Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

STUDI PROVENANCE BATUPASIR FORMASI KAMPUNGBARU, KOTA BALIKPAPAN BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA ., Jamaluddin; Suprastiwara, Khrisko; Umar, Emi Prasetyawati; Ryka, Hamriani; Putri, Efrina Chandra Agusti
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i1.19680

Abstract

Formasi Kampungbaru di wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur merupakan satuan batuan sedimen yang didominasi oleh batupasir dan memiliki potensi geologi yang signifikan. Studi terhadap batupasir dari formasi ini penting untuk memahami asal usul material penyusunnya serta dinamika geologi yang berperan dalam proses sedimentasinya melalui pendekatan geokimia yang dapat mengidentifikasi komposisi kimia dan lingkungan tektonik asal dari sedimen. Sebelas sampel batupasir diambil dari lokasi terpilih di lapangan dan dianalisis dengan menggunakan portable XRF analyzer untuk menentukan kandungan unsur utamanya. Hasil analisis menunjukkan bahwa batupasir Formasi Kampungbaru didominasi oleh kandungan SiO₂ yang tinggi dan Al₂O₃ yang sedang dengan rasio Al₂O₃/SiO₂ yang rendah hingga menengah serta kandungan Fe₂O₃ + MgO yang relatif tinggi yang mengindikasikan bahwa material penyusun batupasir kemungkinan besar berasal dari batuan vulkanik atau beku mafik yang terbentuk pada lingkungan busur samudra atau margin kontinental aktif. Keberadaan wacke dan arkose yang dominan menandakan batupasir ini terendapkan dalam lingkungan dengan energi yang bervariasi, mulai dari laut dalam hingga area dekat sumber granitik. Selaras dengan sejarah geologi Kalimantan bagian timur yang pernah mengalami aktivitas magmatik subduksi pada zaman Tersier. Proses ini kemudian menghasilkan sedimen yang terbawa ke arah timur melalui sistem sungai dan diendapkan dalam lingkungan delta dan laut dangkal membentuk Formasi Kampungbaru. Dengan demikian, batupasir pada Formasi Kampungbaru mencerminkan provenance campuran antara continental block dan recycled orogen.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS POTENSI GEOSITE SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN GEOWISATA DAERAH PASER, KALIMANTAN TIMUR Putri, Efrina Chandra Agusti; Ryka, Hamriani; Prabowo, Iwan
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i1.15858

Abstract

Kabupaten Paser yang terletak di bagian paling selatan dari Kalimantan Timur memiliki banyak titik potensi geosite akibat pembentukan bentang alam dari proses geologi dan geomorfologi yang terjadi. Dilihat dari sisi geomorfologi, Kabupaten Paser memiliki variasi bentang lahan yang beragam, dari mulai perbukitan, air terjun, goa hingga mata air panas. Berdasarkan skala waktu geologi, batuan pembentuk potensi geosite di Kabupaten Paser memiliki rentang yang cukup luas, dari Pra-Tersier hingga Kuarter. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi beberapa area, baik goa, bukit, air terjun dan mata air panas di daerah penelitian yang memiliki potensi baik untuk menjadi destinasi geowisata di daerah Paser Kalimantan Timur, yaitu Goa Loyang, Doyam Sae, Gunung Rambutan, Bukit Sembinai, Liang Mangkulangit, Goa Losan, Mata Air Panas Danum Layong, Doyam Turu, Doyam Seriam dan Gunung Embun/ Gunung Boga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan parameter Kubaliková (2013) dengan memerhatikan 5 aspek utama, yaitu nilai ilmiah dan edukasi, nilai ekonomi, nilai konservasi dan nilai tambah dari setiap titik potensi geosite yang diukur. Tiga geosite dengan nilai tertinggi akan direkomendasikan untuk menjadi prioritas dalam pengembangan potensi geowisata di Kabupaten Paser. Dari analisis parameter Kubaliková, didapatkan 3 geosite dengan nilai tertinggi dari kelima aspek/ parameter yang dinilai, yaitu Liang Mangkulangit (10.25 poin), Gunung Embun (12.25 poin) dan Goa Losan (15.75 poin). Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memberikan kontribusi ilmu geologi dalam memberdayakan kekayaan alam juga sebagai rujukan atau bahan rekomendasi untuk pihak berwenang untuk mengembangkan titik potensi geowisata sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar serta dapat memperkenalkan daerah penelitian lebih luas dengan daya tarik geosite.
Penentuan Bidang Gelincir  Berdasarkan Pengukuran Data Kekar Di Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara Kota Balikpapan Ryka, Hamriani; Prayoga, Vicky Sandy Hida; Pratikno, Fathony Akbar; Putri, Efrina Chandra Agusti
Jurnal Penelitian Teknik Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Teknik
Publisher : Jurnal Penelitian Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang gelincir merupakan bidang yang menahan air (permeabilitas rendah), bersifat padat yang memungkinkan tanah bergerak di atasnya. Longsor sering terjadi pada lereng-lereng yang mempunyai lapisan batuan kedap air. Adanya struktur geologi pada suatu daerah membuktikan adanya suatu pergerakan tanah yang menyebabkan deformasi. Kestabilan lereng pada batuan lebih ditentukan oleh adanya bidang-bidang lemah yang disebut dengan bidang diskontinuitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bidang gelincir berdasarkan struktur geologi di Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara dengan analisis stereografis menggunakan perangkat lunak Dips untuk menentukan arah tegasan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur geologi yang berkembang berupa kekar terisi (vein) yang terisi oleh oksidasi besi (Fe) dengan bukaan kekar berkisar 5- 10 cm pada lokasi pertama, dan gash fracture pada lokasi kedua. Tegasan utama daerah peelitian berada pada arah tenggara-barat laut yang sejajar dengan permukaan lereng, menyebabkan kestabilan lereng menurun dan meningkatkan potensi terjadinya longsor.
Analysis of Production Flow Rate Enhancement Using Nodal Analysis Method on Tubing Size and Future IPR in GR “Well” Kristianto, Gredy; Crisye, Eltimeyansi; Amiruddin, Amiruddin; Ryka , Hamriani; Suprayitno, Abdi; Lutfi, Mohammad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 3 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v2i3.2778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa produksi sumur gas dengan menggunakan metode analisis nodal dan pemodelan Inflow Performance Relationship (IPR). Data lapangan mencakup tekanan reservoir, tekanan dasar sumur, temperatur, viskositas, permeabilitas, dan variasi ukuran tubing. Dengan menghitung nilai slope, konstanta n, dan konstanta C, diperoleh Absolute Open Flow Potential (AOFP) sebesar 0,562 MMSCF/day yang mencerminkan kapasitas maksimum produksi sumur. Simulasi pada berbagai ukuran tubing menunjukkan bahwa tubing berdiameter 3,428 inch menghasilkan laju alir optimum sebesar 0,560 MMSCF/day. Analisis future IPR mengindikasikan bahwa penurunan tekanan reservoir akan berdampak pada penurunan laju produksi, dengan prediksi laju alir menurun secara signifikan pada tekanan reservoir yang lebih rendah. Hasil penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk pengelolaan sumur dan perencanaan produksi jangka panjang guna mengoptimalkan kinerja sumur gas.
PENGUATAN PROGRAM DESA DIGITAL MELALUI PELATIHAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI DESA BATUAH, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Jamaluddin, Jamaluddin; Ryka, Hamriani; Putri, Efrina Candra Agusti
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 6 No. 1 (2025): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v6i1.8481369

