Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Knowledge and attitudes of young women regarding BSE at state Junior High School 21 Palu, South Palu District, Palu City, Central Sulawesi Purwiningsih, Sri; Arni, Fitri; Parmi, Parmi; Susianawati, Desak E; Kantohe, Imelda; Taurisa, Almaida
Science Midwifery Vol 12 No 1 (2024): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i1.1494

Abstract

The incidence of cases in Palu City as the Municipality of Central Sulawesi is with a rate of 11 new cases per year 2022, 4 old cases per year 2022, and 4 cases of deaths per year 2022. This research aims to find out how young people's knowledge and attitudes are. Putri about SADARI State Junior High School 21 Palu. The type of research is descriptive. This research uses secondary data and primary data and is analyzed using univariate analysis. The population taken in this research was the total number of 2nd and 3rd grade female students at SMPN 21 Palu as many as 30 female students. The sample in this study was the entire population, namely 30 female students. The results of the research show that of the 30 respondents in this study, there were more who had sufficient knowledge, namely 53.3% and had a fair attitude, namely 73.3%, compared to respondents who had good knowledge, which amounted to 6.6% and the remaining respondents who had less knowledge, amounted to 40%. and 26.6% of respondents had a negative attitude towards BSE. The conclusion of this research is that more female students are knowledgeable and have adequate attitudes about BSE. The suggestion in this research is that it is hoped that State 21 Palu Junior High School will further intensify the BSE movement through outreach activities regarding early examination.
PERBEDAAN NILAI INDEKS GLIKEMIK DAN BEBAN GLIKEMIK NASI PECEL BERAS CIHERANG, BERAS MERAH DAN BERAS SINTANUR Parmi, Parmi; Isnawati, Muflihah; Setiadi, Yuwono
JURNAL RISET GIZI Vol. 4 No. 1 (2016): Mei (2016)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v4i1.4284

Abstract

Background: The glycemic index is a value that indicates the ability of a carbohydrate-containing foods in improving blood sugar. Previous research also done extensive research on the glycemic index of a food, but every meal we consume some foods and through various treatment processes This study will calculate the glycemic index prepared foods namely pecel distinguished from varieties of rice such as rice Ciherang that have a low glycemic index (55), brown rice has a medium glycemic index (59) and Sintanur rice has a high glycemic index (91). Based on this background, researchers interested in researching on the difference in value of glycemic index and glycemic load of rice pcel of three kinds of rice. Objective: To determine differences in the value of glycemic index and glycemic load on Ciherangpecel of rice, red rice, and rice Sintanur. Methods: This study used an experimental research design. There were three treatment groups each group consisting of 9 people. After 10 hours of fasting blood glucose measurements were taken and given 50 grams of carbohydrates such as white bread 95 grams. Blood glucose levels were measured again at minute 15, 30, 45, 60, 90 and 120. An interval of one week, the subjects were given pecelciherang rice, red rice and rice Sintanur, subsequently re-measured blood glucose as the first treatment. Results: The value of rice IG pecelCiherang rice was 86.67, 86.69 pecel brown rice and rice pecelSintanur 90.59. Pecel glycemic load of 43.82 Ciherang rice, red rice 43.95 and 45.38 Sintanurpecel rice.
PERBEDAAN NILAI INDEKS GLIKEMIK DAN BEBAN GLIKEMIK NASI PECEL BERAS CIHERANG, BERAS MERAH DAN BERAS SINTANUR Parmi, Parmi; Isnawati, Muflihah; Setiadi, Yuwono
JURNAL RISET GIZI Vol. 4 No. 1 (2016): Mei (2016)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v4i1.4284

Abstract

Background: The glycemic index is a value that indicates the ability of a carbohydrate-containing foods in improving blood sugar. Previous research also done extensive research on the glycemic index of a food, but every meal we consume some foods and through various treatment processes This study will calculate the glycemic index prepared foods namely pecel distinguished from varieties of rice such as rice Ciherang that have a low glycemic index (55), brown rice has a medium glycemic index (59) and Sintanur rice has a high glycemic index (91). Based on this background, researchers interested in researching on the difference in value of glycemic index and glycemic load of rice pcel of three kinds of rice. Objective: To determine differences in the value of glycemic index and glycemic load on Ciherangpecel of rice, red rice, and rice Sintanur. Methods: This study used an experimental research design. There were three treatment groups each group consisting of 9 people. After 10 hours of fasting blood glucose measurements were taken and given 50 grams of carbohydrates such as white bread 95 grams. Blood glucose levels were measured again at minute 15, 30, 45, 60, 90 and 120. An interval of one week, the subjects were given pecelciherang rice, red rice and rice Sintanur, subsequently re-measured blood glucose as the first treatment. Results: The value of rice IG pecelCiherang rice was 86.67, 86.69 pecel brown rice and rice pecelSintanur 90.59. Pecel glycemic load of 43.82 Ciherang rice, red rice 43.95 and 45.38 Sintanurpecel rice.
Efektivitas Metode Belajar dengan Loose Part dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini Parmi, Parmi; Zulkarnaen, Zulkarnaen
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6805

