Claim Missing Document
Check
Articles

Study of Progress Difference on Building Construction Works Mardiaman Mardiaman; Daud Surbakti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 2 No. 10 (2022): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.529 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v2i10.591

Abstract

The progress of construction work has different deviations at a certain point in time. Various factors cause inequality. A positive progress deviation indicates that construction work is completed faster where the progress of the plan is lower than the actual one, otherwise it is said to be late if it is negative. The uncertain nature of construction work causes there are 3 (three) scenarios of possible progress deviation values, so that these three values ​​form one expected progress deviation value. A deviation of value greater than negative 10% for a duration from 0 to 70% is categorized as a critical contract. The purpose of this study was to determine the deviation of the progress of 29 construction works. Data collection was carried out on 29 construction works that had been carried out. The data is taken directly from the contractor. The results of data analysis showed that at 10% D, 11 construction works with poor performance were obtained. Information was also obtained that the construction work No. 12 have critical contracts (-11,773). Furthermore for the current construction work 30%D. 50% D and 70% D number of poorly performing construction works 12; 10; and 9. The value of the largest positive progress deviation is 15,362 at the 70% time point D. The expected value of the largest positive progress deviation is positive 1.763. By knowing the expected negative progress value, the contractor must exercise control as soon as possible before the contract expires. Acceleration can be done on activities that are on the critical path
POTENSI PEMANFAATAN DAUR ULANG AIR LIMBAH DOMESTIK DAN INDUSTRI UNTUK SUMBER AIR BAKU DI KOTA BATAM Mardiaman; Simon Sembiring G
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, APRIL ISSN 2722-0230 (Online)
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cen.v4i1.4800

Abstract

Kegiatan industri manufaktur, industri pariwisata dan pemukiman secara otomatis akibat bertambahnya jumlah penduduk. Semua kegiatan membutuhkan lahan yang berpengaruh pada penyediaan sumber daya air di kota Batam. Pada tahun 2025 kebutuhan air baku kota Batam sebesar 5.278 liter/detik sementara kapasitas sumber daya air eksisting adalah sebesar 5.250 liter/detik atau kekurangan 25 liter/detik dan proyeksi proyeksi kebutuhan air bersih pada tahun 2045 sebesar 6.013 liter/detik atau kekurangan air sebesar 763 liter/detik. Sementara proyeksi kebutuhan air baku untuk kawasan industri, perhotelan dan rumah susun pada tahun 2045 sebesar 1.538 liter/detik. Dalam rangka memenuhi kekurangan tahun 2045, maka diadakan penelitian pemanfaatan air limbah domestik dan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder dari berbagai instansi yang terkait dan wawancara. Data tersebut diolah secara matematik. Selain itu direview dan evaluasi dari Pengolahan air limbah domestik, industri ada di Batam. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa potensi pemanfaatan daur ulang air limbah domestik kawasan industri, perhotelan dan kawasan permukiman (rumah susun) akan memberikan kontribusi sebesar 47,98 % dari kebutuhan air baku industri atau dapat menambah kebutuhan air baku kota Batam sebanyak 12,92 % pada tahun 2035 dan 12,27 % pada tahun 2045.
Evaluation of Project Implementation Time Based on Optimistic, Pessimistic, and Most Likely Time Using the Monte Carlo Method (Project Case Study: Sentul Road Rehabilitation - Bendung Terrace - Tirtayasa, Serang District FY. 2022): Project Case Study: Sentul Road Rehabilitation - Bendung Terrace - Tirtayasa, Serang District FY. 2022 Muhammad Ridho Alcaesar; Eri Susanto Hariyadi; Mardiaman
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 2 (2024): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i2.10346

Abstract

Construction projects have precise plans and completion times. This turnaround time is affected by the performance of the workers and the method of execution. In this road rehabilitation work, there are several stages of work that require time to complete. The Monte Carlo method can estimate the completion time which can be calculated with the optimistic time, the most likely time and the pessimistic time. In this study using quantitative analysis method which refers to 10 respondents with each working device, namely contractors, consultants, owners and foremen. The results of the study show difference between opinions regarding the estimated time for implementation between contractors, consultants, owners and foremen. The comparison results of the Monte Carlo simulation were obtained with a difference of 1.7 – 1.9 weeks when compared with the actual results.
ANALISIS WAKTU PELAKSANAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE SIMULASI MONTE CARLO (STUDI KASUS: PROYEK REHABILITASI JALAN SENTUL – TERAS BENDUNG – TIRTAYASA KABUPATEN SERANG – BANTEN TA. 2022) Muhammad Ridho Alcaesar; Eri Susanto Hariyadi; Mardiaman -; Ramadhani -
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i1.252

