Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Kalium Hidroksida Terhadap Emisi Gas Buang Motor Bensin Berbahan Bakar Biogas Firdaus, Ahmad Hanif; Monasari, Ratna; Qosim, Nanang; Astuti, Fina Andika Frida
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i1.31545

Abstract

Kebutuhan alat transportasi menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk mendukung peningkatan mobilitas orang, barang, dan jasa di era globalisasi seperti saat ini. Penggunaan alat transportasi berbasis motor bakar dengan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama memberi dampak yang sangat serius jika dibiarkan. Bahan bakar fosil adalah energi tak terbarukan yang jumlahnya di alam pun semakin menipis yang suatu saat akan habis dan jika digunakan dapat menghasilkan emisi gas buang yang dapat merugikan kesehatan dan lingkungan. Saat ini terdapat perkembangan yang cukup signifikan dalam usaha menciptakan dan menemukan bahan bakar alternatif, biogas menjadi salah satunya. Namun, biogas murni yang dihasilkan masih banyak mengandung zat pengotor yang menganggu dalam proses pembakaran sehingga perlu dilakukan pemurnian. Salah satu teknik pemurnian biogas adalah dengan menggunakan larutan Kalium Hidroksida (KOH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kalium hidroksida terhadap emisi gas buang mesin bensin berbahan bakar biogas. Metode yang digunakan dengan eksperimen secara langsung. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi Kalium Hidroksida (KOH) sebesar 5 M, 10 M, dan 15 M pada putaran mesin 5500, 5700, 5900, 6100, 6300 dan 6500 rpm. Variabel terkontrolnya bukaan throttle 100%, waktu pengapian 39° sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan laju alir KOH 1 ml/s, variable terikatnya adalah emisi gas buang CO dan HC. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin besar konsentrasi KOH yang ditambahkan akan menghasilkan emisi gas buang yang minimal, yaitu pada penambahan KOH dengan konsentrasi 15 M yang menghasilkan emisi gas buang CO sebesar 0,237 (% vol) dan HC 84 (ppm vol).Kata kunci: Biogas; Emisi; Kalium Hidroksida; Mesin Bensin.The use of engine-fuel-based transportation with fossil fuels as the main energy source has a very serious impact. Fossil fuels are non-renewable energy whose numbers in nature are depleting which one day it will run out and if used can produce exhaust gas emissions that can harm health and the environment. Currently there are significant developments in the effort to create and find alternative fuels, biogas being one of them. However, the pure biogas produced still contains many impurities that interfere with the combustion process so that it needs to be purified. One of the biogas purification techniques is by using a solution of potassium hydroxide (KOH). This study aims to determine the effect of KOH on the exhaust gas emissions of biogas fueled otto engines. The method using direct experimentation, independent variable were the variation in the concentration KOH of 5 M, 10 M, and 15 M at engine speed of 5500, 5700, 5900, 6100, 6300 and 6500 rpm. The controlled variables were 100% throttle opening, the ignition time was 39 ° before TDC (Top Dead Centre) and the KOH flow rate was 1 ml / s, the dependent variables were the exhaust emissions of CO and HC. From the results, it is known that the greater the KOH concentration added will produce minimal exhaust gas emissions, namely the addition of KOH with a concentration of 15 M which results in CO exhaust emissions of 0.237 (vol%) and HC 84 (ppm vol). Keywords : Biogas; Emission; Potassium Hydroxide, Otto Engine. DAFTAR RUJUKANAbdussalam., Fernandez, D., & Lapisa, R. (2018). Penggunaan biogas sebagai bahan bakar alternatif pada mesin generator set multi equipment (Me) 1800. Automotive Engineering Education Journals, 2(2), 1-7.Ardhiany, S. (2018). Proses absorbsi gas CO2 dalam biogas menggunakan alat absorber tipe packing dengan analisa pengaruh laju alir absorben NaOH. Jurnal Teknik Patra Akademika, 9(2), 55-65.Fahmayanti, Y., & Abtokhi, A. (2018). The addition effect of NaOH and KOH toward biogas purification. Jurnal Neutrino: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, 10(2), 40-44.Hardianto, A., & Hermawan, D. (2019). Pengaruh filterisasi bertingkat larutan KOH, NaOH dan TEA terhadap penurunan prosentase CO2 pada biogas. Jurnal Flywheel, 10(1), 43-54.Hermawan, D., Hamidi, N., & Sasongko, M. N. (2016). Performansi purifikasi biogas dengan KOH based absorbent. Jurnal Rekayasa Mesin, 7(2), 65-73.Hery, A. F., Septiropa, Z., Riansyah, S., & Romadhi, F. (2011). Pemanfaatan biogas/landfillgas sebagai bahan bakar mesin bensin 1 silinder 4 langkah. Jurnal Teknik Industri, 12(2) 162-168.Nurdin, A., & Aries, D. (2018). Review aplikasi bahan bakar biogas pada motor bakar SI (spark ignition). Jurnal SIMETRIS, 9(2), 797-802.Prastya, R., Susilo, B., & Lutfi, M. (2013). Pengaruh penggunaan bahan bakar biogas terhadap emisi gas buang mesin generator set. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 1(2), 77-84.Prihutama, F. A., Firmansyah, D. N., Siahaan, K. S. H., & Fahmi, B. (2017). Pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif ramah lingkungan daerah Desa Monggol, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. SNITT-Politeknik Negeri Balikpapan, 87-95.Rao, A. B. & Rubin, E. S. (2002). A technical, economic and environmental assessment of amine based carbon capture technology for power plant greenhouse gas control. Environmental Science & Technology, 36(20), 4467-4475Ritonga, A. M., & Masrukhi. (2017). Optimasi kandungan metana (CH4) biogas kotoran sapi menggunakan berbagai jenis adsorben. Jurnal Rona Teknik Pertanian, 10(2), 8-17.Ritonga, A. M., Masrukhi., & Kusmayadi, R. P. (2020). Pemurnian biogas metode adsorpsi menggunakan down-up purifier dengan arang aktif dan silika gel sebagai adsorben. Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research, 1(1), 72-80.Sunaryo. (2014). Uji eksperimen pemurnian biogas sebagai pengganti bahan bakar motor bensin. Jurnal PPKM II, 123-130.Suputra, I. M. T., Nindhia, T. T., & Surata, W. (2017). Pemurnian biogas dari gas pengotor CO2 menggunakan campuran kalium hidroksida padat dengan sekam padi. Jurnal Ilmiah Teknik Desain Mekanika, 6(3), 272-275.Sutanto, R., Alit, I. B., & Rezeki, G. (2016). Pengaruh absorsi gas CO2 dan H2S dalam biogas menggunakan pasta batu apung terhadap peningkatan unjuk kerja motor bakar. Jurnal Dinamika Teknik Mesin, 6(1), 31-37.Suyatno A., & Hermawan, D. (2016). Analisis campuran KOH dan H2O terhadap proses penyerapan CO2 pada biogas hasil ternak dan biogas hasil tempat pembuangan sampah (TPS). Jurnal Widya Teknika, 24(1), 1-5.Van Bhat, R. D., Kuipers, J.A M. & Versteeg, G. F. (2000). Mass transfer with complex chemical reactions in gas-liquid system: two step reversible reactions with unit stoichiometric and kinetic order. Chemical Engineering Journal, 76(2), 127-152.
Pelatihan Event Management Lanjutan Untuk Menumbuhkan Kemampuan Event Organizer (EO) Penyelenggaraan Pagelaran Seni Suharto, Ririn Pratiwi; Zubaidi; Permanasari, Kartika Indah; Astuti, Fina Andika Frida; Fachrudin, Arif Rochman; Az Zuhri, Fahmi Muhammad
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/1ycwv844