Abstract

Melalui studi ini, diharapkan bisa didapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai penggunaan Loose Part sebagai pendekatan pembelajaran yang efisien dalam meningkatkan ketertarikan belajar anak-anak yang masih berusia dini. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini melalui metode belajar dengan Loose Part. PTK dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Kenaikan yang signifikan, terutama antara siklus I dan II, menggarisbawahi pentingnya perbaikan berkelanjutan dalam metode pembelajaran. Kolaborasi yang erat antara pendidik dan orang tua berperan krusial dalam mendukung dan meningkatkan minat belajar anak. Selain itu, pendekatan melalui metode penggunaan Loose Part dalam pembelajaran membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi anak-anak. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode belajar dengan menggunakan media Loose Part dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini. Penelitian ini memberikan bukti empiris tentang efektivitas metode belajar dengan Loose Part dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidik dan orang tua.
Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Dampaknya Terhadap Kinerja Petugas di Puskesmas Pangi Kabupaten Parigi Moutong Fajrah, Sitti Fajrah,; Fadri, Feri; Parmi, Parmi
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 3 (2024): VOLUME 15 NO.3 TAHUN 2024
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i3.1748

Abstract

Isu penting yang mempengaruhi kemajuan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah kinerja layanan kesehatan yang masih di bawah standar. Tantangan manajemen sumber daya manusia yang sedang berlangsung tetap menjadi hal yang paling penting bagi organisasi yang ingin berkembang di dunia global saat ini. Sumber daya manusia memainkan peran penting dalam semua aspek operasional organisasi. Pengembangan sumber daya manusia dapat dinilai melalui tiga indikator utama: pendidikan, pelatihan, dan motivasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan desain cross-sectional dan mengambil lokasi di Puskesmas Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini berfokus pada dampak pendidikan, pelatihan, dan motivasi terhadap kinerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan metode univariat dan bivariat, khususnya uji chi-square. Populasi penelitian terdiri dari 53 petugas, yang semuanya termasuk dalam sampel melalui teknik total sampling. HAsil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara pendidikan, pelatihan, dan motivasi terhadap kinerja secara keseluruhan. Analisis statistik menunjukkan bahwa pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja dengan nilai P sebesar 0,031 (p < 0,05). Demikian pula, pelatihan juga memainkan peran penting, yang dibuktikan dengan nilai P sebesar 0,038 (p < 0,05). Lebih lanjut, motivasi ditemukan sebagai faktor kunci yang mempengaruhi kinerja, dengan nilai P sebesar 0,025 (p < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini variabel pengetahuan tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku keamanan berkendara sedangkan variabel pengaruh teman sebaya dan sarana berkendara memiliki pengaruh terhadap perilaku keamanan berkendara. Adapun saran dalam penelitian ini kepada SatLantas dan Dishub untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap kendaraan yang tidak layak pakai serta melibatkan sekolah dalam kampanye keselamatan berkendara untuk meningkatkan kesadaran secara kolektif menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara pendidikan, pelatihan, dan motivasi dengan efektivitas petugas di Puskesmas Pangi. Saran dalam penelitian ini adalah agar puskesmas meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dengan berfokus pada peningkatan Pendidikan, pelatihan, motivasi untuk meningkatkan kinerja petugas.
SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT DALAM PENURUNAN STUNTING Jumain, Jumain; Wahyu, Wahyu; Talindong, Agustinus; AB, Subardin; Pelima, Robert V.; Kareba, Lexy; Rikwan, Rikwan; Parmi, Parmi; Kolupe, Veny Mornalita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22819

Abstract

Abstrak: Stunting jika tidak segera ditangani akan berdampak buruk dimasa depan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah melakukan sosialisasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dengan cara pemberian informasi tentang stunting karena dapat membentuk perilaku yang baik. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan ibu tentang cara pencegahan stunting. Kegiatan sosialisasi ini menggunakan metode penyuluhan dengan media powerpoint dan leafleat yang dihadiri 20 orang ibu. Evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini dengan melihat hasil jawaban yang diperoleh dari pretest dan posttes dari pada peserta. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan skor pengetahuan ibu sebelum diberikan sosialisasi terdapat 19 ibu (95%) dengan pengetahuan kurang tentang stunting dan setelah diberikan sosialisasi terjadi peningkatan pada pengetahuan ibu menjadi baik sebanyak 17 ibu (85%). Saran yang dapat diberikan adalah perlu adanya peningkatan sosialisasi atau penyuluhan tentang stunting.Abstract: Stunting, if not treated immediately, will have negative impacts in the future. One effort that can be made to prevent stunting is by conducting outreach to pregnant women and mothers with toddlers by providing information about stunting because it can shape good behavior. This outreach activity aims to increase mothers' understanding and knowledge about how to prevent stunting. This socialization activity used the counseling method using PowerPoint and leaflets which was attended by 20 mothers. Evaluation is carried out in this activity by looking at the results of the answers obtained from the pretest and posttest from the participants. The result of this activity was that there was an increase in mothers' knowledge scores before being given the socialization, there were 19 mothers (95%) with poor knowledge about stunting and after being given the socialization there was an increase in mothers' knowledge to good for 17 mothers (85%). Suggestions that can be given are the need to increase socialization or education about stunting.