Abstract

Metode simulasi Monte Carlo dapat digunakan untuk menghitung kemungkinan lamanya suatu waktu pelaksanaan sebuah proyek dengan menggunakan nilai-nilai yang dipilih secara random dari distribusi probabilitas waktu yang mungkin terjadi dengan tujuan untuk menghitung distribusi kemungkinan waktu total dari sebuah proyek. Dengan meninjau latar belakang di atas, pada kasus Rehabilitasi Jalan Sentul – Teras Bendung - Tirtayasa maka perlu adanya suatu penelitian untuk mencari durasi dan probabilitas penjadwalan yang dapat diterima sehingga mendapat perkiraan waktu yang optimal dan dapat dipertanggung jawabkan. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan menggunakan simulasi Monte Carlo pada durasi pekerjaan optimis, paling disukai, dan pesimis yang didapat dari hasil survey pada pihak Kontraktor, Konsultan, Wakil Owner, dan Mandor. Simulasi pada penilitian ini menggunakan software Crystal Ball dan distribusi data yang di gunakan adalah distrubusi triangular dimana data akan diiterasi serta di analisis, kemudian dibandingkan dengan jadwal waktu pelaksanaan kontrak pekerjaan. Dari hasil simulasi menggunakan software Crystal Ball telah diketahui probabilitas penyelesaian pekerjaan proyek hasil simulasi Monte Carlo menghasilkan durasi rata-rata selama 24 minggu dengan probabilitas sebesar 80 %. Kata kunci : Monte Carlo, Waktu Pelaksanaan, Crystal Ball, Probabilitas.
Evaluation of the Implementation Time of The Apbn/Apbd Project at The End of The Year With A Single-Year Budget Mara Naek Pane; Azhar Azhar; Mardiaman Mardiaman
Jurnal Syntax Admiration Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v4i3.569

Abstract

In a project, it is necessary to have a work between owners and contractors that are used as a legal basis, in the form of construction contracts. One of these contracts is a contract for the procurement of goods and services based on the charge of its fiscal year consisting of a single-year contract which is the execution of a contract of work binding funds for 1 year while the contract of the plural year is a contract for the execution of work for a period of more than one fiscal year on the budget. Project delays almost occur every year and this results in huge losses for service users and service providers both in terms of finance and time. Project delays are divided into several types, namely: excusable delays, unforgivable delays, and delays that get compensation. Project delays are caused by several factors such as late payments and design changes. This factor greatly affects the performance of implementation in the field. The research process is carried out by conducting a survey. Starting with disseminating questionnaires to Owners, Contracts and outside parties as well as through literature studies, it is carried out to find out the comparison of the causes of project delays
Optimalisasi Penghematan Energi Listrik Untuk Penerangan Di Gedung Utama Mako Polres Jakarta Barat Pandu Wiyana, Dian; Mardiaman, Mardiaman
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.550

Abstract

Gedung perkantoran banyak mengkomsumsi enerji listrik. Penggunaan enerji listrik berdampak pada terjadinya pemanasan global. Konsep green building sangat membantu dalam mengoptimalkan pemanfaatan enerji listrik. Parameter ke dua dari green bulding adalah efisiensi enerji. Pemanfaatan sumber enerji lain selain bahan bakar dan optimalisasi penggunaan fitur-fitur hemat listrik sangat mendesak saat ini mengingat semakin langkanya bahan bakar minyak dan batu bara. Penelitian ini mencoba mengevaluasi optimalisasi penggunaaan enerji pada gedung mako polres Jakarta Barat. Tujuan penelitian untuk mengetahui fitur-fitur penerangan dan kesesuaian lampu yang terpasang dengan fungsi ruangan serta efisiensi enerji listrik. Jenis penelitian bersifat deskriptif ekploratif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan mulai Maret sampai Agustus 2023 dengan wawancara dan survai lapangan. Hasil olahan data pengunaan jumlah lampu yang sesuai dengan kebutuhan ruangan menghasilkan pengurangan pemakaian enerji listrik dari 357,244 ke 345,388 kWh dengan tingkat efisiensi sebesar 3,18%. Rekomendasi penghematan untuk gedung perkantoran adalah dengan budaya hemat energy bagi pekerjanya.
Rasio Daya Dukung Aksial Bored Pile Berdasarkan Hasil Uji SLT dan PDA (Studi Kasus: Tamansari Apartemen Bintaro Mansion Kota Tangerang Selatan) Muhammad Libasut Taqwa, Fadhila; Mardiaman, Mardiaman; Hariati, Feril; Muktadir, Redho
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.567

