Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Reflektika

TASAWUF AL-GHAZALI: ANTARA SPIRITUALITAS DAN FORMALISME HUKUM ISLAM Ghozi Mubarok
Reflektika Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6341.272 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v8i2.138

Abstract

Al-Ghazali merupakan salah satu figur paling penting dalam sejarah tasawuf Islam. Hal itu disebabkan bukan hanya oleh melimpahnya karya al-Ghazali dalam bidang tasawuf, tetapi juga oleh posisinya yang unik di tengah-tengah proses tarik menarik antara wilayah spiritual dan yurisprudensial dalam Islam. Tulisan ini mencoba, pertama-tama, menentukan di mana posisi al-Ghazali di antara dua wilayah tersebut untuk kemudian, pada akhirnya, memberikan penilaian apakah tasawuf al-Ghazali termasuk ke dalam jenis tasawuf Sunn atau Falsaf. Melalui analisis terhadap karya-karya al-Ghazali sendiri, tulisan ini kemudian menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama, al-Ghazali sebetulnya konsisten dalam pendiriannya tentang tasawuf sebagai laku spiritual yang tidak boleh bertentangan dengan, namun sekaligus berada pada level yang lebih tinggi daripada, ketaatan lahiriah dan formal terhadap syariat. Konsistensi itu kadang-kadang menempatkannya pada posisi yang dilematis sehingga boleh dibilang bahwa, dalam perspektif yang menyeluruh, al-Ghazali tidak sepenuhnya sukses menjembatani ketegangan di antara wilayah spiritual dan yurisprudensial dalam Islam itu. Kedua, karena al-Ghazali terlihat membidik dua audiens yang berbeda dalam karya-karyanya, maka model tasawuf al-Ghazali tidak bisa dikategorikan secara sederhana sebagai model tasawuf sunn yang sepenuhnya non-falsaf.
TRADISI TAFSIR AL-QUR’AN DI ANDALUSIA: Telaah Historis atas Tokoh, Karya dan KarakteristikTRADISI TAFSIR AL-QUR’AN DI ANDALUSIA: Telaah Historis atas Tokoh, Karya dan Karakteristik Ghozi Mubarok
Reflektika Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.41 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v12i2.117

Abstract

Andalusia sempat menjadi wilayah kekuasaan umat Islam selama kurang lebih 8 abad. Dalam rentang masa itu, Andalusia berhasil membentuk tradisi intelektual dan akademik yang cemerlang, termasuk di bidang tafsir al-Qur’an. Artikel ini berupaya memotret tradisi tafsir al-Qur’an yang berkembang di Andalusia melalui penelusuran terhadap tiga persoalan, yaitu profil para mufasir Andalusia, identifikasi tokoh-tokoh kunci, dan karakteristik-karakteristik khas dari tradisi tafsir tersebut. Sebagai penelitian tekstual dengan pendekatan historis, sumber data utama artikel ini adalah laporan penelitian terdahulu tentang tradisi tafsir Andalusia dan literatur-literatur biografis, terutama Mu‘jam al-Mufassirīn, karya ‘Ādil Nuwayhiḍ. Artikel ini kemudian menghasilkan tiga poin kesimpulan. Pertama, profil para mufasir Andalusia memperlihatkan tingkat kematangan dan kecemerlangan tradisi tafsir di Andalusia hingga tingkat di mana tradisi tersebut berkontribusi dan berinteraksi secara dialektis dengan tradisi-tradisi tafsir di belahan dunia muslim lainnya. Kedua, Andalusia juga melahirkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah tafsir al-Qur’an yang kerap dibandingkan dengan rekan-rekan mereka sesama mufasir dari belahan dunia muslim lainnya serta dianggap sebagai representasi-representasi paling cemerlang dari beragam genre yang berkembang dalam sejarah tafsir al-Qur’an. Ketiga, tradisi tafsir Andalusia berkembang secara relatif independen sehingga ditemukan beberapa karakteristik yang menandai orisinalitas tradisi tafsir tersebut dibandingkan dengan tradisi-tradisi tafsir lain di tempat yang berbeda.