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung penguatan inisiatif Desa Digital melalui pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan desa dalam mengelola dan menyajikan data spasial secara efektif guna mendukung perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya, dan pelayanan publik berbasis digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis SIG menggunakan perangkat lunak open source, serta pendampingan dalam pembuatan peta tematik desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas aparatur desa dalam memahami dan mengoperasikan SIG secara mandiri. Selain itu, produk berupa peta digital desa berhasil dikembangkan sebagai langkah awal menuju sistem informasi desa yang lebih terintegrasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi desa-desa lain dalam mengimplementasikan konsep Desa Digital yang berkelanjutan dan partisipatif.
INTEGRASI ANALISIS ELEKTROFASIES DAN SEKUEN STRATIGRAFI DALAM PENENTUAN KUALITAS RESERVOIR LAPANGAN PTR, CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Ryka, Hamriani; Nur Aprilya, Putri; Candra Agusti, Efrina; ., Jamaluddin; Payung Battu, Desianto
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.5687

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada integrasi analisis elektrofasies dan sekuen stratigrafi untuk menentukan kualitas reservoir di Lapangan PTR, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan terhadap 3 sumur yaitu P-1, P-2, dan P-3 melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang mengintegrasikan data wireline log dan data cutting. Berdasarkan analisis elektrofasies teridentifikasi tiga pola utama elektrofasies yaitu (1) cylindrical/blocky yang menunjukkan asosiasi fasies distributary channel; (2) pola funnel menunjukkan asosiasi fasies crevasse splay dan mouth bar; dan (3) pola bell menunjukkan asosiasi fasies levee dan tidal channel. Pola-pola tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan di lokasi penelitian berupa Lower Delta Plain – Delta Front dengan pengaruh fluvio-deltaik dan pasang surut. Analisis sekuen stratigrafi mengindikasikan keberadaan empat sikuen pengendapan utama (Sikuen 1 hingga Sikuen 4) yang dibatasi oleh lima zona ketidakselarasan (Z1–Z5), serta terdiri atas beberapa unit sistem pengendapan, yaitu Lowstand System Tract (LST), Transgressive System Tract (TST), dan Highstand System Tract (HST). Reservoir utama diidentifikasi sebagai sand channel dengan rata-rata porositas efektif sebesar 0,182 v/v dan permeabilitas 26,467 mD (kategori baik), serta sand bar dengan porositas efektif 0,177 v/v dan permeabilitas 9,645 mD (kategori cukup). Dengan demikian, reservoir sand channel diidentifikasi sebagai target utama pengembangan hidrokarbon karena memiliki karakteristik penyimpanan dan kemampuan alir yang lebih baik dibandingkan sand bar.
Lithological Controls on Acid Mine Drainage Formation: An Integrated Rock Characterization of AMD Sources in the Sungai Seluang Area, East Kalimantan, Indonesia Jamaluddin; Qulub, Muhammad Syifaul; Manik, Nijusiho; Umar, Emi Prasetyawati; Ryka, Hamriani; Putri, Efrina Chandra Agusti
International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability Vol. 5 No. 1 (2026): International Journal of Hydrological and Environmental for Sustainability
Publisher : CV FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/ijhes.v5i1.1061

