumala Sriwana Irwan Purnama Jangkung Raharjo Jasmine Raisya Salsabila Jodia Ridha Arrozak Kevin RA Joelian Kusuma, Muhammad Rafi Laras Nurul Fazria Latip Sutiyana Luciana Andrawina Lutfita Astifani Rundana Majid, Falahal Mira Rahayu Mohammad Deni Akbar Muhammad Iqbal Muhammad Rayes Fitra Gifari Nabila, Azzahra Yandra Novi Prihatiningrum Novianti, Irma Paramitha, Vanya Amabella Marsha Perdana Suteja Putra Pratya Poeri Suryadhini Putri, Shafa Jasmina Anggita Ramadhani, Muhammad Shiddiq Ratnawia Ratnawia Rino Andias Anugraha Rino Andias Nugraha Riri Indah Lestari, Riri Indah Ryan Gamas Agromega Sadewa, Adhimas Nanda Arya Salim , M Fahmi Sam, Nadia Sadira Santoso, Diesya Latifa Setiawan, Sapphira Rizkitania Setyaningrum, Hanny Shafira Nurlita Sheila Amalia Salma Silvi Istiqomah Sri Martini Sri Martini Sri Widaningrum Sunar, Muhammad Akbar Tubagus, Hichael Rally Vincent, Adriel Maruli Yudistira Yudistira Yusha Rahman Adiguna Yusuf Nugroho Doyo Yekti Yusuf Nur Wijayanto