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang yaitu permasalahan kurangnya pengetahuan tentang manajemen event lanjutan untuk kegiatan penyelenggaraan pertunjukan seni dan budaya. Dengan demikian, mitra belum optimal dalam melaksanakan penyelenggaraan event seni budaya. Mitra masih membutuhkan bantuan dari pihak luar untuk menyelenggarakan sebuah pertemuan kegiatan seni dan budaya. Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan pengabdian ini yaitu Pelatihan Manajemen Event Lanjutan yang didalamnya terdapat praktik sederhana untuk menyelenggarakan Event Seni Budaya di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Pelatihan tersebut juga dibekali dengan kemampuan Event Organizer (EO) sehingga mitra disiapkan untuk mampu menyelenggarakn event seni dan budaya secara mandiri tanpa bantuan dari pihak luar. Dengan demikian, mitra tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang materi Pelatihan Manajemen Event, tetapi juga belajar mempraktikkan penyelenggaraan Event Seni Budaya yang diminati wisatawan. Manfaat yang diperoleh mitra dari kegiatan ini yaitu a) Menyiapkan mitra menjadi Event Organizer (EO) kegiatan Seni dan Budaya Di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang; b) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra untuk melaksanakan penyelenggaraan Event Seni Budaya; dan c) Mempromosikan Desa Seni Budaya Tulusbesar dengan memanfaatkan kemajuan IPTEKS sehingga mitra mendapatkan pemasukkan dari wisatawan yang datang ke desa tersebut. Hasil kegiatan yang telah dicapai yaitu mitra sebagai peserta pelatihan juga dibekali pemanfaatan teknologi praktik menyelenggarakan event sederhana di Desa Tulusbesar.
Pelatihan Pengelasan SMAW Pada Para Pemuda Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu Kota Batu Martawati, Mira Esculenta; Fachrudin, Arif Rochman; Astuti, Fina Andika Frida
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v1i2.267