Abstract

Pondasi dalam merupakan struktur bawah suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah keras yang berada jauh dari permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran respon daya dukung aksial tiang bor tunggal diameter 1000mm melalui pendekatan matematis berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan. Daya dukung aksial rencana diperkirakan melalui analisis hasil penyelidikan tanah (hasil uji N-SPT, hasil uji DCPT, dan hasil pemeriksaan laboratorium), daya dukung aksial aktual diperoleh melalui interpretasi hasil Uji Beban Statis (SLT) dengan metode Davisson, Mazurkiewicz, dan Chin, sedangkan hasil uji beban PDA (Pile Driving Analyzer) dianalisis menggunakan aplikasi CAP-WAP. Daya dukung aksial direncanakan sebesar 250ton, sedangkan daya dukung aksial rata-rata berdasarkan hasil interpretasi SLT pada tiga tiang pancang yang diuji dengan metode Davisson, Mazurkiewicz, dan Chin berturut-turut sebesar 385; 448; dan 216ton. Nilai daya dukung aktual berdasarkan hasil pengujian PDA adalah sebesar 565ton. Hasil analisa tersebut diperbandingkan dengan nilai daya dukung rencana dan daya dukung uji SLT, sehingga diperoleh nilai Bearing Capacity Ratio (BCR). Berdasarkan interpretasi uji PDA dan CAP-WAP nilai BCR berturut-turut adalah sebesar 62.8% dan 67.8%. Nilai BCR berdasarkan interpretasi hasil uji SLT sebesar 42.8%, 48,0%, dan 25,5%. Dengan demikian, tiang bor tersebut berada dalam kondisi kinerja yang buruk. Dengan membandingkan nilai BCR terhadap beban uji rencana, diperoleh nilai rasio daya dukung (BCR) berdasarkan interpretasi uji PDA dan CAP-WAP berturut-turut sebesar 226.0% dan 244.4%. Nilai BCR berdasarkan interpretasi hasil uji SLT dengan metode Davisson, Mazurkiewicz, dan Chin berturut-turut sebesar 154.0%, 172.8%, dan 91.9%. Dengan demikian, interpretasi menggunakan metode Davisson dan Mazurkiewicz menunjukkan nilai BCR lebih dari 1,5 yang berarti pemilihan beban rencana pada saat SLT cenderung konservatif. Namun, mengingat nilai faktor keamanan yang memadai diperlukan, maka pondasi tersebut dianggap berfungsi dengan baik. Sedangkan berbeda dengan metode Chin yang nilai BCR-nya kurang dari 1, artinya pondasi menerima beban melebihi daya dukungnya. Hal ini perlu menjadi pertimbangan, apakah terdapat ketidaksesuaian metode yang diterapkan, kesalahan dalam proses penafsiran data, atau jika dan hanya jika analisis dengan metode Chin lebih akurat, maka perlu dilakukan perkuatan pada sistem pondasi.
Evaluasi Efisiensi Air Gedung Perkantoran Pada Musim Kering Pada Perencanaan Bangunan Gedung Hijau Mardiaman, Mardiaman; Victorio Siahaan, Tirto Amsal
Jurnal Talenta Sipil Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v7i1.481

Abstract

Water is necessary for various human activities. The larger the population, the greater the water consumption. Harnessing rainwater and reusing recycled grey and black water can reduce consumption. Water efficiency needs to be a concern because of the limited availability of water and to maintain limited water availability. Water consumption in buildings for office functions is relatively high. Therefore, office buildings are very important to be designed as environmentally friendly buildings. Water efficiency is a criterion for eco-friendly buildings, more commonly known as green buildings. This research aims to improve water efficiency by utilizing rainwater and recycled water in the Waskita Karya building. The secondary data collection required is at the planning stage. The data collected are water-saving features, rainfall, building area of each floor, site plan, and other relevant data. Water efficiency calculations take into account wet and dry days. On wet days because water comes from rain, and on dry days, the water source is only from PDAM and recycled water. Software issued by the Directorate General of Copyright calculates the water balance. The calculation will result in water savings on dry days. Conventional water consumption amounted to 83,153 lt / day, water source from recycled grey water 29,216 lt / day, black water 14,143 lt / day, efficiency on dry days amounted to 76.8%. This research needs to be implemented so that building owners know their water consumption and can support green building performance and water cost savings.
ANALISIS IDENTIFIKASI BAHAYA ASPEK K3L DALAM PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODA ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta) ButarButar, Frans Tomy Syahputra; Mardiaman; Hariyadi, Eri Susanto
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v18i2.31623