Abstract

Acid Mine Drainage (AMD) represents a critical environmental challenge in coal-mining regions, particularly due to its long-term impacts on surface water quality and surrounding ecosystems. This study investigates the lithological controls on AMD formation in the Sungai Seluang area, East Kalimantan, Indonesia, through an integrated rock characterization approach. The novelty of this research lies in linking detailed lithological attributes and pyrite micro-morphology with AMD generation potential and its implications for riverine water systems. Macroscopic lithological observations were combined with standardized pH testing (SNI 6989.11:2019) and Scanning Electron Microscopy (SEM) to evaluate the acid-generation characteristics of representative rock units. The results indicate that 92% of the analyzed samples are classified as Potentially Acid Forming (PAF), while only 8% are Non-Acid Forming (NAF). The study area is lithologically dominated by claystone (42%), sandstone (31%), and shale (27%), all of which commonly exhibit intense oxidative staining, pervasive fracturing, and weathering features that significantly enhance sulfide exposure to oxygen and water. SEM analyses reveal the presence of both euhedral and framboidal pyrite, with framboidal pyrite identified as particularly reactive and influential in accelerating acid production. Measured pH values are predominantly acidic (<6), indicating a high AMD potential that poses a serious threat to the Sungai Seluang system through acidification and metal mobilization. These findings demonstrate that lithology and micro-scale mineralogical characteristics play a decisive role in controlling AMD formation and its environmental consequences. The integrated approach adopted in this study provides a robust framework for early AMD source identification and supports the development of more effective geochemical management strategies aimed at protecting water quality and minimizing long-term environmental degradation in coal-mining areas.
Depositional Facies Influence on Reservoir Heterogeneity in The Balikpapan Formation, Lower Kutai Basin: Insights Well Log Analysis Wahid, Abd.; Sultan; Meutia Farida; Jamaluddin; Ryka, Hamriani
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 49 No 1 (2026)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v49i1.1985

Abstract

This The Balikpapan Formation in the Lower Kutai Basin hosts a complex assemblage of fluvial-to-deltaic reservoir facies whose heterogeneity significantly influences reservoir quality and connectivity. This study integrates well-log interpretation, electrofacies classification, and quantitative petrophysical evaluation from six wells to assess the stratigraphic controls governing reservoir distribution. Three main facies associations are identified: channelised sandstones, mouth-bar to delta-front, and prodelta. Proximal channel sands exhibit the highest porosity (18–30%) and permeability (5–40 mD), but their limited lateral continuity results in poor interwell connectivity. Mouth-bar and delta-front sands display moderate porosity (12–25%) and permeability (<1–30 mD) and form laterally extensive, sheet-like bodies that enhance reservoir connectivity under increasing tidal influence. Thick prodelta mudstones act as regionally extensive vertical seals. The stratigraphic framework is characterised by repeated upward- coarsening parasequences bounded by marine flooding surfaces, reflecting alternating phases of delta progradation and transgression. These results demonstrate that depositional processes and stratigraphic architecture are the primary controls on reservoir heterogeneity in the Lower Kutai Basin.
PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PENENTUAN ZONA KERENTANAN TANAH: STUDI KASUS BERAMBAI, SEMPAJA UTARA, KOTA SAMARINDA Ayuningrum, Reta Andila; Ryka, Hamriani; Agusti Putri, Efrina Chandra; ., Jamaluddin
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 8, No 1 (2026): MARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v8i1.210

Abstract

This study aims to identify the geomorphological characteristics, drainage patterns, and landslide susceptibility levels in the Berambai area and its surroundings, North Samarinda District. The research method integrates analyses of morphometric data, lithology, and geological structures. The results indicate that the study area is a single structural origin landform, divided into three landform units: undulating/sloping (s1), hilly-undulating (s2), and sharply dissected hilly/steep (S3). genetically, this region is influenced by syncline structures and a right lag slip fault, which control the development of dendritic drainage patterns in the Northwest and East, and subdendritic patterns in the Central to Southern parts. Landslide susceptibility analysis reveals a dominance of the Moderate Susceptibility Zone (60.3%), covering residential areas, followed by the high susceptibility zone (31.3%) on steep slopes with open land, and the low susceptibility zone (8.4%) in densely vegetated flatlands. The correlation between steep slopes, geological structural control, and intensive land use is the primary factor driving the high risk of ground movement in the study location