Abstract

Kegiatan pelatihan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan kegiatan yang secara langsung memberikan materi kepada peserta dengan harapan para peserta bisa mengerti, memahami dan bisa mengambil hikmah dari pelajaran yang diterima untuk bisa mengaktualisasikan untuk meningkatkan derajat kehidupannya. Di desa Oro-oro ombo, dari gambaran kehidupan yang ada, diperlukan pelatihan pelatihan tersebut. Desa Oro-oro Ombo adalah desa yang terletak di kecamatan Batu Kota Batu yang sebagian besar bermata pencaharian bercocok tanam dan berdagang. Saat ini banyak para pemuda yang membutuhkan lapangan pekerjaan dan ketrampilan untuk berwiraswasta. Inilah yang melatar belakangi dari kegiatan pengabdian ini , yaitu sangat terbatasnya lapangan pekerjaan dan minimnya ketrampilan dari para pemuda di desa Oro-oro Ombo kecamatan Batu kota Batu. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan keterampilan yang kedepan bisa digunakan untuk mendapatkan pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan di masyarakat. Metode dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pemberian materi, tanya jawab dan praktik langsung pengelasan. Materi yang diberikan adalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada proses pengelasan, prosedur pengoperasian mesin las SMAW, komponen komponen las SMAW dan macam-macam sambungan las besi hollow dan dilanjutkan pendampingan membuat kursi dari besi hollow. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah para warga mendapatkan wawasan tentang materi pengelasan dan masing masing peserta melakukan praktik pengelasan SMAW dengan menghasilkan kursi dari sambungan las besi hollow. Wawasan, pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelasan dari peserta sebagai bekal untuk berwirawasta dan untuk mencari pekerjaan.
ANALISIS KINERJA TURBIN ANGIN DARRIEUS-H NACA 3412 DENGAN VARIASI JUMLAH BILAH DAN DIAMETER SUMBU PUTAR Astuti, Fina Andika Frida; Fachrudin, Arif Rochman; Su'udy, Ahmad Hamim
Eksergi Vol. 17 No. 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.932 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v17i1.2179

Abstract

Wind energy is a renewable energy source that can be utilized by utilizing wind turbines which can convert wind energy into a form of mechanical energy and with a generator electrical energy can be generated. The purpose of this study was to analyze the performance of the Darrieus-H naca 3412 vertical axis wind turbine with variations in the number of blades, wind speed and diameter of the rotary axis. The method used in this research is to use an experimental method, namely by varying the diameter of the rotating axis, the number of blades and wind speed. The number of blades varied were 2, 3 and 4. The wind speeds that were varied were 3.2 m / s, 3.6 m / s, 4 m / s and 4.4 m / s. The diameter of the rotary axis used is 150 mm, 200 mm, 250 mm, 300mm and 350 mm. From the research, it is found that in all values of the diameter of the vertical axis wind turbine at a speed of 4 m / s, the more the number of blades will increase the output power of the wind turbine. The largest output power is on blade 4 with the largest diameter of the rotary axis, which is 3.52 WattsFor all wind speed values on a wind turbine with a number of blades of 4, the larger the diameter of the rotary axis will cause the greater the output power generated. The largest output power is 3.52, which is at the highest wind speed of 4 m / s, the largest diameter of the rotary axis, which is 350 mm. The greater the wind speed of all rotating axis diameters, the greater the output power produced, which is 3.5 W on the diameter of the rotary axis 4 with a wind speed of 4 m/s