Abstract

Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) pada proyek konstruksi sangat penting. Hal ini disebabkan karena pekerjaan pada proyek konstruksi cukup kompleks. Tanpa K3L, dapat menyebabkan kecelakaan dan kerugian baik waktu dan biaya. Berdasarkan latar belakang diatas perlu dilakukan Analisa dan metode analisa yang digunakan adalah Analaytical Hierarchy Process (AHP), karena AHP mempunyai kelebihan dengan beberapa metode-metode lain, yaitu dengan penetapan bobot masing-masing kriteria yang dilakukan secara obyektif. Urutan faktor penyebab kecelakaan kerja pada proyek konstruksi adalah : a. Faktor Manusia sebesar 70,23 % b. Faktor Peralatan sebesar 22,94 % c. Faktor Lingkungan sebesar 6,83 %. Kecelakaan kerja dapat diminimalisir dengan melakukan sosialisasi dan promosi seperti melakukan safety induction, toolbox meeting, safety morning talk, pelatihan, simulasi dan sharing knowledge. Sesuai penelitian diatas, beberapa masukan sebagai bahan pertimbangan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan pada proyek konstruksi antara lain : 1. Sosialisasi, promosi dan pengawasan terhadap pelaksanaan konstruksi agar lebih ditingkatkan dari berbagai aspek oleh pelaksana pekerja konstruksi. 2. Biaya sosialisasi dan promosi K3L agar dimasukkan dalam anggaran, agar dapat mendukung program kerja K3L berjalan dengan baik, benar dan tepat sasaran serta mencegah munculnya biaya yang timbul akibat kecelakaan kerja. 3. Penelitian selanjutnya dapat dengan menggunakan aspek, kriteria dan alternatif lain.
PENENTUAN FAKTOR KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK APBN/APBD DENGAN ANGGARAN TAHUN TUNGGAL UNTUK MENGURANGI KLAIM Pane, Mara Naek; Pane, Mardiaman; Azhar, Moh
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v18i2.35422

Abstract

Permasalahan waktu pelaksanaan proyek yang didanai APBN/APBD sering terjadi pada kontrak tahun tunggal. Salah satu jenis proyek yang bermasalah adalah infrastruktur. Ada berbagai faktor sebagai penyebab keterlambatan. Tujuan penelitian ini mencari faktor utama keterlambatan yang mendorong terjadinya klaim. Faktor-faktor penyebab keterlambatan yang berpengaruh terhadap kinerja proyek yang mendorong terjadinya klaim disusun dari literatur dan wawancara lapangan.  Kinerja proyek adalah variabel tetap (Y) dan faktor penyebab keterlambatan (Xi) adalah variabel bebas. Ada 36 faktor keterlambatan yang berpengaruh terhadap kinerja waktu pelaksanaan proyek.  Skala data yang digunakan adalah skala likert  menggunakan korelasi spearman Jenis penelitian adalah survei Selanjutnya pertanyaan yang sudah disusun disebarkan kepada 23 responden. Responden terpilih diambil dari 3 Proyek yang sudah selesai selama periode tahun 2020 sampai 2021. Penyebaran daftar pertanyaan yang disusun  menggunakan google form. Analisa statistik korelasi non parametrik dilakukan untuk mendapatkan faktor utama keterlambatan yang  penyebab klaim. Hasil penelitian menyatakan bahwa penyebab keterlambatan yang mendorong terkadinya klaim adalah pembayaran termin yang tidak teratur atau terlambat, perubahan desain. Implementasi penelitian ini para pelaku jasa konstruksi dapat mengetahui faktor utama keterlambatan yang menyebabkan terjadinya klaim dan dapat menjadi arahan untuk mencegah keterlambatan dan mengurangi potensi terjadinya klaim